Safasindo NewsSumbar

Dampak Rusaknya Jalan Payakumbuh-Lintau, Gubernur Ancam Cabut Izin Perusahaan Tambang Yang Membandel

1 Mins read

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitono tinjau jalan yang rusak di Lareh Sago Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban akibat truk bertonase tinggi. Kunjungan ini seiring informasi dan permintaan warga setempat yang menyampaikan jalan utama sekaligus jalan propinsi yang jadi salah satu jalan bagi warga untuk menuju Kota Payakumbuh dan daerah lainnya.

Gubernur mencek langsung kondisi ruas jalan yang babak belur dihantam truk pengangkut batu pecah tersebut, bersama rombongan. Diantaranya Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan serta pejabat tinggi dilingkungan Pemprov Sumbar. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar juga ikut mendampingi Irwan Prayitno,meninjau jalan yang rusak tersebut, Selasa 23 Juni 2020.

Dihadapan sejumlah walinagari se Kecamatan Lareh Sago Halaban serta tokoh masyarakat setempat, Gubernur sampaikan, akibat dari mobil-mobil truk melewati batas tonase, kami perlu memberikan suatu peringatan kepada mereka.

Gubernur meminta agar perusahaan tambang tidak menggunakan kendaraan yang melebihi tonase sesuai dengan kelas jalan. Kemudian, Irwan Prayitno mengingatkan perusahaan tambang untuk menaaati aturan yang berlaku, tidak melebihi muatan kendaraan yang dioperasionalkan sebagai bentuk pemeliharaan jalan.

Setelah dicek ke lokasi, ada beberapa hal yang kita sepakati dengan para penambang, selain tonase yang sesuai, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki jalan.

Irwan Prayitno katakan, selain mereka, Pemerintah Propinsi Sumbar juga ikut bertanggung jawab untuk ikut memperbaiki ruas jalan yang rusak. Insya Allah tahun depan akan menganggarkan untuk membuat ringgit aspalnya.

Bagi perusahaan yang melanggar aturan, Gubernur sampaikan kita tidak akan segan-segan mencabut izin tambang mereka . Kita akan cek dulu, kalau perusahaan memenuhi syarat, kewajibannya harus dipenuhi. Perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan umum, yaitu jalan raya. Jangan dia (perusahaan) mencari untung tapi jalan rayanya rusak. Akhirnya masyarakat pengguna jalan raya sengsara karena semua jalan raya nya rusak.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban N Datuak Mangkuto prihatin dengan kondisi jalan yang membentang di kampung halamannya. Ruas jalan penghubung Payakumbuh-Lintau tersebut, rusak parah setelah dilindas truk-truk bertonase tinggi dengan muatan lebih dari 30 ton tiap harinya.

N Datuak Mangkuto katakan, sejak dua tahun ini, jalan rusak parah. Ada puluhan truk-truk bertonase tinggi dengan muatan lebih dari 30 ton yang melintas tiap hari. Padahal kelas jalan bukan lintasan bagi truk-truk bertonase tinggi. Akibatnya, jalan rusak, hancur, berlobang dan bergelombang.

Mewakili warga, N Datuak Mangkuto berharap, ada tindakan tegas dari Pemprov Sumbar untuk menghentikan truk-truk bertonase tinggi pengangkut batu pecah dari perusahaan tambang yang beroperasi di selatan Limapuluh Kota itu.**

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *