Strawberi Segar Menyehatkan

Pernah mendengar ungkapan mengkonsumsi “sebuah apel sehari menjauhkan Anda dari dokter”? Nah, buah strawberi tidak hanya menjauhkan dokter umum, tapi juga dokter spesialis otak, hormon dan kanker.

Menurut Salk Institute’s Cellular Neurobiology Lab (CFL), kandungan fisetin yang merupakan flavonoid alami dalam jumlah berlimpah di strawberi dapat meringankan komplikasi diabetes.

Flavonoid merupakan senyawa serupa dengan antioksidan, yang membantu tubuh membangun sistem kekebalan tubuh.

CFL melakukan percobaan pada sejumlah tikus. Hasilnya, fisetin dapat memelihara jaringan sel otak dan memperkuat daya ingat tikus-tikus yang sehat.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasi di Public Library of Science itu, fisetin dapat memperkuat sejumlah organ seperti satu jenis obat yang dapat mengobati beberapa macam penyakit.

Pam Maher ilmuwan senior di CFL, sebelumnya mengidentifikasi fisetin sebagai neuroprotective flavonoid sepuluh tahun lalu.

“Di dalam tumbuhan, flavonoid bertindak sebagai tabir surya dan melindungi daun serta buah dari serangga,” jelas ilmuwan wanita itu.

Anugrah Adiwarta Sampoerna Kembali Digelar

Ajang apresiasi dan kompetisi bergengsi para Jurnalis Indonesia, Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) kembali digelar pada 2011. Ini merupakan keenam kalinya PT HM Sampoerna Tbk. mengadakan iven yang sudah dimulai sejak tahun 2006 lalu.

Lewat siaran pers yang diterima padangmedia.com, Sabtu (2/7), tahun lalu AAS diikuti oleh 357 jurnalis. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan jurnalis yang ikut serta pada 2009 yaitu 307 jurnalis. Mereka berasal dari 128 media massa. 59 di antaranya adalah peserta dari media lokal dan 69 berasal dari media nasional.

Kompetisi jurnalistik itu terdiri atas tiga Kategori yaitu Kategori Cetak dan Online, Kategori televisi serta Kategori Khusus. Untuk Kategori Cetak dan Online terdapat tiga jenis kompetisi yaitu Liputan Investigatif, Liputan Kemanusiaan, dan Foto Berita.

Lalu, untuk Kategori Televisi terdapat dua kategori yaitu Reportase Investigatif dan Dokumenter. Pada kategori ini, panitia AAS 2011, akan memisahkan penilaian dan penghargaan antara karya televisi nasional dan karya televisi lokal. Dengan perubahan ini, diharapkan AAS 2011 akan semakin memacu semangat para jurnalis televisi lokal untuk berkarya.

Sedangkan untuk Kategori Penghargaan Khusus, AAS 2011 akan memberikan apresiasi khusus bagi insan jurnalistik muda, yakni Penghargaan Jurnalis Muda Berbakat. Penghargaan ini akan diberikan kepada jurnalis yang mengirimkan karyanya sesuai dengan salah satu kategori diatas dan memenuhi persyaratan tambahan, yaitu berusia tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun pada saat karyanya dipublikasikan, dengan pengalaman kurang dari 2 (dua) tahun sebagai jurnalis.

Selain itu, Anugerah Adiwarta Sampoerna juga kembali menggandeng tokoh jurnalis perempuan Indonesia, Ibu Herawati Diah, untuk penghargaan khusus bagi jurnalis perempuan berbakat dengan memberikan Anugerah Herawati Diah. Proses penjurian Anugerah Herawati Diah akan dilakukan oleh Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP), lembaga yang menggagas penghargaan ini, bagi seluruh karya finalis perempuan Anugerah Adiwarta Sampoerna. Penghargaan khusus lain yang telah dimulai pada tahun sebelumnya adalah pemberian Foto Terbaik Tahun Ini. Penghargaan ini diberikan kepada jurnalis dengan hasil karya foto terbaik yang mampu mewakili peristiwa sepanjang tahun periode AAS 2011.

Dewan Juri Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 terdiri dari tokoh-tokoh yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Dewan juri untuk media cetak/online terdiri dari dewan juri semifinal dan dewan juri final. Untuk Dewan juri semifinal terdiri dari Yosep Adi Prasetyo (Stanley), juri semifinal bidang jurnalistik. Ade Armando, juri semifinal bidang komunikasi. Veven SP Wardhana, juri semifinal bidang seni dan budaya. Fritz E. Simandjuntak, juri semifinal bidang olah raga. Elvin G Masassya, juri semifinal bidang ekonomi/bisnis. Paulus Wirotomo, juri semifinal bidang sosial. Rocky Gerung, juri semifinal bidang politik. Adrianus Meliala, juri semifinal bidang hukum.

Sedangkan Dewan juri final terdiri dari Atmakusumah Astraatmadja, juri final bidang jurnalistik Jalaluddin Rakhmat, juri final bidang komunikasi. Seno Gumira Ajidarma, juri final bidang seni dan budaya. TD Asmadi, juri final bidang olah raga. Faisal Basri, juri final bidang ekonomi/bisnis. Meuthia Ganie-Rochman, juri final bidang sosial. Ikrar Nusa Bhakti, juri final bidang politik. Wina Armada, juri final bidang hukum.

Sementara itu, untuk dewan juri bidang foto terdiri dari Oscar Motuloh, anggota dewan juri foto berita. Firman Ichsan, anggota dewan juri foto berita. Ray Bachtiar Dradjat, anggota dewan juri foto berita. Kemudian untuk dewan juri televisi terdiri dari Bambang Harimurty, Marselli Sumarno, George Kamarullah dan Niken Rachmad.

Peserta AAS 2011 terbuka untuk seluruh jurnalis dan jurnalis foto media cetak, online, dan stasiun televisi di Indonesia. Untuk Info lebih lanjut bisa melalui Fax. (021) 727 898 34 atau Email: aas@maverick.co.id atau cek langsung ke web AAS 2011: http://anugerahadiwarta.org.