Cina Bangun Jembatan di Atas Air Terpanjang di Dunia

BEIJING–Cina berhasil menambah koleksi jembatan terpanjang di dunianya dengan selesainya proyek Jembatan Qingdao Haiwan yang memiliki panjang 26,4 mil atau 42,46 kilometer.

Jembatan Qingdao Haiwan mengalahkan rekor jembatan terpanjang sebelumnya yang dipegang oleh Jembatan Danau Pontchartrain Causway di Lousiana, Amerika Serikat.

Saking panjangnya, jembatan dibangun dengan dana 5,5 miliar dolar AS ini bisa untuk menyeberangi Selat Inggris.

Di Cina, Jembatan Qingdao menghubungkan daerah Shandong dengan Huangdao dengan hanya 30 menit berkendara. Sebelumnya, masyarakat harus menaiki ferri untuk bepergian ke Huangdao.

Jembatan ini juga dianggap menjadi salah satu capaian tertinggi dari insinyur Cina. Jembatan Qingdao memiliki enam jalur jalan. Ia ditopang oleh 5.200 kolom. Sebanyak 10 ribu pekerja banting tulang membangun megaproyek ini.

Mereka menggunakan 450 ribu ton baja. Jumlah itu bisa membangun 65 Menara Eiffel. Konstruksi jembatan juga menggunakan 2,3 juta kubik meter beton atau jumlah setara bisa digunakan untuk mengisi 3.800 kolam renang ukuran Olimpiade.

Pemerintah Cina mengklaim, jembatan ini sanggup bertahan dari goyangan gempa berkekuatan 8 skala richter. Saat ini di Cina ada tujuh dari 10 jembatan terpanjang di dunia. Yang terpanjang adalah Jembatan Danyang-Kunshan sepanjang 102 mil atau 164 kilometer.

Jepang akan Bantu Arab Saudi Bangun Pabrik Tenaga Nuklir

Jepang dan Arab Saudi, sepakat untuk bekerja sama dalam membangun faslitas-fasilitas tenaga nuklir. Kesepakatan itu dinyatakan oleh sejumlah pejabat Jepang (9/1).

Perjanjian itu terjadi dalam satu pertemuan antara Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Akihiro Obata, dan Hashin bin Abdullah Yamani, kepala organisasi energi baru pemerintah Saudi, “Kota Energi Atom dan Energi terbarukan Raja Abdullah”di Riyadh, menurut laporan Kyodo News.

Arab Saudi berencana akan membangun pabrik-pabrik tenaga nuklir untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan kelistrikan akibat pertumbuhan penduduk dan mengkonservasi sumber-sumber minyak mentah. Obata menawarkan Riyadh bantuan dalam melatih tenaga-tenaga Saudi di bidang generasi teknologi tenaga nuklir dan mengompilasi peraturan-peraturan yang diperlukan