Inilah Lima Negara Paling Berbahaya di Dunia Bagi Kaum Perempuan

Di bawah penjajahan pasukan koalisi AS, Afghanistan menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi kaum perempuan. Setelah Afghanistan, tempat kedua paling berbahaya di dunia bagi perempuan adalah Kongo, karena maraknya perkosaan terhadap perempuan di negeri Afrika itu.

Hasil survei Thomson Reuters Foundation menyebutkan, konflik yang terus berlanjut, penjajahan AS, serangan udara pasukan NATO, dan tradisi membuat Afghanistan menjadi tempat yang paling berbahaya bagi kaum perempuan. Kekerasan, buruknya layanan kesehatan dan kemiskinan mempengaruhi kehidupan kaum perempuan Afghanistan.

Survei dilakukan dengan menanyakan pada 213 pakar gender dari lima benua tentang negara-negara yang dianggap berbahaya dan beresiko tinggi bagi perempuan, berdasarkan ranking. Resiko dibagi menjadi enam bagian antara lain, layanan kesehatan, kekerasan seksual, kekerasan nonseksual, pengaruh budaya dan agama, minimnya akses terhadap sumber daya, dan ancaman perdagangan perempuan.

Beberapa pakar menambahkan ancaman lainnya yang dihadapi perempuan, yang kadang kurang mendapat perhatian, seperti ancaman menjadi korban serangan bom, penembakan, pelemparan batu (hukuman bagi perempuan muslim yang dituduh berzina) serta ancaman perkosaan yang dilakukan secara sistematis terhadap kaum perempuan yang berada di wilayah konflik.

Di Afghanistan, kaum perempuan menghadapi tiga resiko, antara lain buruknya layanan kesehatan, kekerasan nonseksual dan minimnya akses ke sumber-sumber ekonomi. Tingkat kematian ibu di Afghanistan cukup tinggi karena kemisikinan dan terbatasnya akses ke dokter dan rumah sakit. Menurut data UNICEF, di Afghanistan dari 11 ibu melahirkan, terjadi satu kasus kematian ibu saat melahirkan.

Negara kedua paling berbahaya bagi perempuan adalah Kongo. Menurut survei TrustLaw, kaum perempuan di Kongo menghadapi ancaman perkosaan dalam level yang mengerikan. Setiap tahunnya, lebih dari 400.000 perempuan di Kongo menjadi korban perkosaan sehingga PBB menyebut Kongo sebagai “ibukota perkosaan di dunia”.

Negara lainnya, yang masuk dalam daftar teratas negara paling berbahaya bagi perempuan adalah Pakistan di urutan ketiga, India di urutan keempatdan dan Somalia di urutan kelima. Perempuan di ketiga negara ini menghadapi ancaman mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi ekonomi, serangan dengan menggunakan zat asam, sunat bagi perempuan secara paksa, dan target pembunuhan atas dasar tradisi menjaga kehormatan keluarga.

Data Komisi Hak Asasi Manusia di Pakistan menyebutkan, setiap tahunnya ada 1.000 perempuan Pakistan yang menjadi korban pembunuhan atas dasar tradisi menjaga kehormatan keluarga.

Sementara kaum perempuan di India, menghadapi ancaman aborsi dan perdagangan perempuan. Sedangkan di Somalia, tingkat kematian ibu saat melahirkan yang cukup tinggi, perkosaan dan sunat secara paksa menjadi ancaman dominan bagi kaum perempuan di negeri itu.

Minyak Zaitun Manjur Atasi Resiko Stroke

Orang berusia lanjut yang mengkonsumsi minyak zaitun memiliki resiko lebih rendah untuk terserang stroke dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya, kata beberapa peneliti, dalam penelitian yang disiarkan Rabu (15/6) di Amerika Serikat.

Beberapa ilmuwan di National Institute of Health and Medical Research di Bordeaux, Prancis, mengikuti perkembangan 7.625 orang Prancis yang berusia 65 tahun ke atas, dari tiga kota besar –Bordeaux, Dijon dan Montpellier– selama lima tahun.

Selama penelitian tersebut, ada 148 orang yang terserang stroke. Objek penelitian itu dibagi jadi beberapa kelompok sesuai dengan tindakan mereka menggunakan minyak zaitun, mulai dari orang yang tak menggunakannya sama sekali sampai mereka yang menggunakannya dalam menyajikan makanan, memasak dan membuat roti.

Ketika para peneliti menyesuaikan berbagai faktor seperti berat tubuh, kegiatan fisik dan makanan secara keseluruhan, mereka mendapati mereka yang disebut pengguna minyak zaitun “intensif” memiliki resiko 41 persen lebih rendah untuk terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang tak pernah mengkonsumsi minyak zaitun.

“Penelitian kami menunjukkan rangkaian baru saran makanan mesti dikeluarkan guna mencegah stroke pada orang yang berusia 65 tahun ke atas,” kata penulis studi itu, Cecilia Samieri, sebagaimana dilaporkan AFP.

Sementara itu Dr. Nikolaos Scarmeas, neurolog di Columbia University Medical Center di New York yang menulis editorial yang disiarkan bersama studi tersebut, mengatakan “Kita perlu ingat ini adalah studi observasional.”

Studi itu menemukan hubungan antara penggunaan minyak zaitun oleh manusia dan resiko stroke yang mereka hadapi, kata Scarmeas kepada Reuters Health, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis. Tapi, katanya, itu tak perlu diterjemahkan menjadi hubungan sebab-akibat.

“Orang yang mengkonsumsi minyak zaitun mungkin sangat berbeda dari orang yang tidak menggunakannya,” kata Scarmeas. Pengguna minyak zaitun, misalnya, mungkin memiliki penghasilan yang lebih tinggi, makan lebih baik secara keseluruhan atau lebih sering berolahraga dibandingkan dengan orang yang tak pernah mengkonsumsi minyak zaitun.

Para peneliti dalam studi baru itu, yang dipimpin oleh Cecilia Samieri, berusaha memperhitungkan perbedaan itu. Dan setelah mereka melakukannya, minyak zaitu tetap terbukti memiliki hubungan resiko stroke yang lebih rendah.

Tapi Scarmeas menyatakan bahwa tak mungkin untuk sepenuhnya memperhitungkan semua variabel itu. Yang diperlukan, katanya, adalah percobaan klinis, yaitu objek penelitian secara acak diminta menggunakan minyak zaitun atau tidak, lalu diikuti perkembangannya dari waktu ke waktu untuk melihat siapa yang terserang stroke.

Percobaan klinik semacam itu dipandang sebagai “standard emas” bukti medis.

“Stroke biasa terjadi di kalangan orang yang berusia lanjut dan minyak zaitun akan menjadi cara yang mudah dan murah untuk membantu mencegahnya,” kata Cecilia Samieri.

Temuan tersebut disiarkan di jurnal media American Academy of Neurology, “Neurology”.

Sebagaimana diketahui, minyak zaitun adalah salah satu alternatif obat yang dianjurkan dalam Islam.

Al-Quran, berfirman: “Dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan sebagai pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.” (QS: Al-Muโ€™minun:20)

Umar Bin Khattab menuturkan, bahwa Rosulullah pernah bersabda: “Konsumsilah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya, karena minyak zaitun itu berasal dari pohon yang penuh berkah.โ€ (HR. Tarmidzi). *