BNN Payakumbuh, Akan Lakukan Penilaian Kelurahan Bebas Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh akan melakukan penilaian kelurahan bebas narkoba. Penilaian kelurahan tersebut akan dilakukan setiap kelurahan di Kota Payakumbuh. Kepala BNN Kota Payakumbuh AKBP Sarminal saat dihubungi melalui sambungan telpon Jum’at siang 9 Agustus 2019, mengatakan dimana BNN Kota Payakumbuh minggu depan akan turun kelapangan 2 kali semingu,untuk mengetahui dan mendata sekaligus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba.

Kepala BNN Kota Payakumbuh AKBP Sarminal jelaskan dimana sejauh ini, kecanduan narkoba sangat merusak diri manusia, bahkan hingga meninggal dunia. Agar narkoba tidak menggerogoti , dan merusak kehidupan kita, AKBP Sarminal berharap kesadaran kita semua untuk bisa melaporkan ke BNN Payakumbuh,dan mari kita bersama sama memerangi narkoba.

Berikut komentar AKBP Sarminal

PBI Dinonaktifkan, Ini Komentar Efriza Naldi Terkait Pelayanan di Rumah Sakit

Terkait informasi dari Kementrian Sosial yang menonaktifkan kepersetaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang secara nasioanal terdapat sekitar 5,2 juta orang, dan untuk Kota Payakumbuh terdapat 1.484 kepersetaan,menyikapi hal tersebut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Adnan WD Efriza Naldi sampaikan, sejauh ini pihak rumah sakit masih melayani pasien yang menggunakan kartu tersebut.

Dalam keterangannya saat dihubungi melalui sambungan telpon Jum’at siang 9 Agustus 2019,Efriza Naldi jelaskan sesuai informasi yang beredar diberbagai media kita memang melihat dan membaca informasi tersebut, namun saat ini kita belum mendapat keterangan yang pasti dari dinas tekait, siapa saja warga Payakumbuh yang dinonaktifkan kepersetaannya.

Saat ini pihak rumah sakit masih melayani, Efriza Naldi samapaikan, sepanjang pasien tersebut masih memenuhi persaratan- persaratan dari BPJS,rumah sakit wajib melayani namun sebaliknya jika tidak memenuhi persaratan dari BPJS, maka pihak rumah sakit tidak bisa melayani dengan aturan BPJS,namun untuk pasien umum rumah sakit tetap akan melayani.

Berikut komentar Efriza Naldi