Pakar Nuklir AS: Radiasi di Ambang Mematikan

Greg Jaczko, Ketua Komisi Pengaturan Nuklir AS (NRC), mengatakan upaya untuk mendinginkan reaktor dengan air laut dan mencegah batang bahan bakar meleleh tampaknya gagal. “Pekerja di sekitarnya bisa terkena dosis radiasi yang berpotensi mematikan,” katanya.

Reaktor itu berada di area pusat listrik pembangkit listrik bertenaga nuklir (PLTN) Fukushima.

Menteri Energi AS, Steven Chu, mengatakan bahwa situasi di PLTN itu tampaknya lebih serius daripada krisis parsial di PLTN Three Mile Island di Pennsylvania pada tahun 1979.

Selama hari-hari krisis Fukushima, perhatian telah beralih dari gedung reaktor 1 sampai 3, reaktor ke 2, kembali ke 3 – dan sekarang, ke 4.

Bukan reaktor aktual yang menyebabkan keprihatinan. Sebaliknya,  adalah pada kolam menyimpan batang bahan bakar yang telah diambil dari reaktor ketika ditutup untuk pemeliharaan sebelum gempa terjadi.

Ada laporan bahwa tingkat air rendah, dan sekarang Komisi Pengaturan Nuklir AS (NRC), yang memiliki tim penasihat ahli di Jepang, mengatakan kolam telah benar-benar kering.

Ini berarti batang bahan bakar kemungkinan sudah terkena udara. Tanpa air, mereka akan lebih panas, yang memungkinkan bahan radioaktif untuk menguap. NRC mengatakan tingkat radiasi mungkin sangat tinggi, mengundang potensi  bahaya baru bagi pekerja di PLTN.

Perusahaan pengelola LTN bahkan telah memperingatkan “kembali memasuki masa kritis” – bahwa sebuah reaksi berantai nuklir bisa mulai antara batang bahan bakar di kolam yang sekarang kering. “Itu tidak akan menyebabkan ledakan nuklir tetapi akan meningkatkan pelepasan zat radioaktif.”

Departemen Luar Negeri Amerika mendesak warga Amerika yang tinggal di dalam radius 80 km (50 mil) dari Fukushima Daiichi, yang terletak 220 km dari Tokyo, untuk meninggalkan area  zona eksklusi yang lebih luas daripada 20 km yang disarankan oleh pemerintah Jepang.

Beberapa personil militer AS di Jepang telah diberi tablet untuk menolak efek radiasi yang mungkin.

Inggris kini telah menyarankan warganya saat ini di Tokyo dan di sebelah utara ibukota untuk mempertimbangkan meninggalkan daerah itu.

Pekerja telah menyiram reaktor dengan air laut dalam usaha panik untuk menstabilkan suhu. Tapi helikopter dikerahkan untuk membuang air di fasilitas pada hari Rabu ditarik keluar di tengah kekhawatiran terhadap tingkat radiasi di udara di atas situs tersebut.

Unit Polisi telah diminta untuk membawa meriam air, biasanya digunakan dalam pengendalian kerusuhan, untuk disemprotkan pada batang bahan bakar.

Halal atau Haram? Kini Muslim Swedia Punya Lembaga Membedakannya

Muslim Swedia  baru membentuk Dewan Fatwa. dewan ini akan membantu Muslim di Swedia yang mencari nasihat tentang bagaimana hidup sesuai dengan Islam, termasuk untuk memberi fatwa kontemporer menyangkut halal dan haramnya suatu hal.

Bagi 450 ribu Muslim – atau sekitar 5 persen dari total penduduk – di Swedia,  mungkin tidak selalu mudah untuk memahami bagaimana praktik-praktik Islam paling baik diterapkan dalam masyarakat Swedia. Hadirnya Dewan Fatwa Swedia (Svenska Fatwaraadet) — secara resmi dimulai pada pertengahan 2009 dengan 14 anggota — sangat membantu. Dewan ini beranggotakan imam berpendidikan tinggi dan orang-orang dengan pengalaman di berbagai bidang.

“Pertanyaan paling umum yang kami terima berkaitan dengan isu-isu hubungan – perkawinan dan perceraian – juga masalah-masalah ekonomi, masalah-masalah pribadi tentang bagaimana untuk hidup sebagai Muslim di Swedia dan arbitrasi konflik,” kata Saeed Azam, ketua Dewan.

Ini adalah praktik umum bahwa umat Islam mencari nasehat agama tentang bagaimana hidup dengan cara yang terbaik.

Kata fatwa umum didefinisikan sebagai pernyataan hukum dalam Islam yang dikeluarkan olehlembaga berkompeten tentang satu masalah tertentu. Fatwa ada yang bersifat universal, namun ada pula yang bersifat lokal, mempertimbangkan waktu dan tempat. Sebagai contoh, pada tahun 2001, Grand Mufti Mesir mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa acara televisi populer Who Want To Be  a Millionaire adalah tidak Islami.

Namun fatwa ini dibantah banyak pihak, karena mempertimbangkan  tidak ada keberatan karena mereka menyebarkan pengetahuan umum.

Dewan Fatwa Swedia mengeluarkan fatwa pertama tahun lalu sebagai tanggapan terhadap serangan bom bunuh diri di Stockholm, mengutuk tindakan tersebut dan menggambarkannya sebagai tidak kompatibel dengan Islam.

“Ada kebutuhan besar di Swedia untuk minoritas Muslim sebuah dewan untuk meminta saran dalam konteks yang sesuai dengan lingkungan. “Kami tahu bagaimana rasanya hidup di Swedia dan kondisi bahwa orang hidup di sini, kita memahami tantangan ini,” kata Azam.

Dewan Fatwa Swedia berencana untuk menyebar imam yang berkualitas ke seluruh negeri untuk meningkatkan jangkauan mereka.

Dalam Dewan mereka berencana untuk membentuk Komite Fatwa, yang hanya terdiri dari imam yang telah mendapatkan setidaknya gelar sarjana dalam syariah, atau studi tentang sistem hukum Islam.

Syariah, bagaimanapun, penafsiran beragam, dari konservatif sampai liberal. “Ini merupakan tindakan penyeimbangan untuk menemukan wakil yang tepat, untuk menghindari ekstremitas,” kata Azam.

Saat ini Komite yang beranggotakan sembilan imam berpendidikan tersebut, akan menjawab apapun pertanyaan Jamaah. Anggota Komite jumlahnya ganjil untuk memastikan suara mayoritas saat memberikan jawaban.

Mereka juga membuka layanan interaktif. Pertanyaan bisa disampaikan kepada Dewan melalui surat dan e-mail melalui situs web mereka.

Namun tak semua mendukung berdirinya Dewan Fatwa ini.  “Mereka adalah kelompok kecil tanpa kualifikasi yang sebenarnya tak perlu didirikan di sini di Swedia,” kata seorang perwakilan dari Masjid Agung di Stockholm. Apalagi, katanya, mereka telah memiliki dewan Muslim.

Dewan Muslim Swedia (Sverige’s Muslimska Rad – SMR) dianggap sebagai otoritas Muslim tertinggi di negeri ini dan berfungsi sebagai organisasi payung bagi semua kelompok Islam dan  terdaftar di Swedia.

Presiden SMR,  Helena Benaouda, mengatakan hal senada. Ia menyayangkan Dewan yang minim representasi perempuan.

Gempa Jepang, 13 Ribu Korban Tewas dan Hilang

Jumlah resmi korban tewas dan hilang setelah gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan kawasan pesisir Jepang timurlaut telah mendekati 13.000, kata polisi, Rabu, namun laporan-laporan mengisyaratkan bahwa jumlah korban dalam musibah itu jauh lebih tinggi. Sebanyak 4.314 orang telah dipastikan tewas, sementara jumlah orang yang hilang dalam bencana Jumat itu mencapai 8.606 dan yang cedera 2.282, kata mereka.

Namun, laporan-laporan yang terus berdatangan mengisyaratkan bahwa jumlah akhir korban bisa jauh lebih tinggi dari angka resmi tersebut. Wali Kota Ishinomaki di Prefektur Miyagi mengatakan, Rabu, jumlah orang yang hilang mungkin mencapai 10.000, kata kantor berita Kyodo.

Sabtu, radio pemerintah NHK melaporkan, sekitar 10.000 orang tidak diketahui keberadaannya di kota pelabuhan Minamisanriku di prefektur yang sama. Di tengah upaya penyelamatan massal, ada tanda-tanda bahwa banyak orang tewas di daerah pesisir wilayah timur Honshu yang porak-poranda itu, dimana gelombang raksasa menghancurkan atau merusak lebih dari 55.380 rumah dan bangunan lain.

Tsunami besar itu terjadi setelah gempa bumi dahsyat yang kata Badan Gempa AS memiliki kekuatan 8,9 skala Richter, gempa terkuat dalam sejarah Jepang.

Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!

Diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali, suatu ketika kaum Bani Israil bertanya kepada Nabi Musa a.s : “Tanyakan kepada Tuhanmu kami memperoleh apa, bila mengerjakan sesuatu. Sebab kami telah amalkan apa yang Dia (Allah) inginkan”.

Nabi Musa a.s  berkata: “Ya Tuhanku, Engkau benar-benar sudah mendengar apa yang mereka katakan padaku”. Allah SWT berfirman kepada nabi Musa a.s: “Hai Musa, katakanlah pada mereka, ‘Mereka harus ridla kepada-Ku. Aku pun akan ridla terhadap mereka” (Imam al-Ghazali, Mukasyafat al-Qulub).

Kisah tersebut memberi arti, bahwa setelah kita melakukan amal shalih, janganlah berharap-harap balasan berupa harta duniawi. Usai beramal, serahkanlah kepada-Nya. Hanya satu yang harus diharap; ridla-Nya, tidak lainnya. Cukup dengan ridla-Nya, amal kita pasti dibalas dengan setimpal kelak.

Menerima ridla-Nya itu berarti kita harus qana’ah. Menurut Abu Abdilllah bin Khafifi, qana’ah adalah meninggalkan angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ada dan menganggap cukup dengan sesuatu yang ada.

Qana’ah adalah pintu menjadi hamba Allah yang cerdas, sedangkan tamak (rakus) dan pendengki adalah jendela pembuka kerusakan.

Imam Abu Bakar al-Maraghi bernah bertutur kepada murid-muridnya:”Orang yang berakal sehat adalah orang yang mengatur urusan dunia dengan sikap qana’ah dan mengatur urusuan agama dengan ilmu dan ijtihad” (Abdul Karim al-Qursyairi, Risalah al-Qusyairiyah).

Menurut Imam Turmuzi, qana’ah itu adalah jiwa yang rela terhadap pemberian rezeki yang telah ditentukan, dan tidak berkeinginan terhadap sesuatu yang tidak ada hasilnya. Pada dasarnya berangan-angan terhadap sesuatu yang tidak hasilnya adalah angan-angan orang yang bodoh.

Tentunya, orang yang berakal dan cerdas seperti itu adalah orang memahami siapa diri dan harus bagaimana diri ini. Orang yang qona’ah, adalah orang yang hidupnya terbebas dari segala macam belenggu nafsu dan ambisi. Hal ini adalah disebabkan karena mereka merasa yakin dan percaya sepenuhnya akan kebijakan adil Allah SWT.

Menurut Imam al-Ghazali, kemuliaan seorang hamba itu bermula dari qana’ah dan kehinaannya berawal dari sifat tamak. Makanya, qana’ah adalah karakter utama mukmin sejati. “Qana’ah itu ibarat raja yang tidak mau bertempat tinggal kecuali di hati mukmin” kata Imam al-Qusyairi. Sedangkan orang yang tamak selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya, tanpa memperdulikan apakah harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal ataukah haram.

Untuk menjadi orang yang qan’ah, maka kita perlu memperbanyak syukur, bersikap wara’ dan menghindari gaya hidup yang berlebihan.

Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli bersyukur. Cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai diri sendiri, maka engkau akan menjadi mukmin yang baik. Berbuatlah baik kepada tetanggamu, maka engkau akan menjadi orang Islam yang baik. Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. Al-Baihaqi).

Seseorang yang apabila di dalam hatinya terdapat sifat wara’, maka hidupnya akan tenang dan tentram tanpa terusik oleh nafsu untuk menguasai dunia (harta). Dalam usahanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan Allah (pantang baginya mendapat barang atau harta yang meragukan hatinya, apalagi yang haram).

Hidari Tamak!

Orang tamak pada hakikatnya menurut al-Ghazali adalah orang fakir, mengutip pendapat Umar bin Khattab r.a ia  mengakatan; “Sesungguhnya tamak adalah kefakiran, sementara membuang iri hati terhadap rizki orang lain justru adalah kekayaan.”

Sifat tamak dan dengki biasa berjalan bersamaan. Keduanya sama-sama perusak kehidupan seorang mukmin. Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Rasulullah SAW pernah menasihatinya: “Jika engkau shalat, lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk mati), janganlah berbicara dengan pembicaraan yang membuatmu kelak tak dapat memberikan alasannya dan jangan berharp terhadap sesuatu yang sudah dipegang orang lain.”

Nafsu manusia jika tidak dikontrol iman sangat mudah jatuh pada sifat ketamakan. Jika manusia memiliki  satu lembah emas, tentu dia menginginkan yang keduanya. Dan apabila ia telah memiliki dua lembah emas, tentu ia menginginkan yang ketiga. Kata para ulama, tidak ada yang dapat memenuhi perut mereka kecuali mati. Selama manusia bernafas, ia selalu saja digoda setan dengan ketamakan dan dengki.

Janganlah dibiarkan kerakusan bercokol di dalam hati kita. Ada kecenderungan orang yang rakus itu menjadi jahat, merasa ringan berbuat maksiat bahkan rela mengorbankan kemuliaan, sekedar untuk memuaskan ambisi nafsunya.

Hati-hatilah dengan sifat rakus. Rakus itu merusakkan tatanan kehidupan. Hatinya selalu bergejolak bagaimana memenuhi keinginan nafsunya saja. Kerakusan harus kita lemahkan. Sifat ini biasanya mencengkeram jiwa di saat kita mulai memiliki sifat iri dengki. Dan kadang dimulai dari angan-angan/imajinasi kosong kita tentang harta. Kerakusan dapat kita lemahkan dengan belajar hidup sederhana, wara’ dan qana’ah.

Tamak dan rakus kepada dunia, dapat menyebabkan hati seseorang terombang-ambing dan selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya. angkuh, cinta akan dunia, tidak amanah dan iri hati. Jadi tamak tidak saja merusak kadar iman, tapi juga membuka pintu kegagalan hidup. Wallahu a’lam bisshawab