“HUT Israel, Tanda Musibah bagi Kami!”

Kemerdekaan Mereka adalah Nakbah (Musibah) Kami,” begitu slogan yang disuarakan ribuan rakyat di berbagai kawasan Palestina yang dijajah maupun di Jalur Gaza saat berunjukrasa kemarin menuntut hak pulang bagi 4,7 juta pengungsi Palestina di seluruh dunia.

“Pesan kami tahun ini adalah kami akan kembali, kami akan tegakkan hak kami untuk kembali (haqqul audah), kami akan datangi semua checkpoints Israel untuk sampaikan tuntutan kami pulang ke rumah-rumah kami di Palestina,” demikian Monther Amria, pimpinan Komite An-Nakbah di Bait Lahm (Betlehem) kepada PNN.

Unjukrasa kemarin, Kamis 12 Mei, mengawali rangkaian aksi harian sampai puncaknya pada 15 Mei ketika jutaan warga dan pendukung kemerdekaan Palestina di seluruh dunia akan turun ke jalan-jalan memperingati hari An-Nakbah ketika Zionis Israel dideklarasikan berdiri di atas tanah Palestina 63 tahun lalu.

Lebih dari 500 desa Palestina dihancurkan oleh pasukan Zionis sementara jutaan rakyat Palestina diteror dan dipaksa berjalan kaki ribuan kilometer untuk mengungsi ke negara-negara tetangga.

Ramallah, Tepi Barat Pusat dan Kota Gaza akan menjadi tiga titik utama unjukrasa pada 15 Mei untuk menuntut hak kembali pengungsi Palestina.

Sejumlah pendukung Zionisme di berbagai kawasan termasuk di Indonesia merencanakan merayakan pendirian ‘Israel’ yang telah membunuh ratusan ribu rakyat Palestina, terutama kaum Musliminnya, sejak 63 tahun lalu.*

Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu

Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud  bertanya pada Rasulullah SAW: ” Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?”, Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau menjawab: “Taat pada orang tua”. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau  menjawab: “Jihad di jalan Allah.”

Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya.

Hadis ini cukup menarik perhatian kita, selain perawinya yang banyak, kandungan hadis di atas pun layak untuk dicermati. Mengapa shalat tepat pada waktunya dapat menempati rating teratas dari sekian banyak pekerjaan yang sangat Allah cintai, ternyata ia dapat “menyisihkan” ketaatan pada orang tua dan jihad di jalan Allah.

Padahal, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa perintah untuk taat pada orang tua adalah perintah yang sangat urgent, terbukti hampir dalam setiap larangan menyekutukan Tuhan (syirik) selalu disandingkan dengan perintah untuk menaati orang tua. Belum lagi dengan Jihad. Ternyata shalat pada waktunya dapat mengungguli sebuah amalan yang balasannya sudah dijanjikan Allah berupa surga dan  selalu menjadi idaman seluruh Muslim.

Menurut Prof Dr Musthafa ‘Imarah, Dosen Hadis dan Ilmu Hadis Fakultas Ushuludin Univeristas Al-Azhar, Kairo, Rasulullah SAW memang tidak hanya sekali ditanya tentang pekerjaan yang paling dicintai Allah, jawaban Beliau pun variatif disesuaikan dengan orang yang bertanya dan kondisi saat itu. Walau demikian, hadis shalat pada awal waktu adalah hadis terbanyak yang terdapat dalam kitab-kitab hadis dibanding dengan hadis-hadis lain.

Kenyataan ini cukup menarik hingga Ibnu Hajar dalam “Fathul Bari” nya menukil perkataan Ibnu Bazizah bahwa jihad memang didahulukan dibanding pekerjaan fisik yang lain karena ia merupakan pekerjaan yang berat, akan tetapi kesabaran untuk menjaga shalat dan melaksanakannya tepat waktu adalah pekerjaan yang terus dilakukan secara berulang-ulang hingga hanya orang yang benar-benar bertakwalah yang dapat terus menjaganya.

Dr Abdul Fattah Abu Ghuddah menyimpulkan bahwa dalam hadis tersebutlah terdapat kunci kesuksesan Umat Islam, yaitu  dengan memanfaatkan waktu. Ia berargumen karena shalat termasuk ibadah yang sudah ditentukan waktunya. Jika seorang Muslim melaksanakannya tepat waktu, dan juga selalu memperhatikan setiap pekerjaan pada waktunya maka hal itu akan membuat semuanya dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya karena ia sudah menjadi sebuah kebiasaan dan watak dalam prilaku dan kehidupan soerang Muslim. Dari sinilah terlihat jelas rahasia mengapa syariat mengistimewakan ibadah shalat dibanding seluruh ibadah lain.

Selain shalat sebenarnya syariat pun telah menggambarkan beberapa pekerjaan yang harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seperti haji, zakat (baik zakat fitr atau zakat mâl), puasa, berkurban, memberi nafkah, hutang, gadai, bertamu, haid, nifas dan lain-lain. Dari sini Islam ingin mengisyaratkan akan pentingnya penentuan waktu dan banyaknya kemaslahatan dan manfaat  yang ada didalamnya.

Mudah-mudahan kita selalu dijadikan orang-orang yang selalu menjaga shalat dan menjadi hamba yang on time. Allahu wa Rasuluhu a’lam.