Kota PayakumbuhSafasindo News

Adakan Sosialisasi Dan Bimbingan Teknis Dana Kampanye Pilkada, Awak Media Pertanyakan Dana Publikasi Media ke KPU Lima Puluh Kota

2 Mins read
Ketua KPU Masnijon didampingi 3 komisioner KPU pada acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Kampanye Pilkada 2020

Jumat 25 September 2020 KPU Kabupaten Lima Puluh Kota adakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati bersama awak media yang bertugas di Luak Limapuluah.

Kegiatan acara dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Lima Puluh Kota Masnijon serta didampingi empat komisioner KPU lainnya, Amfreizer, Rina Fitri, Eka Ledyana dan Arwantri.

Dalam acara tersebut Masnijon sampaikan kepada awak media yang hadir, pihaknya menginginkan agar Pilkada 2020 saat ini bukan saja aman dan lancar serta damai, namun juga menambah unsur sehat di dalamnya. Tak hanya sehat secara pelaksanaan tanpa unsur black campaign, KPU juga menginginkan pelaksanaan Pilkada juga mengikuti Protokol Pencegahan Covid-19.

Ketua KPU jelaskan luas wilayah Kabupaten Limapuluh Kota menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga penyelenggara pemilihan umum ini. Mulai dari akses yang sulit, termasuk menjangkau wilayah yang bisa dikatakan terisolir.

Sesulit apapun kondisi, daerah terisolir kita jangkau. Masnijon katakan kita harus memastikan Sosialisasi dilaksanakan di seluruh wilayah. Tentu sebelumnya kita sudah memetakan daerah terisolir. Sehingga tahapan proses coklit data, pencalonan, dan verifikasi sesuai dengan jadwal.

Usai sambutan dan paparan oleh Ketua KPU, pada sesi tanya jawab berbagai pertanyaan dilontarkan oleh awak media ke KPU baik itu terkait mengatasi medan yang sulit serta daerah yang terisolir. Disamping pertanyaan terkait pelaksanaan Pilkada agar berjalan baik dan lancar, awak media juga pertanyakan besaran dana publikasi untuk media, baik itu media Cetak, On Line, Radio dan TV.

Dikutip dari media integritas.com , Abdul Rahim yang akrab dipanggil dengan Bg Rambo dari media kongkrit.com, pada sesi tanya jawab tersebut secara tegas, Rambo mempertanyakan besaran anggaran publikasi melalui media. Karena pihak KPU Limapuluhkota terindikasi tidak transparan,serta pilih kasih tentang publikasi terhadap media.

Rambo berharap pihak KPU bisa berlaku adil kepada semua media,jangan ada istilah dianak tirikan. Apa lagi pelaksanaan pilkada saat ini ditengah wabah covid-19, perkumpulan banyak orang dibatasi.

Sementara Wandi Syamsir dari media liputansumbar.com juga mengkritisi tentang minimnya KPU menggandeng media online untuk tiap tahapan Pilkada. Apalagi diera digital dan zaman saat ini, semuanya sudah dalam gengaman banyak masyarakat. Wandi Syamsir jelaskan masing-masing media itu segmentnya berbeda, begitu juga orang yang mengkomsumsinya, baik itu media online, cetak, Radio dan TV .

Terkait pertanyaan yang disampaikan oleh awak media, Arwantri dari pihak KPU dari divisi sosialisasi tidak bisa menjawab secara keseluruahan dan rinci. Arwantri jelaskan untuk publikasi di RAB ada, namun berapa biaya secara keseluruhan dana publikasi untuk media Arwantri tidak menjelaskan .

Anton Cino dari Media Integritas dikutip dari kongkrit.com, Anton katakan orang-orang di KPU Lima Puluh Kota adalah orang yang terbaik dari yang paling baik di Lima Puluh Kota, mereka diseleksi untuk mewujudkan Pesta Demokrasi di Lima Puluh Kota agar berjalan adil. Tapi kenyataannya, hari ini Kami menyaksikan ada sebuah kebijakan yang kami nilai tidak tepat, khususnya untuk media yang ada di kabupaten Lima Puluh Kota.

Anton Cino meminta jangan ada dikotomi di Dunia Pers khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, dikarenakan untuk anggaran publikasi ini merupakan sosialisai dari program KPU itu sendiri. Kalau satu kebijakan KPU tidak bersifat adil, otomatis kebijakan yang lain patut dipertanyakan.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *