Radio SUMBAR untuk Nasional

BERITA TERBARU

Program Satu Da’i Empat Desa Sulit Terwujud

February 13th, 2011 - Posted in Nasional

Bupati Kerinci H Murasman mengatakan, program pemerintah kabupaten yang akan menugaskan satu orang da’i untuk satu empat desa mulai 2011 diperkirakan sulit terwujud. “Setelah kita proyeksi, ternyata sangat sulit untuk bisa merealisasikan program itu. Karena ternyata sekarang da’i atau juru dakwah sudah langka di Kerinci, sudah teramat sulit mencari da’i atau orang yang mau dan mampu menjadi pendakwah. Sungguh ini paradoks yang sangat ironi,” kata Bupati H Murasman, di Kerinci, Ahad (13/2).

Padahal, tambah bupati, saat ini ada ratusan putra-putri Kerinci lulusan IAIN STS Jambi, STAIN Kerinci, IAIN Sumbar, serta Universitas Kairo Mesir, belum lagi lulusan pesantren di berbagai daerah di Tanah Air dan luar negeri. Diperkirakan sedikitnya ada 300 lulusan setiap tahunnya.

“Ke mana mereka, kenapa sangat sedikit bahkan bisa dibilang tidak ada yang menjadi da’i. Ke mana mereka putra-putri Kerinci yang kita sekolahkan ke berbagai negeri terbaik itu. Kenapa mencari satu da’i saja di empat desa sulit sekali rasanya. Pihak SKPD bersama MUI, NU, Muhamadiyah dan lainnya yang terkait saya minta segera mempelajari masalah ini,” tegas Bupati.

Program ‘Satu Da’i Empat Desa’ diluncurkan Pemkab Kerinci mulai 2011 adalah guna merevitalisasi kembali keberadaan Kerinci yang sejak dulu masyarakatnya dikenal taat dan fanatik dalam beragama. Program ini diharapkan sebagai salah satu solusi menghadapi degradasi moral generasi muda yang tertular budaya barat.

Dengan program tersebut pemkab memberi gaji atau honor tetap bulanan kepada setiap da’i yang akan ditugaskan. Da’i tersebut bertugas sebagai pendakwah dan menjadi konsultan spiritual bagi generasi muda di desa-desa binaannya. Program ini selanjutnya akan terus dikembangkan hingga pemkab akan menugaskan satu da’i satu desa.

Tapi, kata Bupati, dengan kondisi sulitnya mencari da’i saat ini justru yang menjadi perlu dihadapi pertama adalah bagaimana menciptakan generasi muda Kerinci yang mau menjadi da’i, khususnya mereka yang memiliki pendidikan agama Islam. Pasalnya, telah terbukti tidak semua alumni sekolah agama memiliki kemauan dan kemampuan menjadi pendakwah, meskipun mereka memiliki bekal ilmu yang lebih dari sekadar cukup yang mereka peroleh dari meja kuliah dan sekolah di luar daerah tersebut.

“Mungkin perlu lebih dulu dirancang sekolah atau pusat pelatihan atau kursus khusus bagi generasi muda Kerinci yang berminat dan punya bakat menjadi da’i. Berdayakan masjid, mushalla, atau MIS, manfaatkan Remaja Masjid, dan murid-murid pengajian. Potensi itu harus dimaksimalkan,” tegas bupati.

Tulis Komentar Anda