‘Ulama Jangan Jadikan Pemadam Kebakaran’

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementrian Agama, Nasaruddin Umar, menilai peran ulama selama ini seperti pemadam kebakaran. Pasalnya, mereka hanya dilibatkan dalam mengatasi dampak dari suatu program pemerintah. Sementara saat penyusunan program, ulama tidak dilibatkan.

“Ini aneh. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan suatu krisis program, ketika penyusunannya tidak dilibatkan. Bagaimana bisa menyelesaikan dampak, jika tidak dilibatkan dalam sebab, “ ujar Nasaruddin, Sabtu (15/1).

Selama ini, terangnya, Kementrian Sosial (Kemensos) paling banyak melibatkan ulama ketika terjadi bencana alam atau masalah sosial lain. “Kalau ada banjir, didatangkan ulama. Kalau ada sosialisasi partisipasi perempuan, juga melibatkan ulama agar sesuai dengan koridor agama. Depsos (Kemensos) paling banyak melibatkan ulama, “ cetusnya.

Namun, saat Badan Perencanaan Pembangunanan Nasional (Bappenas)  merancang program pembangunan ulama tidak dipanggil. Ulama, ujarnya, harus dilibatkan dari hulu hingga hilir dalam pembangunan. Pasalnya, mereka memiliki peran strategis dalam pembangunan. “

“Dakwah yang mereka sampaikan mencerahkan sehingga membantu mengontrol kalau seseorang berniat melakukan penyelewengan, “  katanya. Idealnya, imbuh Nasaruddin, lembaga-lembaga negara melibatkan ulama dalam setiap penyusunan program. “Jika mau berhasil, libatkan ulama, “ ujarnya.

Hikmah dari Ustadz Muhammad Arifin Ilham: Menjaminkan Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Jaminlah untukku enam hal darimu, aku jaminkan surga untukmu; benar dalam bicara, tepat janji kepada Allah dan manusia, tunaikan amanah, tutup aurat dan jaga kemaluanmu, tahan matamu dari yang haram, dan jaga tangan.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaki).

Subhanallah, Rasulullah ternyata akan menjaminkan surga kepada setiap umatnya jika mampu menghadirkan dalam keseharian akhlaknya enam amalan. Pertama, benar dalam setiap pembicaraannya. Setiap kata yang keluar selalu berorientasi hikmah dan tidak ada yang sia-sia. Seseorang yang benar dalam bertutur kata biasanya memiliki kejernihan hati. Sedapat mungkin jejeran kata selalu ada ruhiyahnya dan karenanya tak akan mengecewakan siapa pun (QS an-Nisa [4]: 9).

Kedua, menepati janji, baik kepada Allah ataupun manusia. Kepada Allah, sama sekali tidak tebersit untuk mengkhianti-Nya. Pun demikian kepada sesama ciptaan-Nya, tidak ada kezaliman yang diperbuat olehnya. Perwujudan janji yang ditepati adalah dengan menunaikan totalitas penghambaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Saat taat kepada Allah dan Rasul-Nya, saat itulah kita telah menepati janji. Kita semua sesungguhnya terikat dengan janji kepada Allah waktu di alam roh. Seperti ada ikatan primordial yang lekat antara kita sewaktu masih menjadi makhluk ruh dengan Sang Pencipta, Rabbul Izzah (QS al-A’raf [7]: 172).

Ketiga, tunaikan amanah. Orang yang amanah adalah orang yang diberi rasa aman, yaitu sebagai buah dari keimanannya kepada Allah. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil …” (QS an-Nisa [4]: 58).

Keempat, tutup aurat dan jaga kemaluan. Orang yang menjaga aurat akan terjaga dan meningkat kehormatannya. “…. Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali yang tampak dari padanya … (QS an-Nuur [24]: 31).

Kelima, tahan mata dari perkara yang haram. Pada diri sea tiap mata ada hak. Dan di antara hak mata adalah menghindarkan nya dari tontonan yang diharam kan. Alquran surah an-Nuur di atas sudah cukup untuk mengingatkan kita supaya menjaga pandangan mata.

Karena itu, akan dijaminkan surga jika seseorang mampu menahan matanya dari hal-hal yang diharamkan seperti tontonan yang mengumbar aurat, film-film atau situs-situs porno. “Tatapan pertama hadiah bagimu, sementara tatapan berikutnya bukan milikmu,” ujar Ali bin Abi Thalib.

Keenam, jaga tangan. Menjaga tangan berarti menempatkan tangan sesuai fungsinya. Dan fungsi tangan di antaranya menolong siapa pun yang membutuhkan uluran tangannya. Baik diminta ataupun tidak. Menurut Nabi SAW cukuplah keimanan seseorang kepada Allah dan hari Kiamat jika mampu menahan tangannya dari menyakiti saudara atau tetangganya. Wallahu a’lam.

Pemprov Bakal Tambah Dua Dinas Lagi?

PADANG- Bila pada tahun lalu pemprov berusaha memperkurus jumlah lembaga dan instansi di lingkungannya, tahun depan pada 2012 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat (Sumbar) akan menambah dua dinas baru. Kedua dinas itu Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sengaja dipisahkan agar bisa bekerja lebih fokus. Saat ini hal tersebut tengah diusulkan kepada DPRD Provinsi Sumbar.

“Kita tengah mengusulkannya pada DPRD dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk tahun 2012 mendatang,” jelas Gubernur Sumatera Barat, Jum’at (14/01), kepada wartawan.

Dikatakan Irwan, berdiri sedirinya dua dinas itu sebagai bentuk fokus kerja. Agar dua dinas itu bisa bekerja lebih fokus. Dinas Pemuda dan Olahraga bisa fokus mengurusi bidang olah raga. Tidak seperti sebelumnya yang bergabung dengan Dinas Pendidikan
Fokus kerja juga harus dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, yang sebelumnya bergabung dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Ini dilakukan agar lebih fokus pada program. Misal Dinas Koperasi dan UKM akan fokus pada pengembangan UKM dan Koperasi. Begitu juga dengan pengembangan di bidang Olahraga,” ujar Irwan.

Jadi, kata Irwan, tahun 2011 ini masih menggunakan SOTK yang ada. Untuk penambahan dua dinas tersebut kini masih tengah diajukan ke DPRD. Diharapkan setelah 6 bulan pembahasan usulan tersebut dapat dianggarkan dalam APBD tahun 2012. Sehingga tahun 2012, dua dinas yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah bisa menjadi SKPD baru.

Seperti Ponsel, ATM Sama Kotornya dengan Toilet

Berhati-hatilah menjaga kesehatan Anda. Para peneliti menemukan, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sama kotornya dengan toilet umum. Karena, di mesin transaksi perbankan itu juga tak ubahnya sarang bakteri. Demikian hasil penelitian para peneliti BioCote di London, Inggris, baru-baru ini.

Seperti dilansir Zee News, para peneliti juga memaparkan bakteri-bakteri yang berkembang di mesin ATM yang sama banyaknya dengan bakteri di toilet umum. Bahkan, para peneliti memboyong keypad atau papan tombol input sebuah mesin ATM untuk diteliti di bawah mikroskop dan membandingkannya dengan dudukan toilet sebuah toilet umum setempat.

“Kami sangat terkejut dengan hasil penelitian ini. Sebab mesin ATM ternyata menjadi sarang dari begitu banyak bakteri layaknya toilet umum yang dapat menjadi momok bagi kesehatan manusia,” kata Richard Hastings, pakar mikrobiologi dari BioCote. “Di kedua objek tersebut ditemukan bakteri pseudomonad dan basil yang memicu penularan diare dan penyakit lain.”

Dalam sebuah jajak pendapat pada konsumen terungkap, toilet menempati peringkat pertama sebagai tempat paling jorok, sedangkan ATM menempati peringkat ke-10. Tempat lainnya yang dinilai sebagai sarang berkembangnya bakteri adalah boks telepon umum, serta tempat duduk bis dan kereta.

Sebelum ini, Joanna Verran, profesor mikrobiologi dari Manchester Metropolitan University mengungkapkan, telepon seluler (ponsel) anda dihuni lebih banyak bakteri daripada dudukan toilet, sol sepatu atau pegangan pintu.

“Kombinasi dari perawatan dan panas dan panas yang ditimbulkan oleh telepon menciptakan sarang utama bagi semua jenis bakteri yang biasanya ditemukan dalam kulit kita,” kata Joanna.

Bakteri itu termasuk “staphylococcus aureus,” yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat sampai bisul, pneumonia hingga meningitis.