Al-Qur’an dan Sains: Urutan Penciptaan Benda-Benda Langit

Setelah terjadinya ledakan besar, benda-benda luar angkasa tidak terbentuk secara sekaligus, tapi melewati tahapan-tahapan tertentu. Observasi dan penelitian ilmiah memastikan bahwa setelah terjadinya ledakan besar, benda luar angkasa yang pertama kali terbentuk adalah galaksi.

Ledakan berikutnya yang terjadi pada bagian galaksi, mengakibatkan terbentuknya gugusan bintang-bintang. Kemudian terbentuk planet yang memisahkan diri dari bintang dan selanjutnya satelit yang memisahkan diri dari planet.

Urutan waktu bagi penciptaan benda-benda langit ini menunjukkan bahwa semua benda luar angkasa ini diciptakan dengan ketelitian yang tinggi. Di mana penciptaannya mustahil terjadi secara kebetulan tanpa ada yang mengendalikannya.

Al-Qur’an telah mengisyaratkan hal ini dalam surah Asy-Syams ayat 1 dan 2. Allah SWT berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Dan apabila bulan mengiringinya.”

Ayat ini menggambarkan kepada kita bahwa bulan tercipta setelah penciptaan matahari. Dan ini sesuai dengan yang ditetapkan para ilmuwan berdasarkan pengamatan dan penelitian yang mereka lakukan bahwa bumi tercipta setelah memisahkan diri dari matahari. Yang disusul kemudian dengan terciptanya bulan yang memisahkan diri dari bumi. Selanjutnya keduanya mengalami proses yang panjang sampai menjadi bumi dan bulan seperti yang ada sekarang ini.

Pahala Shalat Berjamaah

bnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian.” (HR Bukhari dan Muslim). Dengan alasan ini, seperti diceritakan Jabir ra, saking inginnya mendapatkan keutamaan pahala shalat berjamaah di masjid, banyak sahabat dari Bani Salamah terdorong pindah rumah mendekati masjid Nabi.

Mendengar kabar tersebut , Rasulullah  bertanya kepada mereka, “Benarkah kalian ingin pindah rumah mendekati masjid?” Mereka menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Nabi bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetaplah di tempat kalian, karena setiap langkah kaki kalian ke masjid dicatat satu pahala.”

Selain itu, orang yang shalat berjamaah di masjid masih mendapat bonus pahala, yaitu setiap langkah kakinya ke masjid dapat menghapus satu kesalahan. Bahkan, selama menunggu datangnya shalat, dia tetap memperoleh pahala shalat. Setelah itu, selesai shalat, selama ia berada di masjid dan belum batal wudhu, para malaikat berdoa untuknya, “Ya Allah, berkahilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.” (Muttafaqun ‘alaih).

Rangkaian shalat dimulai dari berwudhu, yang merupakan sarat sahnya shalat. Dalam hadis yang diriwayatkan Malik, Nasa’, Ibnu Majah, dan Hakim, Rasul memberikan penjelasan mengenai wudhu ini. Beliau mengatakan, jika seseorang berwudhu lalu berkumur, maka dosa-dosa keluar dari mulutnya.

Jika orang itu membersihkan hidung, maka dosa-dosa keluar dari hidungnya. Jika dia membasuh muka, maka dosa-dosa keluar dari mukanya hingga dari bawah kelopak matanya. Jika dia membasuh kedua tangan, maka dosa-dosa keluar dari kedua tangannya hingga dari bawah kukunya.

Dan, Jika dia mengusap kepala, maka dosa-dosa keluar dari kepalanya hingga dari kedua telinganya. Jika dia membasuh kedua kaki, maka dosa-dosa keluar dari kedua kakinya hingga dari bawah kuku kakinya. Setelah itu, langkahnya ke masjid dan shalatnya menjadi tambahan pahala baginya.

Ketika datang waktu shalat, azan dikumandangkan di masjid atau mushala maka orang-orang yang mendengar seruan azan disunahkan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muazin. Jika ini dilakukan, orang-orang yang menjawab seruan azan tersebut akan masuk surga.

Selesai azan, kita disunahkan bershalawat dan berdoa untuk Rasulullah. Dengan melakukan ini, niscaya niscaya Allah memberi keberkahan 10 kali lipat dan kita akan mendapat syafaat dari Rasulullah di hari kiamat. Selain itu, sebelum dan atau sesudah shalat fardhu, kita dainjurkan melaksanakn shalat sunah rawatib.

Shalat tersebut berfungsi untuk menyempurnakan shalat fardhu yang kita tunaikan.

Setiap shalat sunah memiliki keutamaan, misalnya, “Dua rakaat shalat sunah sebelum Subuh lebih baik dibandingkan dunia dan seisinya.” (HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa`i). Subhanallah, setiap shalat fardhu yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid ternyata membawa gerbong pahala sangat besar.