Malaysia Lepaskan Nyamuk “Ajaib” Untuk Lawan Demam Berdarah

Malaysia merilis sekitar 6.000 nyamuk hasil rekayasa genetika ke dalam hutan pada percobaan pertama dari jenisnya di Asia yang bertujuan mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah, kata pejabat Rabu ini (26/1).

Uji lapangan ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi penggunaan resmi rekayasa genetika nyamuk Aedes aegypti jantan untuk kawin dengan betina dan menghasilkan keturunan dengan kehidupan yang lebih pendek, sehingga membatasi populasi nyamuk berbahaya tersebut. Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang menyebarkan demam berdarah, yang menewaskan 134 orang di Malaysia tahun lalu.

Percobaan serupa di Kepulauan Cayman tahun lalu, yang pertama dari jenisnya, menghasilkan penurunan dramatis dalam populasi nyamuk di daerah kecil tersebut telah dipelajari oleh para peneliti.

Rencana tersebut telah memicu kritik oleh beberapa pakar lingkungan hidup Malaysia, yang takut kemungkinan akan memiliki konsekuensi tak terduga, seperti penciptaan nyamuk secara sengaja itu bermutasi dengan tak terkendali. Kritik juga mengatakan rencana tersebut bisa meninggalkan kekosongan dalam ekosistem yang kemudian diisi oleh spesies serangga lian, yang berpotensi memperkenalkan penyakit baru.

Pemerintah berwenang telah mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran dengan mengatakan mereka melakukan riset kecil-kecilan dan tidak akan terburu-buru dalam melakukan percobaan secara besar-besaran.

Lembaga yang dikelola pemerintah Institute for Medical Research mengatakan nyamuk yang dirilis sekitar 6.000 nyamuk jantan yang non-menggigit steril di kawasan hutan tak berpenghuni di Malaysia Timur pada tanggal 21 lalu. 6.000 nyamuk Aedes aegypti jantan liar lainnya juga ditempatkan di area itu untuk perbandingan ilmiah, katanya dalam sebuah pernyataan.

Lembaga ini menyediakan beberapa rincian percobaan, tetapi mengatakan “berhasil” menyimpulkan pada 5 Januari, dan bahwa semua nyamuk telah dibunuh dengan insektisida. Mereka tidak berencana untuk melepaskan semua nyamuk lagi sampai menganalisis hasil umur nyamuk lab dan luasnya penyebaran di alam.

Ini adalah percobaan pertama di Asia, seorang pejabat di Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan mengatakan dalam kondisi anonim karena ia tidak berwenang untuk membuat pernyataan publik.

Di Kepulauan Cayman, nyamuk jantan steril hasil lab itu juga dilepaskan oleh para ilmuwan di wilayah 40-acre (16 hektar) antara bulan Mei dan Oktober tahun lalu. Pada bulan Agustus, jumlah nyamuk di daerah itu turun 80 persen dibandingkan dengan daerah tetangga di mana tidak ada nyamuk steril yang dilepas. Pemodelan estimasi ilmuwan menyebutkan 80 persen pengurangan nyamuk harus menghasilkan lebih sedikit infeksi demam berdarah.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, tahun lalu proyek ini adalah cara “inovatif” untuk melawan demam berdarah setelah kurangnya keberhasilan dalam kampanye mendesak warga Malaysia untuk menjaga lingkungan bebas dari genangan air di mana nyamuk bisa berkembang biak.

Jumlah kematian DBD-terkait di Malaysia meningkat 52 persen tahun lalu dari 88 kematian pada tahun 2009. Infeksi dengue total naik 11 persen dari 2009 menjadi lebih dari 46.000 kasus tahun lalu.

Demam berdarah adalah penyakit umum di Asia dan Amerika Latin. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri sendi dan mual, namun pada kasus yang berat, dapat mengakibatkan pendarahan internal, penghentian peredaran darah dan kematian. belum ada obat yang diketahui atau vaksin untuk mencegahnya.

Siaga Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

Kesiapsigaan bencana harus menjadi sebuah kurikulum muatan lokal yang memiliki regulasi yang jelas. Sebab hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk pengurangan risiko bencana, terutama bagi para pelajar.

Hal tersebut merupakan kesimpulan hearing antara Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) dengan anggota komisi IV DPRD Kota Padang, Senin (24/1) lalu, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Padang. Hearing tersebut terkait dengan draft kurikulum muatan lokal siaga bencana.

Pengambilan kesimpulan tersebut berpedoman kepada UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan Perda No 3 tahun 2008. Dalam UU dan Perda itu terlihat, Kota Padang harus mengintegrasi pendidikan kebencanaan dalam kurikulum sekolah. Kurikulum tersebut juga menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana dalam lembaga pendidikan.

Dalam hearing dibahas tentang beberapa tiga bahasan pokok yaitu prosedur muatan lokal, teknis pelaksanaannya serta permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan kurikulum tersebut.

Lewat hearing tersebut, Komisi IV sangat merespon positif dan menyetujui kurikulum siaga bencana ini. Namun kebijakan terkait hal tersebut akan disahkan oleh Walikota Padang. Oleh sebab itu, DPRD akan menyuarakan hal ini kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Jadi diharapkan pada Dinas Pendidikan Kota Padang bisa mengkaji ulang dan mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan Muatan Lokal siaga bencana. Serta disarankan kepada Pemko Padang agar dalam pengambilan langkah berikutnya dengan mengikutsertakan Kogami dalam pelaksanaan kurikulum siaga bencana.

Hearing tersebut dipimpun oleh Ketua Komisi IV, Azwar Siry. Diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, pembina kelompok siaga bencana sekolah, tim perumus kurikulum muatan lokal siaga bencana, badan pengurus harian Kogami, Diknas Pendidikan Kota Padang, BPBD Sumatera Barat.

Perusahaan Harus Terbuka Masalah Kehalalan Produk

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma’ruf Amin, menegaskan, data yang dipergunakan untuk penetapan fatwa itu harus jelas dan terang.

Ia mengimbuhkan bahwa MUI tidak dapat menetapkan fatwa dengan data yang tidak valid. Sebab hal ini pertanggungjawabannya sangat berat baik kepada Allah maupun umat dan masyarakat luas.

“Karena ketetapan fatwa itu sendiri diantara fungsinya adalah untuk memperjelas status hukum, halal ataukah haram,” jelas Ma’ruf Amin, dikutip  laman HalalMui, Selasa (25/01).

Dari 27 perusahaan yang dibahas dalam Sidang Komisi Fatwa (KF) belum lama ini, hanya 25 perusahaan yang produknya ditetapkan status halalnya oleh Fatwa Halal MUI.

Sementara 2 perusahaan belum ditetapkan statusnya, karena masih ada data yang dianggap belum jelas oleh para pengkaji di MUI. Satu dari perusahaan tersebut menggunakan bahan dari binatang, dalam hal ini adalah bekicot.

Tentang binatang itu sendiri, kata Ma’ruf, belum ada ketetapan maupun fatwa oleh para ulama, apakah boleh ataukah tidak boleh dipergunakan atau dikonsumsi oleh umat Muslim. Untuk itu, akan dirancang kajian dan pembahasan khusus oleh para ulama KF MUI tentang status hukum binatang ini.

Sedangkan satu perusahaan lainnya yang produknya belum ditetapkan status halalnya dalam sidang itu, karena menggunakan asam lemak. Namun tidak jelas asal-usul asam lemak yang dipergunakannya, apakah dari bahan nabati, ataukah hewani. Kalaupun dari hewan, berikutnya perlu diperjelas pula, apakah dari hewan yang halal ataukah yang diharamkan dalam Islam.

Lebih dari itu, meskipun dari hewan yang halal, apakah disembelih sesuai dengan syariat Islam ataukah tidak.

Oleh karena itu, lanjut Ma’ruf, pihak perusahaan yang diaudit produknya juga harus kooperatif mau membuka dan memberikan data yang jelas tentang segala hal yang berkaitan dengan produk yang dihasilkannya. seperti bahan baku, bahan pembantu, dan alat-alat pemrosesan yang dipergunakan.

Kalau pihak perusahaan enggan menjelaskannya, berarti informasi dalam proses sertifikasi dan fatwa menjadi tidak jelas pula. Sehingga jika demikian, kata Ma’ruf, maka tentu MUI tidak dapat memberikan fatwa atas kejelasan status produk tersebut.

Olehnya itu, tegas Ma’ruf, fatwa itu adalah untuk memperjelas status hukum. Maka ia pun mengharapkan agar pihak perusahaan dapat memahami landasan maupun kaidah yang sangat penting ini.

Alquran berusia 500 tahun Didigitalisasi

Manuskrip Alquran berusia 500 tahun tengah menjalani proses digitalisasi. Kabarnya, digitalisasi Quran itu tengah berlangsung di Universitas Manchester. Proses digitalisasi yang didanai oleh Asosiasi Naskah Islam, diharapkan selesai dalam tiga minggu.

Seperti diberitakan Orlandosentinel, Selasa (25/1), digitalisasi diawali dengan pengambilan gambar Quran dari berbagai sisi. Sebanyak 940 foto telah diundu guna memberikan data-data yang diperlukan. Namun, sayang tidak dijelaskan berapa ukuran Quran dan berasal dari mana manuskrip tersebut.

Sebagai informasi, banyak manuskrip tua Quran yang beredar di Inggris. Bahkan sebelumnya, rumah lelang bergengsi Christie sempat melelang sebuah al-Quran kuno dengan harga 2, 5 juta poundsterling atau sekitar 4, 9 juta dollar. Al-Quran kuno itu diduga berasal dari kota Madinah, Arab Saudi dan sudah ada sejak pertengahan abad ke-7.