Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

MUI Imbau Masyarakat Sumbar Tidak Lakukan Tradisi “Balimau”

June 30th, 2012 - Posted in Berita Utama
Islamedia-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat khususnya generasi muda di daerah itu tidak melakukan tradisi mandi “balimau” di berbagai tempat pemandian seiring akan masuknya bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah.Ketua MUI Pesisir Selatan Asli Sa”an di Painan, Sabtu (30/6), mengatakan, selain bisa mendatangkan musibah, kebiasaan itu juga merusak nilai-nilai agama Islam, adat, dan budaya Minangkabau.

Tradisi balimau (mandi dengan memakai berbagai kembang dan limau   pewangi yang disiramkan ke rambut) dengan mandi bersamaan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya di satu tempat seperti di sungai dan tempat-tempat pemandian lainnya tidak diperbolehkan dalam agama Islam maka itu dinyatakan haram, begitu juga dengan adat dan budaya Minang.

“Kita mengimbau masyarakat, khususnya kaum muda agar tidak melakukan kebiasaan yang dilarang dalam agama Islam. Tetapi lakukanlah kebiasaan yang tidak dilarang dan sesuai dengan ajaran Islam, ” kata dia.

Banyak yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik menurut Islam. Para generasi muda bisa melakukan kegiatan-kegiatan ke agamaan  pada saat menyambut bulan suci Ramadhan, seperti halnya mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau lomba membaca Al Quran dan perlombaan-perlombaan lainnya yang sesuai syariat Islam.

Jika masih “balimau”, lakukanlah dengan sewajarnya oleh perorangan di kamar-kamar mandi atau di rumah masing-masing dengan niat menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Ia mengatakan, “balimau” di tempat-tempat pemandian banyak mudaratnya, selain bisa mendatangkan kecelakaan ketika akan berangkat ke tempat-tempat tersebut, juga bisa mendatang musibah lainnya.

Dalam Islam tradisi “balimau” yang dianjurkan adalah membasahi semua tubuh dengan air dan niat menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan.

“Pada intinya “balimau” dalam Islam membersihkan diri dari najis kecil dan besar dengan niat yang jelas yakni menjalankan ibadah puasa, tetapi bukan mandi-mandi di lokasi yang sama antara laki-laki dengan perempuan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat di daerah itu untuk menyambut dan melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, tulus dan saling maaf memaafkan antarsesama umat Muslim. (ant)

Tulis Komentar Anda