UU Fakir Miskin Diharapkan Atasi Masalah Kemiskinan

Rancangan Undang-undang (RUU) Fakir Miskin yang akan menjadi undang-undang, diharapkan menjadi harapan bagi si miskin, termasuk  mengatasi permasalahan kemiskinan.

“UU ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah kemiskinan yang cenderung semakin meningkat dan kompleks, baik yang di pedesaan maupun perkotaan, yang tentu karakteristiknya berbeda,” kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Rusli Wahid, Rabu (9/3).

Rusli mengatakan, saat ini RUU Fakir Miskin digodok dan dalam proses penyusunan daftar inventaris masalah (DIM).

Urgensi dari pentingnya RUU Fakir Miskin, kata Rusli, karena saat ini belum ada aturan yang secara khusus mengatur tentang fakir miskin. Jika pun ada, maka baru sebatas Peraturan Pemerintah (PP) nomor 42 Tahun 1981 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir Miskin.

Selain itu, juga diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang hanya dibahas dalam satu bab.

“UU Fakir Miskin ini juga kita harapkan akan mendorong seluruh potensi dan sumber daya agar dapat dilaksanakan secara terpadu dalam mengentaskan persoalan-persoalan kemiskinan,” tambahnya.

Di samping itu, kehadiran UU Fakir Miskin juga untuk meningkatkan partisipasi kalangan pemerintah dan masyarakat pada umumnya, serta meningkatkan fungsi-fungsi koordinasi antara kementerian lembaga, baik pusat maupun daerah.

“Selain itu juga kita harapkan lahirnya UU ini ada peningkatan anggaran untuk pemberdayaan fakir miskin,” kata Rusli.

Saat ini penanganan masalah kemiskinan bukan hanya dilakukan oleh Kemensos, tetapi anggarannya juga tersebar di 19 kementerian.*

Barang Bekas Dimanfaatkan Jadi Pakaian

Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu Kartini Semarang menggelar peragaan busana karya mahasiswa, Rabu, dengan memanfaatkan bahan dari barang-barang bekas. Puluhan model terlihat bergantian menampilkan busana rancangan yang terbuat dari berbagai barang bekas, seperti gelas wadah air mineral, sedotan minuman, dan kantong plastik kresek.

Barang-barang yang biasanya kerap dibuang usai dipakai itu diolah menjadi busana unik dengan berbagai bentuk, maupun aksesori untuk memperindah tampilan busana hasil rancangan mahasiswa.
Menurut Ketua Panitia “Gelar Karya Busana AKS Ibu Kartini Semarang”, Safitri Suryaning, kegiatan itu terbagi dalam berbagai kategori sesuai jurusan yang diambil setiap mahasiswa.

“Kalau untuk Jurusan Busana mengambil peran dengan merancang berbagai mode pakaian yang dibagi dalam dua kriteria lagi, yakni ‘draping’ (tanpa jahitan) dan cipta busana,” katanya.

Kalau untuk “draping”, kata dia, busana yang dirancang berasal dari satu kain utuh yang dirangkai dalam berbagai model, namun tidak boleh ada satu pun jahitan untuk merangkainya. “Untuk kategori ini, mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkan barang-barang bekas dalam rancangannya namun tetap bisa terlihat bagus, tak kalah dengan bahan-bahan lainnya,” katanya.

Berbagai barang bekas, kata dia, seperti plastik, bungkus deterjen sebenarnya bermanfaat jika dikreasi secara baik, seperti untuk aksesori pakaian, maupun barang lain, seperti dompet dan tas. Kategori kedua, kata dia, Jurusan Rias yang menciptakan berbagai inovasi riasan wajah sehingga menunjang busana yang sudah dirancang, bahkan bisa diinovasi dengan “body painting”. Untuk kategori terakhir, kata dia, yakni Jurusan Boga yang menciptakan berbagai inovasi makanan, namun kali ini pihaknya menyasar jenis-jenis makanan tradisional Indonesia. “Banyak bahan makanan selama ini kurang diminati sebagai sumber olahan, misalnya jagung dan ketela. Di tangan mahasiswa, bahan makanan itu diolah jadi berbagai santapan lezat,” kata Safitri.

Direktur AKS Ibu Kartini Semarang, Dyah Listyarini Rudy menjelaskan kegiatan bersifat tahunan tersebut wajib diikuti mahasiswa sebagai ajang kreatvitas, sekalgus ujian praktik semester.
“Kalau untuk pemilihan barang-barang bekas, kami melihat selama ini barang bekas, seperti gelas air mineral, kantong plastik sering dibuang begitu saja. Padahal, sebenarnya sangat bermanfaat,” kata Dyah.

Pemprov Sumbar Diminta Terbitkan Perda Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta agar membuat peraturan daerah atau perda pelarangan aktivitas Jamaat Ahmadiyah di Sumatera Barat sebagai antisipasi agar tidak terjadi kemarahan masyarakat diluar Jamaat Ahmadiyah.

Ketua Pengurus Persatuan Tarbiayah Islamiyah Sumatera Barat Boy lestari Datuak Palindih mengatakan, Peraturan daerah itu sebagai bentuk penegasan terhadap peraturan tiga menteri dan selanjutnya bupati dan walikota yang ada di Sumatera Barat melakukan hal yang sama di daerah masing-masing.

“Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat atau Bakorpakem dilibatkan untuk membuat peraturan tersebut, karena meraka yang melakukan pengawasan dilapangan,” kata Boy Lestari Datuak Palindih kepada Padangmedia. Com, Rabu, (09/03).

Boy Lestari Datuak Palindih khawatir, apabila Jamaat Ahmadiyah tetap melakukan aktivitas dakwah akan dapat memancing kemaraham masyarakat.

Kepada Jamaat Ahmadiyah diminta agar jangan melakukan kegiatan sebagaimana diatur dalam surat keputusan tiga menteri. Kepada masyarakat diluar Jamaat Ahmadiyah juga diminta agar tidak melakukan tindakan anarkis dan kekerasan terhadap Jamaat Ahmadiyah. Persoalan itu lebih baik diserahkan kepada aparat berwenang untuk melakukan tindakan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terhadap keberadaan Jamaat Ahmadiyah. Apa yang terbaik menurut pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengikutinya. Kalau pemerintah pusat melarang aktivitasnya, pemerintah provinsi Sumatera Barat akan mengikutinya.

Keberadaan Jamaat Ahmadiyah di Sumatera Barat sudah berlangsung lama dan hingga kini menurut Muslim Kasim tidak masalah. Selama tidak masalah dan aman-aman, akan menjadi masalah apabila masyarakat terpancing untuk membuat keributan.

Zionis-Israel Hadapi Jalan Buntu

Uri Avnery, penulis dan aktivis asal “Israel” yang menentang Zionisme, menuturkan bahwa negara mereka sedang berada di jalan buntu atau cul-de-sac. Opini ini ia kemukakan dalam situs Gush Shalom, sebuah situs kampanye anti-Zionisme bagi publik “Israel”.

Avnery menganggap Zionis saat ini sedang menuju “posisi yang salah dalam sejarah”. Terminologi “posisi salah dalam sejarah” ini diambil Avnery dari pidato Barack Obama di Kairo pada awal kepemimpinannya. Obama mengingatkan agar negara-negara waspada untuk tidak menempatkan diri mereka pada posisi yang salah dalam sejarah.

Dari apa yang terjadi akhir-akhir ini di negara Arab, tampaknya bangsa Arab mengaminkan pesan Obama ini lebih dalam dari apa yang mungkin Obama kira. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka melompat dari sisi yang salah dalam sejarah menuju ke sisi yang benar. Negara-negara Arab seolah terbangun dari tidur panjang mereka selama berabad-abad. Bangsa Arab mencoba membenarkan posisi mereka agar benar dalam konteks sejarah.

Sementara “Israel”, lanjut Avnery, justru bergerak ke arah sebaliknya. Keputusan Zionis di bawah perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membawa Zionis ke jalan buntu atau cul-de-sac. Dengan memperluas area jajahan, mencegah pembentukan negara Palestina yang sesungguhnya, dan terus membakar konflik tiada akhir hanya akan membawa “Israel” ke isolasi dunia internasional. Padahal semakin jauh Zionis memasuki jalan buntu ini, semakin sulit pula untuk keluar darinya.

Ketinggalan Zaman

Uri Avnery menganalisis bahwa kondisi Zionis yang terus menghinakan orang lain adalah pola pikir yang ketinggalan zaman. Zionis seolah lupa bahwa sekarang sudah abad ke-21, bukan lagi abad ke-19. Pada abad ke-21, dunia telah menyadari bahwa permasalahan-permasalahan yang ada tidak dapat diatasi suatu negara sendiri.

Pemanasan global, misalnya. Dibutuhkan kerja sama internasional untuk dapat mengatasi persoalan pemanasan global. Selain itu, krisis ekonomi yang belum lama terjadi menunjukkan bahwa keruntuhan ekonomi suatu negara dapat menyebar bagaikan kebakaran hingga ke seluruh dunia. Pun setelah Internet menjadi sarana membangun komunitas-komunitas dunia, berbagai ide dan gagasan dapat dengan mudah dibentuk secara global.

Institusi internasional seperti pengadilan internasional kini semakin bertaring. Hukum internasional yang dahulu tampak sebagai ide abstrak, saat ini menjelma menjadi hukum dunia sungguhan. Konsep-konsep seperti demokrasi, kebebasan, keadilan, dan hak asasi manusia tidak lagi sebatas nilai-nilai moral. Masa sekarang, konsep-konsep tersebut telah menjadi kebutuhan dasar bagi dunia.

Inilah “sisi benar dalam sejarah” yang dianggap benar oleh dunia luas. Avnery menyampaikan keprihatinannya bahwa tampaknya Zionis adalah satu-satunya yang menutup mata akan kenyataan ini.

Rencana Palsu Netanyahu

Belum ada keinginan Zionis untuk keluar dari jalan buntu yang sedang mereka telusuri. Mereka terus membangun tipu daya demi tipu daya. Padahal satu-satunya yang tertipu hanyalah mereka sendiri.

Salah satu tipu daya Zionis yang dikemukakan Netanyahu dalam forum Komite Hubungan Publik Amerika Israel di Washington DC adalah “rencana damai Palestina-Israel”.

“Rencana yang bagus”, kata Avnery. “Hanya saja”, ia melanjutkan, “Rencana tersebut memiliki satu kekurangan: tidak ada satu pun dalam rencana itu yang berkaitan dengan kedamaian.”

Dalam rencana tersebut dikatakan bahwa akan dibentuk negara Palestina dengan “batas-batas sementara” yang jelas dimaksudkan untuk selamanya. Negosiasi ini juga baru akan dimulai setelah rakyat Palestina sudi mengakui “Israel” sebagai negara orang-orang Yahudi. Artinya? Negosiasi semacam ini tidak mungkin akan terlaksana.

Karena apabila rakyat Palestina menyetujui rencana damai palsu ala Netanyahu semacam ini, memakai istilah Avnery, “mereka mungkin perlu memeriksakan kepala mereka”. Tetapi rencana palsu ini hanya dimaksudkan Netanyahu sebagai bagian dari upaya pemasaran, agar kampanye internasional yang menentang Zionis dapat berhenti. Bagaimana pun, Netanyahu dulunya adalah agen pemasaran furnitur.

Ganjaran Kejahatan Zionis Sudah Menunggu

Kebangkitan negara-negara Arab, meski belum dapat diprediksi kemungkinan selanjutnya –apakah berujung pada lahirnya diktator-diktator baru atau tidak-, dalam jangka panjang dan menengah akan memengaruhi timbangan kekuatan antara Zionis dan negara-negara Arab. Baik ditinjau dari segi psikologi, politik, ekonomi, maupun militer.

Dalam waktu yang sama, timbangan kekuatan dunia juga terus berubah. Sebagaimana sejarah terus berganti seiring waktu. Kekuatan baru menggantikan kekuatan-kekuatan lama yang perlahan menghilang.

Mungkin perubahan-perubahan ini tidak akan terjadi secara dramatis dalam satu waktu. Akan tetapi sejarah terus berganti dari waktu ke waktu. Pun selama ini sejarah selalu membuktikan; siapa pun yang menempatkan dirinya sebagai pihak atau posisi yang salah, akan mendapat ganjarannya. Maka apabila Zionis tidak segera beralih ke arah yang benar, kehancuran telah menanti mereka di ujung jalan buntu yang mereka kini pilih.

Qadhafi Sebut Barat Rampas Minyak Libya

Muammar Qadhafi menuding Barat cuma ingin merampas minyak Libya. Dia memperingatkan zona larangan terbang sebagai bumerang semasa pasukannya menggempur kawasan penentang. Semua itu berbuntut terbakarnya instalasi minyak.

Rabu (9/3) waktu Tripoli, bos perusahaan minyak negara Libya itu berkeras kerusakan yang dialami prasarana tak seberapa. Tapi hasil pengeboran minyak turun lebih dua-pertiga. Sementara harga di pasar utama London melonjak 2,56 dolar per barel menjadi 115,62 dollar AS.

“Negara penjajah melahirkan rencana untuk menistakan rakyat Libya, membuat mereka jadi budak dan menguasai minyak,” elak Qadhafi.

Ia kembali menuduh Al-Qaidah di belakang pemberontakan 15 Februari. Juga menyerbu Benghazi, pangkalan utama penentang demi membebaskan kota terbesar kedua di Libya.

Pemerintah menawarkan hadiah 410 ribu dollar untuk yang bisa menghasilkan penangkapan Mustafa Abdel Jalil, pemimpin dewan nasional pemberontak. Dia memproklamasikan diri wakil tunggal di negara Afrika Utara, Sabtu lalu.

Ledakan kuat mengguncang Ras Lanuf, kota kecil yang dikuasai penentang. Aksi memukul mundur demonstran. Seorang insinyur mengatakan satu pipa saluran telah diledakkan.

Satu instalasi minyak juga terbakar di dekat As-Sidra, 10 kilometer lebih ke barat meskipun bos National Oil Corp Shukri Ghanem meremehkan pentingnya peristiwa tersebut.

“Untungnya, ledakan hari ini terjadi di instalasi kecil penyimpanan pasokan di As-Sidra … Itu tak mempengaruhi produksi,” kata Ghanem.

Ditambahkannya, “Itu penyimpanan disel, bukan minyak mentah”.
Pertempuran di Libya menewaskan sedikitnya 400 orang. Sebanyak 2.000 orang lagi terluka sejak 17 Februari.