Pasca Pembatasan Tonase, Harga Barang Diprediksi Naik

Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan pembatasan tonase truk diprediksi akan membuat harga barang dan bahan kebutuhan pokok makanan mengalami kenaikan.

Penasehat Forum Komunikasi Distribusi Padang atau FKDP, Fran Soewarlan menilai, kebijakan tersebut baik untuk menjaga agar kondisi jalan tetap baik dan menerapkan aturan lalu lintas.

“Penerapan aturan supaya membuat jalan baik, kita setuju. Akan tetapi, dalam waktu dekat akan terjadi kenaikan harga dan barang akan langka,” kata Fran Soewarlan kepada padangmedia.com, Rabu, (06/07).

Fran Soewarlan mengatakan, harga barang mengalami kenaikan akibat kebutuhan berkurang. Apabila harga barang dan kebutuhan pokok makanan naik, masyarakat akan merasakan akibatnya.

Pembatasan tonase truk baru bisa diberlakukan, menurut Fran Soewarlan, apabila tarif angkutan dinaikkan dan penambahan truk dilakukan sehingga pengusaha angkutan tidak rugi serta barang dan bahan kebutuhan pokok makanan tetap terpenuhi.

Para pengusaha angkutan dalam waktu dekat tidak akan bisa menambah truk, sementara kenaikan tarif belum jelas. Demikian pula dengan para distributor tidak akan mau menambah ongkos muatan.

Fran Soewarlan memprediksi, apabila masalah itu tidak dikaji kembali, selain harga akan naik juga akan terjadi kekurangan barang dan bahan kebutuhan pokok makanan di Sumatera Barat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebijakan pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan pembatasan tonase truk untuk menjalankan undang-undang lalu lintas. Kebijakan tersebut sebelumnya sudah dikordinasikan dengan gubernur se Sumatera tahun 2007.

Awal Juli lalu, Pemprov Sumbar mulai memberlakukan pembatasan muatan truk yang melintas di wilayah Sumbar. Dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar tersebut diatur, kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan JBB maksimal 9.000 kilogram, kendaraan sumbu dua jenis Cold Diesel, Hino Dutro dan Toyota Dyna dengan muatan atau daya angkut kendaraan 4.650 kilogram dan berat kendaraan ditambah muatan 8.250 kilogram. Kendaraan berbentuk tangki. Volumenya 5.000 liter.

Kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan JBB maksimal 9.000 sampai 16.000 kilogram, kendaraan sumbu dua jenis Mitsubishi Fuso, Hino dan Nissan dengan muatan atau daya angkut kendaraan 7.150 kilogram dan berat kendaraan ditambah muatan 13.300 kilogram. Kendaraan berbentuk tangki. Volumenya 9.000 liter.

Kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan besar di atas 16.000 kilogram, kendraaan sumbu tiga jenis Mitsubishi Fuso, Hino dan Nissan dengan muatan atau daya angkut kendaraan 12.000 kilogram dan berat kendaraan ditambah muatan 20.950 kilogram. Kendaraan berbentuk tangki. Volumenya 16.000 liter.

Habibie : Imtak dan Iptek, Unsur Penting Refleksi Kehidupan

Mantan Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr.-ing B.J. Habibie mengatakan keseimbangan imtaq (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) merupakan refleksi dua unsur penting dalam kehidupan manusia yang senantiasa harus dijaga.

Hal itu disampaikan B.J. Habibie dalam acara pertemuan dengan berbagai unsur masyarakat Indonesia di Berlin dan sekitarnya yang terdiri dari para pelajar, organisasi keagamaan, organisasi seni dan budaya maupun masyarakat umum di Wisma Duta Besar RI, Berlin, baru-baru ini.

Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo dalam keterangannya yang diterima Antara London, Selasa mengatakan dalam pertemuan tersebut Prof Habibie didampingi Ketua Ikatan Alumni Jerman, Dr. Ilham Akbar Habibie.

Menurut Habibie, Imtaq menjaga agar manusia tidak tersesat dalam kehidupan, sementara, iptek diperlukan untuk membawa perubahan positif, kemajuan, dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia.

Dalam pertemuan itu Prof Habibie yang didampingi Duta Besar RI Berlin, Dr. Eddy Pratomo, menyampaikan ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah sejauh mana yang dipimpin menjadi lebih baik dari pemimpin.

Oleh sebab itu, penting pembangunan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Acara tatap muka dan dikusi berlangsung akrab dan hangat, karena masyarakat Indonesia di Berlin juga berkesempatan untuk mengenal lebih jauh keluarga besar Prof. BJ. Habibie yang turut menyertai dalam kunjungannya ke Jerman sejak sang istri tercinta meninggal dunia dua tahun lalu.

Selama di Berlin, Prof. Habibie dengan didampingi Duta Besar RI Berlin, Dr. Eddy Pratomo juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Federal Jerman, Dr. Christian Wulff, Menteri Luar Negeri Jerman, Dr. Guido Westerwelle, dan Ketua Fraksi CDU/CSU parlemen Jerman (Bundestag), Volker Kauder.