Bagi Pemudik, Waspadai 102 Titik Rawan Longsor!

102 titik di ruas jalan nasional dan provinsi di Sumatera Barat rawan longsor sehingga diharapkan kepada para pemudik untuk berhati-hati.

“Para pemudik diminta agar tidak memaksakan diri melewati ruas jalan rawan longsor di jalan nasional dan provinsi diwilayah Sumatera Barat saat hujan turun, karena berpotensi terjadi longsor,” kata Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, Suprapto, kepada padangmedia.com, Jum’at (26/08).

Dikatakannya, para pemudik perlu berhati-hati selama dalam perjalanan untuk menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau terjebak akibat longsor dan jalan putus.

Khusus jalan alternatif Padang – Bukittinggi, yaitu Sicincin – Malalak, terdapat tiga titik berpotensi longsor sepanjang 1,1 kilometer. Hal itu disebabkan karena kondisi jalannya yang masih labil.

Data di Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, titik rawan longsor di ruas jalan nasional dan provinsi di wilayah Sumatera Barat terdapat 102 lokasi yang tersebar pada18 kabupaten dan kota di Sumbar.

Di antaranya, jalan Padang – Solok panorama kilometer 28, Sungai Beremas kilometer 9 sampai 12, jalan Padang – Bukittinggi Lembah Anai, Bungus Teluk Kabung kilometer 14 dan banyak lainnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor dan jalan putus, Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat menempatkan 48 unit alat berat di lokasi rawan longsor. Dari 48 unit alat berat tersebut, yang paling banyak ditempatkan di Kabupaten Agam, yaitu 16 unit.

Lebih lanjut Suprapto mengatakan, yang perlu diwaspadai para pemudik adalah cuaca yang sewaktu-waktu bisa berubah, terutama di daerah rawan longsor. Secara umum, kondisi keamanan di wilayah Sumatera Barat saat mudik terjaga dengan baik.

Mukjizat Tidur

Dalam studi baru-baru ini—yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience—para ilmuwan menemukan bahwa tidur pada malam hari tidak cukup untuk manusia, tetapi harus ada tidur siang hari untuk waktu singkat, satu setengah jam, misalnya.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel dan memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh karena itu, para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian rehat kepada otak ini akan memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya mereka lebih baik, dan kemampuan mengingat sesuatunya akan lebih cepat.

Para ilmuwan mengatakan, fenomena tidur adalah sebuah sebuah mukjizat yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam karena ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya Alquran tentang pentingnya tidur di malam dan siang hari, dan menegaskan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah dan mukjizat yang harus kita renungkan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS Ar-Ruum: 23)

Pertama Kalinya dalam Sejarah Partai Syiah Berdiri di Mesir

Di Mesir, untuk pertama kalinya partai politik Syiah berdiri dengan membawa bersama wakil-wakil dari warga Syiah yang ada di negara tersebut, surat kabar Al-Syuruk melaporkan Rabu kemarin (24/8). Partai Syiah ini diberi nama “Partai Persatuan dan kebebasan.”

Pendiri Partai, Ahmad Rasimal-Nafis, mengatakan bahwa partainya akan mempromosikan nilai-nilai tradisional Mesir, misalnya, mengkampanyekan hidup berdampingan secara damai meski memiliki keyakinan yang berbeda. Menurut dia, platform partai harus mencerminkan pluralisme yang mencirikan masyarakat yang ada di Mesir.

Perlu dicatat bahwa agama Syiah pada abad pertengahan lalu adalah agama yang sempat menguasai Mesir , ketika negara itu diperintah oleh para khalifah dari dinasti Fatimiyah, yang berakar ke sekte Syiah Ismailiyah. Setelah jatuhnya rezim Fatimiyah, agama Syiah telah kehilangan posisi posisi terkemukanya di Mesir. Data yang tepat mengenai jumlah masyarakat Syiah Mesir tidak diketahui, tetapi menurut beberapa sumber, hanya ada beberapa ratus ribu orang – kurang dari 1% dari total populasi.

Pendiri partai Al-Nafis (57 tahun) lahir dari sebuah sebuah keluarga Sunni, namun pada tahun 1985 ia memutuskan untuk murtad dan masuk ke agama Syiah. Pada tahun 2004, dia meminta pihak berwenang untuk memberikan status resmi dari minoritas agama Syiah di Mesir, tapi mendapat penolakan. Dalam sebuah wawancara tahun lalu al-Nafis mengatakan bahwa Syiah selalu teraniaya, dan setelah perang di Libanon pada tahun 2006, pemerintah Mesir mulai lebih dekat memantau komunitas Syiah

Sunnah dan Sains: Tulang Sulbi

Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu.

Dan pencampuran dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan, percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan setelah itu.

Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“ dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.

Jika terdapat penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel janin. Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses pembentukan janin menjadi gagal.

Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:
1) Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan makanan dan prangkatnya. 2) Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran darah, selaput jantung dan selaput paru-paru. 3) Lapisan dalam mencakup seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.

Setelah minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga “Ajbu Al-Janin”. Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam sabdanya: “Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan.” (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Penjelasan di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi tersebut “sebab itu manusia diciptakan”. Dan yang tersisa dari pita yang membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW “dan sebab itu pula manusia dibangkitkan”.

Gempa Besar Terjadi di AS, WNI Aman

Washington DC, New York dan beberapa kota di wilayah timur laut Amerika Serikat pada Selasa siang diguncang gempa bumi relatif kuat yang berpusat di Virginia, yaitu negara bagian yang berbatasan dengan Washington DC, namun WNI disana aman.

Menurut berbagai laporan yang dihimpun dari New York, gempa berkekuatan 5,8 skala Richter itu sempat mengguncang bangunan-bangunan – terutama gedung-gedung tinggi- dan membuat panik sebagian masyarakat.

Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan berarti. Demikian pula perwakilan-perwakilan Indonesia di Washington DC dan New York tidak menerima laporan adanya warga Indonesia menjadi korban.

“Tadi kita berusaha menghubungi para warga kita yang berada di Virginia. Sebagian besar sulit dihubungi karena sinyal telepon terganggu akibat gempa. Namun mereka yang berhasil kita hubungi, mengatakan mereka baik-baik saja walaupun sangat kaget,” kata juru bicara KBRI Washington DC Heru Subolo.

Warga Indonesia yang berada di Virginia berjumlah sekitar 1.500 orang. Secara keseluruhan, warga Indonesia yang tinggal di Virginia, Washington DC dan Maryland –negara bagian yang juga berbatasan dengan Washington DC– berjumlah sekitar 4.000 orang.

Gempa terjadi sekitar pukul 13.50 waktu setempat, membuat orang-orang yang berada di luar gedung berhamburan ke jalan. Pihak berwenang di gedung-gedung pemerintahan AS segera melakukan evakuasi terhadap para stafnya ke luar gedung. Pemandangan yang sama juga terjadi di kompleks KBRI Washington.

“Saya merasakan getaran cukup keras saat sedang bekerja di lantai 3, kerai jendela di belakang saya bergerak ke sana ke mari. Teman-teman yang berada di dalam juga merasakan gempa kuat, dan langsung ke luar untuk menghindari kemungkinan gempa susulan,” kata Heru.

Di luar gedung KBRI – yang terletak di Jalan Massachusetts Ave NW – pada saat yang sama terlihat kerumunan orang yang baru saja dievakuasi dari bangunan-bangunan yang terletak di dekat gedung KBRI DC termasuk, termasuk Hotel Hilton dan Hotel Fairfax, ujar Heru.

Ramadhan Saat Tepat Bersedekah

Muallaf asal Inggris pendiri majalah Islam wanita Emel Sarah Joseph menyebutkan bahwa Ramadhan adalah saatnya yang tepat untuk bersedekah karena selain mendapat pahala yang berlimpah juga membersihkan harta dan dosa .

Sarah Joseph menegaskan hal itu pada acara acara penggalang dana yang dilakukan yayasan sosial “Chariot for Children” yang digagas Nizma Agustjik untuk membantu anak anak korban konflik di Aceh dan Ambon yang digelar di ruang pertemuan KBRI London, akhir pekan lalu.

Nizma Agustjik kepada Antara London, Senin menyebutkan bahwa dalam acara yang bertajuk “An Iftar for the orphans” , buka puasa bersama, tidak kurang hadir sekitar 150 undangan yang bekerja di berbagai kantor di London seperti akuntan, manajer keuangan, busnisman, pengacara dan dokter.

Sarah Joseph, yang mendapat gelar OBE pada 2004 untuk perannya dalam dialog Antar Agama dan mengkampanyekan Hak-hak Wanita di Inggris menyampaikan dengan bersedekah bagi anak yang kurang beruntung selain si anak akan mendapatkan pendidikan dan pahalanya akan terus mengalir berkesinambungan.

Sarah Joseph yang merupakan juga seorang orator atau publik speaker handal itu menyampaikan keprihatinannya akan kondisi terakhir didunia baik oleh musibah, kelaparan dan perang yang melahirkan anak-anak yatim.

“Apakah kita akan diam saja,” tanyanya dan menambahkan bahwa kenapa kita tidak berbuat sesuatu, bergerak cepat untuk membantu sebisanya.

Sarah menyampaikan betapa pentingnya peran anak yatim. Sarah mengutip hadits Nabi mengatakan,” Mereka yang mengurus anak yatim baik saudaranya langsung atau bukan ia akan bersama aku di surga” sambil meng-isyaratkan dua jarinya menunjukan begitu dekatnya surga hanya karena membantu anak yatim.

Sarah meyakinkan bahwa dengan bersedekah harta tidak akan habis, bahkan bertambah dan berkembang hingga menjadi 700 kali.

Sarah masuk dalam barisan 500 Tokoh Muslim yang sangat berpengaruh yang diakui George Town University Washington USA.

Sementara itu Nizma Agustjik mengatakan acara buka bersama diselenggarkan dalam rangka perkenalan dan silatuhrahim dan menggalang dana bagi anak anak yatim dan dhuafa di Indonesia yang diselenggarkan Chariots For Children, sebuah yayasan dibidang sosial yang banyak membantu anak anak korban konflik dan musibah.

Dalam acara buka puasa yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Hafid Adam asal Maroko, diikuti dengan presentasi yang disampaikan Nizma yang merupakan pendiri Chariot For Children (CFC).

Nizma Agustjik menyampaikan sejarah dan latar belakang tentang yayasan sosial yang diresmikan oleh “Charity Commision” pada 2008, sebuah badan pemerintah yang khusus mengurus yayasan sosial dan bantuan kemanusiaan di Kerajaan Inggris.

Menurut Nizma, CFC relatif muda masih membutuhkan dukungan keuangan untuk meneruskan proyeknya Yayasan Rumah Anak bernama “Gampong Aneuk Sholeh” atau “Darrussolichin” atau `”The Children Friendly Village” yang dibangun pasca tsunami pada tahun 2007.

Kompleks diatas tanah seluas 8000 M2 di Lhoong Aceh, saat ini memiliki anak asuh 40.

Nizma menjelaskan paska Tsunami begitu banyak Panti yang muncul tercatat sekitar 600-an, untuk itu CFC mengubah panti yang dibangun menjadi “Pesantren Modern” atau Islamic Boarding School di mana dua kurikulum digabung yakni kurikulum nasional dan pesantren.

Tujuannya untuk membentuk jiwa agar anak-anak percaya diri, disiplin dan cerdas serta bermanfaat bagi komunitas diman ia berada. Selain bahasa Indonesia juga diajarkan dua bahasa asing yang dipraktekkan sebagai bahasa harian yaitu bahas Arab dan Inggris.

Nizma mengundang partisipasi hadirin untuk memberikan donasi berupa pendidikan bagi anak-anak yang rata-rata korban Tsunami dan konflik di Aceh dan Ambon.

“Pendidikan adalah hadiah yang terbaik yang bisa kami berikan,” tambahnya.

Diakhir presentasinya Nizma juga mengundang hadirin untuk bertamasya ke Indonesia sambil bekerja sebagai relawan untuk melihat kehidupan anak-anak sambil mengajar bahasa Inggris atau hal lain yang bermanfaat untuk anak-anak dan para guru.

Acara penggalangan dana dilakukan oleh Ahmad yang mengimbau hadirin untuk dapat membantu menyelesaikan gedung atau ruang makan dan dapur yang membutuhkan dana sekitar £10.000 atau penggalian sumur air minum.

Selain itu CFC juga berharap undangan dapat membantu sponsorship dan santunan bulanan sebesar £25 per bulan per anak.

Acara buka puasa juga dihadiri masyarakat Indonesia di London, merasa haru dan bahkan menitikan air mata bagaimana pedulinya masyarakat Inggris terhadap anak-anak yatim Indonesia dan tidak segan-segan untuk memberikan sadaqah dan zakatnya bagi anak-anak rentan yang ingin mendapatkan pendidikan bagi masa depan mereka.

Acara diakhiri dengan pertunjukan Pencak Silat yang diperagakan anak muda sangat menarik hadirin dan diikuti dengan buka puasa dengan menu makanan khas Indonesia berupa sate ayam, rendang, mie goreng, telor balado dan dilengkapi dengan salad segar, puding dan diakhiri dengan Shalat berjamaah.

Para undangan yang membayar 15 pound menikmati acara Ifthar dan merasa terkesan karena bagi mereka merupakan sesuatu yang baru diundang ke gedung kedutaan dengan makanan Indonesia yang lezat serta sambutan yang ramah dari tuan rumah dan para panitia.

Mereka datang dari berbagai latar belakang dan bangsa seperti Inggris, India, Pakistan, Bangladesh dan Maroko, Mesir, Turki.

Sunnah dan Sains: Khasiat Buah Kurma

“Jika Nabi Muhammad Saw mengatakan ini, maka sangat layak untuk kita ikuti.” (Oreintalis Bernand Shou)

Dari sekumpulan sabda-sabda Rasulullah SAW yang terdapat kandungan ilmu pengetahuan, adalah sabdanya:

“Rumah yang tidak terdapat kurma melaparkan penghuninya.” (HR Ibnu Majah)

“Sesungguhnya pada kurma Aliyah terdapat penawar penyakit.”
(HR Muslim dan Ahmad) Kalimat-kalimat yang sangat singkat namun mengandung makna yang sangat mendalam dari sisi ilmu pengetahuan. Dan riset telah membuktian keistimewaan hadits Nabi ini.Bahwa kurma mengandung unsur-unsur gula yang sangat tinggi hingga mencapai 70 persen, juga mengandung 3 persen protein dan 1 persen lemak. Kurma juga mengandung unsur potasium dan magnesium hingga buah ini sangat ampuh untuk pertahanan tubuh dari penyakit kanker.

Maksud dari kurma mengandung 70 persen gula, bahwasannya prosentase aliran panas akibat memakan kurma sangat besar. Sehingga energi yang dihasilkan oleh kurma pun sangat besar.

Energi yang terkandung dalam sel-sel tubuh manusia akan memberikan daya dan rasa hangat yang lebih, sebagaimana energi tersebut akan membuat kenyang pemakannya karena kurma memberikan aliran panas yang cukup.

Oleh sebab itulah Rasulullah SAW senantiasa memulai berbuka puasa dengan kurma.  Lalu kita bertanya, “Apakah Nabi Muhammad SAW seorang dokter atau seorang peneliti dalam ilmu kimia hingga beliau bersabda seperti ini?”

Juga beliau tidak pernah meminta fatwa kepada seorang pun tentang masalah ini, atau apakah anda melihat bahwa Nabi Muhammad tidak mengetahui sesuatu yang akan terjadi terhadap dakwahnya, kalau seandainya laboratorium ilmu pengetahuan menegaskan adanya kesalahan pada sabdanya.

Ketahuilah, bahwa pada hakekatnya yang berkata demikian bukanlah Muhammad SAW, akan tetapi Allah SWT, sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.

Jangan Sia-siakan 10 Hari Terakhir Ramadhan

NYARIS selalu berulang setiap tahun, tentang berbagai ‘kesibukan’ kaum Muslimin menjelang lebaran. Mari kita baca sebagian. Lihatlah berita di www.surya.co.id 18/7/2011: “Tiket Kereta Api H-3 Lebaran Habis”. Artinya, ketika berita itu keluar, lebaran 2011 masih lama dan bahkan Ramadhan 2011 belum kita masuki karena baru akan dimulai 1/8/2011.

Sementara, www.metrotvnews.com 19/7/2011 menurunkan judul “Tiket Lebaran Sudah Habis” dan dengan lead “Belum lagi puasa kita jalankan, orang-orang sudah bersiap untuk pulang berlebaran. Begitu dibuka loket pemesanan tiket kereta api untuk mudik nanti, tiket yang tersedia hingga tiga hari menjelang lebaran langsung habis dipesan para pemudik”.

Silakan bandingkan dengan berita di tahun sebelumnya. KOMPAS 13/8/2010 memberitakan: Lebaran masih sebulan lagi, tetapi pemesanan tiket kereta api jurusan Surabaya-Banyuwangi dan Surabaya-Yogyakarta telah mencapai 75 persen dari total kursi yang disediakan. Sementara pesanan tiket KA jurusan Malang-Jakarta, Surabaya-Jakarta, dan Surabaya-Bandung baru sekitar 20-30 persen.

Berita-berita di atas mengonfirmasikan bahwa aktivitas mudik untuk berhari-raya di kampung halaman masih dilakukan banyak orang karena dinilai sebagai tradisi yang baik.

Mudik? Adakah yang perlu kita kritisi? Boleh jadi, ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan introspeksi kita bersama. Antara lain, pertama, sebagian dari pemudik itu membatalkan puasanya dengan dalih sedang menjadi musafir. Maka, sebagian dari mereka-pun merasa seperti tak bersalah saat secara demonstratif makan-minum di tempat-tempat terbuka. Padahal, pemandangan seperti ini, bisa menjadi iklan yang tak bagus tentang (umat) Islam.

Kedua, karena begitu banyak orang yang mudik di waktu (hampir) bersamaan, terjadilah situasi yang bisa tak menyenangkan. Misal, bertumpuknya banyak kendaraan di jalan kerap menimbulkan kemacetan yang parah. Lalu, tak sedikit yang tak bisa menahan diri: saling serobot dengan berbagai efek sampingnya, seperti berkata-kata kasar, dan lain-lain. Tentu saja, hal-hal seperti ini sama sekali bukan iklan yang menarik tentang (umat) Islam.

Kebiasaan lain adalah menyiapkan hal-hal yang dianggap bertalian langsung dengan Idul Fitri. Misal, menyiapkan baju baru, perabot rumah baru, kue-kue, atau pernik-pernik lain yang serupa dengan itu. Maka, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan, pasar-pasar (yang tradisional ataupun yang modern) penuh sesak. Sementara, masjid semakin jauh berkurang pemakmurnya.

Sangat Berharga

Aisyah RA berkata: “Nabi SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir (Ramadhan), maka beliau mengencangkan kainnya (tidak menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari).

Adapun yang istimewa di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadr. Pada malam tersebut, Allah menurunkan untuk kali pertama Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW. Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap, selama kurang lebih 23 tahun,  yaitu 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.

Peristiwa turun kali pertama Al-Qur’an itu diabadikan Allah dalam firman-Nya:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadr [97]: 1).

Apa keutamaan Lailatul Qadr?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr [97]: 3). Maksudnya, beribadah di malam itu dengan segenap ketaatan (seperti shalat, membaca al-Qur’an, dzikir, dan doa) bernilai lebih baik jika dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan. Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepadamu. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai keutamaannya lebih baik daripada seribu bulan. Barang-siapa yang mengabaikannya, maka ia terabaikan dari segala kebaikan. Tidak ada yang mengabaikannya kecuali orang yang diabaikan.” (HR Ibnu Majah).

Pada Lailatul Qadr para malaikat turun ke bumi membawa kebaikan, keberkahan, dan rahmat. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (QS Al-Qadr [97]: 4).

Lailatul Qadr adalah malam kesejahteraan dan keselamatan. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS Al-Qadr [97]: 5). Pada malam itu, hamba Allah yang shalih dan menjumpai Lailatul Qadr, akan diampuni dosa-dosanya lantaran ketaatannya kepada Allah. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang-siapa beribadah pada malam Lailatul Qadr karena keimanan dan mengharapkan  pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagaimana mendapatkannya? Berdasarkan HR Bukhari dan Muslim, carilah Lailatul Qadr itu pada salah satu dari malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Apa tanda-tanda kehadiran Lailatul Qadr? Antara lain, bahwa berdasar HR Muslim malam itu cerah, tidak terasa dingin dan juga tidak terasa panas. Matahari di pagi harinya terlihat merah dan redup atau tidak terlalu terang seperti biasanya.

Jangan Abaikan!

Adakah resep untuk mendapatkan Lailatul Qadr? Adakah kiat menjumpai malam yang lebih baik dari seribu bulan itu? Untuk mendapatkannya, memang tak ada pilihan lain kecuali kita harus terus-menerus beramal-shalih secara istiqomah di sepanjang hari, di sepanjang malam, di sepanjang bulan Ramadhan dan terutama di sepuluh malam yang terakhir.

Oleh karena itu, adanya sunnah untuk beri’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, di antara manfaat yang bisa kita peroleh adalah lebih memberi peluang untuk menjumpai Lailatul Qadr.

Jadi, jangan abaikan Lailatul Qadr, misalnya, karena kita terbuai oleh aktivitas mudik yang melelahkan!

Pernyataan Andi Arif Tentang Gempa Besar Di Padang Sungguh Tidak Arif

Untuk kesekian kalinya Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief membuat pernyataan yang meresahkan masyarakat. Bahwa Pesisir Sumatera Barat Barat berpotensi gempa 8,9 SR dan tsunami. Seperti diberitakan detik.com Sabtu (20/8), Andi Arief kembali ingatkan Padang bakal diguncang gempa 8,9 SR.

Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) sangat menyayangkan informasi yang tidak disertai dengan solusi jika bencana tersebut benar-benar terjadi. “Manusia memang bisa memprediksi ancaman bencana tapi segala sesuatu yang pasti hanya ada pada kuasa Allah. Seorang staf ahli presiden seharusnya lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat dan menjalankan fungsi advokasi kepada pemerintah. Tapi ia bahkan mengambil alih tugas para ahli/pakar tsunami. Sementara latar belakang keilmuwannya bukan di bidang kegempaan ataupun tsunami. Beliau juga tak pernah tahu bagaimana dampak pernyataannya tersebut terhadap masyarakat,” ungkap Patra Patra Rina Dewi, Direktur Eksekutif KOGAMI di Padang, Mingggu (21/8).

Menurut Patra seorang Andi Arief tidak pernah berpikir betapa gelisahnya masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di pinggir pantai memikirkan nasib keluarganya dari menit ke menit? Lalu, dari sebagian yang gelisah tadi mengimpikan bisa memiliki kehidupan jauh dari pantai. Tapi sayang, perekonomian keluarga didapat dari hasil melaut.

“ Mereka menyadari bahwa setelah gempa besar terjadi, mereka harus segera evakuasi dalam hitungan menit. Sementara jalan, jembatan ataupun infrastruktur pendukung evakuasi lainnya tidak tersedia. Apa artinya peringatan tentang gempa 8.9 SR yang akan melanda jika akhirnya membuat masyarakat menjadi frustasi. Justru hal ini bisa melemahkan kapasitas yang seharusnya bisa dibangun,” jelas Patra.

Seharusnya seorang staf khusus Presiden, sebut Patra lebih memfokuskan perhatian pada kebijakan pemerintah yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, seperti pembuatan peta resiko bencana untuk seluruh daerah yang mungkin terpapar tsunami. Kemudian penyempurnaan sistem peringatan dini, rencana kontinjensi dan protap tanggap darurat.

“Banyak hal lain lagi yang bisa ia lakukan. Misalnya implementasi kurikulum siaga bencana sekolah terutama latihan evakuasi secara terus-menerus sebagai ekstra kurikuler. Juga bagaimana prosedur penyelamatan diri di sekolah disosialisasikan kepada orang tua murid. Atau penguatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar menjadi institutusi terpercaya sesuai mandatnya untuk mengkoordinir kegiatan penanggulangan bencana,” papar Koord Bidang Advokasi Forum PRB Sumbar

Ditambahkannya, sebagai staf khusus presiden, Andi hendaknya mampu mendorong pemerintah daerah mengalokasikan dan mengucurkan dana untuk terwujudnya rencana aksi daerah dalam penanggulangan bencana. Atau mendorong pemerintah dalam penyediaan dan perbaikan infrastruktur pendukung evakuasi seperti : jalan, jembatan, bangunan tinggi, dan lainnya.

“Tapi seorang Andi Arif hanya bisa menakuti-nakuti dan meresahkan masyarakat dengan mengatakan akan ada gempa dengan kekuatan besar di pesisir Sumatera Barat. Seharusnya ia memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.

Kogami berharap Andi Arif tidak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa diiringi solusi yang nyata. Menurut Patra, yang dibutuhkan masyarakat Sumbar sekarang adalah dukungan untuk antisipasi bencana secara nyata, bukan hanya sekedar isu, sensasi atau seremonial yang menghabiskan uang secara cepat tapi tak berkelanjutan. “Dan yang paling penting, jangan korbankan perasaan masyarakat untuk kepentingan bersifat politis,” tukasnya .

Ribuan Jamaah Dicegah oleh Pasukan Israel dari Memasuki Masjid Al-Aqsha

Pemerintah pendudukan Israel melarang ribuan jamaah dari Yerusalem dari mencapai Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat ketiga bulan Ramadhan kemarin (19/8).

Polisi dan tentara pendudukan Israel dikerahkan dalam jumlah besar di jalan-jalan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Mereka menghentikan pria di bawah usia 50 dan wanita di bawah usia 40 dari mencapai Masjid Al-Aqsha menolakl ribuan warga dari kota suci itu mencapai masjid.

Kriteria ini sudah digunakan terhadap orang-orang dari Tepi Barat, tapi pada Jumat pertama Ramadhan kali ini kriteria itu juga digunakan terhadap penduduk Yerusalem yang diduduki.

Baku hantam pecah antara jamaah yang menunggu untuk diizinkan mencapai masjid Al-Aqsha melalui Bab al-Amoud dengan polisi pendudukan. Jamaah saling dorong dengan polisi sebelum polisi pendudukan membawa meriam air dan lebih banyak lagi pasukan polisi.

Ribuan jamaah terpaksa harus shalat di jalan-jalan di luar tembok kota tua.

Lebih dari 180 ribu jamaah menghadiri shalat Jumat pekan lalu dan jumlah itu diperkirakan bisa mencapai 250 ribu pada Jumat ini, tetapi tindakan pasukan pendudukan yang ketat mencegah hal ini terjadi.