Realisasi APBN SKPD Sumbar Baru 22 Persen

Hingga triwulan pertama tahun 2011, realisasi APBN Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) belum mencapai target. Secara keseluruhan realisasi fisik baru mencapai 22,8 persen. Sedangkan realisasi keuangan 14, 17 persen.

Padahal, hasil kesepakatan surat gubernur Nomor 902/145/P.I/BAPKR-2009 telah ditetapkan bahwa kategori perkiraan pencapaian target realisasi kegiatan sampai akhir tahun anggaran ialah pada akhir triwulan pertama yakni 10 persen, triwulan kedua 30 persen, triwulan ketiga 75 persen dan diakhir tahun 100 persen.

“Kita akui angka tersebut belum mencapai target. Seharusnya hingga triwulan realisasi APBN sudah mencapai 30 persen,” terang Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, usai rapat bersama SKPD Sumbar, Jum’at (06/05), di Auditroium Gubernuran Sumbar.

Dari rapat tersebut, diketahui hanya Dinas Peternakan Sumbar yang telah merealisasi fisik hingga 10,55 persen dan Dinas Perkebunan realisasi keuangan 20,37 persen.

Melihat keadaan tersebut, Irwan kembali mengingatkan kepada para SKPD untuk secepatnya merealisasikan program APBN. Tidak asal realisasi, tapi sesuai program yang telah dirancang masing- masing SKPD. Program tersebut pun harus yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Agar realisasi APBN bisa berjalan cepat, kata Irwan, nantinya SKPD pengelola kegiatan harus segera menetapkan DED, schedule kegiatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan ketentuan. Percepat kegiatan administrasi/fisik/proses tender.

โ€œSetelah itu, langsung laksanakan kegiatannya secepatnya sehingga progress realisasi fisik dan realisasi keuangan kegiatan APBN dapat terus dipacu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,โ€ jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Ali Asmar, mengingtakan bahwa SKPD sebagai pengelola kegiatan dana APBN dihimbau untuk berkoordinasi dan berbagi informasi ke tingkat jajarannya/dinas instansi terkait.

Sehingga adanya sinkronisasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Sebab, dalam mempercepat kegiatan, SKPD perlu berkoordinasi dengan Kanwil Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat/KPN atau DPKD setempat. Sehingga masalah revisi, pencairan dana dan administrasi lainnya dapat segera diselesaikan dan tidak menghambat pelaksanaan kegiatan.

Ikhlas dalam Bersedekah

Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah [2]: 261).

Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.

Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS as-Saba’: 39).

Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Shalat mengantarkanmu setengah jalan, puasa mengantarkanmu ke depan pintu Al-Malik (Sang Maha Raja), dan sedekah memasukkanmu ke hadapan-Nya.”Ibnu Mas’ud menuturkan: “Syahdan, ada seorang laki-laki yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, kemudian ia melakukan perbuatan zina, maka Allah pun menghapus seluruh amalnya. Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang fakir miskin, lalu memberi sedekah kepadanya roti, maka Allah pun mengampuni dosanya dan memuliakan kembali pahala ibadah tujuh tahunnya.

Ubaid bin Umar pun mengatakan: “Pada hari kiamat kelak manusia dikumpulkan dalam kondisi lapar yang belum pernah mereka alami sebelumnya, haus yang belum pernah mereka alami sebelumnya, maka barang siapa memberi makan (orang) demi Allah, Allah akan mengenyangkannya, barang siapa memberi minum (orang) demi Allah, Allah akan meminuminya, dan barang siapa memberi sandang (orang) demi Allah, Allah akan membusanainya.”

Demikianlah keutamaan sedekah. Tidak sepatutnya kita bersifat kikir dan bakhil kepada sesama manusia, apalagi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan bersedekah, kita berbagi kebahagiaan dengan sesama dan niscaya Allah juga akan memuliakan orang yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah.