AudioKota PayakumbuhSafasindo News

Kabid PP Lima Puluh Kota, Pemberdayaan Perempuan dalam Bidang Politik Masih di Bawah 30%

1 Mins read

Pembangunan dalam suatu daerah atau wilayah tidak lepas dari campur tangan perempuan, apalagi untuk pembangunan yang sempurna, kita tidak bisa mengenyampingkan gender perempuan. Namun pada kenyataannya, dalam pelaksanaan malah banyak yang mengenyampingkan gender perempuan, seperti halnya di bidang politik.

Perwujudan kesetaraan gender di Indonesia dapat dikatakan tidaklah mudah. Dan ini masih terdapat ketimpangan-ketimpangan yang berasal dari akses partisipasi dan kontrol yang diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Inilah yang dikatakan oleh Rahima S. Sos selaku Kabid PP (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan) Kabupaten Lima Puluh Kota, dalam talkshow yang diadakan di Radio Safasindo FM bekerja sama dengan DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) dibawah pimpinan Fiddria Fala, AP, Ms.i dengan tema PUG (Pengarus Utamaan Gender) dan Pemberdayaan Dalam Pembangunan.

Dalam talkshow yang dipandu oleh Andi Masuda tersebut, Rahima juga mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan dalam bidang politik di Kabupaten Lima Puluh Kota masih jauh dari target yang sesuai dengan undang-undang pemilu.

“Tujuannya pemberdayaan perempuan dalam bidang politik ini adalah untuk bisa terjun nanti ke bidang legislatif. Dan sampai saat ini, untuk pemberdayaan perempuan di bidang legislatif itu masih di 5,7%. Sedangkan target kita sesuai dengan Undang-undang pemilu adalah 30%. Jadi ini masih jauh dari target” ujar Rahima, pada Kamis (14/10).

Rahima juga mengatakan bahwa hal ini merupakan suatu tantangan untuk pemberdayaan perempuan, bagaimana pemberdayaan perempuan ini bisa memenuhi target tersebut, dan ini bukanlah langkah yang mudah.

“15% saja, itu sudah Alhamdulillah. Seperti di periode kemaren, di mana Pemberdayaan Perempuan (PP) ini sudah mencapai 11,5%, yaitu ada 4 orang legislatif perempuan. Dan tugas Pemberdayaan Perempuan ini adalah memberdayakan, sedangkan hasil final akhirnya nanti itu di partai masing-masing legislatif”, tambahnya.

Sedangkan untuk animo dari perempuan Lima Puluh Kota sendiri untuk ikut berpartisipasi dalam bidang legislatif ini dapat dikatakan sangat tinggi. Dan sebenarnya inilah yang di cari, karena jika animo perempuan sudah tinggi dalam bidang legislatif, maka pihak PP tinggal memberdayakan dengan trik-trik.

Dan Rahima mewakili Pemberdayaan Perempuan atau PP meminta dukungan masyarakat, baik itu Bundo Kanduang, Alim Ulama, dunia usaha, dan media untuk mempromosikan kesetaraan gender, supaya hal ini bisa terwujud di tengah masyarakat serta tidak adanya kesenjangan gender.


Penulis: Rindi Febriani
Editor : Nedi
COPYRIGHT©SAFASINDO 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *