24 Tahun Tak Adakan Batagak Pangulu,Nagari Aur Kuning Adakan Baralek Gadang

Nagari Aur Kuning adakan baralek gadang,dalam mengukuhkan dan melewakan pangulu dinagari tersebut. Sebanyak 12 pangulu akan dikukuhkan dibalai adat nagarian Aur Kuning. Acara perhelatan batagak pangulu akan diadakan selama dua hari Sabtu dan Minggu. Jelangan pelaksanaan batagak pangulu acara dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional randai yang diadakan Jumโ€™at malam 23 Agusutus 2019.

Ketua KAN kenagarian Aur Kuning Bujang M Nur Dt. Paduko Marajo disela menyaksikan seni tradisional randai menyampaikan, acara ini salah satu dalam memeriahkan batagak pangulu,sekaligus untuk menghibur masyarakat. Acara batagak pangulu tahun ini ketua KAN jelaskan, ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat,kenapa tidak, karna terakhir diadakan dinagari Aur Kuning ditahun 1995,artinya sudah ada 24 tahun berlalu dan baru tahun ini dilaksanakan kembali.

Melalui acara batagak pangulu ini ketua KAN berharap ini bisa mengangkat kembali seni dan tradisi budaya kita,melalui niniak mamak yang baru nantik Dt Paduko Marajo berharap niniak mamak tersebut bisa mengajak anak kemenakannya untuk mengembalikan kembali nilai-nilai adat dinagari Aur Kuning.

Berikut komentar Bujang M Nur Dt. Paduko Marajo

Tingkatkan Nilai-Nilai Kebangsaan Digenerasi Muda,Kesbangpol Adakan Penilaian Pelaksanaan Upacara Bendera

Dalam peningkatan wawasan nilai-nilai kebangsaan digenerasi muda Kesbangpol Kota Payakumbuh adakan lomba pelaksanaan upacara bendera tingkat sekolah menengah atas. Pelaksanaan akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus mendatang di Gor Kubu Gadang.

Kepala kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh Budhy Dharma Permana mengatakan, banyak nilali- nilai kebangsaan yang kita ambil pada pelaksaan upacara tersebut. Diantaranya pada pengibaran Bendera Merah Putih, terdapat nilai-nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini. Bagi petugas pengibar bendera, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil ketika melaksanakan tugasnya. Mereka harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan dan gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki mereka.

Selanjutnya mengheningkan cipta,dalam mengheningkan cipta, peserta upacara diajak untuk mengingat dan menghayati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan serta seraya mendoakan mereka yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Dengan demikian peserta upacara dapat meneladani jiwa patriotisme para pejuang dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara akan semakin tumbuh dan kuat. Selain itu yang takkala pentingnya adalah disiplin dan komitmen yang kuat.

Berikut komentar Budhy Dharma Permana