Stok BBM di Sumbar Seminggu Ini Aman

Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Barat (Sumbar) untuk 7 hari ke depan aman. Kini, stok BBM untuk Sumbar tengah berada di Terminal Teluk Kabung, Bungus.

“Stok BBM di Sumbar aman. Meski saat ini di Riau BBM langka. Kita tidak terpengaruh oleh Riau. Jadi, masyarakat Sumbar jangan khawatir,” jelas Sales Representatif Retail Wilayah VIII Pertamina Persero Sumbar, I Ketut Parmadi, Rabu (9/3).

Dikatakan Parmadi, saat ini stok BBM di Sumbar untuk premium berjumlah 28.732 KL sedangkan Solar 28.993 KL. Lalu minyak tanah sebanyak 1088 KL.

Untuk konsumsi masyarakat Sumbar, kata Permadi, perharinya premium dihabiskan sekitar 1600-1800 KL. Sedangkan Solar hanya 1200 KL/Hari. Lalu minyak tanah dikonsumsi 500 KL/ Hari.

“Paling banyak konsumsi BBM ada di Dharmasraya, konsumsi mencapai 25 KL/hari. Kita maklum daerah tersebut merupakan daerah yang banyak kendaraan pengangkut CPO,” ujarnya.

Jadilah Pendengar Yang Baik

Kesediaan Nabi mendengarkan, merupakan cerminan akhlaq yang mulia

“Komunikator yang baik adalah pendengar yang bijaksana,” begitu kata seorang teman menasehati. Tentu, bukan berarti menjadi pendengar seseorang tidak berkomunikasi. Sebab, dengan menjadi pendengar, hakekatnya ia sedang berkomunikasi.

Di tempat kita, banyak orang suka bicara tapi jarang mendengarkan. Di warung, di kampus, di kampung, di kantor sampai di Gedung DPR.

TV kita, banyak banyak menfasilitasi orang-orang yang suka bicara. Semua berbicara, sampai-sampai tak mendengarkan pendapat orang lain. Jadilah debat kusir. Kebiasaan suka bicara dalam masayarakat kita ini, sampai-sampai sering jadi gurauan. “Mengapa  perusahaan seluler laris manis di Indonesia? Jawabannya karena masyarakat kita suka bicara, jarang mendengarkan.”

***

Rasulullah adalah sosok manusia paripurna yang hampir sempurna dalam segala halnya. Salah satu kesempurnaannya asdalah caranya dalam melakukan dialog dan menjalin komunikasi dengan kawan maupun lawannya. Kehebatan komunikasinya itulah yang dapat “menyihir” orang sehingga tertarik, kemudian mengikuti ajran yang dibawanya.

Muhammad tentu bukan ahli sihir. Kemampuan komunikasinya bukan dari hasil praktek mistik, tapi merupakan latihan panjang dari proses mistik, tapi merupakan latihan panjang dari proses perjuannya sejak kecil. Beliau mandiri sejak usia dini, sehingga mengharuskannya bergaul dengan dunia luas. Pergaulannya menjadi sangat luas ketika beliau berdagang di usia remaja. Di sinilah kemampuan berkomunikasi itu diasah. Lebih dari itu, tentu saja Nabi mempunyai berbagai kelebihan yang bersifat mu’jizati.

Salah satu rahasia keberhasilan Rasulullah dalam berbagai dialognya adalah kesediaan beliau menjadi pendengar yang baik. Rasululllah tidak saja pandai berbicara, tapi juga pandai mendengar. Selain menjadi pembicara yang baik, beliau adalah pendengar yag sangat baik. Berikut ini kisah Rasulullah ketika berdialog dengan perunding ulung yang akhirnya takluk setelah berdialog dengan beliau.

Ketika Rasulullah sudah mulai melakukan da’wah secara terbuka, kaum kafir Quraisy gundah dan guncang hatinya. Mereka ingin membendung aktivitas da’wah Muhammad dengan segala cara. Salah satunya adalah dengan mengutus Utbah bin Rabi’ah untuk melakukan negoisasi.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Utbah duduk di sebelah Rasulullah saw seraya berkata: “Wahai anak pamanku, sesungguhnya engkau mengetahui secara pasti kedudukanmu di tengah-tengah kaummu. Engkau telah memecah-belah barisan mereka, engakau caci-maki tuhan-tuhan mereka, dan engkau kafirkan nenek moyang mereka. Karena itu dengarkanlah kata-kataku: Aku akan menyampaikan beberapa tawaran, mudah-mudahan kamu mau menerima sebagiannya.”

Rasulullah berkata: “Wahai Abl Walid, katakanlah. Aku akan mendengarnya.” Lalu Utbah bin Rabi’ah mengutarakan panjang lebar segala tawarannya. Ketika selesai, Rasulullah kembali bertanya: “Sudah selesaikah wahai Abul Walid?” Ia menjawab, “Sudah.”

Rasulullah kemudian berkata: Sekarang dengarkanlah kata-kataku. Ia pun menjawab: “Silahkan” Lalu Rasulullah membacakan beberapa ayat dari surat Fushilat. Sampai pada akhirnya beliau membaca ayat sajadah (ayat 37), dan beliau bersujud. Lengkapnya ayat itu berbunyi:

“Dan sebagian tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudklah kepada Allah yang Menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Setelah itu beliau berkata kepada Utbah, engkau telah mendengarkannya dan kini silahkan temukan sikapmu. Utbah segera bangkit dari tempat duduknya, lalu pergi menjumpai teman-temannya. Sebagian dari mereka berkata: “Demi Allah, Abul Walid datang kepada kalian dengan raut muka yang berbeda dengan ketika ia berangkat.” Utbah meminta kepada mereka supaya memanggil Rasul Allah saw, akan tetapi mereka enggan. Mereka malah berkata: “Ia telah menyihirmu dengan ucapannya.”

Jika kita perhatikan percakapan antara Rasulullah dengan Utbah sungguh sangat menarik. Selaiin bobot pembicaraannya yang bagus, cara dialognya juga mempesona. Rasulullah sebagai tuan rumah terlebih dahulu mempersilahkan tamunya untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Dengan penuh perhatian beliau mendengarkan sampai pembicara tuntas menyampaikan maksudnya. Beliau tidak memotong pembicaraan lawan bicaranya, malah beliau bertanya kepadanya, Wahai Abul Walid, apakah kamu sudah selesai?

Israel Masuk Negara Berdampak Buruk di Dunia

Israel adalah salah satu negara yang paling tidak populer di dunia, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Globescan untuk BBC di 27 negara.

Lebih dari 28.000 orang dimintai pendapatnya antara Desember 2010 dan Februari 2011, untuk melihat sikap masyarakat luas terhadap berbagai negara di dunia. Dalam jajak pendapat itu ditanyakan “negara mana yang paling memiliki pengaruh positif atau negatif di dunia”.

Hanya 21% responden dari 27 negara yang memberikan penilaian positif untuk Israel, sementara 49% lainnya menilai negara Yahudi itu sebagai negara yang memberikan pengaruh buruk bagi dunia.

Negara yang penduduknya lebih banyak menilai Israel positif sedikit sekali. Dari 27 negara yang disurvei hanya 4 yang cenderung menilai Israel positif, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Ghana dan India.

Responden yang paling banyak memberikan penilaian positif pada Israel berasal dari negara Amerika Serikat. Sebanyak 43% responden asal Amerika Serikat memberikan penilaian positif, sedangkan 41% lainnya menilai Israel berdampak buruk bagi dunia.

Di Rusia perbandingan antara yang memberikan penilaian positif dan negatif atas Israel adalah 35% banding 27%. Di Ghana 32% responden menyatakan positif dan 27% negatif. Responden di India yang menilai Israel positif 21% dan negatif 18%.

Dua puluh tiga negara lain, selain keempat negara tersebut, lebih banyak memberikan penilaian negatif, termasuk negara-negara Barat.

Meskipun perbedaannya tidak telampau besar, di China orang yang menilai Israel negatif lebih banyak dibanding yang menilai positif, yaitu 48% banding 40%.

Sementara di Inggris, Kanada, Australia, Spanyol dan Portugis, orang yang menilai negara Yahudi Israel berdampak buruk bagi dunia jumlahnya lebih banyak lagi.

Selain Israel, tiga negara teratas lain yang dinilai negatif oleh responden adalah Iran, Korea Utara dan Pakistan.*

Malaysia Klaim Produk Beras Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian mengungkapkan padi Adan yang merupakan varietas lokal Kalimantan Timur diklaim oleh Malaysia sebagai produk negara tersebut.

Kepala Badan Litbang Pertanian Haryono di Jakarta, Selasa mengatakan, padi Adan merupakan padi premium atau kualitas satu yang hanya bisa tumbuh di Kecamatan Krayan, Kabupaten Tarakan dan tidak bisa ditanam di daerah lain.

“Beras ini di tingkat petani harganya Rp12.000 per kilogram sedangkan di perbatasan dijual seharga Rp15.000 per kilogram,” katanya. Namun demikian, lanjutnya, beras yang hanya dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut (dpl) itu oleh Malaysia diakui sebagai produksi Desa Bario salah satu wilayah negara tetangga tersebut.

Menurut peneliti dari Universitas Mulawarman Kalimantan Timur Prof Riyanto Ph.D beras tersebut enak rasanya dan hanya dikonsumsi untuk kalangan istana sehingga dijual kepada raja-raja. Di Malaysia, tambahnya, harga beras Adan yang diakui sebagai beras Bario, Serawak tersebut dijual dengan harga Rp50.000/kg.

Peneliti dari Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Sugiono Moeljopariro menyatakan, pihaknya telah mengajukan kepada Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia agar membantu Pemda Kaltim untuk bisa mengajukan perlindungan indikasi geografis.

Dengan perlindungan indikasi geografis tersebut, lanjutnya, maka lebih bersifat komunal berbeda dengan hak paten yang merupakan individual. “Dengan demikian nantinya padi Adan ini spesifik milik masyarakat,” katanya