Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Pernyataan Andi Arif Tentang Gempa Besar Di Padang Sungguh Tidak Arif

August 21st, 2011 - Posted in Sumbar

Untuk kesekian kalinya Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief membuat pernyataan yang meresahkan masyarakat. Bahwa Pesisir Sumatera Barat Barat berpotensi gempa 8,9 SR dan tsunami. Seperti diberitakan detik.com Sabtu (20/8), Andi Arief kembali ingatkan Padang bakal diguncang gempa 8,9 SR.

Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) sangat menyayangkan informasi yang tidak disertai dengan solusi jika bencana tersebut benar-benar terjadi. “Manusia memang bisa memprediksi ancaman bencana tapi segala sesuatu yang pasti hanya ada pada kuasa Allah. Seorang staf ahli presiden seharusnya lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat dan menjalankan fungsi advokasi kepada pemerintah. Tapi ia bahkan mengambil alih tugas para ahli/pakar tsunami. Sementara latar belakang keilmuwannya bukan di bidang kegempaan ataupun tsunami. Beliau juga tak pernah tahu bagaimana dampak pernyataannya tersebut terhadap masyarakat,” ungkap Patra Patra Rina Dewi, Direktur Eksekutif KOGAMI di Padang, Mingggu (21/8).

Menurut Patra seorang Andi Arief tidak pernah berpikir betapa gelisahnya masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di pinggir pantai memikirkan nasib keluarganya dari menit ke menit? Lalu, dari sebagian yang gelisah tadi mengimpikan bisa memiliki kehidupan jauh dari pantai. Tapi sayang, perekonomian keluarga didapat dari hasil melaut.

“ Mereka menyadari bahwa setelah gempa besar terjadi, mereka harus segera evakuasi dalam hitungan menit. Sementara jalan, jembatan ataupun infrastruktur pendukung evakuasi lainnya tidak tersedia. Apa artinya peringatan tentang gempa 8.9 SR yang akan melanda jika akhirnya membuat masyarakat menjadi frustasi. Justru hal ini bisa melemahkan kapasitas yang seharusnya bisa dibangun,” jelas Patra.

Seharusnya seorang staf khusus Presiden, sebut Patra lebih memfokuskan perhatian pada kebijakan pemerintah yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, seperti pembuatan peta resiko bencana untuk seluruh daerah yang mungkin terpapar tsunami. Kemudian penyempurnaan sistem peringatan dini, rencana kontinjensi dan protap tanggap darurat.

“Banyak hal lain lagi yang bisa ia lakukan. Misalnya implementasi kurikulum siaga bencana sekolah terutama latihan evakuasi secara terus-menerus sebagai ekstra kurikuler. Juga bagaimana prosedur penyelamatan diri di sekolah disosialisasikan kepada orang tua murid. Atau penguatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar menjadi institutusi terpercaya sesuai mandatnya untuk mengkoordinir kegiatan penanggulangan bencana,” papar Koord Bidang Advokasi Forum PRB Sumbar

Ditambahkannya, sebagai staf khusus presiden, Andi hendaknya mampu mendorong pemerintah daerah mengalokasikan dan mengucurkan dana untuk terwujudnya rencana aksi daerah dalam penanggulangan bencana. Atau mendorong pemerintah dalam penyediaan dan perbaikan infrastruktur pendukung evakuasi seperti : jalan, jembatan, bangunan tinggi, dan lainnya.

“Tapi seorang Andi Arif hanya bisa menakuti-nakuti dan meresahkan masyarakat dengan mengatakan akan ada gempa dengan kekuatan besar di pesisir Sumatera Barat. Seharusnya ia memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.

Kogami berharap Andi Arif tidak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa diiringi solusi yang nyata. Menurut Patra, yang dibutuhkan masyarakat Sumbar sekarang adalah dukungan untuk antisipasi bencana secara nyata, bukan hanya sekedar isu, sensasi atau seremonial yang menghabiskan uang secara cepat tapi tak berkelanjutan. “Dan yang paling penting, jangan korbankan perasaan masyarakat untuk kepentingan bersifat politis,” tukasnya .

Tulis Komentar Anda