Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Kelompok Warga Miskin Kecewa dengan Sapi Bantuan

January 28th, 2011 - Posted in Sumbar

Kelompok penerima sapi bantuan Departemen Sosial merasa kecewa dengan kondisi fisik sapi yang tidak sesuai dengan semestinya. Sapi bantuan yang dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM) itu menurut kelompok itu ada yang sakit.

“Jelas kecewa dengan kondisi sapi yang saya terima, “kata Syafruddin, Ketua Kelompok Usaha Bersama Tuah Sakato dari Lunto Barat dihadapan Ketua Majelis Hakim Yuzaida dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Sawahlunto, Kamis (27/1).

Syafruddin, Buyung dan Ramadhan adalah ketua kelompok penerima sapi bantuan dalam pembelian ternak tersebut difasilitasi Dinas Sosial Sawahlunto. Buyung adalah Ketua Kelompok Cinto Moni, Silungkang Tigo dan Ramadhan, Ketua Kelompok Usaha Baru, Bukik Gadang.

Mereka dihadirkan Jaksa Deddi Taufik, Yunizar dan Paidi di persidangan dalam sidang tindak pidana korupsi bantuan sapi untuk 50 kelompok warga miskin yang terdakwanya, Pejabat dan mantan Pejabat di Sawahlunto, masing-masing Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Sawahlunto, M.Oktavianus dan H.Maryusfi mantan
Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Sosial dan Tenaga Kerja, didakwa jaksa merugikan keuangan negara Rp217 juta.

Selain sapi, menurut Syafruddin, ia hanya menerima uang untuk membuat kandang. Sedangkan, dana untuk papan nama kelompok dan obat-obatan tidak pernah diterima. Para saksi yang dihadirkan bersamaan di persidangan berinisiatif sendiri membawa sapi bantuan itu kalau sedang sakit ke petugas kesehatan hewan di kecamatan. “Dua ekor dari sapi itu sudah mati, “ungkapnya.

Dalam persidangan itu, juga didengarkan kesaksian saksi dari kelompok penerima sapi bantuan yang membeli sendiri melalui dana Rp40 juta yang sudah masuk ke rekening kelompok masing-masing, Amran Ketua Kelompok Elok Basamo dari Tumpuak Tangah, Syafrizal Ketua Kelompok Usaha Maju dari Kumbayau, Yopi AdrialSekretaris Kelompok Dagang Saiyo dari Kayu Gadang dan Ediwarman Ketua Kelompok Cempaka Putih.

Meski di penghujung tahun 2006 kelompok ini bisa membeli sapi bantuan itu secara langsung tanpa difasilitasi Dinas Sosial, melalui toke ternak, sesuai dengan spesifikasi dan jenis sapi Peranakan Ongole. Ketika hakim anggota Siti Suryani Hasanah dan Haga Sentosa mem peragakan tanda tangan mereka dalam daftar penerima dana papan nama kelompok, Ketua kelompok penerima bantuan itu membantah.

“Kita beli 10 ekor sapi PO seharga Rp37 juta. Sisanya, Rp3 juta dipergunakan untuk membuat kandang. Soalnya, kami yang membeli sapi di luar difasilitasi Dinas Sosial tidak dibantu uang kandang. Kalau sapi sakit dibawa berobat ke petugas kesehatan hewan dengan biaya sendiri, ” ungkapnya.

Tulis Komentar Anda