Payakumbuh Botuang Festival di Helat Selama Dua Hari, Asisten II : Untuk Jadikan Pariwisata Payakumbuh Mendunia, Perlu Evaluasi Iven-IvenYang Digelar

Payakumbuh-Ditandai dengan pemukulan kentongan botuang oleh walikota Payakumbuh H.Reza Falepi ST. MT yang diwakili asisten II Sekdako Payakumbuh Elzadaswarman, SKM, MPPM maka Payakumbuh Botuang Festifal ( PBF) resmi dimulai pada Sabtu 7/12/19 dan minggu 8/12/2019 di kelurahan Kapalo Koto Ampangan Nagari Air Kuning kota Payakumbuh.

“Payakumbuh Botuang Festival yang digelar selama dua hari ini adalah dalam rangka memeriahkan hari jadi kota Payakumbuh ke 49 tahun 2019 dan selain PBF masih ada kesenian daerah lainnya yang ditampilkan ditampilkan seperti, pacu Itiak dan Bagodang V yang pelaksanaan nya di area ngalau indah jalan Soekarno Hatta kota Payakumbuh ” demikian dikatakan ketua panitia PBF Andiko Jumara, S.Pd Plt Disparpora kota Payakumbuh.
Dari unsur Forkopimda tampak hadir Kapolres diwakili kapolsek Payakumbuh Julianson, camat Payakumbuh Selatan Junaidi, ketua KAN Air Kuning Dt, Paduko Marajo, bundo kanduang serta wakil pimpinan DPRD kota Payakumbuh Wulan Denura, S.ST dan juga didaulat memberi sambutan. Dalam sambutannya Wulan Denura mengatakan “Botuang ini jangan hanya diwaktu PBF saja diangkat, bagaimana nanti PBF usai, botuang (Bambu) ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat khususnya di Air Kuning ini dan ini adalah tugas eksekutif (pemda) dan legislatif tentu akan sangat mendukung kebijakan yang menyangkut perbaikan ekonomi masyarakat ” kata politisi perempuan partai Gerindra ini.

Sementara itu walikota yang diwakili asisten II Elzadaswarman menyampaikan dalam sambutannya “Bagaimana bisa menjadikan kapalo Koto Ampangan sebagai destinasi wisata mendunia, juga Botuang bisa terangkat baik itu sebagai kerajinan atau mendikan Botuang sebagai karya seni. ” kata om Zet panggilan akrab asisten II ini. Setelah membacakan sambutan walikota, Payakumbuh Botuang Festival dibuka secara resmi oleh asisten II Elzadaswarman dengan pemukulan kentongan dan acara diakhiri dengan makan bersama dengan hidangan jamba yang sudah disiapkan bundo kanduang Aur Kuning.

PBF tahun 2019 ini selain dikuti pelaku seni yang ada di Luak Limo Puluah, juga diikuti sanggar seni Kaganga dari Provinsi Bengkulu,Sanggar Djangat dari Pekanbaru, Darak Badarak dari Pariaman, Sangkusora dari Bukittinggi dan sanggar seni dari Solok

Berikut cuplikan sambutan walikota yang disampaikan oleh asisten II Elzadaswarman…….