DISPORA SUMBAR TAJA LMOP

DISPORA SUMBAR TAJA LMOP

 

Solok, Mulai hari ini (Selasa/8 September 2015) Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat menggelar Latihan Manajemen Organisasi Pemuda (LMOP) yang bertempat di Pondok Pemuda Lubuk Selasih – Solok, km 35 dari Padang.

Latihan Manajemen Organisasi Pemuda (LMOP) ini dilaksanakan bagi pengurus Organisasi Kepemudaan se-Sumatera Barat. Tujuannya agar tertatanya Manajemen Organisasi Kepemudaan dengan baik dalam aktivitas keorganisasian di tengah masyarakat. Peserta kegiatan LMOP ini berjumlah 80 (delapan puluh) orang yang terdiri dari (dua) angkatan. Masing-masing angkatan berjumlah 40 (empat puluh) orang, yang terdiri dari unsure pengurus OSIS SLTA, Pengurus BEM, Pengurus Organisasi Kepemudaan dan Karang Taruna se Sumatera Barat.

Pelaksanaan kegiatan angkatan I (pertama) dimulai hari ini tanggal 8-12 September 2015 dan angkatan II (dua) dilaksanakan pada tanggal 15-19 September 2015. Selama kegiatan berlangsung panitia menyediakan penggantian transportasi, fasilitas akomodasi, konsumsi, snack, tas, topi lapangan, baju kaos, fasilitas obat-obatan dan kelengkapan belajar (seminar kit) serta perlengkapan pakaian pengukuhan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Limapuluh Kota ketika dikonfirmasi, melalui Kabid Kepemudaan Zuhardi S.Pd, menjelaskan bahwa dari Kabupaten Limapuluh Kota merekomendasikan 4 (empat) orang pemuda sebagai peserta kegiatan LMOP tersebut yang terdiri dari 2(dua) orang untuk angkatan I dan 2 (dua) orang juga untuk angkatan II. “Untuk angkatan I kita merekomendasikan Rozi Wan, S.Hi mewakili OKP dan Muhammad Rafi Arwadi mewakili pengurus OSIS dari SMA N 2 Kec. Harau, sedangkan untuk angkatan II, Kabupaten Limapuluh Kota diwakili oleh Ranggi Andrian Muharram dari Karang Taruna dan Puja Satria dari Pengurus BEM Politeknik pertanian Negeri Payakumbuh” tambahnya menjelaskan.

Muhammad Rafi Arwadi ketika dihubungi melalui telpon seluler mengatakan sangat senang bisa ikut dalam acara LMOP ini karena dapat berbagi pengalaman dengan aktivis-aktivis lainnya yang mewakili kota/kabupaten se Sumatera Barat. “Mudah-mudahan materi dan ilmu yang didapat selama kegiatan disini dapat bermanfaat dan diaplikasikan dalam menjalani roda organisasi terutama dalam menjalani tugas selaku ketua OSIS di sekolah” demikian tambahnya.  (Alt)

Lambang-Sumbar

HIMBAUAN BUPATI LIMAPULUH KOTA

HIMBAUAN BUPATI LIMAPULUH KOTA

“WASPADA BAHAYA KABUT ASAP DI KABUPATEN LIMAPULUH KOTA”

 

Limapuluh Kota, Hingga Selasa, 8 September 2015 kondisi kabut asap di yang menyelimuti Kabupaten Limapuluh Kota masih parah. Kabut asap berkepanjangan ini tidak dapat dielakkan karena kondisi geografis Kabupaten Limapuluh Kota yang yang langsung berbatasan dengan Provinsi Riau, yang merupakan salah satu provinsi penyumbang kabut asap terbanyak di Sumatera.

Kabut asap memang sangat mengganggu. Dampaknya sangat merugikan kesehatan maupun kegiatan ekonomi. Menyikapi adanya kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan di Provinsi Riau dan beberapa titik di Provinsi Sumatera Barat yang intensitas kepekatannya semakin hari semakin meningkat, maka Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo mengeluarkan Himbauan dengan Nomor: 776/BLH/IX/2015 tertanggal 2 September 2015 Tentang Waspada Kabut Asap Di Kabupaten Limapuluh Kota. Berikut isi Himbauannya:

1. Tidak melakukan pembakaran semak dan belukar untuk pembukaan lahan baru bagi pertanian dan perkebunan

2. Tidak membakar sampah rumah tangga, jerami, serbuk sisa gergaji dll

3. Mengurangi kegiatan yang beraktifitas diluar ruangan

4. Dianjurkan untuk memakai masker apabila berada di luar ruangan

5. Untuk murid sekolah (TK, SD, SMP, dan SMA) agar mengurangi aktifitas di luar ruangan.

 

Berdasarkan Himbauan Bupati Limapuluh Kota tersebut, akhirnya Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota mengambil kebijakan dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 3 (tiga) hari yang dimulai hari ini (selasa) hingga kamis atau tanggal 8-10 September 2015.

Leli Hanafiah, kepala sekolah SMA N 2 Kecamatan Harau mengaku informasi tentang diliburkannya kegiatan belajar mengajar beberapa hari kedepan karena faktor kabut asap ini baru diperolehnya sore (senin/7 September) kemarin. “Kita mendukung kebijakan ini, karena kabut asap pekat yang memerihkan mata dan menyesakkan napas ini sangat mengganggu aktifitas kita, kita juga kasihan melihat kondisi anak-anak yang mulai menampakkan menurunya kondisi kesehatannya” tambahnya.

Sementara itu Susi (29) salah seorang guru SD di Sarilamak mengatakan bahwa murid-murid SD lebih merasakan dampak dari kabut asap ini, mengingat kondisi tubuh dan kesehatannya yang masih labil. “Kami para majelis guru tetap bersekolah, karena yang libur hanya murid-murid sekolah, sementara gurunya tetap harus datang ke sekolah”  demikian tambahnya kepada Safasindo Fm.

Eva (33), salah seorang wali murid menyambut positif kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota ini. “ Kita dari masyarakat kecil berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan solutif untuk mengatasi masalah asap ini sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari” harapnya menambahkan.  (Alt)