Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Polri Siap Proses Kasus Koin Untuk Presiden

February 3rd, 2011 - Posted in Berita Utama, Nasional

Mabes Polri siap memproses kasus penggalangan koin untuk presiden oleh sejumlah

anggota DPR yang rencananya akan dilaporkan Partai Demokrat (PD). “Polri selalu siap, siapa

pun yang mau melapor Polri siap,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di

Mabes Polri, Rabu (2/2/2011). Menurutnya melaporkan suatu tindak pelanggaran hukum yang

dialami merupakan hak setiap warga negara. Polri akan selalu siap menindaklanjuti laporan

yang datang dari masyarakat. “Iya semua orang kan sama kedudukannya di depan hukum,” tutup

Jendral bintang dua tersebut.

Seperti diberitakan, munculnya gerakan-gerakan koin untuk presiden yang digagas sejumlah

kalangan yang disinyalir membuat hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersinggung.

Menurut Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha Presiden SBY tidak pernah menyampaikan

rasa tersinggungnya atas penggalangan koin untuk Presiden. Namun aksi yang dimotori oknum

legislator tersebut jelas menghina kehormatan lembaga kepresidenan dan Kepala Negara selaku

simbol Negara. Julian menyampaikan hal ini pada saat ditemui di lingkungan Istana Negara

Selasa (1/2/2011)

Lebih lanjut Julian menyatakan, aksi Koin untuk Presiden patut disayangkan. Bila memang para

inisiator aksi bertujuan melakukan penghinaan terhadap simbol negara, maka sudah ada aturan

hukum yang mengaturnya untuk tindak lanjut yang patut dikenakan. Tidak bisa semua orang

melecehkan tanpa alasan dasar yang kuat. Negara ini adalah negara hukum dan semua harus bisa

dipertanggung jawabkan secara hukum. Demikian tutur Julian.

Perlu diketahui bahwa aksi Koin untuk Presiden merupakan sebuah aksi lanjutan atas aksi

serupa yang terjadi di dunia maya. Entah siapa yang memulai, kotak yan bertuliskan Koin

Untuk Presiden asyik mejeng di dekat ruang komisi Hukum. Bahkan tampak sejumlah anggota

komisi seperti Bambang Soesatyo, Desmond J Mahesa, dan Syarifuddin Suding ikut mnyumbang

koin. Namun koin yang rencananya akan ‘disumbangkan’ untuk Presiden tersebut bukan dirogoh

dari kantong anggota dewan melainkan disediakan staf.

Aksi koin tersebut sebenarnya adalah jawaban atas curahan hati Presiden mengenai gajinya

yang tak kunjung naik selama tujuh tahun pada saat Rapim TNI tahun 2011 di Jakarta. Tak

pelak curhatan orang nomor satu di Indonesia ini mendapat reaksi banyak pihak, salah satunya

dari anggota DPR yang kemudian menggagas ide ini.

Tulis Komentar Anda