Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Hati-hati Dengan Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

February 24th, 2011 - Posted in Safasindo News

Maraknya pelatihan aktivasi otak tengah yang mengklaim bisa membuat anak cerdas dan jenius dalam wakti singkat di Indonesia belakangan ini membuat “gerah” para ilmuan. Dokter spesialis saraf, dr. Arman Yurisaldi MS.,SpS mengatakan, perangsangan otak yang salah bisa berakibat fatal.

“Setiap ahli saraf sadar, setiap sel otak yang mati dan sulit untuk tumbuh. Sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberi terapi dan memberi saran-saran pengembangan otak,” kata Arman kepada www.hidayatullah.com, (24/2), tadi pagi.

Arman mengatakan, pelatihan aktivasi otak tengan (AOT) adalah teori yang belum bisa dibuktikan dengan metode ilmiah yang benar. Dia mengatakan, dari buku-buku soal AOT yang beredar tidak ada satupun yang ditulis oleh ahli saraf.

Akibatnya, kata Arman, banyak keterangan-keterangan tentang otak yang salam dalam buku-buku tersebut. Dalam teori AOT dikatakan, otak tengah berfungsi menghubungkan otak kiri dengan kanan. Padahal kata Arman, otak tengah berfunsi menghubungkan otak besar dengan otak kecil.

“Dari teori anatomi saja sudah salah,” katanya.

Teori AOT mengklaim, dengan anak yang diaktivasi otak tengahnya akan menjadi cerdas yang kreatif. Karena mereka bisa mengoptimalkan otak kanan dan kiri mereka secara bersamaan. Ciri anak yang teraktivasi otak tengahnya, mereka bisa membaca dengan mata tertutup.

Arman mengatakan, tidak ada satupun bagian otak manusia normal yang tidak aktif, termasuk otak tengah.

“Gangguan sedikit saja pada daerah ini (otak tengah) bisa mengakibatkan terganggunya kesadaran,” jelas Arman.

Arman menyimpulkan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ilmiah, dia tidak merekomendasikan para orang tua menyertakan anaknya dalam program AOT sampai teori itu bisa dibuktikan secara ilmiah. Selain Arman, sekelompok dokter dan psikolog Indonesia juga telah membuat petisi Tolak Aktivasi Otak Tengah, http://www.ipetitions.com/petition/stop-aktivasi-otak-tengah/.

Sekedar tambahan informasi, 20 Januari 2011 lalu, Pusat Inteligensi Kementerian Kesehatan RI telah menyarankan kepada salah satu penyelenggara AOT untuk mengganti istilah aktivasi otak tengah menjadi stimulasi otak. Karena intinya, yang distimulasi adalah otak keseluruhan.

Meski demikian, belum ada perubahan signifikan soal metode yang dilakukan selain mengganti istilah semata.

Tulis Komentar Anda