BILA TERJADI BENCANA Jalur Evakuasi Jangan Dipakai untuk Kendaraan

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menghimbau masyarakat Sumbar agar tidak menggunakan kendaraan di jalur evakuasi bila terjadi tsunami.

“Jalur evakuasi untuk jalan kaki, bila kita bawa kendaraan pasti macet,” jelas Irwan dalam peringatan 2 tahun gempa Sumbar, Jum’at (30/09) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar.

Dikatakan Irwan, hal itu menjadi Standar Operasi (SOP) bila nanti terjadi gempa dan tsunami di Sumbar.

Selain itu, untuk evakuasi terdapat dua jalur yaitu secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal nantinya masyarakat bisa menyelamatkan diri ke gedung yang tinggi. “Hal ini sangat efektif bila dibandingkan secara horisontal,” ujarnya

Salah satu shelter saat ini, misalnya di kawasan kediaman Gubernur Sumbar. Bangunan tersebut bisa menampung 5000 orang.

“Untuk yang ada di Jati dan Sudirman bisa datang ke gubernuran,” ungkap Irwan.

Sementara itu, kata Irwan, beberapa jalan evakuasi telah diperbaiki seperti jalur Alai-By Pass. Juga nantinya bagi warga Air Tawar dan Tabing, bila nanti terjadi tsunami, maka jalur Lanud Tabing bisa dibuka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim menghimbau agar daerah kabupaten/kota di Sumbar bisa memetakan jalur evakuasi tsunami serta titik rawan daerahnya masing-masing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *