Pasca Banjir Melanda, Ini Yang Dilakukan Masyarakat Nagari Taram

Pasca banjir melanda Nagari Taram yang mengakibatkan banyak rumah warga yang direndam air,hingga sampai ada yang mengungsi karna rumahnya tak bisa ditempati. Saat ini kondisi daerah Taram yang tekena dampak banjir, airnya sudah mulai surut. Badan jalan yang sebelumnya tak bisa dilalui saat ini genangan air sudah tidak ada lagi dibadan jalan.

Wali nagari Taram Defrianto Irkrar saat dihubungi Rabu siang 11 Desember 2019 menyampaikan, Alahamdulillah saat ini kondisi air di Nagari Taram sudah menyusut. Saat ini jalan yang sebelumnya digenangi air sekarang sudah tidak ada lagi. Tinggal lagi air yang menggenangi dibeberapa areal pertanian masyarakat,namun sudah banyak yang menyusut.

Selama kurang lebih 4 hari sebelumnya Nagari Taram dilanda banjir, Walinagari jelaskan ada sebanyak 200 lebih kepala keluarga terkena dampaknya. Lokasi yang terparah dilanda banjir yakni Jorong Subarang, ada sekitar 75% kepala keluarga terkena dampakan banjir tersebut.

Sementara untuk ternak masyarakat ,Walinagari sampaikan Alhamdulillah tidak ada yang terkena banjir, semuanya telah diungsikan kekandang warga tetangga. Untuk kesehatan masyarakat, kendati ada beberapa orang tua dan anak-anak yang mengalami kangguan kesehatan,mereka bisa diobati dan ditanggulangi oleh pihak Puskesmas Taram dan juga tim kesehatan kabupaten.

Pasca banjir yang terjdai di Nagari Taram beberapa hari yang lalu kini masyarakat telah mulai membersihkan rumah mereka masing-masing. Untuk kerugian yang ditimbulkan Defrianto sampaikan saat ini belum bisa dikirakan. Walinagari berharap semoga dengan telah menyusutnya air ini,semoga hujan tidak tinggi lagi intensitas turunya, dengan demikian masyarakat bisa kembali melakukan aktifitas sehari-hari,baik yang bekerja diladang dan disawah.

Berikut komentar Walinagari Taram

Dalam Menekan Angka Pengangguran Pemda Sangat Konsen, Wal Asri : Pencaker Jadilah Petarung

Payakumbuh – Dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing didalam negeri maupun luar negeri pasangan walikota Riza Falepi dan wawako Erwin Yunaz tidak main-main dan hal ini dibuktikan melalui
“Dinas Tenaga kerja dan Perindustrian kota Payakumbuh yang telah banyak mencetak bahkan telah mengirim 11 tenaga kerja keluar negeri seperti ke Malaysia dan Jepang ” demikian disampaikan oleh Kadis Nakerperin pemko Payakumbuh Ir. Wal Asri, M.M saat temu ramah dengan puluhan awak media yang tergabung di Balai Wartawan luak limo puluh pada pagi selasa 10/12/2019 diruang Ampangan lantai II balaikota ex, lap poliko jalan Veteran no.70 Payakumbuh.

“Selain itu juga pemko bahkan sudah MoU dengan SMK Bina Industri Cikarang Jawa Barat, dimana SMK ini adalah pemasok tenaga kerja ke kawasan industri Cikarang. Sekitar 300 lebih perusahaan yang ada di kawasan ini.” terang Wal Asri yang juga didampingi Kabid Naker Dewi Novita serta staf.
” Untuk saat ini dari sekian market place 112 produk Payakumbuh yang telah dipasarkan di online resmi, bahkan tamatan SMK atau SLTA sederajat yang mencapai 4500 itu tak perlu cemas dengan lapangan lapangan kerja, karena ada posisi lapangan kerja sebanyak 6500 yang tersebar di 300 perusahaan di Cikarang itu, dan harusnya bisa ditangkap oleh tamatan SLTA tadi, tentunya kalau mereka bersungguh-sungguh. ” kata kadis dan juga disambung oleh Dewi,
“Salah satunya kami telah melakukan kerjasama dibidang perhotelan dan pariwisata dengan Politeknik Sahid Jakarta, dan telah beberapa kali mengirimkan tenaga kerja ke Luar Negeri, sangat rugi kita kalau tidak memanfaatkan peluang ini, dan kita juga sudah punya mediator “kata Dewi.

Berikut cuplikan paparan Kabid Naker Dewi……..

Disinggung masalah (Pencaker) yang sebelumnya direkrut dan menjalani masa training atau uji coba di kawasan industri Cikarang, ada diantara pencaker yang meninggalkan rumah singgah yang telah disediakan pemko bahkan ada yang pulang kembali ke Payakumbuh. Hal ini langsung dikonfrontir oleh Kadis Nakerperind melalui Kabid Naker Dewi ” Benar kita sudah mendengar kabar tersebut “kata Dewi, ” Untuk diketahui pada tanggal 7 November 2019 kita kirim 15 orang pencari kerja (usia maksimal 18) ke kawasan industri Cikarang. Sebelumnya, mereka sudah dilatih dan ditempa, termasuk di tingkat provinsi. Di Cikarang, mereka sudah kita siapkan uang transport dan rumah singgah yang lengkap bersama perabotan nya juga, sampai mereka bisa mendapatkan pekerjaan. Jelang mereka mendapatkan pekerjaan, kita sudah beritahu bahwa biaya makan mereka ditanggungan keluarga atau orangtua, kalau mereka sabar tiga bulan paling lambat sudah bekerja.” sambung Dewi.

“Sayangnya,”ulas Dewi. “Ada 3 orang pencaker pulang ke Payakumbuh dan ada sebagian yang dijemput keluarganya yang ada di Pulau Jawa. Padahal Pemko Payakumbuh sudah MoU dengan SMK Bina Industri Cikarang yang ada di lokasi tersebut. SMK ini adalah pemasok tenaga kerja ke kawasan industri Cikarang. Sekitar 300 perusahaan bonafit ada di kawasan ini. Kabar terakhir yang kami terima dari 7 orang masih bertahan disana.”

Terakhir saat ditanya tentang angka pengangguran pada Wal Asri, beliau menyebutkan ” Saat ini kita sudah berhasil menekan angka pengangguran pada angka terendah yakni 3,78 %.” jelasnya
Berikut cuplikan wawancara dengan Kadis Nakerperin Wal Asri…..