Hujan Tak Henti-Henti,4 Kecamatan Dilanda Banjir,BPBD Limapuluhkota Dirikan Tenda Untuk Masyarakat

Intesitas hujan di Limapuluhkota 2 hari belakangan ini cukup tinggi hingga pagi Senin 9 Desember dari malam sampai pagi hujan tak kunjung reda. Hal ini berdampak keareal persawahan masyarakat serta rumah dan jalan dikenangi air. Sampai pagi ini genangi air sudah mencapi ketinggian 30 hingga 60 cm lebih.

Kepala BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Joni Amir saat dihubungi, Senin pagi 9 Desember 2019 menyampaikan,dampak hujan yang mengguyur Kabupaten Lima Puluh Kota 2 hari belakangan hingga senin ini, telah banyak areal persawahan masyarakat digenangi air,tidak hanya areal pesawahaan rumah masyarakat pun juga telah terendam air.

Dari informasi yang telah terhimpun hingga saat ini ada 4 kecamatan yang terkena dampak hujan deras yang melanda Limapuluhkota. Joni amir jelaskan 4 kecamatan tersebut,Kecamatan Mungka,Harau,Panggkalan dan Kecamatan Suliki.

Guna mengantisipasi terjadinya hal -hal yang tak diinginkan, Joni Amir sampaikan BPBD Limapuluhkota telah mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi masyarakat yang terkena dampak genangi air. Selain genangan air di 4 kecamatan, informasi dari masyarakat Sungai Naniang Kecamatan Bukit Barisan ada jalan yang putus,jalan penghubung Koto Tangah dan Sungai Naniang.

Agar arus jalan bisa berjalan kembali antara Koto Tangah dan Sungai Naniang, Joni Amir sampaikan tim telah diturunkan menuju lokasi. Untuk melihat dan langkah apa yang dilakukan,agar jalan masyarakat ini bisa berjalan kembali.

Kepada masyarakat Kabupaten Limapuluhkota Joni Amir menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan,terutama bagai mereka yang rawan dialanda banjir,dan juga bagi masyarakat yang tingal didekat tebing. Sekiranya membahayakan dan tak aman, segera keluar rumah dan mengungsi kerumah tetangga untuk sementara.

Berikut komentar Joni Amir Kepala BPBD Limapuluhkota