Spirit Ideologis Zakat

Islam memperlihatkan keberpihakan terhadap hak-hak dasar kaum miskin untuk dapat hidup secara layak. Kemiskinan tidak boleh dibiarkan menimbulkan disfungsi sosial. Di sinilah pentingnya zakat sebagai sistem pendistribusian kekayaan yang memungkinkan setiap orang dalam segala kondisi terjamin kebutuhan pokoknya.

Pada tahap pertama, setiap orang diwajibkan bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Di samping itu, Islam menetapkan adanya kewajiban untuk memenuhi hak kerabat sebagai perintah agama dan perbuatan baik yang utama.

Dalam sejarah telah dibuktikan sebagai contoh pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634 – 644 M). Khalifah mengeluarkan kebijakan memberi jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi fakir miskin, baik Muslim maupun dzimmi (warga negara non-Muslim). Baitulmal pada masa Umar bahkan membiayai pernikahan Muslim yang tidak mampu, membayar utang-utang rakyat yang tidak mampu, dan memberikan biaya kepada para petani agar mereka menanami tanahnya.

Pemerataan kesejahteraan terwujud secara gemilang pada masa imperium Bani Umayyah ketika dipimpin oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717 – 719 M). Periode pemerintahan Umar bin Abdul Aziz yang berjalan tiga tahun dicatat sejarah sebagai masa kegemilangan umat Islam di dalam keadilan dan kesejahteraan karena kepemimpinan yang bersih dan takwa. Umar bin Abdul Aziz menuturkan, “Kami berjalan keliling menemui rakyat membawa harta zakat untuk diserahkan kepada orang banyak, tetapi tidak ada orang yang mau menerimanya.”

Konsepsi Islam tentang zakat dan infak fi sabilillah merefleksikan tanggung jawab keumatan untuk membangun masyarakat yang bebas dari kesenjangan. Hal itu akan terealisasi apabila zakat berfungsi sebagai jaminan sosial terhadap anggota masyarakat yang sewaktu-waktu ditimpa musibah. Seperti terjerat utang, terusir dari tempat kediaman, mendapat musibah sakit yang membutuhkan pengobatan melebihi kemampuan, kehabisan biaya di tengah perjalanan atau dalam menuntut ilmu, dan berbagai kebutuhan darurat lainnya.

Islam mengingatkan bahwa dalam harta orang kaya terdapat hak orang lain yang tidak punya. Hak tersebut wajib ditunaikan agar tidak terjadi kepincangan dalam masyarakat, yaitu dengan menunaikan zakat. Dana zakat yang terkumpul sebagian besarnya harus digunakan untuk meningkatkan taraf hidup fakir miskin. Spirit ideologis zakat menunjukkan betapa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin dalam artian yang seluas-luasnya.

Dalam hal ini, tepat sekali Prof Dr Hamka dalam buku Lembaga Hidup (1997) menyimpulkan, “Zakat bukanlah urusan kemerdekaan seseorang dengan harta bendanya, melainkan hak bagi negara Islam mengambil harta itu dan menyerahkan kepada yang berhak menerimanya. Peraturan zakat yang diurus oleh negara menjadi jalan tengah di dalam pertentangan orang yang bermodal dengan kaum miskin. Jadi, zakat itu usaha meringankan pertentangan kelas.”Ā  Wallahu a’lam bishawab.

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Ditargetkan Lebih 6 persen

PADANG- Angka Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) di tahun 2011 ini ditargetkan mencapai lebih dari enam persen. Sebab saat ini ekonomi Sumbar telah cukup berkembang pasca Gempa September 2009 lalu.

Dibandingkan tahun 2009 lalu pertumbuhan Ekonomi Sumbar hanya 4,9 persen. Sementara pada 2010 lalu hanya 5,5 persen. Keduanya dibawah pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun tersebut yang mencapai enam persen.

“Saat ini ekonomi sudah menggeliat kembali. Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 ini bisa mencapai lebih dari enam persen,” jelas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim, Jum’at (28/01) usai mengahadiri Cluster Summit 2011 Bank Indonesia, di Dang Tuanku Convention, Pusako Hotel.

Dikatakan Muslim, saat ini geliat ekonomi sudah mulai membaik sehingga angka pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Serta dunia perbankan telah memberanikan diri untuk membuka peluang kredit terutama pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Saat ini ada 650 Ribu orang pelaku UKM di Sumbar. Mereka adalah yang menggerakkan sektro rill perekonomian Sumbar. Bahkan saat ini Bank Indonesia (BI) bersama dunia perbankan Sumbar membentuk cluster yang bisa membantu pengembangan UKM di Sumbar. Sebagai terobosan mendukung sistem ekonomi kerakyatan.

Kepala BI Cabang Padang, Romeo Rissal Pandji Alam, mengatakan cluster terbentuk dengan hadirnya para pembina UKM. Mereka berasal dari dunia perbankan yang akan membantu para pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya serta memasarkannya.

“Jadi cluster merupakan dukungan buat UKM, membantu pengembangan dan pemasaran. UKM jadi lebih menggerakkan sektor rill di tengah masyarakat,” ujarnya. (

Mengapa Israel dan AS Cemas Jika Mubarak Terguling?

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Jumat mengumumkan bahwa mereka akan “mengawasi dari dekat” situasi di negara tetangga Mesir, tetapi menahan diri untuk tidak mengambil sikap politik.

Departemen Luar Negeri IsraelĀ  selalu melakukan update di Mesir . Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman telah mengikuti perkembangan pada protes dengan tetap menjaga hubungan dekat dengan Duta Besar Israel untuk Mesir, Yitzhak Levanon. Pada tahap ini, keluarga diplomatik Israel untuk tetap di Kairo sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kantor perdana menteri telah mengeluarkan petunjuk yang ketat kepada seluruh menteri dan pejabat pemerintah tidak memberikan komentar mengenai situasi saat ini di Mesir.

Seorang pejabat senior di Yerusalem berkata, “Israel sekali tidak tertarik untuk melibatkan diri dalam urusan Mesir, dan karena itu kami telah menerima instruksi yang jelas untuk menyimpan profil rendah dalam hal Mesir.”

Sebaliknya, pemerintah Amerika telah mengadopsi suatu strategi yang berbeda. Baik Presiden Barak Obama, Menlu Hillary Rodham Clinton, dan sekretaris pers Gedung Putih, Robert Gibbs, memilih berbicara “dalam posisi seolah tak berpihak” di televisi.

Dalam pidato itu malam Jumat, Presiden Obama menyerukan kepada pemerintah dan demonstran untuk mengatasi situasi saat damai di kedua belah pihak. Ia memohon pemerintah Mesir untuk mencabut larangan yang telah ditempatkan di internet dan memungkinkan warga sipil untuk melanjutkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan tujuan mereka.

Presiden Obama menjanjikan dukungan Amerika, yang menyatakan “Sesungguhnya, akan ada hari-hari sulit untuk datang, tetapi Amerika Serikat akan terus membela hak-hak rakyat Mesir dan bekerja dengan pemerintah mereka dalam mengejar masa depan yang lebih adil, lebih bebas, dan lebih penuh harapan. ”

Mengapa Israel khawatir Mubarak tumbang? Seorang pejabat di negara itu menyatakan cemas menunggu apa yang datang berikutnya.

Faktor Ikhwanul Muslim adalah salah satu alasan utama mengapaĀ  Israel tampaknya mendukung Mubarak begitu tajam. Hal ini dianggap sebagai gerakan politik yang paling populer di Mesir, dan posisinya mengenai perjanjian perdamaian dengan Israel adalah jelas: mereka ingin itu segera dicabut.

“Demokrasi adalah sesuatu yang indah,” kata Eli Shaked, yang Duta Besar Israel untuk Kairo 2003-2005, dalam sebuah wawancara dengan Spiegel Online. “Namun demikian, sangat banyak kepentingan Israel, Amerika Serikat, dan Eropa agarĀ  Mubarak tetap berkuasa.”

Israel, katanya, menikmati hubungan diplomatik dan kerjasama keamanan dengan Mesir dan Yordania, satu-satunya negara tetangga yang telah menandatangani perjanjian dengan negara Yahudi.

“Kami percaya bahwa Mesir akan mengatasi gelombang saat demonstrasi, tetapi kita harus melihat ke masa depan,” kata menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu.

Menteri, yang berbicara dengan syarat tidak diidentifikasikan ini menyatakan potensi Gaza akan makin menjadi ancaman jika angin politik di Mesir berubah. Wilayah ini kini dikuasai faksi Hamas yang tak diakui Israel.

Mesir merupakan negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel, pada tahun 1979. Hubungan terjalin baikĀ  terbatas pada kalangan pemerintah. Di sisi lain, asosiasi profesional dokter, insinyur atau pengacara, misalnya,Ā  menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan kontribusi untuk normalisasi hubungan dengan Israel.

Bahkan 30 tahun setelah perjanjian damai, perdagangan tahunan antara kedua negara bertetangga hanya sebesar nilai sebesarĀ  150 juta dolar AS (110 juta euro) Sebagai perbandingan, perdagangan Israel dengan Uni Eropa itu bernilai sekitarĀ  20 miliar euro pada tahun 2009.