Bagaimana AS Menemukan Osama di Pakistan

Osama bin Laden tewas oleh sebuah peluru yang ditembakan oleh seorang personel pasukan khusus AL Amerika Serikat, Navy SEAL.

Pasukan komando AL AS itu melakukan penyergapan dari atas helikopter selama 40 menit terhadap satu komplek bangunan yang dijaga amat ketat yang diyakini sengaja dibangun untuk menyembunyikan pemimpin Alqaeda itu.

Tiga pria lainnya terbunuh dalam apa yang seorang pejabat pemerintahan Obama gambarkan sebagai “serangan pembedahan oleh satu tim kecil yang dirancang untuk meminimalkan dampak kerusakannya”.

Dua dari ketiga pria ini diyakini sebagai kurir Alqaeda yang sudah tinggal lama di komplek bangunan itu. Mereka tinggal bersama keluarganya, sedangkan seorang pria lainnya kemungkinan besar putera Osama bin Laden.

Seorang perempuan yang digunakan sebagai tameng hidup oleh salah seorang anggota Alqaeda selama tembak menembak itu, juga terbunuh, sementara dua wanita lainnya terluka.

Satu helikopter yang terlibat dalam penyergapan mengalami kegagalan mesin dan kemudian diledakkan oleh tim pasukan AS.  Tidak ada satu pun awaknya yang tewas atau terluka.

Pemerintah Pakistan sama sekali tak diberi tahu soal penyergapan ini, sampai kemudian operasi itu dinyatakan berakhir.

Rincian penyusunan tim penyergap yang membunuh bin Laen itu sangat dijaga kerahasiaannya, namun dinas intelijen Amerika CIA terlibat sangat dalam dengan perencanaan dan eksekusi serangan.

Para serdadu dari satu unit SEAL –pasukan khusus Angkatan Laut AS yang akronimnya kepanjangan dari Sea, Air, Land– diyakini menjadi pasukan inti dalam penyergapan itu.

Bangunan yang terletak di Abbotabad yang jauhnya sekitar 35 mil dari Islamabad, dibangun pada 2005 dan pernah menjadi kediaman keluarga Osama bin Laden selama beberapa waktu. Dibutuhkan beberapa tahun untuk menjejak bangunan tersebut.

Awalnya, CIA hanya tahu seorang pria yang diyakini sebagai kurir terpercaya dari bin Laden. Perlu waktu empat tahun untuk mengetahui identitas sebenarnya pria ini dan dua tahun lalu tempat-tempat di Pakistan yang sering dikunjungi lelaki ini berhasil dilacak.

Terobosan penting terjadi pada akhir Agustus lalu manakala bangunan di mana sang kurir tinggal bersama saudara lelakinya yang juga seorang kurir, berhasil dilacak.  Presiden Barack Obama kemudian segera diberi tahu.

Komplek bangunan itu terletak di wilayah elite di Abbotabad di mana banyak purnawirawan militer Pakistan tinggal. Komplek bangunan itu ada di area terpencil di ujung jalan berdebu, namun di dekatnya berjejer banyak rumah mewah lainnya.

Luas bangunan di mana Osama disergap itu delapan kali lebih besar dibandingkan rumah-rumah mewah di sekitar situ.  Bangunan ini dijaga oleh dua pos keamanan dan tembok setinggi 18 kaki.

Inti bangunan bertingkat tiga di kompleks rumah tinggal mewah itu memiliki teras yang tersembunyi oleh dinding setinggi 7 kaki. Banyak bagian dari gedung ini ditutupi oleh dinding-dinding dalam gedung.

Kendati nilai dari kompleks bangunan mewah itu diperkirakan mencapai 1 juta dolar AS (sekitar Rp9,8 miliar), tak pernah diketahui dari mana sumber keuangan kedua kurir Alqaeda itu.  Di komplek bangunan itu juga tidak ada telepon, apalagi internet.

Dan tidak seperti tetangga-tetangganya, para penghuni kompleks bangunan mewah itu selalu membakar sampah-sampah mereka.

Dinas intelijen Amerika yang terlibat memata-matai bangunan itu adalah CIA, Badan Keamanan Nasional (NSA) dan Badan Geospasial Nasional (NGA). Akhirnya, disimpulkan bahwa keluarga ketiga yang tinggal di komplek bangunan itu adalah keluarga bin Laden, termasuk sang pemimpin Alqaeda itu dan istri mudanya.

Serangan diam-diam ke kompleks bangunan mewah itu dilakukan demi mempertimbangkan kekhawatiran bakal ikut membunuh sejumlah besar warga Pakistan yang tinggal dekat rumah besar tersebut.

Namun, Obama baru memberikan otorisasi serangan pada Jumat lalu kepada serangan via helikopter yang amat berisiko yang dilakukan Senin dini hari waktu Pakistan.

Daulah Abbasiyah: Al-Qadir Billah, Khalifah yang Berbudi

Al-Qadir Billah dilahirkan pada 336 H. Ibunya seorang mantan budak bernama Tumna. Dalam Tarikh Baghdad disebutkan namanya, Yumna. Ada pula yang menyebutnya Dumnah. Nama Al-Qadir adalah Ahmad bin Ishaq bin Al-Muqtadir.

Dia dilantik sebagai khalifah Daulah Abbasiyah ke-25 (991-1031 M) setelah pengunduran diri Ath-Tha’i. Saat pelantikan ia tidak berada di Baghdad. Dia baru datang pada 10 Ramadhan, yaitu keesokan harinya setelah pelantikan.

Pelantikan Khalifah Al-Qadir disambut suka cita oleh seluruh penduduk negeri. Sebab sebelum dilantik sebagai khalifah, Al-Qadir dikenal berbudi mulia, memiliki komitmen keagamaan yang mantap, memiliki wibawa, selalu melakukan shalat tahajud, banyak melakukan tindakan-tindakan terpuji, dan banyak bersedekah.

Pada bulan Syawwal, terjadilah kesepakatan antara Al-Qadir dengan Baha Ad-Daulah. Mereka saling bersumpah untuk menepati kesepakatan. Khalifah Al-Qadir memberikan tugas khusus kepadanya.

Pada 394 H, Baha Ad-Daulah menugaskan Asy-Syarif Abu Ahmad Al-Husain bin Musa Al-Musawi untuk menjabat di pengadilan dalam masalah-masalah haji, pidana, dan masalah-masalah perdata. Baha Ad-Daulah menuliskan hal ini dari Syairaz. Namun Asy-Syarif tidak melaksanakannya karena tidak mendapat izin dari Al-Qadir.

Pada 395 H, terjadi permusuhan antara orang-orang Syi’ah dan Sunni. Saat itu, Syekh Abu Hamid Al-Isfirayini nyaris terbunuh. Mengetahui keadaan yang bisa membahayakan keamanan negara itu, Khalifah Al-Qadir bertindak cepat. Ia memerintahkan para tentaranya untuk mengamankan golongan Ahlus Sunnah dari ancaman kaum Syi’ah Rafidhah yang ingin membunuh para ulama Ahlus Sunnah.

Pada 399 H, Abu Amr dicopot dari jabatannya sebagai hakim di Bashrah. Sedangkan sebagai penggantinya diangkatlah Abu Al-Hasan bin Abu Asy-Syawarib. Pada tahun ini pemerintahan Bani Umayyah di Andalusia mengalami kemerosotan yang sangat parah dan sistem pemerintahannya morat-marit.

Amirul Umara Baha Ad-Daulah meninggal pada 403 H dalam usia 42 tahun setelah berkuasa selama 24 tahun 9 bulan. Ia digantikan oleh putranya Abu Syuja’ dengan panggilan Sulthan Ad-Daulah yang berkuasa selama delapan tahun.

Ia pun digantikan oleh saudaranya, Abu Ali, dengan panggilan Musyrif Ad-Daulah. Selanjutnya tokoh ini hanya berkuasa selama enam tahun, ia pun digantikan oleh saudaranya, Abu Thahir, dengan julukan Jalal Ad-Daulah.

Pada masa inilah Khalifah Al-Qadir wafat. Ia meninggal dunia pada Senin 11 Dzulhijjah 423 H. Masa pemerintahannya berlangsung selama 40 tahun tiga bulan.

Hidup Pengungsi Dibawah Ancaman Lahar Dingin Merapi

Ratusan warga korban banjir lahar dingin Gunung Merapi dari Dusun Candi dan Gebayan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dalam beberapa hari ini telah meninggalkan tempat pengungsian mereka.

Warga kedua dusun tersebut sama-sama mengungsi di Desa Tersan Gede, Kecamatan Salam, namun mereka tinggal di tempat pengungsian yang berbeda. Warga Candi sebanyak 60 keluarga terdiri atas 154 jiwa mengungsi di Balai Desa Tersan Gede, sedangkan warga Gebayan sebanyak 113 keluarga terdiri atas 400 jiwa menempati tenda pengungsian di Lapangan Bobosan.

Mereka mengungsi sejak 9 Januari 2011, setelah kampung mereka diterjang banjir lahar dingin dari luapan Sungai Putih. Sekarang mereka telah kembali ke kampung halamannya karena merasa sudah aman, meskipun banjir lahar dingin dari Gunung Merapi sewaktu-waktu masih mengancam mereka.

Ketika di atas puncak Merapi mendung dan disusul hujan deras masyarakat di sekitar aliran Sungai Putih tersebut tetap merasa cemas, karena daerah mereka kini menjadi kawasan langganan banjir lahar dingin.

Sebenarnya pihak desa maupun pengelola tempat pengungsian tidak keberatan mereka tetap tinggal di pengungsian, namun warga sendiri yang berkeinginan untuk pulang, karena dalam beberapa pekan terakhir daerah aliran Sungai Putih cenderung aman.

Seorang warga Candi yang semula mengungsi di Balai Desa Tresan Gede, Mursidah, mengatakan, warga ingin pulang karena daerahnya diperkirakan sudah aman dari kemungkinan bahaya banjir lahar susulan.

“Namun, kalau nanti daerah kami terancam banjir lagi, kami akan kembali mengungsi,” katanya.

Dusun Candi merupakan salah satu wilayah di Desa Sirahan yang menjadi korban banjir lahar. Daerah tersebut di timur aliran Sungai Putih. Jika tanggul di SMK Negeri Salam jebol, aliran air dan material Merapi akan mengalir di sebelah timur Dusun Candi sehingga dusun itu terkepung banjir.

Warga Gebayan, Ariyanto (45) yang sebelumnya menempati tenda pengungsian di Lapangan Bobosan, Tersan Gede, mengatakan kepulangan pengungsi atas kesepakatan warga karena situasi sudah dianggap aman. “Jika nanti masih terjadi banjir kami terpaksa harus mengungsi lagi,” katanya.

Kepala Desa Tersan Gede, Luqman Akhmadi, mengatakan, pengungsi di balai desa telah kembali ke rumah masing-masing atas kemauan mereka sendiri, mungkin karena sudah jenuh tinggal di pengungsian.

“Namun, kami selalu siap menerima mereka kembali jika di dusunnya terjadi banjir,” katanya.

Selain di balai desa, katanya, sejumlah warga Desa Sirahan mengungsi di beberapa rumah warga Desa Tersan Gede dengan kebutuhan logistik selama ini dipasok dari posko balai desa.
“Mereka kebanyakan tinggal di rumah saudaranya, tetapi juga mendapat jatah logistik dari pemerintah,” katanya.

Penanggung jawab Posko Bersama GP Ansor sebagai pengelola tenda pengungsi di Lapangan Bobosan, Chabibullah mengatakan, kondisi Dusun Gebayang sekarang cukup aman karena dalam dua pekan terakhir tidak terjadi banjir.

Ia mengatakan, untuk memulihkan kehidupan perekonomian, para pengungsi dibekali dengan beberapa pelatihan, antara lain pembuatan batako, pembuatan batu sintetis untuk hiasan dan ornamen rumah.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Desa Sirahan, Mochamad Rokim, mengatakan terjangan banjir lahar dari Sungai Putih mengakibatkan sebanyak 291 rumah warga Sirahan rusak, terdiri atas 29 hanyut, 127 rusak berat, 48 rusak sedang, dan 87 rusak ringan.
Selain itu, katanya, banjir lahar juga mengakibatkan sekitar 30 hektare lahan pertanian di Sirahan tertimbun material vulkanik Merapi.

Berdasarkan data Posko Induk Kabupaten Magelang, jumlah pengungsi hingga sekarang mencapai 2.640 jiwa tersebar di 11 lokasi.

Sejumlah tempat pengungsian tersebut di Kecamatan Muntilan empat lokasi dengan 787 pengungsi, Kecamatan Salam tiga lokasi (1.468 pengungsi), Kecamatan Mungkid, Ngluwar, Srumbung, dan Sawangan masing-masing satu lokasi dengan jumlah pengungsi 375 jiwa.

Jumlah rumah rusak di Kabupaten Magelang akibat banjir lahar mencapai 721 rumah yang terdiri atas 129 hanyut, 307 rusak berat, 129 rusak sedang, dan 156 rusak ringan.
Selain itu, 14 jembatan runtuh antara lain Jembatan Tlatar, Blongkeng, Babadan, Prumpung, dan Srowol.

Huntara Swadaya
Sejumlah korban bencana banjir lahar dingin Merapi, yakni warga Dusun Candi, Desa Sirahan yang merasa belum nyaman tinggal di rumah karena khawatir diterjang banjir lahar terpaksa membangun hunian sementara (huntara) sepulang dari pengungsian.

Mereka secara swadaya membangun huntara tersebut karena tidak ingin bergantung pada pemerintah atau pihak lain. Huntara tersebut dibangun di sebuah ladang di Dusun Candi.

Koordinator Relawan Dusun Candi Sukirman mengatakan, sembilan keluarga membangun huntara, tiga di antaranya membangun di lahan milik sendiri, yakni keluarga Sutinah, Seneng, dan Sutrisno.

Sedangkan enam keluarga lainnya menyewa lahan untuk membangun huntara, yakni keluarga Supriyadi, Purnomo, Wahyudin, Sukirman, Suparyono, dan Sukisman. Mereka yang membangun huntara secara swadaya tersebut merupakan warga Candi yang rumahnya rusak atau hilang.

“Huntara ini kami bangun di atas sawah milik warga yang kami sewa setahun Rp600 ribu,” kata Sukirman.

Seorang warga yang sedang membangun huntara, Supriyadi mengatakan membangun huntara secara mandiri lebih terhormat ketimbang harus mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun donatur.

Apalagi, huntara pemerintah dibangun di lokasi yang jauh dari Dusun Candi sehingga menyulitkan aktivitas warga. “Kami hanya petani kecil dan penambang pasir. Jika harus bolak balik tentu pendapatan kami habis untuk transportasi. Lebih baik kami membangun huntara sesuai kemampuan kami, yang penting dapat untuk berteduh,” katanya.

Foto Mayat Bin Ladin Palsu?

Foto wajah mayat Bin Ladin beredar tidak lama setelah media massa melaporkan bahwa Presiden Barack Obama mengumumkan kematian Usamah bin Ladin, tokoh Al- Qaidah yang paling dicari-cari Amerika Serikat.

Namun sebagian orang di beberapa forum dunia maya mempertanyakan keaslian foto tersebut yang kabarnya pertama kali ditanyangkan oleh televisi-televisi Pakistan. (Klik link ini untuk melihat foto yang beredar)

Adalah hal yang wajar jika publik mempertanyakan  tentang kebenaran berita Bin Ladin ini, terutama terkait foto yang beredar, karena agen penyelidik federal AS FBI pernah melakukan rekayasa foto Bin Ladin yang dipergunakan untuk poster kampanye antiteror.

Ketika itu, FBI mengolah foto wajah seorang anggota parlemen Spanyol, Gaspar Llamazares, yang mirip dengan Usamah bin Ladin.

“Saya terkejut dan marah, karena ini merupakan hal paling memalukan dalam penggunaan (foto) seseorang yang nyata untuk diubah menjadi gambar seorang teroris,” kata Llamazares seperti dikutip NY Daily News (16/01/2010).

Ketika hidayatullah.com mencoba menelusuri beberapa link-link yang menunjukkan bahwa foto mayat Bin Ladin yang beredar adalah palsu, ternyata semua link itu tidak dapat diakses.

Salah satu link http://mocksession.com/binladen.jpg menampilkan pesan: “Whoops!!! Nothing Here by That Name. Very sorry, but what you are looking for isn’t here. Maybe you should try one of the links below.” Sedangkan link lain yang tertera bisa diakses.

Melihat pesan yang ditampilkan, dan beberapa link lain yang juga menunjukkan hal serupa, mengindikasikan bahwa file gambar yang mencoba mengungkap bahwa foto mayat Bin Ladin adalah palsu itu pernah ada sebelumnya.

Lantas siapa yang menghilangkan gambar-gambar itu semua?

New York Times melaporkan (02/5) bahwa Usamah bin Ladin tewas dengan luka tembak di kepalanya, dan menurut pejabat pemerintah AS mayatnya lantas dikuburkan di laut.

Pertanyaannya, mengapa harus dikubur di laut?

Usamah bin Ladin adalah buruan Amerika Serikat yang terbesar saat ini. Layaknya seorang pemburu, biasanya dengan bangga mempertontonkan hasil buruannya kepada khalayak ramai. Tapi, mengapa Amerika lebih memilih cepat-cepat membuang mayat Usamah bin Ladin ke laut?

Apakah ini rekayasa besar lainnya, seperti peristiwa serangan 9/11 atas gedung WTC di New York tahun 2001, yang diyakini banyak orang di dunia sebagai salah satu rekayasa terbesar yang pernah dibuat manusia. *

Keterangan foto:

1. Rekayasa foto mayat Bin Ladin yang beredar saat ini.

2. Rekayasa foto Bin Ladin menggunakan foto Gaspar Llazamares