YMP DAN PEMKO TAJA DIALOG INTERAKTIF:  “LUHAK 50 KEMBALI KE KELUARGA”

YMP DAN PEMKO TAJA DIALOG INTERAKTIF: “LUHAK 50 KEMBALI KE KELUARGA”

 

 

Photo0321

YMP DAN PEMKO TAJA DIALOG INTERAKTIF:

“LUHAK 50 KEMBALI KE KELUARGA”

Payakumbuh, Akhir-akhir ini tingkat kejahatan kian meningkat, dan para pelakunya mayoritas di kalangan remaja, baik pengangguran maupun terpelajar. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan agama yang diberikan dan terbatasnya jam pelajaran agama di sekolah-sekolah, sehingga pelajaran agama tersebut tidak mendarah daging dalam kehidupan mereka.

Tentu masih sangat segar dalam ingatan kita, berbagai persoalan kenakalan remaja yang marak terjadi di daerah Payakumbuh ini. Berita terbaru dan yang menggemparkan penduduk Kota Gelamai ini adalah perbuatan asusila yang dilakukan oleh pelajar salah satu sekolah di kota ini.

Berangkat dari persoalan-persoalan tersebut, Yayasan Minang Peduli yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melaksanakan sebuah acara yang menitik beratkan tentang urgensi pendidikan anak dalam keluarga. Sebagai inisiatornya adalah Yayasan Minang Peduli, yang merupakan yayasan tempat berkumpulnya para perantau minang termasuk yang berasal dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Yayasan ini berencana mengggelar acara Dialog Interaktif tersebut pada Hari Sabtu Tanggal 19 Maret 2016 yang bertempat di Aula Pertemuan SMK N 2 Kota Payakumbuh.

“Acara ini dilaksanakan dalam bentuk Dialog Interaktif, dimana seluruh pemateri akan dihadirkan dalam waktu yang bersamaan, dan kemudian secara bersama-sama berdiskusi dan berdilaog secara aktif dengan peserta dialog yang juga akan dipandu oleh moderator yang kita datangkan dari Jakarta” demikian ungkap H. M. Kadrial yang merupakan salah seorang pengurus YMP Jakarta.

Putra Asli Lima Puluh Kota ini menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan kepada Masyarakat bahwa  dalam membentuk karakter generasi penerus yang berakhlak mulia, memiliki mental dan tingkat pengendalian diri yang baik, harus  melibatkan keluarga dalam proses pengasuhan dan pendidikan mereka yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

“Sebagai narasumbernya adalah kita datangkan dari beberapa instansi seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BNN, Polres Kota Payakumbuh dan Salah seorang Ustadz Nasional yang kita datangkan langsung ke Kota Payakumbuh ini” tambah Owner dan pimpinan Sela Tour And Travel  ini.

Ketika dikonfirmasi oleh Safasindo.com, salah seorang panitia Sri Kemala Sandi Yuanita menjelaskan bahwa peserta yang dihadirkan dalam dialog interaktif ini berjumlah 500 orang.

“400 orang peserta diserahkan ke pihak Pemko Payakumbuh dan 100 orang peserta direkomendasikan oleh Yayasan Minang Peduli, dimana pesertanya terdiri majelis guru mulai dari di tingkat PAUD hingga SMA, rekomendasi Kemenag, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Perwakilan Bundo Kanduang, PKK dan Ormas lainnya”, demikian imbuh aktivis perempuan yang lebih dikenal dengan sapaan Bunda Ike ini.

Bliau melanjutkan bahwa “misi dari Dialog Interaktif ini adalah untuk memberikan penyadaran kepada orang tua akan peran penting mereka dalam mengasuh anak, Meningkatkan keharmonisan, kekuatan peran keluarga sehingga dapat menguatkan nagari dan agama, Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua mengenai pengasuhan yang patut agar menghasilkan anak-anak yang tumbuh secara benar dan baik” terangnya.

Sementara itu, Devitra,S.Sos,M.Si (Kabag Kesra Kota Payakumbuh) ketika dikonfirmasi dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa sumber dana dari kegiatan ini sepenuhnya ditanggung oleh perantau-perantau yang tergabung dalam Yayasan Minang Peduli. “Kita dari pihak Pemko Payakumbuh hanya membantu dalam memfasilitasi tempat, perlengkapan dan peserta” jelasnya kepada Safasindo.com

“Sebagai bukti keseriusan, kita sudah membentuk panitia, dan telah melaksanakan beberapa kali rapat persiapannya. Dalam rapat-rapat tersebut juga langsung dihadiri oleh Asisten II Pemko Payakumbuh Bapak Drs. Amriul. M.MPd”, demikian ungkap Devitra yang juga dipercaya sebagai ketua Panitia Pelaksana Acara Dialog Interaktif ini. (Alt)

KTT OKI Jelas, DPR Minta Polemik Produk Israel Dihentikan

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Rofi Munawar minta polemik terkait pelarangan produk Israel dihentikan. Sebab, menurut Rofi, salah satu rekomendasi Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI) tersebut sudah jelas dan tidak multitafsir.

Pemerintah Indonesia sebaiknya lebih produktif untuk segera menjalankan hasil rekomendasi KTT LB OKI dalam bentuk kebijakan yang implementatif sebagai wujud komitmen mendukung Palestina.

“Komitmen pemerintah itulah yang akan menjadi contoh bagi negara-negara lainnya melihat kesungguhan Indonesia mendukung Kedaulatan Palestina,” jelas Rofi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3).

Diketahui, KTT LB OKI, salah satunya menghasilkan Deklarasi Jakarta yang menitik-beratkan pada seruan kepada masyarakat internasional untuk memboikot produk-produk Israel yang dihasilkan di wilayah pemukiman (pendudukan) ilegal Israel.

Menurut Rofi, pelarangan tersebut dapat diawali dengan melakukan inventarisasi produk-produk Israel yang secara faktual dibuat di wilayah pendudukan dan telah masuk ke Indonesia. Secara simultan, pemerintah melakukan langkah substitusi produk, penguatan dan sosialisasi regulasi yang maksimal kepada masyarakat.

Namun demikian, jika semua hal itu tidak dilakukan, maka sulit untuk berharap terjadi penghentian proses produksi produk-produk Israel di wilayah pendudukan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa produk-produk Israel memiliki kontribusi dalam proses pendudukan Israel di wilayah Palestina,” jelas Legislator PKS dari Dapil Jawa Timur VII ini.

Rofi berharap, polemik atas isi Resolusi KTT LB OKI nomor 16 ini dapat diakhiri. Pemerintah, menurut Rofi, harus bekerja keras agar resolusi tersebut mampu menjadi agenda publik yang dilakukan secara terorganisir di seluruh Negara OKI.

“Karena usaha menentang penjajahan di dalam sejarahnya, pada akhirnya karena kemampuan melepaskan diri dari produk-produk jajahan tersebut,” jelas Rofi.

Diketahui, seruan OKI mengenai boikot produk tersebut muncul di akhir pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) OKI, di Jakarta, Senin (7/3), yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari 57 negara.

Belakangan, muncul pernyataan yang kontraproduktif dari beberapa pihak yang menjelaskan bahwa kebijakan boikot tersebut hanyalah untuk kebijakan Israel, bukan produk-produk berupa barang di wilayah pendudukan Israel..pks.id