Nasib Ahmadiyah Jatim Ditentukan Hari Ini

Keberadaan Ahmadiyah di Jawa Timur (Jatim) akan ditentukan pada Senin (28/2) pukul 13.30 WIB. Gubernur Jatim, Soekarwo, beserta Muspida akan menggelar pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Dalam pertemuan itu, Soekarwo rencananya akan mengumumkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terkait keberadaan Ahmadiyah yang dinggap meresahkan masyarakat. “Gubernur akan memberikan pernyataan resmi terkait ajaran Ahmadiyah di Jatim,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Gunarto, melalui siaran pers.

Sebelum pertemuan nanti siang, Soekarwo pernah menggelar dua kali pertemuan untuk membahas Ahmadiyah di Jatim. Pertemuan pertama dengan pengurus Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, di rumah dinas gubernur, Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Selasa (22/2) lalu. Dalam pertemuan itu, pihak GUIB mendesak orang nomor satu di Jatim tersebut mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) tentang pembubaran Ahmadiyah di Jatim.

Pertemuan kedua dilakukan dengan pimpinan redaksi media massa, Kapolda Jatim Irjen Badroddin Haiti, serta Panglima Kodam V/Brawijaya, Selasa (15/2), untuk membahas Ahmadiyah sekaligus merespon aksi penyerangan Ponpes Al Ma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI), di Beji, Pasuruan.

Beredar kabar pertemuan yang juga dihadiri sleuruh ormas Islam di Jatim nanti akan dimanfaatkan Soekarwo untuk membubarkan Ahmadiyah Jatim. “Keterangan resminya tunggu press conference nanti saja apakah Ahmadiyah dibubarkan atau tidak,” jelas Gunarto.

Wakapolri Baru Punya Catatan Hitam, Apa Itu?

Komjen Pol Nanan Soekarna diangkat menjadi Wakapolri. Namun Indonesia Police Watch (IPW), menilai kasus prosedur tetap (protap) unjuk rasa di Sumatera Utara, menjadi catatan buruk bagi Wakapolri baru itu.

Pasalnya saat Nanan Soekarna menjabat sebagai Kapolda Sumut, terjadi unjuk rasa yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut. Hal itu dikarenakan kesalahan dalam protap saat menangani unjuk rasa yang terjadi pada awal 2009 lalu itu.

“Kasus Protap (di Sumut) jadi catatan hitam bagi Nanan (Wakapolri baru),” kata Ketua IPW, Neta S Pane, di Jakarta, Senin (28/2).

Maka dari  itu, ia berharap Nanan dapat bekerja profesional sebagai Wakapolri yang baru. Antara lain mendorong pemberantasan mafia hukum di tubuh Polri. Jika tidak, kasus protap di Sumut akan terus dikait-kaitkan publik. “Tidak hanya publik, partai politik yang kadernya jadi korban dalam unjuk rasa itu,” tegasnya.

Ia mengatakan penunjukan Nanan Soekarna sebagai Wakapolri merupakan sebuah kompromi setelah sebelumnya Polri juga mengangkat mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji, sebagai penasihat Koordinator Staf Ahli (Korsahli) Kapolri.

Meskipun ia menilai agak aneh, jika Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo dan Wakapolri yang baru, Komjen Pol Nanan Soekarna, merupakan satu angkatan.

Perlunya Kerjasama Indonesia-Malaysia Berantas Ajaran Sesat

Ajaran sesat pertama terdeteksi di Malaysia adalah ajaran Taslim yang disebarkan di Desa Seronok, Bayan Lepas, Penang pada akhir abad ke-19.

Ketika penulis berkunjung ke desa tersebut lama dulu, ajaran ini sudah tidak lagi mengembang ke masyarakat, hanya dipraktekkan sesama kelompoknya saja.

Tapak masjid milik pendiri ajaran Taslim itu sudah lama diambil alih oleh Dewan Agama Islam Pulau Penang dan di atas tanah itu dibangun masjid baru yang bebas dari pengaruh mereka. Namun di belakang masjid baru itu masih dibiarkan tetap sebuah masjid (musollah) tua terbuat dari kayu. Menurut jamaah masjid di situ; itulah masjid asal yang dikembangkan pendiri ajaran Taslim pada awal 1990an.

Penulis sangat berkeyakinan, bahwa ajaran Taslim hanya dianut kelompok mereka saja karena pemimpin (Imam) ajaran itu, yakni seorang bisnisman terkenal mengirim karyawannya yang terpilih, sesorang setiap tahun menunaikan haji di Mekah.

Banyak ajaran lain yang terdaftar sebagai ajaran sesat oleh pemerintah Malaysia. Di antaranya; ajaran Anti-Hadis, ajaran Haji Ghazali, ajaran Haji Kahar, ajaran Hakikat Insan/Tajalli, ajaran Martabat Tujuh/Wahdatul Wujud, Ahmadiah Qadiani, ajaran Al-Mas/Tarikul Islam, ajaran Taslim, ajaran Aurad Ismaliyyah, ajaran Naqsyabandiyyah Kadirun Yahya, ajaran Samaniah Ibrahim Bonjol, ajaran Ratib Kuat Ayah Pin, ajaran Rahim, ajaran Hasan Anak Rimau dan beberapa nama lagi yang muncul silih berganti.

Sebagiannya kini sudah tidak aktif lagi. Namun sebagian masih menjalankan aktivitas dan menyebarkan paham sesatnya kepada masyarakat.

Ajaran yang dibawa mereka tidak saja menyimpang dengan Islam, tapi telah merusak akidah para pengikutnya dengan membuat pernyataan yang sangat bertentangan dengan al-Quran dan al-Hadis.

Misalnya ajaran Ayah Pin, mengamalkan pemujaan kepada ketua kelompok mereka yang mengklaim belajar di langit, sering naik ke langit untuk rapat dengan kabinet pemerintahan langit. Pengikut Ayah Pin adalah seluruh negara dan dari berbagai katogeri masyarakat bahkan kaum profesional dan mereka yang berpendidikan agama.

Kelompok Ayah Pin sebelum dimusnahkan desa mereka oleh pemerintah Malaysia, bermarkas di Besut, negeri bagian Terengganu. Pengikutnya di tangkap dan diminta bertobat, sementara ketua ajaran sesat yang mirip ajaran Hindu itu ketika berkunjung ke Bali, Indonesia, disambut besar-besaran dengan di diarak dari pura ke pura dalam sebuah mitologi Hindu. Kini ketuanya yang akrab dengan nama Ayah Pin telah kabur ke Thailand.

Di Jakarta muncul Haji Kahar Ahmad yang mengaku dirinya rasul Melayu dan siapa yang mengikutinya akan masuk surga. Juga sudah ditangkap dan dibawa ke pengadilan agama. Di Desa Nahkoda, Batu Caves, juga dalam Selangor, menjadi pusat ajaran Ahmadiyah Qadiani. Ajaran ini telah lama difatwakan oleh pemerintah Malaysia sebagai bukan Islam. Oleh pemerintah Malaysia (Selangor) telah memasang sign board tertulis “Qadiani Bukan Islam” di pintu masuk perdesaan mereka, agar publik tidak keliru, karena wajah pengikut Qadiani dengan orang Islam hampir sama.

Satu lagi kelompok ajaran sesat yang terkenal di Malaysia dan Indonesia suatu ketika dulu adalah Qarul Arqam. Ajaran ini sudah tidak berani melakukan aktivitasnya sejak diwartakan sebagai ajaran sesat. Ketuanya Ashari Muhammad di bawa ke pengadilan agama dan di jatuhkan hukuman tahanan rumah di Sabah. Kini sudah meninggal. Namun ada usaha dari pengikutnya untuk kembali menjalankan ativitas dengan menggunakan platform baru – Rufaqa.

Berbeda dengan Indonesia, Islam di Malaysia diletakkan di bawah administrasi pemerintah negeri-negeri bagian. Setiap ajaran sesat yang muncul di negeri-negeri bagian, justru tugas membrantasnya adalah tanggung jawab pemerintah negeri masing-masing, karena setiap negeri ada panitia majlis fatwanya sendiri. Panitia ini berfungsi sebagai pemutus hukum kepada setiap ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Kecuali jika ajaran itu penyebarannya sudah menyeluruh ke seluruh negara, baru Majlis Fatwa Kebangsaan mengambil alih peran pemutus hukum seperti dilakukan terhadap ajaran Ahmadiyah Qaidiani.

Seharusnya dalam soal memberantas ajaran sesat seperti ini, harus ada kerjasamasa antara pemerintah Indonesia-Malaysia (Bagian agama), saling bertukar pandangan, informasi dan informasi, bertujuan demi untuk menyelamatkan akidah umat Islam seluruhnya, karena seperti yang diketahui penyebaran ajaran sesat ini ada hubungkaitnya dengan dua negara yang memiliki tutur bahasa yang sama dan budaya yang sama.

Demonstran Anti Gaddafi Nyawanya Terselamatkan oleh Sebuah Al-Quran

Ada banyak kejadian unik ataupun ‘keajaiban’ dalam setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar revolusi rakyat yang telah melanda negara-negara Arab saat ini. Pada revolusi rakyat Mesir, peristiwa unik terjadi di mana sepasang demonstran melangsungkan akad nikah pernikahan mereka di tengah ratusan ribu massa demonstran anti pemerintah di Tahrir Square. Masih di revolusi Mesir, sempat juga beredar rekaman video yang menunjukkan adanya “hantu berkuda” yang menyeruak di tengah-tengah para demonstran anti Mubarak. Dan sekarang kejadian yang bisa dikatakan sebuah “keajaiban” terjadi juga di revolusi rakyat Libya yang menuntut presiden mereka yang telah berkuasa selama empat dekade untuk mundur, Muammar Gaddafi. Situs Mufakarah Islam melaporkan bahwa telah beredar rekaman video yang telah diunggah di situs berbagi video Youtube terkait “keajaiban” yang telah terjadi dalam revolusi Libya. Dilaporkan bahwa seorang demonstran anti Gaddafi terselamatkan nyawanya dari tembakan para milisi pro Gaddafi oleh sebuah Al-Quran. Sepertinya Al-Quran itu dibawa oleh seorang demonstran anti Gaddafi dibalik bajunya, dan sebuah tembakan peluru menghantam tubuhnya. Namun Subhanallah, peluru tidak jadi bersarang di tubuh demonstran tersebut karena peluru yang ditembakkan ke arah demonstran itu justru menghantam Al-Quran yang ia bawa. Dalam rekaman video diperlihatkan bahwa tembakan peluru yang menghantam Al-Quran dan menyelamatkan nyawa demonstran anti Gaddafi itu tidak tembus mengenai tubuhnya dan hanya sempat menembus beberapa surat awal yang ada di Al-Quran, mulai dari Al-Fatihah hingga surat An-nisaa. Kalau Allah sudah berkehendak segala sesuatu bisa saja mungkin terjadi, dan peristiwa selamatnya nyawa demonstran Libya oleh sebuah Al-Quran atas izin Allah ini sebagai buktinya, Allahu Akbar!

Penerbit Suara Agung Tarik al-Quran “Bermasalah”

Menyusul pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, yang menyebutkan adanya terjemahan bahasa Indonesia yang keliru pada isi al-Quran dari buku tafsir bersampul hijau dengan judul “Al Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”, terbitan Suara Agung, Jakarta, pihak penerbit (Suara Agung) mengaku langsung menarik al-Quran terjemahan itu dari pasaran.

“Kami langsung menarik semua al-Quran terjemahan yang dimaksud bahkan sudah mengkonfirmasi ke media di Tarakan, “ ujar Muhlis, Kepala Bagian Pemasaran penerbit Suara Agung kepada hidayatullah.com, Senin (28/2) pagi.

Tak hanya menarik, pihak Suara Agung diakui Muhlis juga telah meminta maaf kepada MUI Tarakan dan MUI pusat atas masalah ini.

“Saya sudah meminta maaf kepada MUI karena adanya human error ini, “tambahnya.

Sekedar diketahui, sebelum ini, MUI Tarakan mendapat laporan masyarakat adanya terjemahan bahasa Indonesia yang keliru pada isi al-Quran dari buku tafsir bersampul hijau dengan judul “al-Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”, terbitab, Suara Agung, Jakarta.

Menurut Ketua MUI Tarakan, KH Zainuddin Dalila, ada beberapa kesalahan pada terbitan al-Quran tersebut. Di antaranya pada ayat 10 hingga 19 di surah Al-Infitar (82) dan pada ayat tertentu di surah Al-Baqarah (2).

Kepada hidayatullah.com, Muhlis menjelaskan, kesalahan lebih pada penempatan halaman yang salah. “Ada terjemahan dobel atau lebih tepatnya ada dua halaman kembar.”

Meski demikian, pihaknya mengaku langsung menanggapi temuan MUI Tarakan tersebut dengan cara menarik semua terbitan yang bersangkutan dari pasaran.

Muhlis mengaku, pihaknya mencetak sekitar 10 ribu, namun baru 6000 eksemplar yang dipasarkan.  Kini, pihaknya sedang menunggu agen-agen untuk menarik yang telah beredar di pasaran.

Menurut Muhlis, al-Quran yang dipermasalahkan masyarakat ini adalah dua jenis cetakan berjudul “Al Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”. Yang pertama cetakan dengan cover kulit (dua jilid) dan cetakan hard cover (dua jilid).

Berita Terbaru Dari Mahasiswa Indonesia di Libya

Bekasi -laporan dari mahasiswa Indonesia yang berada di Libya memang sangat mengejutkan. Hal ini terjadi karena apa yang ditulisnya sangat bertolak belakang dengan sebagian besar pemberitaan di media massa. Namun berita tersebut setidaknya dapat membantu kita berpikir dari dua sisi. Walau pun tentu hal ini sangat membingungkan, siapa yang benar? Di saat media lain mengatakan bahwa keadaan di Libya semakin genting, mahasiswa tersebut justru berani berkata yang sebaliknya. Berikut adalah catatan lanjutan mahasiswa tersebut.

PERKEMBANGAN KRISIS LIBYA 24-25 Februari 2011

24 Februari

– sore hari disiarkan siaran ulang TV jamahiriya (pemerintah), gaddafi mengumpulkan pemimpin2 suku dalam konsolidasi utk mendukung pemerintahannya.

– menurut responden di kota sabrata, tidak ada kejadian kerusuhan maupun demonstrasi apa2 di sabrata.

25 Februari

– menurut koresponden kami dari kota benghazi,seorang supir taksi yg cukup kenal baik dgn kami,keadaan benghazi terus diadakan demo anti gaddafi dalam jumlah besar, namun sudah 3 hari berlangsung tanpa kontak senjata, tidak ada lagi korban jiwa jatuh setelah gaddafi berpidato pertama kali. jumlah korban yang jatuh di benghazi menurut sepengetahuan supir taksi tadi sktr 150 orang. Dia tidak bisa menyebutkan korban itu terdiri dari sipil saja atau beserta aparat keamanan.

– menurut responden kami warga Libya dari distrik suq jumah dan fasylum terdapat kerusuhan. terdengar beberapa kali letusan senjata. kejadian ini terjadi shalat jumat. stlh 2 hari distrik ini ckp tenang,hari ini mencekam kembali, penduduk2 di distrik ini lebih memilih tinggal di dalam rumah. jatuh tidaknya korban tidak bisa kami konfirmasi krn responden tsb ktka mcul kerusuhan mereka langsung masuk ke rumah mereka masing2. Namun, menurut kesaksian satu orang WNI yang berada di dekat kejadian, polisi menembakkan senapan ke atas ketika para pemuda2 berandal mulai berteriak2 dan merusuh, kemudian mereka bubar, sehingga tidak ada korban apa2.

– menurut 5 responden kami dari berbagai distrik di tripoli, telah dilakukan pembagian senjata bagi siapa saja yang meminta dan mendaftarkan diri menjadi amnus sya’bi (sejenis hansip negara)

– disiarkan TV jamahiriya siang hari, ribuan orang di kota zawiya dan gharyan hari ini demonstrasi mendukung gaddafi

– sore hari ini, di depan dua ratus ribu pendukungnya di alun2 kota tripoli (lapangan hijau/sahah khadra) gaddafi berpidato tanpa kaca anti peluru yang biasa dia lakukan setiap dia berpidato. disiarkan langsung TV jamahiriya. Video ini pula bisa didapatkan dr web CNN. pidato di alun2 kota tanpa kaca anti peluru ini seolah menandakan gaddafi tidak takut muncul di tengah publik yg dikabarkan sebagian besar menentangnya. pidato ini jg menunjukkan bahwa alun2 kota masih seperti sedia kala,tidak ada penghancuran apalagi pengeboman lwt pesawat. pidato ini juga menunjukkan kepada dunia bahwa alun2 kota tripoli sampai detik ini memang sama sekali belum pernah dipakai demonstrasi oleh para penentang gaddafi seperti yang diklaim media2 internasional. melainkan demonstrasi yang dilakukan beberapa kali di alun2 kota ini beberapa hari2 yang lalu adalah demonstrasi pro gaddafi. Kami bersaksi penuh bahwa alun2 kota Tripoli belum pernah dipakai demonstrasi anti gaddafi.

Isi pidato : – “ini pembuktian saya pada dunia. pada media2 yang menyudutkan saya. lihat kumpulan massa di depan saya, lihatlah ini rakyat libya. ini rakyat libya”

– gaddafi mengajak rakyat libya kembali ke kehidupan yang normal dan bahagia.

– pidato diakhiri dgn kata2 “Ghonnu, urqusuu, istaiddu” (bernyanyilah, berdansalah dan bersiagalah”

-yel2 dua ratus ribuan orang yang berkumpul di alun2 kota / lapangan hijau “sya’b yurid muammar al-aqiid” (rakyat ingin kolonel muammar) “allah, muammar, wa libya bes” (allah, muammar dan libya saja)

-yel2 para penentang gaddafi di kota2 timur libya “libya libya hurrah hurrah, muammar gaddafi ithla’ barrah” (libya libya bebas,muammar gaddafi pergilah sana)

-berita2 hari ini yg saya dpt dr media luar libya bahwa sebagian tripoli telah dikuasai demonstran, sangat bertolak belakang dengan koresponden yg saya hubungi di berbagai distrik. termasuk klaim bahwa distrik al-aziziya telah dikuasai, sangat bertolak belakang dgn kabar bahwa distrik tersebut aman2 saja,tidak ada kerusuhan. wallahu alam keanehan2 ini terus kami (mahasiswa) rasakan

-akan diadakan KONFERENSI PERS antara pemerintah libya dengan berbagai media asing pada malam hari. laporan ttng acara nanti malam ini kami laporkan kemudian.

-menurut kesaksian seorang mahasiswa indonesia yang mengunjungi daerah gurji. bahwa dia melihat sebuah mobil terbakar, rumah sakit muakkin bbrp bagiannya terlihat bekas terbakar,bbrp toko kacanya pecah

-tuduhan gaddafi dalam pidatonya, bahwa banyak kerusuhan di berbagai kota di Libya disebabkan para pemuda pengguna narkoba,menurut kami,ternyata cukup benar. Kami mendapat laporan2 dari berbagai sumber ternyata memang seperti itu pada kenyataannya.

– kritik pada media : -sering menampilkan foto2 yang tidak sesuai. misal : dikabarkan ada pembunuhan di alun2 kota tripoli, tapi gambar yang dimuat adalah kerusuhan di daerah tobruq atau benghazi.

-menurut saya, kesimpulan sementara krisis libya :

1.di kota2 barat Libya (yaitu tripoli,zawiya,zeletin,sirt,misrata,zuwara,khums,gharyan) ,jumlah pendukung gaddafi jauh lebih banyak dari penentangnya. di tripoli sangat jarang yang menjadi penentang gaddafi.

2.di kota2 timur libya (benghazi, baidha, ajdabiya, tobruq)  jumlah penentang gaddafi lebih banyak dari pendukungnya

3.dalam jangka waktu panjang, kedua hal diatas,jika kedua belah pihak tidak mengambil jalan tengah,akan terjadi perang diantara pendukung dan penentang dlm skala intensif kedepannya

4.sejarah konflik daerah kota2 timur libya dgn pemerintah gaddafi mrpkn sejarah lama. benghazi adalah ibukota libya pada zaman raja idris. nampaknya para pengikut raja idris saat ini mngkn ingin mengembalikan kerajaan mereka yang dikudeta gaddafi tahun 1969, memanfaatkan momen gelombang demo di timteng. telah terjadi juga demo tahun 1990 dan 2005 di benghazi.

KONDISI MAHASISWA : 18 orang telah ikut evakuasi bersama karyawan PT.Wika. Sisanya masih menunggu evakuasi kloter kedua.

Adab Terhadap Allah SWT

Allah SWT, telah menciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna, melebihkan kita atas kebanyakan makhluk-Nya, memberi kita rizki dari yang baik-baik, dan tidak pernah putus mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, selalu menebarkan sifat Rahman dan Rahim-Nya kepada seluruh makhluk.

Sebagai salah satu ciptaan-Nya, merupakan hal yang semestinya bagi kita melaksanakan kewajiban-kewajiban, hak-hak, dan adab-adab kepada Allah SWT. Maka, diantara kewajiban-kewajiban dan hak-hak itu adalah sebagai berikut: Pertama, beribadah dan tidak menyekutukan-Nya.”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyat:56).

Firman Allah tersebut menggariskan misi hidup manusia dengan tegas, yakni ibadah. Substansinya, seluruh gerak langkah, desah nafas, dan aliran darah manusia tidak boleh keluar dari kerangka pengabdian (ibadah) kepada Allah SWT.

Dengan demikian, ibadah seharusnya menjadi aktivitas keseharian kita sebagai makhluk-Nya selama dua puluh empat jam. Lalai terhadap hal ini berarti penyia-nyiaan kita akan salah satu hak-hak Allah SWT dari makhluk-Nya dan penyia-nyiaan terhadap kesempatan hidup yang akan menjadi penyesalan paling dalam di hari akhir (QS Az-Zumar:56).

Beribadah kepada Allah SWT, selain disertai dengan niat ikhlas, juga menjauhkan diri dari menyekutukan-Nya. “Dari Ibnu Mas’ud RA, berkata: aku bertanya kepada Rasulullah SAW: “Dosa apakah yang paling besar? Rasul menjawab: Engkau membuat sekutu bagi Allah padahal Dia-lah yang menjadikanmu.” (HR Bukhari, 4:303).

Setiap Rasul di utus pada tiap-tiap ummat untuk menyerukan,”Sembahlah Allah dan jauhi Thagut”. Hadits di atas menunjukan salah satu tugas Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya, bahwa salah satu adab kita kepada Allah SWT adalah beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Termasuk dosa besar apabila kita menduakan Allah SWT dengan harta, jabatan, kedudukan, maupun dengan keyakinan-keyakinan lainnya yang menyimpang.

Dalam salah satu haditsnya yang lain, Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kalian tujuh perbuatan maksiat. Ditanyakan: Wahai Rasulullah! Apa tujuh perbuatan itu? Rasul menjawab: Menyekutukan Allah dan sihir…..”. (HR  Muslim, 1:51).

Kedua, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya adalah merupakan kewajiban kita dan hak Allah SWT atas hamba-Nya. “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah:172).

Betapa besar karunia yang Allah berikan kepada kita, udara segar  yang kita hirup setiap hari, cahaya matahari yang selalu menghangatkan tubuh kita, berbagai jenis makananan dan tumbuh-tumbuhan, air jernih sebagai sumber kehidupan, hidup sehat, harta dan kedudukan yang kita miliki, semuanya adalah nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita sebagai makhluk-Nya. Tidak akan pernah terhitung berapa banyak nikmat yang Allah berikan, sekalipun lautan dijadikan tinta, pohon-pohon dijadikan pensilnya. Tapi, mengapa kita tidak pernah bersyukur atas segala pemberian-Nya?. “….bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmat-Ku).” (QS Al-Baqarah:152).

Bentuk pengingkaran kita atas nikmat Allah SWT adalah bersikap kufur dan seolah-olah segala yang kita miliki mutlak hasil jerih payah kita dengan mengenyampingkan eksistensi Allah SWT sebagai pemberi rizki. Bukankah ketika kita bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat-Nya dan ketika kita kufur, Allah SWT telah menyediakan siksa yang sangat pedih?.

Oleh sebab itu, sebagai salah satu wujud adab kita kepada Allah SWT, adalah bersyukur dan mensyukuri segala pemberian nikmat dan karunia-Nya dan buang jauh-jauh segala sifat Qorunisme yang melekat pada diri kita.

Ketiga, bertaubat, istighfar dan sadar banyak berbuat dosa adalah adab kita kepada Allah SWT. “Katakanlah; Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengampuni lagi Maha Penyayang”.(QS. Az-Zumar:53).

Dalam mengarungi kehidupan, ketika derajat keimanan “yaziid” (bertambah) manusia akan ingat dan ta’at kepada Allah SWT. Tapi, ketika derajat keimanan “yanqus” (berkurang) adakalanya manusia terjerambab dalam perbuatan dosa dan maksiat. Ketika dalam kondisi seperti itu, bersegeralah bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. “Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari kiamat). Maka ia (Abu Hurairah) menceritakan hadits dan diantaranya: Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi sampai mencucurkan air mata”. (HR. Bukhari-Muslim).

Seberat dan sebesar apapun dosa kita, Allah SWT akan mencurahkan kasih sayang-Nya dengan mengampuni hamba-hamba-Nya yang jatuh dalam kubangan dosa. “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai waktu yang ditentukan……..”  (QS Hud:3).

Saat ini, kita masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup, janganlah sia-siakan hidup ini, janganlah memandang remeh akan perbuatan dosa. Sebab dosa, adalah penyebab kita akan mendapatkan murka dan siksa Allah SWT. “Bagi orang mukmin melihat dosa-dosanya itu seolah-olah ia duduk di bawah gunung dimana ia merasa takut gunung itu akan menimpanya, sedangkan bagi orang fajir, melihat dosa-dosanya itu bagaikan lalat yang lewat di atas hidungnya”.(HR Bukhari 4:99).

Selagi nafas masih ada, selagi malaikat Izrail belum mencabut nyawa, hiasi hari-hari kita dengan senantiasa beribadah dan beristighfar kepada Allah SWT, atas segala perbuatan dosa kita. “Demi Allah! sesungguhnya aku (Muhammad) beristighfar (minta ampun) kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”  (HR  Bukhari).

Itulah diantaranya kewajiban, hak-hak, dan adab kita sebagai makhluk kepada Allah SWT. Semoga dalam keseharian kita selalu beribadah kepada-Nya tanpa disertai kemusyrikan, mensyukuri segala nikmat-Nya, dan senantiasa bertaubat dan beristighfar (memohon ampun) atas dosa-dosa kita. Amien.

Ini Alasan Qadhafi Mungkin Masih akan Bertahan (1)

Tidak seperti di Mesir atau Tunisia, meski banyak negara Barat berharap Qadhafi bisa runtuh, faktanya hingga kini ia masih kuat dan bertahan.

Dengan pendapatan perkapita 14.000 dollar per tahun, Qadhafi bisa menambah berbagai bonus pada rakyatnya yang bermimpi ingin revolusi. Sebagaimana ia dilakukan baru saja, pada hari Jum’at lalu, ia ‘menjinakkan’ hati rakyatnya dengan membagi-bagi uang. Di antaranya, Qadhafi menaikan gaji pegawai negeri dan pemberian subsidi pangan.

Dalam keputusan yang dilansir stasiun televisi nasional, setiap keluarga di Libya akan menerima tambahan uang sebesar 500 dinar (sekitar Rp3,5 juta). Sedangkan pegawai negeri akan mendapat kenaikan gaji hingga 150 persen.

Di saat yang sama, negara hijau itu juga membagi-bagikan tarif komunikasi yang murah meriah. Bahkan penyedia layanan komunikasi telepon selular, Libyana dan Madar membagikan pulsa gratis dengan jumlah yang relatif besar kepada seluruh pelanggannya. Pulsa siap pakai tersebut secara otomatis masuk ke ponsel masing-masing pelanggan.

Tidak hanya itu, penyedia layanan internet via Wimax, LTT ly, juga membagikan pulsa internet gratis untuk penggunaan selama sebulan ke depan. Dengan kebijakan seperti ini, kemungkinan revolusi sebagaimana diberitakan media, mungkin jauh dari mimpi.

Di bawah beberapa “rahasia” yang bisa jadi kemungkinan mengapa Qadhafi masih tetap kuat.

Pertama; Di Libya keseimbangan kekuasaan tidak berada di tangan militer konvensional. Namun, hal itu dipegang oleh jaringan rumit yang terdiri dari brigade-brigade paramiliter, “komite revolusi” yang terdiri dari pengikut setia dan dipercaya, para pemimpin kesukuan dan tentara bayaran yang didatangkan dari luar negeri.

Militer Libya sendiri hanya merupakan satu simbol, pasukan yang terdiri dari 40.000 tentara yang tidak dipersenjatai lengkap dan tidak terlatih dengan baik.

Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Qadhafi untuk menghapus resiko kudeta militer, yang membuatnya menjadi pemimpin Libya pada tahun 1969.

Jadi pembelotan sejumlah elemen militer ke kubu pengunjuk rasa di Benghazi tidak akan mengganggu pikiran Kolonel Qadhafi. Tidak hanya karena mereka tidak diperlukan olehnya, badan-badan keamanannya tidak ragu-ragu mempergunakan serangan udara ke barak-barak militer yang terletak di wilayah timur Libya.

Jadi, siapa yang mendukung rejim Qadhafi sehingga dia bisa bertahan, sementara dua pemimpin negara tetangga jatuh akibat aksi protes rakyat?
Keamanan dalam negeri

Seperti banyak negara di Timur Tengah, Libya memiliki aparat keamanan dalam negeri yang dipersenjatai lengkap. Barat menilai, ini adalah langkah Qadhafi melemahkan militer resmi Libya.

Samakan situasinya dengan Stasi di Jerman Timur atau Securitate di Romania sebelum tahun 1989, di mana tidak satu orangpun bisa mengkritik rejim yang berkuasa di depan umum karena khawatir dilaporkan ke polisi rahasia yang sangat ditakuti.

Beberapa putra Kolonel Qadhafi bekerja untuk keamanan dalam negeri tetapi sekarang tokoh utama dalam badan keamanan, baik domestik dan luar negeri, berada di tangan ipar Qadhafi Abdullah Senussi.

Dengan reputasi bak seorang preman, Abdullah Senussi diduga kuat sebagai tokoh dibalik aksi kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa seperti yang terjadi di Benghazi dan wilayah timur negara itu.

Selama dia terus mengatakan kepada Qadhafi untuk terus bersikap keras, kecil kemungkinan dia akan mundur.

Kedua, Menyangkut paramiliter. Libya memiliki sejumlah “brigade khusus” yang berada di bawah Komite Revolusi bentukan Qadhafi, bukan militer.

Salah satunya diduga dipimpin oleh salah satu putra Qadhafi, Hannibal, yang baru-baru ini terlibat perkara dengan polisi Swiss di Jenewa setelah dia dituduh menyiksa pegawai hotel di kota itu.

Paramiliter, yang terkadang dikenal sebagai “Milisi Rakyat”, sejauh ini masih setia pada Kolonel Qadhafi dan lingkaran dalamnnya yang dalam bahasa Arab terkenal dengan nama Ahl- al-Khaimah atau “Orang di dalam Tenda”.

Jika paramiliter membelot ke kubu lawan secara masal, kemungkinan Kolonel Qadhafi bertahan akan terganggu.

Ketiga, Soal tentara bayaran. Laporan-laporan media terus menerus melaporkan bahwa rejim Kolonel Qadhafi semakin sering mempergunakan tentara bayaran dari Afrika yang kebanyakan berasal dari negara-negara Sahel seperti Chad dan Niger, untuk melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa sipil yang tak bersenjata.

Kolonel Qadhafi sudah lama menjalin hubungan dekat dengan negara-negara Afrika setelah menolak Dunia Arab, dan diperkirakan terdepan 500.000 warga asing asal Afrika di negara itu dari enam juta populasi Libya.

Jumlah mereka yang menjadi tentara bayaran diperkirakan tidak banyak namun kesetiaan mereka pada rejim ini dilaporkan sangat tinggi dan dilaporkan beberapa hari ini ada penerbangan tambahan untuk membawa tentara bayaran lebih banyak lagi.

Siapa Sih Syafruddin Prawiranegara? Sosok ‘Presiden RI Kedua’

Puncak rangkaian acara “Satu Abad Sjafruddin Prawiranegara” berlangsung 28 Februari 2011, bertepatan dengan tanggal kelahirannya sekaligus diluncurkan biografi berjudul “Mr Sjafruddin Prawiranegara, Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia)”.

Berikut sekilas profil Syafruddin Prawiranegara yang diperoleh dari DPD RI di Jakarta pada Sabtu. DPD RI memfasilitasi rangkaian kegiatan dalam rangka satu abad tokoh nasional itu dan menempatkan anggota DPD Andi Mapetahang Fatwa atau AM Fatwa sebagai ketua panitia pelaksana.

Sjafruddin Prawiranegara lahir di Serang, 28 Februari 1911 dan wafat di Jakarta, 15 Februari 1989. Dia adalah pejuang kemerdekaan RI yang menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI merangkap Menteri Pertahanan serta Menteri Penerangan dan Urusan Luar Negeri ketika pemerintahan RI di Yogyakarta dikuasai Belanda setelah agresi militer yang kedua (19 Desember 1948).

Saat itu, Presiden Soekarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta diasingkan ke Pulau Bangka. Dalam tubuh Sjafruddin mengalir darah campuran Banten dan Minang. Buyutnya, Sutan Alam Intan, keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat, dibuang ke Banten karena terlibat Perang Paderi.

Sutan menikahi puteri bangsawan Banten, yang melahirkan kakek Syafruddin, yang kelak memiliki anak bernama R Arsyad Prawiraatmadja. Arsyad, ayah Syafruddin bekerja sebagai jaksa tetapi dekat dengan rakyat. Ia dibuang Belanda ke Jawa Timur.

Sjafruddin menempuh pendidikan ELS (Europeesche Lagere School) setara Sekolah Dasar (SD) tahun 1925, MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setara sekolah menengah pertama (SMP) di Madiun tahun 1928 dan AMS (Algemeene Middelbare School) setara sekolah menengah atas (SMA) di Bandung tahun 1931.

Ia lulusan Rechtshogeschool (Sekolah Tinggi Hukum, sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) di Jakarta (Batavia) dan bergelar Meester in de Rechten. Sjafruddin menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan dan Menteri Kemakmuran.

Ia juga menjadi Wakil Perdana Menteri tahun 1946, Menteri Keuangan yang pertama tahun 1946 dan Menteri Kemakmuran tahun 1947. Saat menjabat sebagai Menteri Kemakmuran terjadi agresi militer kedua Belada yang menyebabkan pembentukan PDRI di Sumatera.

Seusai menyerahkan kembali kekuasaan Pemerintah Darurat RI, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri tahun 1949, kemudian Menteri Keuangan tahun 1949-1950. Selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, bulan Maret 1950, ia memotong uang bernilai Rp5 lebih hingga separuh.

Kebijakan moneternya dikritik dan dikenal dengan julukan “Gunting Sjafruddin”. Sjafruddin menjadi Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama, tahun 1951. Sebelumnya, ia adalah Presiden Direktur Javasche Bank yang terakhir, kelak namanya menjadi Bank Sentral Indonesia.

Ia menulis buku “Sejarah Moneter” dibantu Oei Beng To, Direktur Utama Lembaga Keuangan Indonesia. Awal tahun 1958, PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) berdiri akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah karena ketimpangan sosial yang terjadi.

Ia diangkat sebagai Presiden PRRI yang berbasis di Sumatera Tengah. Dalam kabinet PRRI, Sjafruddin adalah Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan. Bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI.

Keputusan Presiden Nomor 449 Tahun 1961 menetapkan pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut pemberontakan, termasuk PRRI. Sjafruddin beristri Tengku Halimah Syehabuddin, seorang wanita kelahiran Aceh. Memasuki masa tuanya, ia menjadi seorang mubaligh. Dalam aktivitas keagamaannya, ia menjadi Ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI).

Dia adalah tokoh Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) yang pada Juni 1985, berkhotba Idul Fitri 1404 H di Masjid Al-A’raf, Tanjungpriok, Jakarta.

Fundamentalis Israel Serang Sejumlah Rumah Palestina

Pemukim fundamentalis Israel pada Jumat (25/2) fajar melakukan beberapa serangan terhadap beberapa rumah dan tanah yang dimiliki  warga di beberapa desa dekat Nablus, di bagian utara Tepi Barat.
Sumber-sumber lokal melaporkan, sebagaimana diberitakan International Middle East Media Center,  sejumlah pemukim bersenjata berasal dari Yitzhar, selatan Nablus, membakar sebuah buldoser milik penduduk bernama Eshtayya Ibrahim, dari desa Burin, Nablus selatan.

Para pemukim Israel juga menulis grafiti anti-Arab dan anti-Palestina di pintu masuk desa Jeet, selatan barat Nablus, dan juga menusuk sejumlah ban kendaraan.

Selanjutnya, sekelompok pemukim menumbangkan 25 pohon zaitun di daerah Al Sadara, utara desa Orif. Pohon-pohon zaitun itu milik Hasan Abdul Fattah Safady dan Mohammad Salama Safady.

Penyerangan belakangan ini merupakan tindakan yang sama secara berkali-kali terhadap warga dan tanah mereka di berbagai tempat di Tepi Barat, khususnya di Nablus dan Hebron.