FOSSAFA bentuk pengurus baru

Bertempat di aula studio radio Safasindo Jalan Hamka no. 14 Kaning Bukit Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh fans radio Safasindo yang punya nama Forum Silaturahmi Sahabat Safasindo (FOSSAFA) pada hari minggu 1 April 2018 melangsungkan pertemuan fans dan sekaligus memilih kepengurusan FOSSAFA yang baru priode 2018-2021.
Melalui rapat yang akrab dan penuh kekeluargaan tersebut sesekali adu argumentasi yang profesional dan intelektual itu akhirnya dapat memilih dan membentuk kepengurusan yang baru.

Pemilihan yang dipimpin Yurisman Bakri salah seorang fans senior dengan panggilan udara om strowbery itu mulanya berjalan alot dengan interupsi dan argumen-argumen yang hangat oleh fans yang hadir memenuhi aula Safasindo namun akhirnya bisa memilih kepengurusan setelah ditunjuk formatur yang terdiri dari tiga wakil. Formatur terdiri dari tiga wakil, yaitu wakil dari fans om strowbery wakil dari FKFR Efendi nama udara Djarot Valentino dan wakil dari radio Andi Masuda.

Pimpinan radio Safasindo Hj. Harni Femil dalam sambutannya sebelum agenda pemilhan dilakukan mengatakan sangat berterima kasih kepada fans yang telah hadir dan peduli akan keberadaan Safasindo itu dibuktikan dengan kehadiran fans-fans senior di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Dalam kesempatan ini juga pimpinan radio berharap dengan agenda pemilihan pengurus fans ini Hj. Harni Femil berharap para pengurus ini nantinya bisa mengakomodir saran serta harapan dari fans radio Safasindo nantinya.

Dan yang lebih utama bisa melanjutkan program-program kepengurusan terdahulu yang bersifat sosial dan peka akan gejala sosial ditengah masyarakat diluar fans radio. Terakhir om strawbery pemimpin rapat sekaligus ketua formatur membacakan susunan kepengurusan

Fossafa priode 2018-2021
Ketua — Zulhajar ( Dotor Baut)
Wk Ketua — Jhon Kenedi ( Om Jo)
Sekretaris — Suherman
Wk Sekr. — Bogel
Bendahara — Bunda Indri

Pimpinan pemilihan om strowbery juga mengatakan pengurus terpilih ini sudah sangat mewakili wilayah di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang mana dua berdomisili di Kota Payakumbuh tiga domisili di Kabupaten Limapuluh Kota katanya mengakhiri wawancara dengan reporter Safasindo.

#M3g

SMAN 2 Payakumbuh Wisuda 55 Hafidz, Walikota Riza Takjub Lihat Akhlakul Imam

Humas Kominfo — Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menghadiri acara “Baralek Gadang” bertajuk “Event of the Year Cafladoepa” yang digelar SMAN 2 Payakumbuh pada Sabtu (14/04). Acara tersebut merupakan rangkaian acara perpisahan siswa kelas XII yang baru selesai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 12 April 2018.

Turut hadir bersama Walikota Payakumbuh, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat diwakili Kasi Kurikulum, Mardison, Asisten II Amriul Dt. Karayiang, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Zulinda Kamal, Kakan Kemenag, Asra Faber, Kasi PNFI Diknas, Irwanto, Kepala Sekolah, Irma Takarina, Ketua Komite, Ismet, Ketua LKAAM, W. Dt. Paduko Bosa Dirajo, Pembina tahfidz, Amru Siregar, para undangan dan wali murid.

Dalam laporannya Kepala SMAN 2 Payakumbuh, Irma Takarina menyampaikan bahwa pelaksanaan “Event Of The Year Cafladoepa” sebelumnya telah diawali dengan khatam al quran pada Jum’at (13/4).

“Rangkaian kegiatan kita telah dimulai dari hari Jumat (13/4 -red) kemarin dengan khatam Al Qur’an dan akan diakhiri pada esok hari (minggu, 15/4 -red) dengan kegiatan pengembalian 362 siswa kelas XII oleh pihak sekolah kepada walimurid,” ujar Irma Takarina mengawali laporannya.

Dikatakan, Setidaknya ada 5 acara besar yang mengisi iven yang dimulai sejak Jumat-Minggu (13-15/04) yaitu, acara perpisahan yang dinamai dengan Cafladoepa Farewell Party, Khatam Al Quran, Wisuda 55 Hafidz/ah, Lounching Majalah Kaba Flamboyan dan Lounching Pustaka Digital.

“Hari ini kita akan mewisuda sebanyak 55 siswa SMAN 2, hafidz/ah, yang merupakan buah dari berbagai program keagaamaan yang kita laksanakan di sekolah kita,” ujar Irma Takarina.

Dijelaskan, pihaknya menerapkan kebijakan dimana pada 15 menit jam pertama seluruh siswa muslim wajib membaca/menghafal Al Qur’an dipandu guru mengajar jam pertama,

“Dengan kebijakan tersebut, maka dalam tiga tahun, seluruh siswa muslim minimal telah bisa mengkhatamkan Al Qur’an minimal satu kali,” jelas Irma.

Disampaikan, pelaksanaan Wisuda hafidz tersebut adalah pelaksanaan kali kedua, dimana pada tahun lalu pihaknya juga berhasil mewisuda sebanyak 24 siswa.

“Alhamdulillah tahun ini meningkat 100 % lebih dari tahun lalu, yakni sebanyak 55 siswa,” ucap Irma.

Sementara itu, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sambutannya memnyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran SMAN 2 Payakumbuh yang sukses melahirkan generasi penerus yang kuat ilmu dan imannya.

“Saya turut berbangga dengan prestasi SMAN 2 Payakumbuh ini, terima kasih atas dedikasi bapak ibu semua telah mampu melahirkan para hafidz/ah disekolah kita ini, mari kita syukuri, dan kalau bisa kita dorong mereka untuk bisa sampai hafidz hingga 30 juz,” ujar Walikota Riza Falepi.

Kepada hadirin khususnya para siswa, Walikota Riza mengajak untuk terus menghafal dan mendalami al quran, karena kesempatan emas belajar dan memahamk ilmu adalah pada masa-masa usia sekolah.

“Sebagaimana pepatah, belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar kala dewasa bagai mengukir diatas air. Jadi sekaranglah kesempatan emas anak bapak semua menuntut ilmu, termasuk Ilmu Al Qur’an. Al quran adalah way of life, teruslah dalami walaupun harus menambah jam belajar, yakinlah, semua itu akan berbuah manis,” terang Wako Riza.

Riza juga menyinggung sejarah tokoh tokoh nasional bahkan internasional asal minangkabau yang memperoleh ilmunya dari proses pembelajaran di surau-surau.

“Minangkabau adalah sarangnya para ulama dan ilmuwan besar yang dikagumi dunia, semuanya itu hanya berawal dari surau-surau kecil. Bukan tidak mungkin ada diantara anak anak kita ini yang akan menjadi pemimpin negara ini kelak,” ujar Walikota Riza.

Pasca sambutan, Walikota Riza Falepi mengikuti prosesi khatam hafidz yang dibimbing oleh pembina Tahfidz, Ustadz Amru Siregar. Dihadapan para undangan, Amru Siregar melakukan ujian hafalan ayat-ayat sulit kepada 3 orang siswa SMAN 2 Payakumbuh yang memiliki hafalan terbanyak.

Ketiga siswa tersebut adalah Akhlakul Imam (Hafidz 22 juzz dengan fashohah 17 juzz), Muhammad Abdullah Mansur (hafidz fashohah 7 juzz) dan Muhammad Reihan Adra (hafidz fashohah 4 juzz).

Ketiga nominator tersebut bersama 52 hafidz lainnya mendapatkan reward, piagam dan medali pembinaan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Khusus buat Imam (sapaan Akhlakul Iman-red) yang menjadi siswa dengan hafalan Qur’an terbanyak diberi reward berupa umrah. Penyerahan hadiah dilakukan langsung Walikota Payakumbuh Riza Falepi didampingi kepala sekolah Irma Takarina.

Dilaporkan, ada yang menarik soal Imam. Matanya dari kecil sudah ada kelainan. Kalau membaca harus dekat-dekat ke mata dan kalau jalan agak hati-hati. Kondisi tersebut diketahui oleh Walikota Riza Falepi.

“Subhanallah, luar biasa Imam. Dengan kondisi mata demikian bisa baca dan hafal Quran dan terbaik diantara rekan-rekannya. Yang terbayang oleh kami adalah kita yang punya mata cukup baik, hapalannya nggak sebaik imam. Mari kita motivasi diri, dan kita doakan semoga Imam bisa menamatkan 30 juz sebelum tamat SMA karena beliau masih kelas X,” ujar Walikota penuh haru dan bangga.

Lepas prosesi wisuda tahfidz, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi kemudian melounching Majalah Kampus dan Pustaka Digital milik SMAN 2 Payakumbuh.(*)

TANGKAL TERORISME, KABUPATEN MALANG PERKUAT FUNGSI FORUM TIGA PILAR

Humas Kominfo — Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz memimpin rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kota Payakumbuh melakukan study banding/ tukar informasi ke Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Rombongan disambut Wakil Bupati Malang, Sanusi beserta unsur Forkopimda Kabupaten Malang.

Turut hadir bersama wakil walikota, Ketua DPRD, YB. Dt. Parmato Alam, Dandim 03/06 50 Kota, Letkol. kav. Solikhin, Kapolres, AKBP Endrastyawan Setyowibowo, Kajari, Nur Tamam, Kepala BNNK, Firdaus ZN, Wakil Ketua DPRD, Suparman dan Wilman Singkuan, Asisten I, Yoherman, dan para kepala OPD serta Camat se Kota Payakumbuh.

Wakil Bupati Malang, Sanusi menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan dari Kota Payakumbuh saat menyambut rombongan di Pendopo Bupati Kabupaten Malang, pada Jumat (13/4).

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan menerima kunjungan ini, diiringi harapan kunjungan ini dapat mempererat tali silaturahim diantara kita bersama,” ujar Wabup Malang, Sanusi diawal sambutannya.

Dikatakan, Kabupaten Malang memiliki visi “Terwujudnya Kabupaten Malang yang MADEP MANTEP MENETEP” dengan penjabaran “Terwujudnya Kabupaten Malang yang Istiqomah dan memiliki Mental Bekerja Keras Guna Mencapai Kemajuan Pembangunan yang Bermanfaat Nyata untuk Rakyat Berbasis Pedesaan”.

Dijelaskan, Kominda berasal dari adanya Instruksi Presiden RI Nomor 5 tahun 2002 kepada Kepala Badan Intelijen Negara dikuatkan dengan Permendagri Nomor 11 tahun 2006 tentang Komunitas Intelijen Daerah.

“Penyelenggaraan Kominda di Kabupaten Malang selama ini dapat berjalan dengan baik dalam rangka pencegahan dini terhadap segala ancaman gangguan hambatan dan tantangan (AGHT) yang dapat mengancam stabilitas daerah,” ujar Wakil Bupati Malang, Sanusi.

Ditambahkan, situasi kondusif yang tercipta di Kabupaten Malang tidak terlepas dari giatnya Forkopimda dan Kominda berkoordinasi, sekaligus hidupnya Forum Tiga Pilar (FTP) di setiap jenjang.

“Koordinasi Forum Tiga Pilar kita lancar, baik ditingkat kabupaten antara Bupati, Dandim dan Kapolres, sampai tingkat Desa antara Kades, Babinsa dan Babinmas, jadi gangguan keamanan dan ketenteraman dapat dicegah sejak dini,” ujar Wabup,

Dikatakan Sanusi, Kabupaten Malang termasuk daerah angker bagi para pelaku teroris skala nasional dan internasional.

“Jangan coba-coba teroris masuk Malang, FTP kita solid, tidak ada ruang buat teroria leluasa bergerak di Kabupaten Malang, contohnya pelaku teroris sekelas Noordin M. Top, Cs tertangkapnya di Kabupaten Malang,” ujar Wabup Sanusi bangga.

Sementara Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Pemerintah Kabupaten Malang menerima kunjungan dari Kota Payakumbuh.

“Disamping mempererat hubungan silaturahmi antar dua daerah, kami juga ingin menggali, memperoleh informasi dan melihat langsung kondisi dan upaya Pemkab Malang dalam hal menciptakan dan menjaga keamanan daerah,” ujar Wawako, Erwin Yunaz.

Dikatakan, sebagai kota perlintasan, yang menghubungkan dua ibu kota propinsi, yaitu Kota Padang dan Kota Pekanbaru, Kota Payakumbuh memiliki banyak potensi gangguan keamanan.

“Kota kita terletak antara Padang dan Pekanbaru pak, jadi banyak potensi kerawanan, termasuk terorisme dan lalu lintas barang haram seperti Narkoba. Tapi Alhamdulillah berkat kesigapan aparat kita termasuk Forkopimda, Kominda, khususnya jajaran Polresta dan BNN, banyak kasus berhasil diungkap,” kata Wawako Erwin yang langsung diamini oleh Kapolresta Payakumbuh, AKBP Endrastyawan Setyowibowo.

Study banding Forkopimda dan Kominda Kota Payakumbuh sendiri diadakan dalam rangka menambah wawasan sekaligus tukar informasi kegiatan Forkopimda dan Kominda Kota Payakumbuh dengan Forkopimda dan Kominda Kabupaten Malang.

“Daerah yang kita kunjungi tentu memiliki nilai plus dan dipandang lebih baik pelaksanaan kegiatan Forkopimda dan Kominda. Kabupaten Malang termasuk daerah tersebut, makanya kita kunjungan kesana,” ujar Kepala Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh, Ifon Satria Can.

Kegiatan tukar informasi diakhiri dengan saling bertukar cenderamata. Rombongan Kota Payakumbuh sendiri disamping menyerahkan plakat lambang kota juga memberikan kain tenun khas Payakumbuh yaitu Kain Tenun Balai Panjang.

“Kain Tenun Balai Panjang ini khas Payakumbuh pak, kemarin ikut ditampilkan dalam ajang London Fashion Week di London,” pungkas Wawako, Erwin Yunaz sembari mengundang Wabup Malang untuk melakukan kunjungan balasan.(*)

Jaga Harmonisasi Pimpinan Daerah, Kesbangpol bawa Forkopimda Study Banding ke Kabupaten Malang

Humas Kominfo –Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Payakumbuh memfasilitasi pelaksanaan Study Komperatif Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kota Payakumbuh ke Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Study Komperatif dilaksanakan pada tanggal 11-14 April.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh Ifon Satria Can mengatakan study banding dilaksanakan dalam rangka menambah wawasan sekaligus tukar informasi kegiatan Forkopimda dan Kominda Kota Payakumbuh dengan Forkopimda dan Kominda Kabupaten Malang.

“Daerah yang kita kunjungi berdasarkan informasi yang kita dapatkan tentu memiliki nilai plus dan dipandang lebih baik pelaksanaan kegiatan Forkopimda dan Kominda. Kabupaten Malang termasuk daerah tersebut, makanya kita datang kesana,” ujar Ifon.

Dikatakan, target kunjungan kali ini adalah bagaimana kegiatan Forkopimda Kota Payakumbuh kedepan lebih baik yang ditandai dengan lancarnya koordinasi dan komunikasi antar unsur pimpinan lembaga yang ada di Payakumbuh.

“Dengan lancarnya komunikasi pimpinan lembaga di Kota Payakumbuh baik dari unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif, maka pembangunan kota akan lebih lancar dan bisa melesat cepat, mudah mudahan kita bisa ambil ilmu dari Kabupaten Malang,” pungkas Ifon. (*)
Dari Study Banding Forkopimda dan Kominda Kota Payakumbuh ke Kabupaten Malang

Ketua Askot Payakumbuh Erwin Yunaz, Akan Buka Secara Resmi Penyisihan PSFC 2018 Wilayah 3

Humas Kominfo — Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz sekaligus Ketua Asosiasi Sepakbola Kota (Askot) Payakumbuh akan membuka secara resmi Penyisihan Pocari Sweat Futsal Campion (PSFC) Wilayah 3 di Kota Payakumbuh pada tanggal 15 April 2018 mendatang. Acara akan berlangsung di Lapangan Futsal Indoor, Batang Agam, Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Wakil Ketua Asossiasi Futsal Kota (Afkot) Payakumbuh Alcap Devi Ansor mengatakan, babak Penyisihan PSFC 2018 ini dibagi menjadi 3 bagian Wilayah.

“Untuk Wilayah 1 dilaksanakan di Kota Padang tepatnya di Gor UNP, Wilayah 2 yaitu Kota Solok di GOR Dispora dan Wilayah 3 di Kota Payakumbuh diadakan di Indoor Batang Agam, ” kata Alcap, Selasa (10/4)

Alcap juga menyampaikan PSFC 2018 Wilayah 3 ini nantinya akan diikuti sebanyak 12 tim peserta dari Payakumbuh, Bukittinggi, Pariaman dan Pasaman yang nantinya akan dibagi menjadi 4 grup.

“Pertandingan akan diikuti oleh 12 tim, yaitu MAN 2 Payakumbuh, SMA 3 Payakumbuh, SMA 4 Payakumbuh, SMA 1 Payakumbuh, SMA 2 Payakumbuh, SMA 2 Pariaman, SMA 3 Pariaman, SMKN 2 Payakumbuh, SMA 1 Pariaman, SMA 1 Bukittinggi, SMA 1 Pasaman dan SMA 3 Bukittinggi,” beber Alcap.

Ditambahkan Alcap, pertandingan penyisihan PSFC 2018 ini dilaksanakan sehari penuh, dan juara masing-masing grup nantinya akan melaju ke babak regional di Kota Padang,

“Kita berharap salah satu tim dari Payakumbuh kembali menjadi juara di PSFC 2018 mendatang, karena SMAN 1 Payakumbuh merupakan juara bertahan regional untuk Sumatera Barat, “pungkas Alcap.(*)

Ganti Icon Kota menjadi Kota Rendang, Wako Ingin Rendang Go Internasional.

Humas Kominfo — Pemko Payakumbuh serius menjadikan rendang sebagai icon Kota Payakumbuh kedepan. Rendang dinilai memiliki daya saing yang kuat untuk menjadi brand image nya kota Payakumbuh bahkan Indonesia kedepan.

Hal itu diungkapkan oleh Walikota Payakumbuh, Riza Falepi saat mendampingi Deputi Pengembangan Wilayah II, Kementerian Perindustrian RI, Busharmaidi bertemu dengan puluhan pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) se Kota Payakumbuh. Pertemuan berlangsung di Bakinco Resto, Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat pada, Selasa (10/4).

Dikatakan Walikota Riza Falepi, dirinnya bersama Wawako, Erwin Yunaz senantiasa berfikir dan mencari kiat bagaimana kemakmuran dan kesejahteraan warga Payakumbuh bisa terus ditingkatkan.

“Challege (tantangan-red) saya adalah bagaimana kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kota terus tumbuh dan berkelanjutan. Bisa ngak kemakmuran Payakumbuh melesat jauh melebihi daerah lain di Indonesia,” ujar Wako Riza diawal sambutannya.

Dikatakan Riza, untuk bisa maju, suatu daerah harus memiliki icon dan brand image tersendiri yang memiliki daya saing di level nasional dan internasional.

“Saya fikir kita harus memulainya dengan membangun daya saing, membangun daya saing itu harus fokus. Jangan terlalu banyak produk, nah saya lihat rendang bisa kita jadikan produk Payakumbuh yang memiliki daya saing kuat sampai ke level internasional,” jelas Wako Riza.

Ditambahkan, setiap negara maju memiliki icon produk yang diasosiasikan kepada negara tersebut. Ketika berbicara sebuah negara ada asosiasi tertentu yang langsung disematkan publik.

“Misalnya Jepang diasosiasikan dengan Toyota, Jerman dengan Mercedes, Amerika dengan Apple dan Italia dengan Hugo Bross dan Prada, kalau Indonesia saat ini asosiasi diluar negeri adalah Indomie. Kalau bisa itu kita rubah dengan produk kita yaitu rendang. Jadi kalau bicara tentang Indonesia orang terasosiasi dengan rendang, dimana rendangnya, ya di Payakumbuh,” ujar Wako Riza memotivasi peserta.

Dijelaskan, untuk mewujudkan keinginan itu, Pemko Payakumbuh menggelontorkan dana tidak sedikit bekerja keras membangun Sentra Rendang. Dengan berdirinya sentra rendang, seluruh pengusaha rendang bisa berkumpul di sana, sehingga kualitas dan mutu produk bisa dijaga.

β€œRendang Payakumbuh mesti go internasioal. Bila kita bisa memperbesar produksi dan memperluas marketing, tidak sedikit pendapatan yang bisa diperoleh oleh para pengusaha. Bila satu kaleng rendang saja dihargai lima ribu rupiah, bayangkan bila produksinya bisa mencapai sepuluh juta kaleng,” urai Riza.

Walikota optimis rendang bisa menjadi seperti produk susu nestle nya negara Swiss yang keuntungan bersih pertahunnya mencapai setara 700 trilyun rupiah dan berkontribusi kepada pajak negara sebesar 300 trilyun rupiah.

“Negara Swiss itu kecil, kurang lebih sebesar Sumatera Barat, dari produk susu Nestle saja mereka bisa dapat perolehan pajak hingga 300 trilyun pertahun, kita ingin produk rendang kita juga seperti itu. Kita sudah bangun pabrik pengalengan rendang, kita segera bangun sentra rendang, pangsa pasarnya cukup luas, yaitu jamaah haji dan umrah diseluruh dunia, jadi mimpi memiliki PAD satu trilyun itu tidaklah muluk-muluk,” ujar Riza optimis.

Riza meminta keseriusan dan dukungan seluruh pihak, khususnya para pengusaha rendang di Kota Payakumbuh untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.

“Mari bersama mewujudkan rendang sebagai icon baru Kota Payakumbuh. Kedepan Ikon Payakumbuh Kota Batiah kita rubah mejadi Payakumbuh Kota Rendang, dan semoga menjadi asosiasi negara Indonesia di luar negeri,” pungkas Riza.(*)

Lewati Capaian Tahun Lalu, Kota Payakumbuh Raih Penghargaan PPD Terbaik

Humas Kominfo – Pemerintah Kota Payakumbuh kembali memperoleh prestasi membanggakan. Setelah gagal masuk tiga terbaik pada tahun 2017, kali ini Pemko Payakumbuh langsung menduduki peringkat terbaik kedua dalam penilaian dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat.

Kota Payakumbuh bersama Kota Sawahlunto berhasil menjadi pemuncak dan memperoleh Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) terbaik tahun ini, sementara Kota Padang yang tahun lalu menduduki peringakat pertama, tahun 2018 harus puas menduduki peringkat ketiga.

Penghargaan langsung diterima Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz dari Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Penghargaan penilaian PPD terbaik tahun 2018 diserahkan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumatera Barat
bertempat di Pangeran Beach Hotel pada Selasa (10/4).

Sebagaimana diketahui, penilaian terhadap dokumen RKPD kota/kabupaten ini merupakan tahapan dari penghargaan PPD terbaik yang tahun sebelumnya bernama Anugerah Pangripta Nusantara yang digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas.

“Penghargaan ini merupakan wujud dari apresiasi pemerintah pusat terkait kinerja pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang berprestasi dalam merencanakan pembangunan didaerahnya, nantinya terbaik satu akan dinominasikan ke tingkat pusat bersama pemerintah provinsi,” ujar Gubernur Sumatera Barat dalam sambutannya.

Wakil Walikota Payakumbuh mengaku bersyukur dengan penghargaan PPD Terbaik yang diterima oleh Pemko Payakumbuh, dimana pada tahun sebelumnya Kota Payakumbuh masih tertinggal dari Kota lain di Sumbar.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan wujud nyata dari kesungguhan aparatur Pemda Kota Payakumbuh. Semoga prestasi-prestasi lainnya juga hadir lebih banyak lagi dimasa yg akan datang,” ucap Wawako Erwin Yunaz. (*)

Gelar Rakor Di Pendopo, Wako Minta Layanan Perizinan “Dipercantik”

Humas Kominfo – Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama Wakil Walikota, Erwin Yunaz mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Payakumbuh dalam rangka rapat koordinasi pemerintah Kota Payakumbuh. Rapat berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, pada Senin (9/4). Rapat dihadiri oleh para Asisten dan juga seluruh kepala OPD se Kota Payakumbuh.

Rakor digelar dalam rangka membahas berbagai program dan kegiatan strategis yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, salah satunya tentang arahan Presiden RI terkait keberadaan Satuan Tugas Percepatan Berusaha.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2017 tentang Percepatan Pelayanan Berusaha, kita diminta untuk meningkatkan standar pelayanan perizinan berusaha yang efisien, mudah, murah dan terintegrasi, tanpa mengabaikan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” ujar Walikota Payakumbuh, Riza Falepi mengawali penyampaian.

Dikatakan Riza, melalui Kementerian pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB) , pemerintah daerah diminta untuk membuat Mal Pelayanan yang memberi kemudahan masyarakat dalam berurusan.

“Kita dituntut untuk segera menghadirkan Mal Pelayanan Publik di Kota Payakumbuh. sesuai arahan MenPan-RB, Alhamdulillah kita sudah dapatkan tempatnya, yaitu di lantai 1, kantor Balaikota Payakumbuh baru, lapangan poliko. Mohon itu segera direalisasikan,” ujar Walikota kepada Kepala Dinas Perizinannya Terpadu Satu Pintu, Hermayunis.

Dikatakan Riza, pengoperasionalan Mal Pelayanan Publik tersebut nantinya harus memenuhi standar pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Ada banyak syarat dan kriteria yang harus dipenuhi sebagai standar layanan publik, termasuk bagaimana kita menghadirkan petugas front office layanan yang ramah dan membuat masyarakat senang dalam berurusan,” jelas Riza.

Menurutnya, sesuai arahan dan evaluasi Ombudsman saat berkunjung ke Kota Payakumbuh tempo hari, petugas pelayanan yang di front office itu menentukan kesan dan kualitas layanan yang akan diberikan.

“Carikan petugas front office dari pegawai kita rancak (cantik-red) dan good looking (enek dipandang-red) juga ramah, murah senyum, dan juga mengerti dengan jenis layanan publik yang kita sediakan, sehingga masyarakat yang berurusan senang dan nyaman, kalau rasanya tenaga ASN kita terbatas, silahkan diangkat tenaga THL (tenaga harian lepas- red) untuk hal itu,” jelas Walikota.

Ditambahkan, dirinya berharap dengan adanya MPP Di Kota Payakumbuh, segala perizinannya yang dibutuhkan masyarakat khususnya perizinannya berusaha Akan semakin cepat prosesnya.

“Semoga keberadaan Mal Pelayanan Publik nantinya perizinan Di Kota Payakumbuh Akan semakin mudah, sehingga meningkatkan iklim investasi dan ujungnya adalah meningkatnya kesejahteraan warga Payakumbuh,” pungkasnya.(*)

*Humas Payakumbuh

Pertama di Indonesia, Wako Launching Gerakan Payakumbuh Berwakaf

Humas Kominfo – Walikota Payakumbuh, Riza Falepi didampingi Wakil Walikota, Erwin Yunaz, Ketua DPRD, YB. Dt. Parmato Alam, dan Kepala Kantor Kemenang Kota Payakumbuh, Asra Faber melounching gerakan Payakumbuh Berwakaf. Lonching dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh pada Senin, (9/4).

“Wakaf cakupannya luas, beda dengan zakat, yang memiliki syarat dan ketentuan. Zakat hanya buat golongan hasnaf yang delapan, diluar itu tidak bisa digunakan, sementara wakaf bisa mencakup lebih luas segmen, bahkan bisa diproduktifkan,” ujar Walikota, Riza Falepi.

Dikatakan, wakaf merupakan cara menjaga kelangsungan umat dari sisi ekonomi, kesejahteraan Dan sosial mereka. Wakaf bisa menjadi cara untuk memberdayakan ekonomi ummat.

“Kenapa saya peduli gerakan Payakumbuh Berwakaf ini, karena didasarkan kepada keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Payakumnuh bisa ditingkatkan dengan program wakaf ini,” ujar Wako Riza.

Dijelaskan, wakaf memiliki fleksibilitas dalam penggunaan dana yang dihimpunnya. Keuntungan dari dana wakaf yang diproduktifkan bisa langsung digunakan untuk memperkuat dan melebarkan usaha tersebut.

“Kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi menggunakan dana APBD melalui berbagai program, katakanlah program budidaya sapi. Cuma kelemahannya, keuntungan dari budidaya sapi jika menggunakan dana apbd, maka baru bisa dikembangkan menunggu tahun anggran berikutnya, kalau sumbernya dari wakaf bisa langsung dikembangkan, misalnya beli sapi atau anakan sapi baru,” beber Riza.

Meski demikian, Riza mengingatkan, fleksibilitas yang dimiliki dana wakaf ibarat pisau bermata dua. Dia punya potensi untuk diselewengkan.

“Wakaf bisa seperti pisau bermata dua, jika tidak dikelola dengan baik dan amanah, maka ia akan menjadi ladang korupsi baru, jadi pilihlah pengelola dan pengurus yang amanah,” pesan Wako diamini Wakil Walikota, Erwin Yunaz.

Menurut Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, Asra Faber, gerakan Payakumbuh Berzakat ini merupakan yang pertama se Indonesia.

“Kota kita adalah yang pertama menggulirkan ini, kita pilot project, mudah mudahan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Asra.

Dikatakan Asra, saat ini pihaknya sedang mengusulkan kepada Menteri Agama RI untuk memberikan penghargaan khusus kepada Walikota Payakumbuh atas kepeduliannya terhadap program wakaf ini.

“Kita sedang usulkan penghargaan khusus tentang wakaf ini dari kementrian agama pusat bagi walikota kita, mudah-mudahan di kabulkan,” pungkas Asra Faber.(*)

*Humas Payakumbuh

Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh, Wako: Selamat Jalan Pak Kuswoto, Selamat Datang Pak Endrastiawan

Humas Kominfo – Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar acara Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh pada Rabu (4/4) malam di Pendopo Rumaah Dinas Walikota Payakumbuh. Acara digelar menyusul adanya pergantian posisi Kapolres Kota Payakumbuh dari pejabat lama AKBP Kuswoto kepada pejabat baru AKBP Endrastiawan Setiowibowo.

Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Payakumbuh, Kepala BNNK, AKBP Firdaus ZN, Sekda Kota Payakumbuh bersama Sekda Kabupaten Limapuluh Kota, para pimpinan instansi vertikal dan BUMN, para kepala OPD se Kota Payakumbuh serta perwakilan tokoh masyarakat Kota Payakumbuh.

Pada kesempatan itu, Kapolres Kota Payakumbuh lama, AKBP Kuswoto mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan Pemko Payakumbuh serta Pemkab Limapuluh Kota dan unsur Forkopinda, sehingga dirinya terbilang lancar mengemban amanah sebagai Kapolres Payakumbuh.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak-bapak unsur Forkopinda baik kota maupun kabupaten yang telah bersinergi selama dua tahun ini sehingga amanah menjaga Kamtibmas yang dibebankan kepundak kami dapat terlaksana dengan baik, tanpa ada kendala yang berarti,” ujar AKBL Kuswoto.

Dikatakan AKBP Kuswoto, dirinya mengaku sangat senang selama menjabat sebagai Kapolres Kota Payakumbuh. Hal itu ditandainya dengan perjalanan waktu yang terasa singkat baginya mengabdi sebagai Kapolresta Payakumbuh.

“Waktu dua tahun itu cukup lama, cuma rasanya baru kemarin saya disambut sebagai Kapolres Payakumbuh baru, tapi sekarang sudah pisah sambut saja dengan kapolres pengganti saya, mungkin itu tandanya Payakumbuh begitu nyaman, sehingga tak terasa sudah dua tahun waktu berlalu,” kenang Kuswoto.

AKBP Kuswoto juga menyampaikan permohonan maaf seandainya selama kurang lebih dua tahun mengabdi di Payakumbuh, ada hal- hal yang tidak berkenan oleh Walikota dan hadirin yang hadir, sekaligus pamit untuk menduduki amanah baru di Polda Sumbar.

Sementara Kapolres Kota Payakumbuh yang baru, AKBP Endrastiawan Setiawobowo dalam sambutan perkenalannya menyampaikan kekagumannya dengan Kota Payakumbuh.

“Saya baru dua hari masuk kantor, kesan saya selama dua hari ini sangat bagus, Forkopinda sangat kompak dan pak wali sangat responsif, sesuai dengan informasi yang disampaikan pendahulu saya bapak AKBP Kuswoto, semoga kedepan saya bisa melanjutkan komunikasi baik yang telah beliau bangun,” ujar AKBP Endrasetiawan.

Dikatakan, jabatan sebagai Kapolres Kota Payakumbuh merupakan jabatan sebagai Kapolres pertama kali baginya, untuk itu beliau mohon petunjuk dan kerjasama agar lancar dalam mengemban amanah.

“Ini pertama kali saya jadi Kapolres. Sebelum ini saya baru sampai jadi Wakapolres, tepatnya di tiga daerah yaitu, Wakapolres Sukoharjo, Wakapolres Kebumen dan Wakapolres Klaten. Biasa jadi kernet, sekarang disuruh jadi sopir, jadi mohon petunjuk dan dukungan kita semua,” ujar AKBP Endrastiawan.

Sementara Walikota Payakumbuh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada AKBP Kuswoto atas pengabdiannya selama ini di Payakumbuh sekaligus mendoakan beliau sukses diposisi yang baru.

“Datang tampak Muko, Pai Tampak Pungguang (datang tampak muka, pergi tampak punggung- red), itu pepatah minang untuk menggambarkan acara pisah sambutnkali ini, atas nama Pemko Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih banyak atas pengabdian Pak Kuswoto selama di Payakumbuh, kami lepas bapak dengan ikhlas semoga bapak sukses di tempat baru sekaligus permohonan maaf jika selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan” ujar Walikota Riza Falepi.

Kepada Kapolres Kota Payakumbuh yang baru, Walikota mengucapkan selamat datang dan selamat mengabdi di Kota Payakumbuh.

“Payakumbuh ini punya slogan pak, aianyo janiah ikannyo jinak (airnya jernih ikannya jinak -red), artinya mungkin nanti bisa dicari tahu arti lebih dalamnya pak, tapi intinya daerahnya sangat ramah dan terbuka dengan orang luar,” ujar Walikota.

Riza Falepi juga berharap, jalinan komunikasi yang baik selama ini ditataran Forkipinda serta antara Pemko Payakumbuh dengan Polresta Payakumbuh bisa terus terjalin baik.

“Saya yakin pak Endrastiawan akan melanjutkan kerjasama yang baik yang selama ini dibangunPak Kuswoto dengan Pemko dan Forkopinda yang lain demi keamanan dan kemajuan Kota Payakumbuh kedepan,” pungkas Walikota Riza Falepi.

AKBP Endrastiawan Setiawibowo merupakan lulusan Akpol angkatan 97, sebelum menjabat Kapolres KotabPayakumbuh beliau mengemban amanah di Pusdik Binmas Lemdikpol Mabes Polri.

Acara diakhiri dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota kepada Kapolres Payakumbuh lama, AKBP Kuswoto. (*)

*Humas Payakumbuh