parenting

Gibran, Belajar Sebelum Tidur

1 Mins read

Gibran, itulah nama yang kami pilihkan untuknya, berharap dia menjadi anak yang pintar sesuai dengan arti dari namanya. Gibran adalah anak yang sangat aktif dan sulit diam,yah mungkin sama denganku ibunya yang tak bisa diam dan hobbynya bicara. Makanya aku menjadi seorang penyiar di radio safasindo.
Alhamdulillah saat ini diusia gibran 2 tahun,ia sudah menghafal beberapa surah dalam juz amma,dan juga beberapa do’a harian. Nah, ini juga tidak terlepas dari peran kita sebagai orang tua.

Ya, anak adalah aset kita di dunia dan diakhirat, tentunya kita tidak mau aset ini tersia-siakan. Maka dari itu, sayapun juga tidak mau menyia-akannya. Saya ingin aset ini menjadi bekal saya diakhirat nanti, makanya mengajarkannya islam dan Al-Qur’an itulah pilihan yang tepat, namun tanpa mengenyampingkan kebutuhannya di dunia.
Tentunya tidak ada yang instan untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik, butuh do’a, usaha dan kesabaran yang tiada batas. Begitu juga untuk mengajarkan gibran memperoleh dan menambah hafalannya. Apalagi anak yg masih berusia 2 tahun yang masih sangat sulit diberi pengertian. Namun, itu tidak membuatku putus asa.

Setiap keberhasilan membutuhkan proses yang tidak semudah yang kita bayangkan. Namun pembiasaanlah yang menjadi kunci utamanya. Sama seperti mengajarkan gibran, awalnya saat gibran akan tidur dibiasakan mendengarkan Al-Qur’an. Sebaiknya, kita sebagai ibu yang membacakannya, akan lebih melekat di telinga dan pikiran anak. Kenapa? Karena suara ibulah yang pertama kali membuat anak tenang,apalagi dengan bacaan Al-Qur’an.
Setelah bisa dibacakan, lalu biasakan mengajaknya untuk melafalkan satu persatu bacaan, ini juga kita lakukan sebelum tidur. Insyaallah anak akan lebih cepat paham dan mudah menghafalkan juga melafalkannya.

Sebagai orang tua kita juga perlu memberikan reword dan apresiasi ketika anak mampu mengahafalkan do’a atau surah yang kita ajarkan. Seperti memberikan pelukan,mengatakan kata-kata positif seperti “anak ibu pintar, mashaAllah tabarakallah”. Nah ini merupakan salah satu bentuk penghargaan kita kepada anak atas pencapaiannya. Nah..darisini anak akan merasa dihargai dengan apa yang ia lakukan, maka dengan otomatis anak merasa tidak terbebani dengan apa yang ia lakukan. Yang tidak kalah penting adalah jangan memaksakan ketika anak sedang tidak mood, katena hasilnya akan nol..
Anak itu tergantung kita sebagai orang tua, apakah akan menjadi baik atau tidak. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah,menjadi kebanggaan kita di dunia dan di akhirat.

Writer: ammy yola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *