Rencana Barat Pecah Belah Islam: Memecah Mesir Jadi Tiga Bagian

Apa yang terjadi di beberapa negara Islam, seperti di Irak, Sudan Yaman dan Maghreb, ditengarai bukanlah kondisi yang biasanya terjadi. Karena itu, tudingan akan adanya ‘tangan-tangan’ pihak luar, dalam hal ini dunia Barat, pun mengemuka.

Setidak itulah yang diungkapkan Syekh Al-Azhar DR Ahmed Al-Tayeb. Bahkan, ia mengingatkan adanya rencana ‘jahat’ Barat yang ditujukan untuk memecah belah dunia Arab. Pernyataan ini muncul selama pertemuan Syeikh Al-Azhar pada Senin (25/1) dengan delegasi Dewan Luar Negeri Amerika di Al-Azhar yang dihadiri 23 tokoh terkemuka dari anggota Dewan diketuai oleh seorang Amerika Howard Cox.

Syaikh Al-Azhar mengkritik desas-desus tentang adanya seruan dari Barat yang bertujuan untuk membagi Mesir menjadi tiga negara kecil, satu untuk muslim, satu Kristen dan yang ketiga untuk Nubia. Mengenai Mesi, Ia menegaskan bahwa Mesir merupakan salah satu negara tertua dalam sejarah dan paling kohesif.

Al-Tayeb menyatakan penyesalan terhadap seruan-seruan dari luar tersebut, memperingatkan adanya skema Zionis yang bertujuan merobek dunia Arab, untuk menjadikan “Israel” sebagai negara terbesar dan paling berkuasa atas wilayah tersebut.

Serangan Barat terhadap Islam:

Al-Tayeb mengkritik, selama pertemuannya dengan delegasi, mengkritik penyerangan media Barat terhadap Islam, menekankan bahwa pelecehan pihak barat terhadap ajaran Islam dan didukung dan didorong oleh gerakan politik ‘jahat’, dan menyerukan media Barat dan Muslim untuk bersama menanggapi kampanye tendensius tersebut, menurut situs surat kabar Al-Ahram.

Menanggapi pertanyaan oleh salah satu anggota delegasi Amerika, tentang peran Al-Azhar di masa akan datang, Al-Tayeb menjelaskan bahwa Al Azhar bekerja keras untuk mengkonsolidasikan persatuan nasional dan untuk mencapai pemulihan hubungan antara sekte Islam, dan untuk membangun jembatan pemahaman dan pertemuan antara sesama manusia.

Dari pihak lain, anggota delegasi AS itu menyampaikan penghargaan atas peran Al-Azhar dalam penyebaran moderasi dan toleransi Islam, dan mereka meminta Syeikh Al-Azhar bekerja untuk menyebarkan ideologi ulama Sufi seperti Jalal al-Din Rumi, dan membendung pemikiran ekstremis.

Syaikh Al-Azhar mengembalikan perbedaan agama karena alasan politik, menekankan keinginan Al-Azhar untuk menyatukan kaum muslimin diatas satu kata, dan menghapus penyebab perbedaan.

Al-Tayeb menarik perhatian ke penerimaan Universitas Al-Azhar saat ini, sebuah delegasi mahasiswa dari universitas “Yale” Amerika yang belajar dengan beasiswa penuh untuk satu tahun akademik.

Menag Kembali Ajak Bangkitkan Tradisi Maghrib Mengaji

Menteri Agama H Suryadharma Ali mengajak seluruh ulama, pemuka agama serta kepala daerah untuk membangkitkan kembali tradisi lama yang sudah banyak terlupakan. Yaitu tradisi megaji usai shalat Maghrib. ”Saya mengajak seluruh ulama, kyai, pemuka agama dan kepala daerah untuk membangkitkan Gerakan Masyarakat Maghrib Megaji atau GM3,” tegas Menag dalam sambutannya pada silaturahmi dengan ulama, kyai dan pemuka agama se-Banten di Serang, Selasa (25/1).

Ajakan ini, diakui Menag karena banyaknya tokoh, ulama, pemimpin serta pemuka agama yang gelisah dengan kondisi merosotnya akhlak, moral dan etika anak. ”Ini tradisi atau kebiasaan lama yang perlu kita hidupkan lagi. Ini untuk membentuk dan membentengi moral etika anak-anak kita,” tandas Menag yang didampingi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Dikatakan Menag, jangan sampai anak-anak generasi bangsa dicekoki dengan tayangan-tayangan infotainment dan sinetron-sinetron. Pada kesempatan itu, Menag juga memberikan penghargaan pada Gubernur Banten Ratu Atut atas upaya dan keberpihakan gubernur terhadap pembangunan keagamaan yang dinilai sangat baik.

Penyerang Banyak Masjid di Berlin Jerman Berhasil Ditangkap

Polisi Jerman telah menangkap seorang pria karena dicurigai melakukan serangkaian serangan pembakaran terhadap masjid-masjid di Berlin selama beberapa bulan terakhir.

Sebuah pengadilan Jerman mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pria 30 tahun pada Sabtu lalu setelah pria itu mengaku melakukan kejahatannya.

Tersangka, yang diduga bertanggung jawab atas serangan terhadap lebih dari selusin masjid, meninggalkan catatan dalam bentuk kliping surat kabar di TKP.

Setelah penyelidikan mendalam, jaksa negara memperoleh surat perintah untuk menggeledah kantor surat kabar harian Berlin BZ, yang merupakan salah satu surat kabar yang digunakan oleh penyerang masjid berantai tersebut, menurut Kantor berita The Local Jerman.

The Local melaporkan juru bicara polisi mengatakan bahwa penyidik telah menyita bukti untuk memperkuat kasus melawan tersangka.

Redaksi surat kabar BZ, Peter Huth, mengatakan tersangka pernah menghubungi kantor beritanya pada pertengahan Desember dan meminta salinan tertentu dari artikel surat kabar tersebut.

“Sseorang karyawan di BZ kemudian menyebutkan nama dan alamat dan memberitahu petugas polisi pada hari Jumat sore, yang memungkinkan untuk penangkapan dalam beberapa jam,” kata editor BZ.