STIT PAYAKUMBUH WISUDA 24 WISUDAWAN/WATI ANGKATAN XV TH 2019


Payakumbuh –
Melalui sidang senat istimewa Sekolah Tinggi IlmuTarbiyah (STIT) Program Strata Satu (S1) Pendidikan Agama Islam PAI pada hari Kamis 5 /12/2019. sebanyak 24 wisudawan/wati Pendidikan Agama Islam berlangsung dengan khidmat di aula peternakan Sumbar jalan pahlawan kecamatan Payakumbuh Barat yang dihadiri oleh walikota payakumbuh diwakili staf ahli Syahril, kapolres Payakumbuh dan OPD terkait lainnya.
Pada sidang senat terbuka wisuda sarjana Strata (S1) walikota yang diwakili staf ahli Syaril menyampaikan ” Kalau wisuda pada hari ini adalah, langkah awal bagi para wisudawan/wati untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi pendidikan nya atau, langkah awal akan memasuki dunia kerja anda ” kata Syafril membacakan sambutan walikota Reza.
Hal senada juga dengan sambutan ketua kopertis VI Sumbar, walikota juga sampaikan ” Dalam dunia pendidikan itu akan evolusinya ” Makanya kepada yang diwisuda hari ini diharapakan pandai-pandai menterjemahkan perkembangan yang muncul baik, didunia pendidikan maupun di dunia kerja nantinya “kata Syafril diakhir sambutan walikota tersebut,tak lupa atas nama pemerintah kota
Payakumbuh mengucapkan selamat kepada wisudawan/wati yang diwisuda pada angkatan ke XV ini semoga ilmu yang didapat di STIT Payakumbuh bisa diaplikasikan ditengah-tengah masyarakat dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Untuk pengambilan sumpah wisudawan/wati dilakukan oleh ketua STIT Wangiman, A.Ma, S.H, S.E, M.M.Pd.
Berikut cuplikan pengambilan sumpah wisudawan oleh ketua STIT Wangiman…..

Dalam wawancara bersama reporter Safasindo ketua STIT Wangiman diwakili oleh dosen kemahasiswa,an Mustafa mengatakan STIT sampai pada angkatan ke XV ini sudah mencetak baik itu sarjana Strata 1 atau S1 dan D3 hampir tiga ribu an.

Berikut cuplikan wawancara bersama Mustapa…..

Dilanda Banjir,Petani Ikan Nagari Sungai Antuan Alami Kerugian Ratusan juta

Hujan yang mengguyur Kabupaten Lima Puluh Kota 3 hari belakangan ini tidak saja mengakibatkan tebing yang lonsor,rumah yang digenangi air,namun juga melanda areal petani ikan di Nagari Sungai Antuan. Akibatnya petani alami kerugian ratusan juta rupiah ,baik itu karamba yang rusak dan ikan yang hanyut dibawa air.

Kepala jorong Lubuak Simato Jeki Kardonal saat dihunbungi,Kamis 5 Desember 2019 mengatakan, betul dua hari yang lalu areal kolam ikan masyarakat dilanda banjir,akibatnya petani banyak mengalami kerugian. Untuk areal perikanan masyarakat yang dilanda banjir seluas lebih kurang 10 hektar,sementara karmaba ikan yang rusak ada sebanyak 50 karamba.

Jeki terangkan selain petani gambir,masyarakat rata-rata juga menggeluti ternak ikan. Dengan murah nya harga gambir masyarakat rata-rata bergantung dengan hasil tani ikannya. Melihat kondisi ini masyarakat tak bisa banyak bicara, mereka berharap setidaknya ada yang memberikan bibit ikan untuk dipelihara lagi.

Setiap tahun duo jorong di Nagari Sungai Antuan selalu dilanda banjir,dua jorong tersebut masyarakatnya mayoritas usaha tani ikan,yakni Jorong Lubuak Simato dan Jorong Lubuak Lintang. Jeki sampaikan dari tahun sebelum nya ada pengurangan sekitar 25% dampak banjir terjadi, karna adanya normalisasi batang air,sekiranya telah rampung pengerjaannya pengurangan ada sekitar 50%.

Melihat selama ini yang didata dan dibantu oleh pihak pemerintahaan, rumah yang terkana banjir serta kena longsor, petani ikan Nagari Sungai Antuan berharap pemerintah setempat atau propinsi juga mendata lahan petani ikan yang terkena dampak banjir,setidaknya petani berharap ada bantuan bibit ikan untuk petani ikan. Jeki jelaskan karna saat ini masyarakat bergantung dengan hasil tani ikannya,karna usaha tani gambir daya jualnya sangat rendah.

Berikut penjelasan Jeki Kardonal jorong Lubuak Simato