Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Menag Bahas MoU dengan Menteri Urusan Haji Arab Saudi

May 6th, 2012 - Posted in Berita Utama

 Menteri Agama Suryadharma Ali melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk membahas persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012M, termasuk penandatangan MoU dengan Menteri Urusan Haji Kerajaan Arab Saudi. Menag menuju Arab Saudi Selasa (1/5) dan dijadwalkan kembali ke tanah air Jumat (11/5). Ikut dalam rombongan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Dirjen PHU Slamet Riyanto dan Direktur Pelayanan Haji.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Zubaidi, dalam kunjungan ini Menag akan menyampaikan sejumlah masukan dan permintaan kepada Pemerintah Arab Saudi. Permintaan tersebut mencakup berbagai hal dalam rangka peningkatan penyelenggaraan dan pelayanan haji terutama di tahun 1433H/2012M, antara lain: penambahan kuota sebanyak 20.000 dari kuota dasar sehingga kuota Indonesia menjadi 231.000, serta penambahan slot time per hari dari 11 menjadi 15 dan penambahan gate untuk penerbangan Garuda.

“Menag juga akan mengusulkan agar proses request visa ke website Kemlu Arab Saudi bisa dipercepat (bulan Sya’ban) guna mempercepat penyelesaian visa paspor jamaah haji Indonesia, “ jelas Zubaidi.

Terkait pemondokan, lanjut Zubaidi, Menag akan mengusulkan tiga hal, yaitu: agar tasrih pemondokan bisa dikeluarkan lebih awal (sebelum Ramadlan) dengan standar luas 4 M2, agar Pemerintah Arab Saudi menetapkan standar biaya sewa sehingga harganya bisa dikendalikan, serta agar jaminan SR50 per jamaah tidak lagi diberlakukan. Guna mempermudah transportasi jamaah, Menag juga mengusulkan agar pengaturan jarak minimal penggunaan transportasi ditiadakan dan penyediaan terminal yang memadai di sekitar Masjidil Haram.

Zubaidi menambahkan, dalam rangka meningkatkan pelayanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia di Armina, Menag mengusulkan agar pada setiap maktab disediakan satu dapur dan 2 orang pengawas katering dari Misi Haji Indonesia. Selain itu, Menag meminta agar ada standar penempatan meja prasmanan dan coffee shop untuk setiap maktab sehingga seluruh jemaah haji mendapatkan standar pelayanan yang sama.

Kementerian Agama mengharapkan, beberapa usulan yang diajukan tersebut bisa dipenuhi oleh Pemerintah kerajaan Arab Saudi demi perbaikan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 1433H/2012M dan tahun-tahun selanjutnya. “Semoga pembahasan MoU ini bisa menghasilkan yang terbaik bagi jamah haji Indonesia,” tutup Zubaidi. (mkd)

Tulis Komentar Anda