AudioKota PayakumbuhSafasindo News

BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh Adakan Talk Show “Iuran BPJS Kesehatan bisa dicicil” Di Radio Safasindo FM

2 Mins read
Kepala BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh, Febrianti bersama Kepala bidang keuangan BPJS Kesehatan, Fristy Lahira Defivenni

Radio Safasindo FM langsungkan talk show bersama BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh. Talk show ini mensosialisasikan Iuran BPJS kesehatan yang sekarang bisa dicicil. Acara ini dipandu oleh Farida Sari penyiar Radio Safasindo FM, dihadiri Kepala BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh, Febrianti dan Kepala bidang keuangan BPJS Kesehatan, Fristy Lahira Defivenni, Senin 14 September 2020.

Febrianti mengatakan ini adalah amanat dari peraturan presiden nomor 64 tahun 2020. Dikarenakan adanya pandemik covid ini, pemerintah memberikan keringanan untuk peserta yang menunggak lebih dari 6 bulan, khusus untuk peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) atau lebih dikenal dengan peserta mandiri dan juga untuk peserta pekerja penerima upah yang sekmen badan usaha, jika kedua sekmen ini memiliki tunggakan iuran lebih dari 6 bulan maka saat ini peserta cukup mendaftar untuk membayarkan iurannya 6 bulan saja, maka kartunya akan aktif kembali.

Febrianti terangkan bahwa sebelum adanya peraturan presiden nomor 64 ini peserta harus melunasi seluruh tunggakannya, kalau peserta memiliki tunggakan maksimal 24 bulan maka harus melunasi 24 bulan, namun sekarang peserta membayar tunggakan dengan peraturan yang sudah disepakatinya dengan relaksasi apakah 6,7 atau 8 bulan sesuai dengan nilai yang disepakati.

Selanjutnya setelah peserta mendaftar kemudian membayar relaksasi tunggakan tersebut. Relaksasi itu peserta yang menyepakati kesepakatannya mau bayar berapa, plus iuran berjalan. Misalnya daftar bulan September ini maka dia sepakati untuk membayar tunggakannya 7 bulan, maka yang dibayar bulan September ini adalah 7 bulan tunggakan plus 1 bulan di iuran yang bulan berjalan.

Febrianti terangkan bulan depan kan masih ada sisa tunggakan tadi, katakanlah dia punya tunggakan yang udah 2 tahun 4 bulan, kemudian dibayar bulan ini, misalnya tunggakannya mau dilunasin 6 bulan dulu, kan masih ada 18 bulan lagi sisa nya, nah untuk yang sisa 18 bulan ini ngikut program cicilan. Peserta mendaftar lagi untuk ikut program cicilan nah berapa yang mau dicicil, apakah 2 bulan 3 bulan seperti itu.

Kepala BPJS jelaskan, jadi peserta yang ngatur dengan kemampuannya, mau mencicil 2 bulan setiap bulan jadi 2 bulan tunggakan plus 1 iuran bulan berjalan. Untuk program relaksasi ini peserta bisa daftar paling lambat Desember 2020, setelah dia membayar dari tunggakan program relaksasi tadi maka perserta bisa lagi mendaftar program cicilan, nah cicilan ini paling lambat harus dilunasi sampai Desember 2021. Kecuali untuk peserta yang menunggak lebih dari 2 tahun ada yang 3 tahun, nah saat ini yang dihitung tunggakan oleh pemerintah itu hanya maksimal 24 bulan.

Febrianti katakan dengan pandemic ini peserta JKN baik itu sekmen badan usaha maupun sekmen mandiri itu meningkat tunggakannya, badan usaha itu bermacam-macam, mulai dari ada perusahaan yang merumahkan karyawannya kemudian yang iurannya tidak dibayarkan termasuk juga peserta yang mandiri, jadi yang membayar iuran jauh lebih sedikit dari pada yang menunggak. Persentase yang menunggak kalau segmen mandiri saja mecakup 3 kabupaten kota, ini hampir mencapai 70% .

Terakhir Kepala BPJS Kesehatan Payakumbuh berpesan dengan adanya program ini memang diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan ini supaya nanti ketika masyarakat mau mendapatkan pelayanan atau kartunya sudah aktif, masyarakat sudah tenang. Jadi daripada membayar sekaligus itu mungkin akan menjadi beban, mumpung ada kesempatan sampai desember peserta diberikan keringanan. Kepala BPJS berharap masyarakat Payakumbuh, 50 Kota dan Tanah Datar untuk bisa memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini.

Berikut komentar Febrianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *