AudioBerita UtamaLimapuluh KotaSafasindo News

Atasi Banjir di Taram, Ini Komentar Wabup RKN

2 Mins read

Batang Sinama yang berada di nagari Taram merupkan pertemuan dari beberapa aliran sungai yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota dan juga Kota Payakumbuh, seperti aliran sungai Batang Lampasi, Agam dan beberapa yang lainnya.

Hal ini berdampak daerah Taram sering mengalami musibah banjir. Walaupun ditaram dan sekitarnya tidak terjadi hujan, namun hujan lebat terjadi dihulu sungai yang bermuara ke Batang Sinama, kondisi ini membuat daerah Taram juga sering terjadi banjir dan mengenangi pemukiman rumah warga dan juga lahan pertanian masyarakat.

Beberapa hari belakangan ini Limapuluh Kota dan juga daerah tetangga dilanda hujan yang cukup deras. Sehingga Batang Sinama tidak bisa menampung debit air yang datang cukup besar sehingga daerah taram terjadi banjir.

Batang Sinama Taram sebelumnya telah dilakukan normalisasi , pengerukan dan juga pembuatan tebing dinding batang air yang cukup tinggi. Namun hal itu belum bisa mengatasi luapan air yang datang cukup besar.

Menyikapi hal tersebut masyarakat Nagari Taram meminta kepada Pemerintah Daerah untuk lakukan normalisasi Batang Sinama dan melanjutkan atau menambah normalisasi dari yang sebelumnya.

Menanggapi peristiwa tersebut yang terjadi berulang-ulang, Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) saat dihubungi Selasa sore 14 Mei 2024 melalui pesan videonya mengatakan, kita saat ini telah berupaya untuk mencarikan solusi agar peristiwa serupa, banjir tidak melanda pemukiman masyarakat lagi terutama daerah Taram yang selalu sering terjadi banjir.

“Adapun yang telah kita lakukan, pertama kita telah melakukan peninjauan dan riset penyebab terjadi banjir itu. Yaitu adanya penyempitan aliran sungai didaerah Jorong Taratak Kecamatan Lareh Sago Halaban,” kata Wabup RKN.

Wabup Rizki sampaikan, antara Pemda dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) telah ada titik temu dalam rangka untuk bisa menyelesaikan persolan yang terjadi.

“Adapun hasil pembicaraan disepakatilah bagi-bagi tanggung jawab, Pemerintah Lima Puluh Kota bertanggung jawab dengan Pembebasan Lahan dan AMDAL, Itu sudah dipenuhi oleh Pemkab, sedangkan BWS bertanggung jawab atas DED (Detail Engineering Design) atau Detail Gambar Kerja dan Feasibility Study dan itu sudah selesai dilakukan,” ungkap RKN.

Wabup Rizki jelaskan, Feasibility study adalah studi analisis yang digunakan untuk mengukur dan menilai tingkat kelayakan pada sebuah proyek. Kegiatan ini dilakukan untuk dapat mengetahui seberapa layak suatu rencana proyek tersebut.

“Tugas kita kedepan adalah Melakukan Lobby dan Negosiasi ke Pemerintah Pusat bagaimana caranya agar Pekerjaan ini menjadi Skala Prioritas. Menurut kami ini sangat penting karena ini terkait dengan bencana yang datang berulang setiap tahunnya,” sambung Wabup Rizki.

Wabup katakan, Insyaalloh bersama-sama ini akan kita proses dimasa yang akan datang dan mudah-mudahan bisa kita atasi persolan=persoalan ini. Terakhir Wabup sampaikan kepada warga yang terdampak banjir, untuk bersabar atas ujian ini.

Berikut komentar Wabup Rizki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *