Polres Payakumbuh Melaksanakan giat Serah Terima Jabatan

safasindo.com
Senin (26/02) Polres Payakumbuh Melaksanakan giat Serah Terima Jabatan Kapolsek Situjuh Limo Nagari dari Iptu Nofrizon, SH Kepada AKP Akno Pilindo yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Guguk Polres 50 Kota.

Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto, Sik pimpin langsung giat sertjab yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Payakumbuh, serah terima jabatan yang dilaksanakan adalah suatu hal yang biasa dan merupakan siklus kerja untuk kebutuhan organisasi seiring dengan reformasi di bidang Struktur dan SOTK Polri yang baru, agar tetap mampu menampilkan performance yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas dan tuntutan masyarakat, ucap Kapolres Payakumbuh

Dalam amanatnya Kapolres menambahkan, bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan SDM dalam rangka regenerasi untuk mengisi jabatan strategis yang dilakukan berdasarkan berbagai penilaian dan evaluasi terhadap Organisasi dalam pembinaan Karir di lingkungan Polri, diharapkan akan terus terjaga kelancaran terhadap berbagai program yang telah dicanangkan, karna pengisian jabatan sudah melalui proses pertimbangan

Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto, Sik mengucapkan “Selamat datang dan selamat bergabung kepada AKP Akno Pilindo Sebagai Kapolsek Situjuh yang baru, selanjutnya Kapoles juga mengucapan selamat kepada Pejabat lama Iptu Nofrizon, SH atas dedikasi kinerja dan loyalitas selaku Kapolsek Situjuh, dan selamat atas Jabatan baru sebagai Panit II Unit II Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumbar, Semoga ditempat tugas yang baru dapat lebih baik meningkatkan kinerja yang selama ini telah dilaksanakan dengan baik serta dapat mengemban amanah dan kepercayaan pimpinan dengan sebaik-baiknya” tutup beliau.

Giat Sertijab dihadiri oleh Wakapolres Payakumbuh Kompol Eddisra, S. Sos, para Kabag, Kasat dan Kapolsek Sjjr Polres Payakumbuh, Para Kasubbag, Kasi, Paur, Kanit Perwira Staff, Brigadir dan Pns dan Ketua Bhayangkari Cabang Payakumbuh Ny. Kuswoto dan ketua ranting Bhayangkari Cab. Payakumbuh. (Humas ResPyk).
#m3g

SMA N 1 HARAU NYARIS TERBAKAR UNTUK KEDUA KALINYA

Safasindo.com.
Senin siang 19 Februari 2018 sekitar jam 13.30 wib kembali SMA N 1 Harau yang terletak didekat pusat Kabupaten itu nyaris terbakar, asal mula kejadian diketahui oleh siswa SMA N 1 itu dan langsung bersama-sama para siswa dan majlis guru menyiram air ke loteng yang sudah dilahap api, dan beruntung petugas PLN datang, dengan sigap memutus seluruh jaringam listrik dan tak lama berselang dua unit mobil damkar Kabupaten Limapuluh Kota tiba langsung menyiram loteng lokal yang terbakar.

Masih belum hilang rasa shock para siswa dan majlis guru, karena pada hari Sabtu 17 Februari 2018 lalu sekolah tersebut juga nyaris jadi abu, dan itu terjadi dilokal XI IPS beruntung cepat diketahui sehingga api bisa segera bisa dipadamkan setelah damkar Kabupaten Limapuluh Kota dibantu armada damkar Kota Payakumbuh yang menurunkan enam mobil damkar dari kedua daerah yang bertetangga itu.

Pada hari minggu kemaren Bupati Irfendi Arbi juga telah meninjau kelokasi dan sudah menghubungi Dinas Pendidikan Propinsi atas kejadian ini, bahkan menurut Kepala Sekolah SMA N 1 Afrizal S. Pd dihadapan Kapolsek Harau yang datang setelah mendapat informasi Dinas Pendidikan Propinsi sudah memberikan instruksi untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu dan mendesak kepada Kepala Sekolah Afrizal S. Pd. Demikian penjelasan Afrizal S. Pd ketika diwawancarai tim Safasindo News siang tadi.
(M3g)

Penyiar Radio Safasindo Mengikuti Workshop Writerpreneur

Hasil Wawancara Nova dengan Mbak Kirana Kejora lewat WhatsApp:

Nova:
Assalamu’laikum Mbak. Semoga hari-hari yang mbak lalui selalu menginspirasi bagi generasi. Perkenalkan saya Nova penyiar Radio Safasindo Fm Payakumbuh. Sebelumnya walau Mbak belum hadir do Sumatera Barat. Kami mengucapkan “Selamat Datang Di Ranah Minang” Semenjak mendapatkan kabar bahwa ada kegiatan “Workshop Writerpreneur Bekraf di Sumatera Barat” dari Uni Silfia Hanani Syafei. Tentu kita sebagai penulis sangat bahagia sekali, terutama kami yang berada di Radio

Mbak Kirana Kejora:
Waalaikumsalam…. Saya sudah 3x ke Bukit Tinggi Uni acara diantaranya di Perpus Bung Hatta

Nova:
Subhanllah.. nah di tahun inilah yang gebyarnya begitu terasa sampai kepelosok desa. Sebab kehadiran
mbak sudah disiarkan lewat radio.

Mbak Kirana Kejora:
terima kasih. Jika nanti tak bisa masuk ke acara buat temen2 penulis krn seat terbatas. Bisa share di luar acara ya semoga

Nova:
Jika boleh tahu, kenapa kegiatan Mbak yang luar biasa ini tertuju di Kota Bukittinggi, tidak di Payakumbuh atau di Kota Padangpanjang??

Mbak Kirana Kejora:
Kegiatan ini terselenggara karena Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Deputi Edukasi Ekonomi Kreatif yg selama ini sgt mendukung kemajuan dunia literasi. Bukit Tinggi dipilih karena bisa menjadi pusat perhelatan yg strategis bagi sahabat2 Sumbar. Jarak antar kota saling berdekatan. Selain Bukit Tinggi punya nilai historis dengan Sang Proklamator Bapak Buku Indonesia Bung Hatta. Kami harap akan lahir penulis2 besar dari Sumbar Dulu byk lahir Penulis Besar dari Sumbar…semoga sekarang akan lahir lagi penulis2 besar dari provinsi yang energinya luar biasa istimewa ini. Karena saya sudah sering ke Bukit Tinggi namun masih melihat kurangnya kesempatan bersinergi berbagi semangat literasi dg teman2 penulis muda Saya juga jalan ke beberapa cagar alam yg cantik spt Lembah Harau dan Rimbo Panti namun blm ada tulisan tentang ini…novel berlatar belakang kearifan lokal sgt minim di sini Kegiatan ini terselenggara karena Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Deputi Edukasi Ekonomi Kreatif yg selama ini sgt mendukung kemajuan dunia literasi. Bukit Tinggi dipilih karena bisa menjadi pusat perhelatan yg strategis bagi sahabat2 Sumbar. Jarak antar kota saling berdekatan. Selain Bukit Tinggi punya nilai historis dengan Sang Proklamator Bapak Buku Indonesia Bung Hatta.

Nova:
Luar biasa, perhitungan yang matang. Kota Bukittinggi adalah kota sejarah yang tak akan lekang oleh zaman.

Mbak Kirana Kejora:
Dan harus ada generasi milenium now yg peduli menulisnya kembali Dulu byk lahir Penulis Besar dari Sumbar…semoga sekarang akan lahir lagi penulis2 besar dari provinsi yang energinya luar biasa istimewa ini.
Nova: Ya mbak. Kami bersyukur sekali kehadiran Mbak untuk memberikan semangat pada kami semua, walau kami telah banyak menulis. Namun belum ada jalan untuk terkenal seperti Mbak.

Mbak Kirana Kejora:
Acara ini sdh berlangsung 2 tahun ini hy memang beberapa kota pilihan saja yg bisa kami datangi. Alhamdulillah saya masig dipercaya untuk bersinergi Saya juga jalan ke beberapa cagar alam yg cantik spt Lembah Harau dan Rimbo Panti namun blm ada tulisan tentang ini…novel berlatar belakang kearifan lokal sgt minim di sini

Nova:
Waw haru saya Mbak. Ke Harau kampung kami. Alhamdulillah untuk tulisan berlatar belakang tentang keindahan alam sudah banyak mbak, namun juga belum ada jalan agar naskah itu membuming seperti naskah teman yang lainnya.

Mbak Kirana Kejora:
BEKRAF mekalui Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif Kedeputian Riset, Edukasi dan Pengembangan th ini memilih beberapa kota yg tepat untuk acara ini. Semoga berkah amanah. Besok ada 3 narsum. Selain saya ada script writer film Anggoro Saronto yg jg telah meraih Piala Citra FFI 2013 dg film Sang Pialang dan film salah satunya set lokasi Bukit Tinggi…judul Surga Masih di Telapak Kaki Ibu. Selain itu ada juga sutradara film yg jg telah angkat buku k film. Moga seru ya.

Nova:
Ada anggapan bahwa kegiatan ini Hoax karena tidak adanya singkronisasi antar bidang. Bagaimana menurut mbak??

Mbak Kirana Kejora:
Maksudnya gimana? E flyer mgu depan moga udah ada ya resmi. Karena ini tgu info satu narsum lagi.

Nova:
Begini mbak. Info kegiatan ini telah kami bagikan ke beberapa group menulis yang ada di Sumbar. Namun dalam pandangan sahabat ada yang betanggaan berita atau kegiatan ini adalah hoax. Dan hanya bidang yang betsentuhan dg penulislah yang akan bisa diaingkronisasian. Nah bagaimana menurut mbak

Mbak Kirana Kejora:
Mungkin karena e flyer resmi blm keluar. Pihak Bekraf berkoordinasi dg Bu Silfia utk bersinergi agar peserta tepat sasaran. Surat menyurat dg pihak terkait tentu Bekraf udah lakukan. Karena acara ini program unggulan mrk. Biasanya pembukaan dg dg pimpinan daerah dan pihak2 terkait. Dg penjelasan saya ini sudah jelas kan. Monggo bisa dilihat IG saya kiranakejora. Beberapa kegiatan di kota lain th lalu. Mungkin karena e flyer resmi blm keluar. Pihak Bekraf berkoordinasi dg Bu Silfia utk bersinergi agar peserta tepat sasaran. Surat menyurat dg pihak terkait tentu Bekraf udah lakukan. Beberapa kegiatan di kota lain th lalu.

Nova:
Ok Mbak. Dan kami akan menginformasikan kembali pada sahabat lewat group dan radio.

Mbak Kirana Kejora:
Seat terbatas ya mbak hanya 50. Banyak kota antri dan ga bisa kebagian tahun ini karena hanya 4 kota yg terpilih.

Nova:
Berkaitan dengan peserta yang membludak, tentu ada batas jumlah yang nanti akan ikut. Bagaimana menurut mbak, apakah ada kegiatan ini bagi pendaftar yang belum dapat tergabung, dalam kegiatan Workshop sehari yang menghadirkan banyak peserta??? Kalau boleh tahu ke empat kota itu kota mana saja mbak??

Mbak Kirana Kejora:
Kegiatan 19-21 Feb Mbak mmg sgt terbatas hy 50 peserta yg benar2 penulis.

Nova:
Dalam kegiatan ini tentu ada tujuannya. Nah tujuannya untuk mereka yang terpilih apa mbak??

Mbak Kirana Kejora:
Jd penulis mandiri dan bisa maju. Menulis yg filmis byk peluang. Jika bisa terbitin buku sdri dg sekian tip trik bsk akan saya beri. Gini ajah nanti yg tdk kebagian masuk kuota, bisa share dg saya di luar acara. Saya akan senang berbagi. Moga ya bisa.

Nova:
Berarti Nomor WA Mbak di Ijinkan kami sebarkan kepada mereka yang tak bisa ikut?? Oh ya Mbak.

Mbak Kirana Kejora:
Jgn Uni. Semua lewat Bu Silfia aja ya Atau bisa inbox ke IG saya

Nova: Kata Mbak sering ke Bukittinggi dan daerah lainnya, kalau boleh tau nih Mbak. Apa saja kuliner yang mbak suka, dan bagaimana Mbak memandang daerah Sumatera Barat ini??

Mbak Kirana Kejora:
Saya suka rendang, sate padang, katupa pical .Negeri dongeng itulah bukit tinggi. Rancak bana elok nian dari Pasaman, Paya Kumbuh, Lima Puluh Kuta, Solok n Padang saya cinta

Nova:
Waw keren sekali. Dan Rasanya tak afdol ke Sumatera Barat bisa berbasa Minang. Bahasa Minang yang Mbak bisa apa saja??

Mbak Kirana Kejora:
Kebetulan film dr novel.saya Air Mata Terakhir Bunda diputar di Solok oleh Ditjen Sejarah utk anak2 sekolah. Saya ke sana nobar n bedah Th 2017 terpilih film tsb sbg film Inspiratif Kemdikbud

Nova:
Waw keren sekali. Dan Rasanya tak afdol ke Sumatera Barat bisa berbasa Minang. Bahasa Minang yang Mbak bisa apa saja??

Mbak Kirana Kejora:
Rancak bana, elok nian hahhaha

Nova:
Kembali pada penulisan Mbak. Ada judul Buku Mbak: Ayah, Senja di Langit Ceko, True Friendslip, Pencari Cinta terakhir dan lainnya tentu berawal dari suka duka dalam pembuatan dan mengirimkan kepenerbit. Nah bagaimna dan apa saja langkah-langkah supaya karya kita bisa enak di baca dan di terima oleh penerbit mayor?? Dan Sebelumnya Selamat UlangTahun yang Ke 46 ya Mbak. Semoga usia Mbak berkah dan selalu menjadi penulis yang memotivasi generasi Indonesia

Mbak Kirana Kejora:
Saat menulis tempatkan diri sebagai pembaca. Bikin alur rumit namun logis dan membumi serta kena ke semua orang. 14:31 Bermain di diksi yang punya nilai jual. Mudah diingat dg pesan yg kuat

Nova:
Ok Mbak. Adakah tanggung jawab nantinya bagi penulis yang terpilih 50 orang tersebut Mbak untuk pengembangan literasi di Sumatera Barat??

Mbak Kirana Kejora:
Mrk akan kami bentuk jd 10 kelompok kami harap lahir 10 buku inde. Tip trik saya kasih. Buktikan mrk BISA. Buku antologi cerpen atau novel keroyokan mrk. Saya siap endorsm

Nova:
Subhanallah mbak keren. Berarti ada evaluasi dan menjadikan karya penulis Sumatera Barat bisa di perhitungkan untuk pembuatan film. Oh ya mbak, wawancara/ komunikasi kita ini langsung di siarkan ke radio. Dan ada sahabat kita yang bertanya, apakah ada kucuran dana untuk pembentukan kampung literasi di Bukittinggi?? Dan apa saja kriteria untuk bisa lolos mengikuti workshop tersebut?? Dan penulis yang bagaimanakah jika dikatakn mereka berhasil kalau bukunya tidak bestseller??

Mbak Kirana Kejora:
Kucuran SEMANGAT Sementara itu ya.

Nova: Dan pertanyaan terakhir: Penulis yang hebat itu bagaimanakah?? Dan harapan Mbak terhadap masyarakat yang telah memulai menulis bagaimana?? Nasehat untuk seorang penulis kepada penulis??!

Mbak Kirana Kejora:
Kampung Literasi bisa dihidupi dr buku2 penulis Sumbar yg dijual dan sebagian utk kemajuan kampung literasi.

Nova:
Dan apa saja kriteria untuk bisa lolos mengikuti workshop tersebut??

Mbak Kirana Kejora:
Udah ada karya baik buku maupun di media online atau blog

Nova:
Dan penulis yang bagaimanakah jika dikatakn mereka berhasil kalau bukunya tidak bestseller??

Mbak Kirana Kejora:
Yg fenomenal dikenang pesannya

Nova:
Dan pertanyaan terakhir: Penulis yang hebat itu bagaimanakah?? Dan harapan Mbak terhadap masyarakat yang telah memulai menulis bagaimana?? Nasehat untuk seorang penulis kepada penulis??!

Mbak Kirana Kejora:
Penulis hebat jika karya besar namun MAU MEMBUMI & PEKA PADA NEGERI

Nova:
Terimakasih mbak atas keluangan waktu Mbak. Semoga suatu saat jika Mbak berkunjung ke Payakumbuh, Harau/Luak Limapuluh Kota Nova InshaAllah siap mendampingi dan membantu Mbak. Semoga Allah memngkan Usia mbak agar generasi mendatang bisa mendapatkan ilmu dari mbak
Akhirul kalam Assalamu’aalikum Mbak

Mbak Kirana Kejora:
Jadilah penulis yang MANDIRI. Derita adalah kekuatan, bukan kematian. Tulisanmu sayap
penerbanganmu, tongkat perjalananmu, dan sirip penyelamanmu. salam kreatif literasi
Waalaikumsalam

(Masyithah)

Haram Bagi Umat Islam Merayakan Hari Valentine Day

Haram bagi umat islam merayakan hari valentine day.  Pasalnya agama islam tidak mengenal valentine day atau yang lebih dikenal hari berkasih sayang oleh umat nasrani dan selalu di rayakan mereka pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. 

“Umat islam haram merayakan valintine day, hal itu sudah berada diluar nuansa islami”, ujar Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Drs. H. Syamsul Arifin, M. Pd menjawab bakaba.net di ruang kerjanya Rabu 14/02.

Lebih lanjut Syamsul Arifin mengatakan umat islam tidak hanya haram merayakan valentine day, tetapi perayaan hari berkasih sayang itu sudah keluar dari kodrat islam,  budaya tersebut itu merupakan budaya barat. 

Untuk itu Syamsul Arifin menghimbau seluruh warga Tanah Datar tidak ikut-ikutan merayakan valentine day tersebut.  Dalam mengantisipasi perayaan valentine day jajaran Kemenag jauh-jauh hari sebelumnya sudah menyampaikan himbauan kr Kepala-Kepala sekolah, agar menekankan kepada anak didiknya tidak bervalentine day. 

Sementara untuk warga masyarakat,  Kemenag memfaatkan KUA – KUA,  agar memberikan himbauan kepada masyarakat tidak merayakan yang tidak ada dalam syariat agama kita

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua MUI Tanah Datar Ahmad Anshori valentine day haram hukum merayakan bagi umat islam. Untuk itu Tanah Datar menolak perayaan atau pelaksanaan hari berkasih sayang itu,  kecuali bagi masyarakat non muslim. 

Agama islam sangat tegas melarang umatnya menyerupai, umat lainnya,  pasalnya ketika umat islam menyerupai umat lain, dia sudah termasuk umat tersebut. 

Tokoh adat Tanah Datar Basrizal Datuak Penghulu Basa menegaskan,  dalam budaya Minangkabau tidak ada valentine day,  hal itu bukan adat Minang.  Untuk itu dihimbau Warga Minangkabau tidak latah dan ikut-ikutan merayakan valentine day yang jelas-jelas tidak ada dalam adat dan budaya Minangkabau (Destia Sastra) 

Modus Lama Terulang Kembali

Pasangan suami istri asal Sukasari Bandung Jawa Barat Yanuar (41 th) dan Sarmila (41 th) di duga melakukan penipuan dengan modus akan memberangkatkan warga Jorong Ombilin Kecamatan Rambatan Tanah Datar. 

Kedua suami istri tersebut datang ke Mesjid Taqwa yang terdapat d Jorong Ombilin Senin 12/2 ketika warga setempat akan menunaikan sholat maqrib, dan keduanya lalu ikut menunaikan ibadah sholat berjema’ah.

Selanjutnya setelah beramah tamah dengan para jema’ah dan dari cerita berkembang untuk memberangkatkan warga umbroh dengan syarat harus mengumpulkan fhoto copy KK dan KTP. 

Tergiur janji pasangan suami istri tersebut, sedikitnya ada lebih kurang 60 orang warga yang mengumpulkan fhoto copy KK dan KTP. Malam tersebut Yanuar dan Sarmila bermalam di Mesjid Taqwa yang terdapat Jorong Ombilin 

Tetapi pagi harinya ada warga yang mencurigai kedua pasangan suami istri dan melaporkan tindakan mereka ke Polsek setempat,  berdasarkan laporan warga,  anggota Polsek di dampingi Kasat Intelkam AKP Budi segera meluncur ke TKP untuk merespon laporan warga. 

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, kedua pasangan suami istri dievakuasi ke Polsek Rambatan. Pasalnya sudah banyak warga yang berkumpul.

Di hadapan Kapolsek Rambatan AKP Teguh Priyatno pasanganYanuar dan Sarmila mengakui menjanjikan warga Jorong Ombilin untuk diberangkatkan umbroh pada bulan Februari ini dengan syarat mengumpulkan fhoto copy KK dan KTP. 

“Kedua pasangan tersebut mengakui menjanjikan akan memberangkatkan warga umbroh, tetapi bila mereka mempunyai rezeki”, ujar Teguh. 

Akhirnya Kapolsek Rambatan lansung menyita BB 60 fhoto copy KK dan KTP, sementara untuk kedua tersangka setelah di nasehati segera diperintahkan untuk meninggalkan Tanah Datar. Keduanya memang sengaja tidak di tahan, pasalnya tidak ada yang dirugikan. (Destia Sastra)

Pasukan Kuning Mendapat Berkah Di Hari Sampah Nasional 2018


Pada sore Rabu jam 17.00 wib 14 Februari 2018 Group Kesenian Indo Jalito pimpinan Elly Kasim yang populer dipanggil “Cik Uniang” berkesempatan hadir di Payakumbuh dan dijamu dirumah dinas Walikota Payakumbuh Jl. Rasuna Said Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur.

Rombongan yang / 40 orang ini datang ke Kota Payakumbuh dalam program “Indo Jalito Peduli Persaudaraan, Kebersamaan dan Kepedulian” Rombongan yang dipimpinan Ketua Umum Group Indo Jalito Ibu Asti Asgani ini disambut oleh Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jhon Kenedi, juga turut hadir asisten Pemko Payakumbuh Yoherman dan Amriul Dt Karayiang. Turut dalam rombongan pendiri Indo Jalito yang juga penyanyi minang legendaris Elly Kasim.

Sebelum datang ke Payakumbuh rombongan Group Kesenian Indo Jalito mampir terlebih dahulu di Kota Bukittinggi juga dalam program yang sama. Dikota Payakumbuh Indo Jalito berkesempatan membagikan sumbangan kepada pasukan kuning di Kota Payakumbuh sebanyak 250 paket untuk pasukan kuning yang bekerja sebagai penyapu, petugas kebersihan dan lngkungan hidup. Dalam sambutannya Wakil Walikota mengucapkan terima kasih kepada Indo Jalito atas kepeduliannya terhadap pasukan kuning dan sangat mengapresiasi program ini.

Hal sama Indo Jalito juga sangat bersyukur dan berterima kasih atas sambutan yang diberikan Pemko Payakumbuh dengan program Indo Jalito ini yang bertepatan dengan Hari Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari nanti. Indo Jalito sendiri seperti diwawancarai tim Safasindo FM mengatakan berencana akan membagikan 1000 paket sumbangan untuk para pekerja penyapu, petugas kersihan dan lngkungan hidup dibeberapa Kota dan Kabupaten yang ada di Sumatera Barat.
Setelah Payakumbuh rombongan akan melanjutkan perlanan ke Kabupaten Sijunjung pungkas Asti Asgani didampingi ketua harian Indo Jalito Winda Lorita.
(M3g)

Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

Kejaksaan Negeri Payakumbuh Musnahkan Barang Bukti Narkoba yang sudah punya kekuatan hukum tetap pada hari ini Rabu 14 Februari 2018.Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Nur Tamam SH Dengan didampingi Wakil Walikota Erwin Yunaz,Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto,Kepala BNN,Ketua Pengadilan Kota Payakumbuh dan Kab Limapuluh Kota dan Ketua DPRD Limapuluh Kota serta Dandim dab Kasat Resnarkoba Payakumbuh dan Lumapuluh Kota.
Pemusnahan tersebut dilakukan dihalaman Kejaksaan Negeri Payakumbuh Koto Nan lV Jalan Sokarno Hatta Payakumbuh Barat.
Barang bukti narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan Satres Narkoba Polres Payakumbuh dan Polresa Limapuluh Kota.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lai.:
1. Sabu-sabu 43,95 gram
2. Ganja 6161,35 gram
3. Hapy Five 29 butir
4. Pil Hexymer 3.401 butir
5. Obat yang tidak memiliki izin edar

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Nur Taman SH mengatakan pemusnahan barang bukti merupakan perintah undang-undangs,apalagi Narokoba merupakan musuh bersama dan pemusnahaan ini kita lakukan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap setelah adanya keputusan Pengadilan pungkas Nur Tamam juga didampingi Kasi Pidum, Wura Bakti SH. (M3g)