Ahmadiyah Lahirkan ‘Agama Dalam Agama’

Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menghendaki pembubaran ajaran dan organisasi Ahmadiyah karena telah menciptakan ‘agama di dalam agama’. “Penistaan terhadap kemurnian ajaran Islam, penyelewengan aqidah umat Islam, sehingga akan merusak inti ajaran Islam,” kata Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Ahad (20/3) terkait pelaksanaan pleno DPP PPP pada 23-24 Maret mendatang.

Rapat pleno DPP, katanya, akan membahas konsolidasi internal dan konstelasi politik aktual serta berbagai masalah seperti Ahmadiyah, teror bom buku, dan penguatan basis dukungan partai. Irgan menegaskan Ahmadiyah juga merusak inti ajaran Islam, khususnya tentang iman atau kepercayaan kepada Allah dan rasul-Nya.

“Jika dibiarkan akan merusak ukhuwwah Islamiyah dan pada akhirnya menghancurkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

Menurut itu, dalam kaitan pembubaran Ahmadiyah, kalangan penegak HAM tidak boleh melihat secara sempit atau sepihak tetapi harus dari kacamata perasaan umat Islam keseluruhan. Terkait teror bom, katanya, PPP mengutuk keras ancaman maupun tindakan teror bom karena merupakan perilaku biadab.

“Tetapi jangan lalu distigmatisasi kepada umat Islam dengan mencari-cari kesalahan pada kelompok di kalangan umat Islam,” katanya.

Pleno DPP PPP bakal dihadiri pengurus harian, majelis pertimbangan pusat, majelis syariah, majelis pakar, serta pimpinan departemen dan lembaga di partai berasaskan Islam itu. Pleno juga akan membahas evaluasi penyelenggaraan musyawarah cabang dan wilayah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, rencana musyawarah kerja nasional, dan muktamar yang diselenggarakan pada Juni 2011.

Keganjilan Bom Paket Buku Untuk Ulil

TERORISME (tentu dalam arti yang sesungguhnya) adalah perbuatan keji. Menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, apapun alasannya, sangatlah tidak manusiawi dan harus dilawan. Kepada para korban yang sempat tersengat bom beberapa waktu lalu, kita doakan semoga lekas sembuh dan bisa kembali bekerja seperti sedia kala.

Terlepas dari itu, saya merasakan ada keanehan dalam kejadian pengiriman paket bom yang berentetan tersebut. Sepenarian dengan itu, ada semacam kesangsian, bahwa apa sebenarnya  motif teror Bom Utan Kayu kemarin itu, dan beberapa rentetan bom buku lain selanjutnya.

Berikut beberapa keganjilan yang sempat saya pikirkan dari teror bom yang sangat disorot media ini, yang kemudian menenggelamkan isu akbar perihal “abused power” oleh Presiden Yudhoyono yang ditulis Koran Australia, The Age.

Pertama, keganjilan itu, adalah paket bom buku untuk Ulil Abshar Abdalla dikirim oleh orang yang menyebut diri sebagai Drs. Sulaiman Azhar, Lc. Apa maksud gelar Lc dicantumkan di situ. Mungkin kita bertanya tanya, apakah di sana ada upaya untuk menciptakan image ataukah labelisasi bahwa orang yang bergelar Lc, yang identitik sebagai lulusan Timur Tengah dan Islam, adalah pembuat teror dan keonaran.

Sebab selama ini yang kerap dinyanyikan para “pengamat” terorisme, bahwa terorisme di Indonesia adalah mereka yang mau meneggakkan Khilafah Islam atau menegakkan syariat Islam. Maka disebutlah kemudian tokoh tokohnya, misalnya, Imam Samudera yang alumni Afghan, dan lain lain.

Ada usaha luar biasa pengamat –khususnya yang sering diangkat TVOne atau Metro TV– untuk mengkait-kaitkan suburnya terorisme dengan Islam. Seorang purnawirawan TNI yang sering jadi rujukan TV bahkan sangat bersemangat mengarahkan masalah ini pada Islam. Anehnya, jarang ada pembanding dari kaum Muslim sendiri yang seimbang.

Dengan tercantumnya gelar LC, dan image Timur Tengah, sangat cocok dengan analisis para pengamat di TV yang sering menyeret masalah ini ke Islam. Jadi semacam ada benang merah yang ingin mengarahkan pada tujuan-tujuan tertentu. Jadi ada apa?

Selain itu, rasanya menggelikan. Lengkapnya gelar ditulis oleh pengirim bom, Drs. Sulaiman Azhar, Lc, ini terlihat seperti modus operandi yang tidak jauh beda dengan cara para penipu kupon berhadiah via SMS yang biasa masuk ke handphone kita. Biasanya kalau penipu kupon berhadiah melalui SMS itu selalu menyertakan nama orang yang harus dihubungi, biasanya ada gelar haji dan dokterandus-nya.

Gelar, menurut saya, memang adalah cara yang bagus untuk menyakinkan seseorang. Misalnya, orang yang dikirimi SMS kupon behadiah oleh orang bernama Drs. H. Fulan, orang yang mendapat SMS pun yakin, iya, ini benar, dia kan haji, doktorandus lagi.

Jadi ada kesamaan modus kasus bom Utan Kayu dengan para penipu kupon berhadiah melalui SMS?

Pertanyaannya, kenapa Drs. Sulaiman Azhar, Lc? Kenapa gelar Lc mencolok di sana? Tidak lain adalah untuk menyakinkan masyarakat, bahwa, orang-orab yang bergelar Lc dari Timur Tengah, atau memiliku pemahaman Islam adalah berbahaya. Suasana inilah yang mau diciptakan.

Jadi, kembali ke awal, kesan untuk mengembangbiakkan kebencian kepada intelektual Muslim alumni Timur Tengah sangat nampak dari motif paket bom yang gencar akhir akhir ini.

Toh kalau kita mau logis, kita akan bertanya, kenapa pelaku mau secara terus terang menuliskan identitasnya, alamatnnya, bahkan nomor handphonenya di paket itu. Padahal dengan begitu bukankah sang pelaku akan mudah terdeteksi.
Namun ternyata, sampai tulisan ini selesai ditulis, pelaku belum juga ditemukan.

Walaupun beberapa jam setelah meledaknya bom sketsa wajah pelaku sudah beredar. Kita tunggu saja apakah benar ada orang yang bernama Drs. Sulaiman Azhar, Lc. Ataukah barangkali kita harus melihat keganjilan yang kedua.

Kedua, saya khawatir kalau ini adalah permainan orang orang yang tidak bertanggungjawab yang didalangi orang gede. Atau jangan jangan aksi ini, seperti dikatakan pengamat intelijen Soeripto, adalah permainan intelijen yang sengaja ditargetkan kepada orang-orang terkenal dengan harapan dapat menjadi pemberitaan banyak media.

Kata Soeripto, tidak mungkin itu dilakukan oleh kelompok “teroris”. Sebab mereka tengah tiarap. Yang melakukan ini kelompok profesional. “Bisa jadi kerjaan intelijen,” tebak dia.

Lebih jauh Soeripto menjelaskan, teror bom buku ini memiliki motif dan tujuan-tujuan tertentu. Teror bom buku ini, kata dia, untuk mengalihkan isu dan menarik perhatian Amerika Serikat bahwa terorisme masih ada di Indonesia, sehingga ini bisa menjadi alasan untuk meminta penambahan anggaran penanggulangan teroris kepada Barat.

Meminjam istilah Soeripto,  iIni adalah “psywar” dengan caranya klasik.

Ketiga, ada usaha pengalihan isu. Meminjam analisisnya Mustofa B. Nahrawardaya, pengamat Indonesian Crime Analys Forum, menilai teror bom untuk Ulil itu target sebenarnya adalah memojokkan citra Abubakar Ba’asyir. Sedangkan Ulil hanya merupakan pengalih perhatian semata.

Sementara buku yang berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh Karena Dosa-dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslim’, lanjut Mustofa, pelaku menitip pesan bawah bom ini adalah untuk membalas dendam pada perusak Islam.

Ingat, saat kejadian bersamaan dengan masa sidang Abubakar Baasyir. Sedang pemilihan Kantor JIL dan Ulil hanya untuk mengalihkan perhatian dari misi utama menciptakan suasana psikis ketakutan masyarakat.

Teror bom tersebut diyakini Mustofa dibuat oleh intelijen hitam yang ingin menciptakan suasana tidak kondusif di tengah kontroversi sidang Abubakar Baasyir.

Jadi teror bom paket buku, siapa bermain? Kita tunggu saja ending sandiwara ini.

‘Supermoon’ Malam Ini, Apa yang Membuatnya Begitu Super?

Fenomena bulan purnama dengan jarak terdekat dari bumi, dikenal dengan istilah supermoon, akan terjadi malam ini. Purnama hari ini hampir bertepatan dengan kedatangan bulan di titik perige di lintasan orbit mengitari bumi, menghasilkan Purnama terbesar dan bisa jadi terindah di langit kita sejak Maret 1993 silam.

Pada Sabtu malam, bulan akan tiba di perige pada 19:09 UT (sekitar pukul 3.00 WIB). Jarak dari bulan ke bumi saat itu adalah 356.574,303 kilometer, hanya mendekat 9 kilometer. Jadi supermoon kali ini mungkin kurang begitu super ketimbang purnama pada Desember 2008.

Terlepas dari angka-angka itu, astronom dari United States Naval Observatory, Geoff Chster, mengatakan bulan purnama kali ini masih memenangkan kontes kedekatan dalam fase purnama. Bagaimana penjelasnnya.

Menurut Chester, pada 12 Desember 2008, bulan mencapai purnama pada pukul 16:37 UT, sementara perige (titik terdekat bulan ke bumi dalam lintasan orbit) terjadi pada pukul 21:39. Masih berjarak lima jam dari titik terdekat bumi. Jadi ketika mencapai purnama, jarak bulan ke bumi sepanjang 356.609,709 kilometer.

Kontras dengan purnama kali ini, terjadi pada pukul 18:10 UT, sementara bulan mencapai perige pada 19:09. Perbedaan kurang dari satu jam. Sehingga malam ini, ketika purnama, jarak bulan ke bumi adalah 356.575, 913 kilometer

Namun, sayang Amerika Utara tak mungkin menyaksikan fenomena ini. Perlu diketahui, ketika bulan mencapai purnama, ia tak terlihat di kawasan itu. Pasalnya purnama terjadi saat siang, ketika bulan berada di bawah cakrawala.

Begitu pula di Wilayah Timur. Siapapun yang mendongakkan kepala ke langit malam ini, mungkin akan melihat bulan terlihat penuh, namun ketika keping bulang benar-benar 100 persen teriluminasi telah lewat berjam-jam lalu.

Meski sulit dilihat dan dibedakan oleh sebagian besar mata, purnama yang akan disaksikan mulai mengalami pengurangan iluminasi. Tingkat kecerlangan purnama yang bisa dilihat sekitar 99,8 persen saja.