Pemerintah Akan Batasi Penggunaan Handphone Pada Pelajar

Eramuslim.com – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) akan membatasi penggunaan telepon genggam (HP) selama belajar, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas atau sederajat.

“Peraturan bersama ini disusun dengan pertimbangan bahwa penggunaan telepon genggam selama proses pembelajaran sangat mengganggu proses belajar dan mengajar, serta berdampak negatif bagi anak bila menggunakan telepon genggam secara berlebihan,” kata Menteri PP dan PA, Yohana Yembise dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/2/2016).

Menteri Yohana mengatakan, penyusunan peraturan bersama ini merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman tentang Informasi Layak Anak antara Kementerian PP dan PA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

Menurutnya, peraturan ini dapat menjamin dan melindungi anak dari informasi yang berdampak negatif dan mengganggu perkembangan anak, sehingga anak dapat belajar secara optimal.

Yohana juga menjelaskan bahwa penggunaan telepon genggam dapat menyebabkan anak malas belajar dan membuat anak lebih senang menyendiri serta tidak suka berkumpul dengan teman sebaya mereka.

“Dengan adanya peraturan ini, kami harapkan ada peningkatan, efektivitas, kreativitas, dan kemandirian proses pembelajaran peserta didik di satuan pendidikan serta menjadi pembinaan terhadap peserta didik maupun orang tua tentang bahaya penggunaan telepon genggam secara berlebihan,” kata Menteri asal Provinsi Papua tersebut.

Peraturan bersama ini masih dibahas oleh tiga kementerian terkait untuk menyamakan persepsi mengenai substansi yang dimaksud.

Selain itu, peraturan dibuat agar tidak bertentangan dengan hak anak untuk mendapatkan dan mencari informasi yang dijamin oleh pasal 10 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(ts/rn)

Iliza Perintahkan Pemuda Aceh Cari Dan Data Kelompok LGBT

Eramuslim.com – Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal meminta para pemuda di gampong (desa) menjadi garda terdepan untuk mengantisipasi maraknya perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Illiza mengharap pemuda mendeteksi keberadaan komunitas tersebut.

“Jika keberadaan mereka terdeteksi di gampong ini, saya minta pemuda mengumpulkan dan mendata mereka,” kata Illiza saat menghadiri peringatan Maulid Nabi di Gampong Peunayong, Selasa malam, 23 Februari 2016.

Pendataan, menurut dia, untuk kepentingan pembinaan. “Kita akan bina mereka agar kembali ke jalan yang benar. Kebenaran itu harus diungkap walau terkadang pahit,” ucapnya.

Menurut Illiza, misi utama yang diemban Nabi Muhammad adalah memperbaiki akhlak manusia. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, persoalan moral sangat mengkhawatirkan, mulai adanya komunitas punk, aliran sesat, hingga fenomena LGBT yang akhir-akhir ini mencuat.

‎Wali kota perempuan itu mengapresiasi ikhtiar pemuda Gampong Peunayong dalam menghidupkan syiar Islam, salah satunya dengan mengambil momentum peringatan Maulid Nabi. “Cita-cita besar kita semua adalah mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa lalu.”

Sebelumnya, Illiza menyatakan menolak keras keberadaan LGBT di Banda Aceh serta mendukung pernyataan Majelis Ulama Indonesia bahwa komunitas tersebut bertentangan dengan konstitusi dan hukum agama.

“Pada dasarnya, kita tidak membenci orang-orangnya, tapi perilaku mereka. Dan kita harus mengupayakan agar mereka kembali ke jalan Allah,” tuturnya. (ts/tempo)

Syeikh Aidh al Qarni Tertembak Saat Ceramah di Filipina

Hidayatullah.com–Penceramah Islam Arab Saudi Aidh Al Qarni dilaporkan terluka dalam penembakan di Filipina pada Selasa (01/03/2016), dikutip Kantor Berita Al Arabiya melaporkan.

Mengutip perkataan seorang pejabat resmi Filipina, saluran berita itu mengatakan Al Qarni berada “dalam kondisi yang baik,” dan saat ini sedang menerima perawatan di rumah sakit.

Laporan awal menyebutkan sejumlah ajudannya terbunuh dalam serangan itu, tetapi saluran berita setempat Emedia yang bermarkas di Zamboanga mengatakan hanya dua yang terluka.

Sumber tersebut mengatakan Al Qarni ditembak oleh orang tidak dikenal ketika dia akan memasuki kendaraan dinasnya. Penyerang kemudian ditembak oleh petugas keamanan, demikian sumber itu menambahkan.

Al Qarni dilaporkan sedang memberi ceramah di kota itu.

Beberapa menit sebelum insiden, akun resmi penceramah itu mengeluarkan tweet yang berisi pesan : “Jangan tanyakan pada siapapun tentang tingkat keyakinannya, tetapi tanyakan pada dirimu sendiri tentang shalat, seberapa sering berdzikir, hubungan dengan Quran, menjaga lidahmu dan ketenangan hatimu.”

Syeikh Aidh al Qarni adalah seorang dai sekaligus penulis buku-buku popular di Arab Saudi.

Baca: “Seandainya ‘La Tahzan’ Saya Tulis Setelah Mengunjungi Indonesia…”

Baca: Syeikh Aidh al-Qarni: “Saudara-saudaraku di Palestina, Allah Bersama Kalian!”

Penulis buku terkenal La Tahzan (Jangan Bersedih) ini beberapa kali mengunjungi Indonesia. Salah satu agendanya ialah mengisi ceramah di Masjid Istiqlal dan mendatangi IBF.*/Nashirul Haq AR