74 Calon Pengantin di Payakumbuh Ikuti Program Kelas Pra Nikah

Sebanyak kurang lebih 74 orang calon pengantin di Kota Payakumbuh ikuti program pra nikah. Kegiatan acara berlangsung diaula kantor balaikota Payakumbuh,Rabu 21 Agustus 2019. Kegiatan acara ini terselengara kerjasama Yayasan Minang Peduli Luak Limapuluah dengan Pemerintah Kota Payakumbuh,Kemenag , Dinas Kesehatan dan Psikolig Halfiz.

Ketua Yayasan Minang Peduli Luak Limapuluah Ike menyampaikan, kegiatan acara dibuka oleh Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz. Dalam sambutannya Wakil Walikota sampaikan kepada semua calon pengantin,agar bisa memamfaatkan kegiatan acara ini yang telah difasilitasi oleh pemerintah,dengan harapan tentu bisa bermamfaat dan berdampak dirumah tangganya nantik.

Ike ketua YMP Luak Limapuluah mengatakan dimana kegiatan ini rutin dilakukan dua kali dalam sebulan,sasaran dan targetnya untuk meminalisir terjadinya kerusakan keretakan rumah tangga,setelah pernikahan. Selain itu peserta juga dibekali dengan pengetahuan keluarga dalam islam.

Berikut komentar ike

Hilang Dengan Kondisi Lemah, Yusma 63 Tahun Warga Nagari Halaban Hingga Saat Ini Belum Ditemukan

Yusma wanita lanjut usia umur 63 tahun, warga Jorong Kabun Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Halaban,hilang sore kemaren. Wanita tersebut hilang dihutan menuju ladang miliknya,Selasa 20 Agustus 2019. Hingga saat ini wanita tersebut belum juga ditemukan dan masih dalam pencarian.

Robi Saputra koordinator pos SAR Limapuluhkota yang hubungi melalui sambungan telpon menyampaikan,dari informasi yang kita dapatkan dari pihak keluarga dimana wanita tersebut akan menyusul suaminya keladang,namun hingga sore harinya belum juga pulang,pihak keluarga juga mengatakan dimana Yusma dalam kondisi lemah. Dari pencarian awal yang dilakukan sore kemaren Robi sampaikan tim gabungan serta masyarakat setempat belum juga menemukan nenek tersebut. Saat ini tim masih melakukan pencarian dilokasi yang dicurigai wanita tersebut hilang.

Dengan melakukan pemetaan dan mengurung lokasi yang dicurigai dengan segi empat tim akan menyisir disepanjang pemetaan tersebut. Jika juga belum ditemukan tim akan melanjutkan kelokasi berikutnya. Pencarian akan dilakukan sesuai SOP hingga 7 hari,kepada masyarakat sekitar jika ada melihat dan menemukan wanita tersebut Robi sampaikan agar melaporkan keposko SAR gabungan.

Berikut komentar Robi