KESBANGPOL LIMA PULUH KOTA TAJA SOSIALISASI FKDM

Photo0240 KESBANGPOL LIMA PULUH KOTA TAJA SOSIALISASI FKDM

 

Payakumbuh, Pada hari Kamis (8 Oktober 2015) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan Sosialisasi FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang bertempat di Kantor Badan Kesbangpol tersebut.

Acara sosialisasi FKDM yang dibuka oleh Kepala Kesbangpol melalui Kabid KPM (Kewaspadaan dan Pembinaan Masyarakat) tersebut, menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu Drs. H. Erminas selaku ketua FKDM Kabupaten Lima Puluh Kota, Nasriyanto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Lima Puluh Kota yang diwakili oleh Bapak Iil selaku Kabid KPM Kesbangpol.

“Melalui Sosialisasi FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) ini kita wujudkan kepekaan dan kesiagaan serta kewaspadaan terhadap potensi bencana dan kerawanan sosial di Kabupaten Lima Puluh Kota” demikian ungkap Kepala Kesbangpol dalam sambutannya. “Peserta yang kita hadirkan pada acara sosialisasi FKDM ini terdiri dari staf Kantor Capil Lima Puluh Kota, Staf BPBD, dari Unsur TAGANA Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lima Puluh Kota, perwakilan Kantor Camat se Kabupaten Lima Puluh Kota dan Tokoh pemuda Kecamatan se Kabupaten Lima Puluh Kota” lanjutnya menambahkan.

Dalam pemaparan materinya, kepala BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Nasriyanto, mengatakan bahwa untuk daerah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh, jauh dari potensi bencana alam seperti Gempa bumi dan tsunami, namun rawan akan bencana yang sering muncul di daerah ini yaitu seperti bencana angin putting beliung, longsor dan kebakaran.

“Kita Sudah bentuk KSB (Kelompok Siaga Bencana) di setiap nagari yang beranggotakan 30 orang, kita sudah latih dan bekali mereka” demikian Nasriyanto menambahkan.

Sementara itu Ketua FKDM Kabupaten Lima Puluh Kota Drs. H. Erminas dalam pemaparannya tentang Peran FKDM Dalam Menjaga dan Memelihara Kewaspadaan Dini Masyarakat, menjelaskan bahwa Tuga Utama FKDM adalah menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi darin masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atu peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini.

“Tugas lain dari FKDM adalah memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan daerah baik bupati atau wakil bupati mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini” tambah Erminas.

Sementara itu dalam sesi diskusi salah seorang peserta Marzuki dari Kecamatan Luak mempertanyakan tentang kebijakan pemerintah terkait penaikan bendera setengah tiang pada tanggal 30 September yang lalu, dan meminta kepada pihak Kesbangpol untuk memfasilitasi pembentukkan FKDM untuk tingkat kecamatan. (Alt)

 

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam Serta Rapat Kerja Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu Payakumbuh – Lima Puluh Kota

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam

Serta Rapat Kerja Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu

Payakumbuh – Lima Puluh Kota

 

 

Payakumbuh,  Para Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu Payakumbuh – Lima Puluh Kota mentaja sebuah Seminar Nasional Jurnalistik serta Rapat Kerja LPP Nan Bungsu yang bertempat lapangan Bola Kampus II UNAND Payakumbuuh.

 

Acara Seminar Nasional Jurnalistik yang dilaksanakan dengan konsep santai tersebut mengahadirkan pesertanya dari kalangan mahasiswa di beberapa kampus yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota seperti UMSB, STKIP, STIT, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan kampus-kampus lainnya. Selain mengundang para mahasiswa panitia yang tergabung dalam LPP Nan Bungsu ini juga menghadirkan para pelajar tingkat SMA/SMK/MA yang ada di Kota Payakumbuh.

 

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam yang dilaksanakan pada Hari Minggu (4 Oktober) tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bu Ruslayeti, M.Pd Kepala BKD Kota Payakumbuh dan juga merupakan salah seorang dosen di Kampus II UNAND tersebut.

 

Femil Amri, Ketua Panitia Pelaksana Acara Seminar Nasional Jurnalistik tersebut menjelaskan bahwa acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Kampus II UNAND, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan LPP Nan Bungsu.”Acara Seminar Nasional Jurnalistik ini dilaksanakan dengan harapan untuk melahirkan para pemuda/I dan mahasiswa/I yang kritis dan handal dalam hal ilmu menulis dan jurnalistik lainnya” demikian ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh Safasindo Fm.

 

Femil Amri yang juga merupakan Ketua DPM ini menambahkan bahwa selain seminar nasional jurnalistik, untuk hari ini (Minggu/4 Oktober) juga akan dilangsungkan Rapat Kerja LPP untuk membahas program kerja LPP Nan  Bungsu kedepannya.

 

“Narasumber yang kita hadirkan sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam ini yaitunya Bapak M. Subhan yang merupakan ketua FAM (Forum Aktif Menulis)” tambahnya menjelaskan.

 

Novi Kastori, salah seorang peserta Seminar Nasional Jurnalistik tersebut mengaku sangat senang bisa ikut serta sebagai peserta dalam seminar nasional tersebut. “Saya berharap ilmu dunia tulis-menulis dan jurnalistik yang ditransfer oleh narasumber nantinya dapat bermanfaat bagi kita selaku mahasiswa, terutama bagi kawan-kawan mahasiswa yang tertarik dalam dunia pers” demikian ungkap Tori ketika dimintai pendapatnya.

 

Seminar Nasional Jurnalistik yang dipandu oleh MC Jackie Fermando tersebut dihadiri lebih dari 400 orang peserta dan pada akhir acara tersebut panitia menyerahkan sertifikat untuk tiap-tiap peserta yang hadir.  (Alt)

Photo0223

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam Serta Rapat Kerja Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu Payakumbuh – Lima Puluh Kota

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam

Serta Rapat Kerja Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu

Payakumbuh – Lima Puluh Kota

 

 

Payakumbuh,  Para Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Lembaga Pers Pemuda Nan Bungsu Payakumbuh – Lima Puluh Kota mentaja sebuah Seminar Nasional Jurnalistik serta Rapat Kerja LPP Nan Bungsu yang bertempat lapangan Bola Kampus II UNAND Payakumbuuh.

 

Acara Seminar Nasional Jurnalistik yang dilaksanakan dengan konsep santai tersebut mengahadirkan pesertanya dari kalangan mahasiswa di beberapa kampus yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota seperti UMSB, STKIP, STIT, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan kampus-kampus lainnya. Selain mengundang para mahasiswa panitia yang tergabung dalam LPP Nan Bungsu ini juga menghadirkan para pelajar tingkat SMA/SMK/MA yang ada di Kota Payakumbuh.

 

Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam yang dilaksanakan pada Hari Minggu (4 Oktober) tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bu Ruslayeti, M.Pd Kepala BKD Kota Payakumbuh dan juga merupakan salah seorang dosen di Kampus II UNAND tersebut.

 

Femil Amri, Ketua Panitia Pelaksana Acara Seminar Nasional Jurnalistik tersebut menjelaskan bahwa acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Kampus II UNAND, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan LPP Nan Bungsu.”Acara Seminar Nasional Jurnalistik ini dilaksanakan dengan harapan untuk melahirkan para pemuda/I dan mahasiswa/I yang kritis dan handal dalam hal ilmu menulis dan jurnalistik lainnya” demikian ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh Safasindo Fm.

 

Femil Amri yang juga merupakan Ketua DPM ini menambahkan bahwa selain seminar nasional jurnalistik, untuk hari ini (Minggu/4 Oktober) juga akan dilangsungkan Rapat Kerja LPP untuk membahas program kerja LPP Nan  Bungsu kedepannya.

 

“Narasumber yang kita hadirkan sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Jurnalistik Mambangkik Batang Tarandam ini yaitunya Bapak M. Subhan yang merupakan ketua FAM (Forum Aktif Menulis)” tambahnya menjelaskan.

 

Novi Kastori, salah seorang peserta Seminar Nasional Jurnalistik tersebut mengaku sangat senang bisa ikut serta sebagai peserta dalam seminar nasional tersebut. “Saya berharap ilmu dunia tulis-menulis dan jurnalistik yang ditransfer oleh narasumber nantinya dapat bermanfaat bagi kita selaku mahasiswa, terutama bagi kawan-kawan mahasiswa yang tertarik dalam dunia pers” demikian ungkap Tori ketika dimintai pendapatnya.

 

Seminar Nasional Jurnalistik yang dipandu oleh MC Jackie Fermando tersebut dihadiri lebih dari 400 orang peserta dan pada akhir acara tersebut panitia menyerahkan sertifikat untuk tiap-tiap peserta yang hadir.  (Alt)

Photo0223

 

 

Setelah Sotra Fanda, Giliran Vebri Ramandes Dinilai Untuk Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2015

Setelah Sotra Fanda, Giliran Vebri Ramandes Dinilai

Untuk Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2015

 

 

Sarilamak, Tahun 2015 ini memang tahun penuh Prestasi yang diraih oleh Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini terbukti dengan banyaknya putra-putri terbaik Lima Puluh Kota yang meraih prestasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dibidang kepemudaan baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

“Seperti hari ini, kita dari Kabupaten Lima Puluh patutu berbangga karena dari 5 (lima) Bidang Kepeloporan yang diperlombakan, Pemuda kita berhasil meraih peringkat pertama untuk 2 (dua) Bidang kepeloporan. Yang pertama yaitu Bidang Teknologi Tepat Guna, Komunikasi dan Informasi, dimana Sotra Fanda berhak mewakili Sumbar untuk seleksi tingkat Nasional. Dan satu lagi untuk Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, diraih oleh pemuda kita atas nama Vebri Ramandes masih dari Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota” Demikian Zuhardi, S.Pd menjelaskan ketika ditanya Safasindo Fm.

Selanjutnya dia menambahkan, selain meraih prestasi dari Pemuda Pelopor, Kabupaten Limapuluh Kota juga meraih prestasi lainnya seperti Beni Wahyuda, A.Md peserta JPI dan BPAP Tahun 2015 mewakili Sumbar yang akan dilaksanakan di Kepulauan Riau, M. Zalman satu-satunya peserta pendidikan Bela Negara yang mewakili Sumatera Barat dan berasal Dari Nagari Andiang, untuk Program SP3 Kita juga merekomendasikan 2 orang pemuda dari Daerah ini, untuk Program PPAN untuk tahun 2015 ini juga salah satu pesertanya dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk Paskibra peserta dari Lima Puluh Kota dipercaya sebagai pembawa benderanya.

Untuk tahun 2015 ini, setelah siang kemaren (Jum’at/2 Oktober) penilaian dilakukan untuk Fact Finding ke tempat tinggal Sotra Fanda, malamnya dilanjutkan penilaian dan Fact Finding ketempat berdomisilinya Vebri Ramandes. Seperti diketahui bahwa Untuk bidang Kepeloporan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan diraih oleh Vebri Ramandes dan berhak mewakili Sumbar untuk tingkat nasional.

“Saya sangat bersyukur dan berharap untuk tingkat nasional ini kembali mendapatkan hasil yang terbaik” demikian harap Vebri Ramandes.

Karya yang diciptakan oleh Vebri Ramandes ini adalah pemanfaatan limbah tempurung untuk diolah menjadi barang seni berupa gantungan kunci dan Lampion. Tidak hanya limbah tempurung yang dimanfaatkannya, untuk pengganti besi atau benang penggantungya Vebri memanfaatkan serat kulit daun nenas dan buah tasbih. “Jadi dalam pembuatan barang kerajinan ini saya memanfaatkan seluruhnya dari limbah” tambahnya.

Setelah proses penilaian dan Fact Finding dilaksanakan, Victus Murin yang bertindak selaku Dewan Juri dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berpesan agar usaha kerajinan ini tetap dilanjutkan terlepas menang atau tidaknya ditingkat nasional nantinya.

“Jika ada kendala dan permasalahan, sampaikan dan mohonkan bantuan kepada pemerintah setempat, baik pihak nagari, kecamatan maupun langsung kepemrintah daerah melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang membidangi program ini” Tutupnya. (Alt)

 

Kemenpora

Setelah Sotra Fanda, Giliran Vebri Ramandes Dinilai Untuk Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2015

Setelah Sotra Fanda, Giliran Vebri Ramandes Dinilai

Untuk Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2015

 

 

Sarilamak, Tahun 2015 ini memang tahun penuh Prestasi yang diraih oleh Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini terbukti dengan banyaknya putra-putri terbaik Lima Puluh Kota yang meraih prestasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dibidang kepemudaan baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

“Seperti hari ini, kita dari Kabupaten Lima Puluh patutu berbangga karena dari 5 (lima) Bidang Kepeloporan yang diperlombakan, Pemuda kita berhasil meraih peringkat pertama untuk 2 (dua) Bidang kepeloporan. Yang pertama yaitu Bidang Teknologi Tepat Guna, Komunikasi dan Informasi, dimana Sotra Fanda berhak mewakili Sumbar untuk seleksi tingkat Nasional. Dan satu lagi untuk Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, diraih oleh pemuda kita atas nama Vebri Ramandes masih dari Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota” Demikian Zuhardi, S.Pd menjelaskan ketika ditanya Safasindo Fm.

Selanjutnya dia menambahkan, selain meraih prestasi dari Pemuda Pelopor, Kabupaten Limapuluh Kota juga meraih prestasi lainnya seperti Beni Wahyuda, A.Md peserta JPI dan BPAP Tahun 2015 mewakili Sumbar yang akan dilaksanakan di Kepulauan Riau, M. Zalman satu-satunya peserta pendidikan Bela Negara yang mewakili Sumatera Barat dan berasal Dari Nagari Andiang, untuk Program SP3 Kita juga merekomendasikan 2 orang pemuda dari Daerah ini, untuk Program PPAN untuk tahun 2015 ini juga salah satu pesertanya dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk Paskibra peserta dari Lima Puluh Kota dipercaya sebagai pembawa benderanya.

Untuk tahun 2015 ini, setelah siang kemaren (Jum’at/2 Oktober) penilaian dilakukan untuk Fact Finding ke tempat tinggal Sotra Fanda, malamnya dilanjutkan penilaian dan Fact Finding ketempat berdomisilinya Vebri Ramandes. Seperti diketahui bahwa Untuk bidang Kepeloporan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan diraih oleh Vebri Ramandes dan berhak mewakili Sumbar untuk tingkat nasional.

“Saya sangat bersyukur dan berharap untuk tingkat nasional ini kembali mendapatkan hasil yang terbaik” demikian harap Vebri Ramandes.

Karya yang diciptakan oleh Vebri Ramandes ini adalah pemanfaatan limbah tempurung untuk diolah menjadi barang seni berupa gantungan kunci dan Lampion. Tidak hanya limbah tempurung yang dimanfaatkannya, untuk pengganti besi atau benang penggantungya Vebri memanfaatkan serat kulit daun nenas dan buah tasbih. “Jadi dalam pembuatan barang kerajinan ini saya memanfaatkan seluruhnya dari limbah” tambahnya.

Setelah proses penilaian dan Fact Finding dilaksanakan, Victus Murin yang bertindak selaku Dewan Juri dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berpesan agar usaha kerajinan ini tetap dilanjutkan terlepas menang atau tidaknya ditingkat nasional nantinya.

“Jika ada kendala dan permasalahan, sampaikan dan mohonkan bantuan kepada pemerintah setempat, baik pihak nagari, kecamatan maupun langsung kepemrintah daerah melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang membidangi program ini” Tutupnya. (Alt)

 

Kemenpora

Sotra Fanda Diniliai Sebagai Pemuda PeloporTingkat Nasional 2015

Sotra Fanda Dinilai Sebagai Pemuda PeloporTingkat Nasional 2015

 

Sarilamak, Seleksi dan pemilihan Pemuda Pelopor tingkat Kabupaten Limapuluh Kota sudah dilaksanakan dan para pemenangnya juga sudah disampaikan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Demikian juga halnya dengan seleksi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Sumatera Barat yang juga telah dilaksanakan pada bulan Agustus yang lalu. Hari ini Jum’at (2 Oktober 2015) Penilaian Pemuda Pelopor untuk tingkat Nasional tahun 2015 juga sudah dimulai.

Penilaian Pemuda Pelopor Untuk tingkat Nasional Tahun 2015 yang mewakili Provinsi Sumatera Barat diawali dengan Fact Finding ke Calon Pemuda Pelopor Sotra Fanda di Nagari Sarilamak Kecamatan Harau. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Sotra Fanda berhasil meraih peringkat pertama untuk Bidang Kepeloporan Teknologi Tepat Guna, Komunikasi dan Informasi dan dipercaya mewakili Sumatera Barat untuk seleksi di tingkat nasional.

Adapun produk yang menjadi karya kepeloporan Sotra Fanda yaitu Membuat Alat Pengiris Pinang Muda dan Pembelah Pinang Tua yang dikombinasi menjadi satu alat. “Alat ini sudah sangat lama saya pikirkan karena dilatarbelakangi banyaknya masyarakat yang bergerak atau bermata pencaharian sebagai pembelah pinang terutama keluarga sendiri” demikian ungkap Fanda ketika dikonfirmasi Safasindo FM.

Dia menambahkan bahwa alat ini dibuat dengan harapan lebih efektif dan efisien digunakan oleh para petani pembelah pinang, sehingga lebih hemat dari segi waktu dan terhindar dari kecalakaan atau terluka saat bekerja.

Sementara itu Victus Murin yang bertindak selaku Dewan Juri dari Kementrian Pemuda dan Olahraga sangat mengapresiasi karya Sotra Fanda ini. “Ini sebuah karya yang sangat bernilai guna, tentu sangat dibutuhkan oleh para petani kita disini” Imbuhnya.

Selanjutnya dia berharap agar karya ini dapat lebih disempurnakan, diproduksi dalam jumlah yang banyak sehingga siap untuk dipasarkan. “Dan yang lebih penting bagaimana Karya Anak muda ini bisa segera diurus Hak Patennya” demikian tutupnya.

Sama halnya dengan tahun 2014 yang lalu, untuk tahun 2015 ini ada 5 (lima) bidang Kepeloporan Pemuda yang diperlombakan yaitu:

1. Bidang Pendidikan

2. Bidang Sosial, Budaya, Pariwisata dan Bela Negara

3. Bidang Pangan

4. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

5. Bidang Teknologi Tepat Guna, Komunikasi dan Informasi (Alt)

 

Photo0221

Bidang Pemuda Dinas Budparpora Latih 30 Pemuda

Bidang Pemuda Dinas Budparpora Latih 30 Pemuda

 

 

Tanjung Pati, Seperti tahun sebelumnya, kembali pada tahun 2015 ini Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan bagi pemuda se Kabupaten Limapuluh Kota.

Bertempat di Gedung Pertemuan Sago Bungsu Tanjung Pati, kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 September 2015.

“Pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan bagi pemuda ini berdasarkan Peraturan Bupati Lima Puluh Kota No 61 Tahun 2011 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan” demikian jawab Sofidar, S.Sos ketika dikonfirmasi oleh Safasindo Fm.

Dia menambahkan bahwa peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan ini berjumlah 30 orang. Dimana 24 orang merupakan rekomendasi pemuda  nagari dari Kecamatan Mungka dan Kecamatan Akabiluru, sementara untuk 6 (enam) pemuda lainnya peserta yang direkomendasikan oleh KNPI Kabupaten Lima Puluh Kota.

Selama mengikuti pelatihan ini para peserta yang rata-rata berusia 16-30 tahun ini disuguhi oleh panitia dengan beberapa materi diantaranya Kebijakan Umum Tentang Pembinaan Terhadap Generasi Muda oleh Bupati Lima Puluh Kota, Pengambilan Keputusan oleh Sekda Kabupaten Lima Puluh Kota, Pendidikan Dasar Bela Negara oleh Dandim 0306 Lima Puluh Kota, Pemuda dan Tantangan Masa Depan oleh Melya Novira, S.Pd (Purna Pemuda Pelopor), Dasar-Dasar Kepemimpinan oleh Kadis Budparpora Lima Puluh Kota, Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda oleh Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Manajemen Organisasi Pemuda oleh Narasumber dari Dinas Pemuda Dan Olahraga Sumatera Barat dan Materi Praktek membuat Surat Dinas, Proposal dan Diskusi oleh Altoyo, S.Pi (Sekretaris KNPI Lima Puluh Kota).

Habibi, salah seorang peserta Pendidikan Dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan ini mengatakan sangat senang karena dapat mengikuti pelatihan kepemimpinan bagi pemuda ini. “Selain ilmu yang ditransfer dari narasumber, kita juga dapat berkenalan dengan pemuda-pemuda yang berasal dari nagari lain serta juga dari OKP yang merekomendasikan pengurusnya sebagai peserta dalam kegiatan ini” tambahnya.

Dimalam terakhir acara ini ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD), dimana para peserta dibagi menjadi 4 (empat) kelompok yang mengupas dan mendiskusikan topik hangat yang disiapkan oleh panitia yaitu Kontroversi Calon Tunggal Dalam Pilkada Serentak 2015 dan Batasan Umur  30 Tahun Bagi Pemuda Berdasarkan UN N0 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan. (Alt)

Logo 50 Kota

DLM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Kupas Fungsi Lembaga Legislatif Melalui Parliament Training

DLM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Kupas Fungsi Lembaga Legislatif

Melalui Parliament Training

 

 

 

Limapuluh Kota, Perguruan Tinggi sebagai lembaga untuk menciptakan insan intelektual yang penuh kepribadian dan berdedikasi tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan, Perguruan Tinggi bukan hanya wadah perkembangan kegiatan-kegiatan akademis semata, namun lebih dari itu mampu melahirkan insan-insan berwawasan kebangsaan dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk mencapai harapan tersebut di atas, perlu diciptakan keterbukaan dan kebersamaan yang dapat memperluas dan mempertajam wawasan serta daya nalar dan analisa civitas akademika terutama mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

Dewan Legislatif Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (DLM PPNP) merupakan lembaga representation yang keanggotaannya berasal dari perwakilan mahasiswa dari kelembagaan seluruh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Sebagai sub-sistem atau bagian yang tidak terpisakan dari oganisasi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang merupakan kelengkapan non-struktural civitas akademika dalam menunjang pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, DLM PPNP juga ikut mewarnai berbagai kebijakan demi kepentingan mahasiswa dan masyarakat kampus, dengan tanpa melupakan kepentingan pihak Politeknik  secara keseluruhan.

Dewan Legislatif Mahasiswa layaknya DPR di Negara atau DPRD di tingkat provinsi. Dimana lembaga ini mempunyai tiga fungsi dalam menjalankan tugasnya yaitu: fungsi legislasi, controlling dan Budgeting.

Oleh karena itu, untuk memahami dan mendalami tugas lembaga legislatif tersebut Dewan Legislatif Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (DLM PPNP) mengadakan kegiatan Parliament Training yang dilaksanakan selama satu hari (20 September 2015) yang lalu.

”Kita berharap, dengan Kegiatan Parliament Training ini rekan-rekan mahasiswa khususnya yang tergabung dalam kepengurusan DLM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dapat memahami akan fungsi, tugas dan wewenang dari Lembaga Legislatif mahasiswa ini” demikian yang disampaikan Alfa Viter Hutonara dalam sambutannya.

Viter yang merupakan ketua DLM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menekankan kepada seluruh pengurusnya untuk dapat menjalankan tugas kelembagaan mahasiswa ini sesuai dengan penempatan pada komisinya masing-masing. ”Kita juga akan kembali melanjutkan kerjasama dengan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh seperti yang pernah kita laksanakan pada periode sebelumnya” tambahnya.

Parliament Training yang berlangsung di ruang Sindang III (tiga) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini menghadirkan narasumber mantan Ketua Badan Legislatif Mahasiswa Universita Riau (BLM UR) dan sekarang beraktivitas sebagai Staf Ahli Fraksi di DPRD Kabupaten Limapuluh yaitu Altoyo,S.Pi.

”Sebagai seorang aktivis, rekan-rekan pengurus DLM harus rajin dan rakus membaca, banyak diskusi dan buka wawasan. Maju dan mundurnya kinerja DLM tergantung pengurus yang hadir hari ini. Materi dan ilmu bisa didapat dari mana dan dari siapa saja, tinggal bagaimana kita semua mengaplikasikannya dalam bentuk program kerja. Anggota DLM jangan hanya 4 D yaitu Duduk, Datang, Dengar dan Diam” demikian pesan Altoyo yang juga sekretaris KNPI Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Diakhir kegiatan pelatihan ini, Handayu salah seorang peserta mengucapkan terima kasih dan harapannya semoga ilmu yang telah didapat selama pelatihan ini dapat dipraktekkan. ”Semoga kawan-kawan pengurus DLM tetap solid dan bekerja” harapnya menambahkan. (Alt)

 

 images

MENGINTIP PERSIAPAN WISUDA ANGKATAN I POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH

MENGINTIP PERSIAPAN WISUDA ANGKATAN I

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH

 

 

Kabupaten Limapuluh Kota, Hari Sabtu tanggal 19 September 2015 akan menjadi catatan sejarah bagi Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Setelah resmi berdiri sendiri dan menyatakan diri berpisah dari Universitas Andalas (UNAND), pada besok pagi (Sabtu/19 September), kampus tertua di Payakumbuh dan Limapuluh Kota ini akan mewisuda 399 orang mahasiswanya.

Berbagai persiapan dilakukan untuk kesuksesan pelaksanaan Wisuda Angkatan I (pertama) Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini. Mulai dari hari kemaren (Kamis/17 September) hinggan jum’at ini, berbagai persiapan dilakukan oleh panitia pelaksananya, mulai dari tempat, rangakaian acara hingga persiapan seluruh Wisudawan/ti.

Walaupun sudah terbiasa dan sudah tidak asing lagi, tetap saja Pelaksanaan Wisuda Angkatan I ini akan member kesan dan warna tersendiri bagi kampus berlokasi di Tanjung Pati ini.

Tercatat sebanyak 399 orang mahasiswa akan diwisuda untuk tahun ini dan berdasarkan informasi yang diperoleh Safasindo Fm dapat diinformasikan komposisi jumlah Wisudawan/ti dari 10 Program Studi (Prodi) yang di Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh:

1. Program Studi Agribisnis Pertanian                        : 49 Mahasiswa

2. Program Studi Peternakan                                     : 24 Mahasiswa

3. Program Studi Hortikultura                                     : 45 Mahasiswa

4. Program Studi Manajemen Produksi Pertanian     : 37 Mahasiswa

5. Program Studi Budi Daya Tanaman Pangan         : 46 Mahasiswa

6. Program Studi Budi Daya Tanaman Perkebunan : 43 Mahasiswa

7. Program Studi Manajemen Perkebunan                : 43 Mahasiswa

8. Program Studi Tekhnologi Pangan                        : 32 Mahasiswa

9. Program Studi Tata Air Perkebunan                      : 29 Mahasiswa

10. Program Studi Manajemen Produksi Pertanian   : 45 Mahasiswa

 

“Gambaran rangkaian Acara yang kami peroleh, untuk besok setelah acara Wisuda di GSG (Gedung Serba Guna) Akan dilanjutkan untuk acara pelepasan Wisuda di Jurusan Masing-masing” demikian Khoiruddin menjawab ketika dikonfirmasi oleh Safasindo Fm

 

Sebagai Tambahan Informasi yang akan menyampaikan kata sambutan mewakili para Wisudawan/ti yaitu Ferdi Yunus, S.St dari jurusan Manajemen Produksi Pertanian. Sedangkan peraih IPK tertinggi untuk program D3 yaitu Siska Hayani, A.Md dengan IPK terakhir 4,00 ari Prodi Agribisnis dan untuk program D4 diraih oleh Neti, S.St. (Alt) toga

BIRO BINSOS LATIH 100 ORANG IMAM MASJID SE-SUMBAR

BIRO BINSOS LATIH 100 ORANG

IMAM MASJID SE-SUMBAR

 

 

Padang, Imam adalah panutan di masyarakat, baik untuk urusan keagamaan maupun kemasyarakatan. Imam punya tugas memberikan teladan pada masyarakat untuk memakmurkan, menggelorakan, dan mengaktifkan masjid dalam rangka meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Di masjid, imam jadi panutan. Dan jamaah harus merasa nyaman, harus merasa ada jaminan bahwa shalat kita insya Allah diterima Allah SWT.

Imam bertanggungjawab pada sah atau tidaknya shalat semua jamaah. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, pada Tahun 2015 ini Biro Binsos Provinsi Sumatera Barat gelar Pelatihan Imam Masjid se Sumatera Barat yang bertempat di Gedung BPM Jalan Pramuka No 13 Padang.

Adapun Tema yang diangkat panitia yaitunya “Melalui Pelatihan Imam Masjid Se Sumatera Barat Tahun 2015 Kita Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Imam Masjid Di Tengah Masyarakat”.

Acara Pelatihan Imam Masjid yang dilaksanakan sebanyak II Angkatan ini, langsung dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Provinsi Sumatera Barat, Ir. Syafrudin. Dalam sambutannya Ir. Syafruddin mengatakan sangat apresiasi dengan partisipasi dan kontribusi para imam masjid ini. “Pelatihan ini kita lakukan sesuai dengan tema yang diangkat oleh panitia yaitu untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas imam masjid di tengah masyarakat” demikian dia menambahkan.

Dari informasi yang diterima dari panitia peserta yang ikut pelatihan ini berjumlah 100 orang imam masjid yang dibagi dalam II (dua) angkatan, dimana untuk masing-masing angkatan berjumlah 50 orang imam masjid. Untuk angakatan I (pertama) telah dilaksanakan pada tanggal 14-16 September dan untuk angkatan ke II (dua) yang berlangsung tanggal 17-19 September 2015.

“Acara dan materinya mantap karena didukung oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya” demikian kata Syaiful Herman (28), salah seorang peserta dari Kabupaten Limapuluh Kota kepada Safasindo Fm.

Berikut materi dan nama narasumber dalam acara Pelatihan Imam Masjid Se Sumatera Barat:

1. Dr. H. Mukhlis Bahar, LC, M.Ag dengan materinya:  Fiqih Shalat Berjamaah, Jamak dan Qashar Serta Keistimewaan dan Pelaksanaannya.

2. Bakri, S.Iq, S.ThI, M.PdI dengan materinya: Praktek dan Shalat Dengan Bacaan Murothal Qira’at ‘Ashim Riwayat Hasf

3. H. Indra Hadi, S.Iq dengan materinya: Metode Tahfidz Al qur’an

4. Prof. Dr. H. Syamsul Bahri Khatib (Ketua MUI) dengan materinya: Mewujudkan Pribadi Imam Masjid yang Berakhlak Mulia dan Wara’ Sebagai Insan Pengemban Misi Dakwah Islamiyah Di tengah Masyarakat

5. Dr. H. Gusril Kenedi. M.Pd dengan materinya: Psikologi Pendidikan Karakter Ketauladanan Imam Masjid

6. Yusran Lubis, M.Pd dengan materinya: Peran Kanwil Kementrian Agama Sumbar Dalam Pembinaan Imam Masjid

7. Drs. H. Yulius Said Dt. Tan Basa (Ketua DMI) dengan Materinya: Manajemen Masjid Menuju Masjid Idaman.

Selama pelatihan ini panitia menyediakan akomodasi untuk seluruh peserta, seminar kit dan konsumsi. (Alt)  Lambang-Sumbar