REWARD KE BANDUNG BAGI PASKIBRA LIMA PULUH KOTA

REWARD KE BANDUNG BAGI PASKIBRA LIMA PULUH KOTA

 

Bandung, Sebanyak 28 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Limapuluh Kota yang bertugas menaikkan dan menurunkan bendera pada upacara kemerdekaan HUT RI ke 70 tanggal 17 Agustus 2015 yang lalu, mendapat reward dari Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota. Rewardnya berupa rekreasi ke luar kota dan uang saku sebagai bentuk penghargaan kepada 28 pelajar yang sudah berlatih keras untuk mensukseskan perayaan HUT RI di Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepala Bidang Pemuda Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Limapuluh Kota, melalui Kasi Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Aswanaldi, S.Pd mengatakan tahun ini Disbudparpora menyiapkan reward bagi 28 anggota Paskibraka yang bertugas pada saat menaikkan dan turunkan bendera dalam upacara peringatan HUT RI ke 70 di lapangan Singa Harau. “Reward dari Pemda Limapuluh Kota ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah para anggota Paskibra yang rutin mengikuti latihan saat karantina dan telah menjalankan tugasnya dalam upacara bendera tanggal 17 Agustus tersebut”  demikian tambahnya.

“Anggaran untuk reward bagi anggota Paskibra 2015 ini sudah kita siapkan. Kalau tahun lalu anggota Paskibra diajak jalan-jalan ke Bandung, tahun ini rewardnya juga jalan-jalan ke Bandung, tapi dengan rute perjalanan yang sedikit berbeda dengan tahun yang lalu”, Ujar Sofidar, S.Sos selaku Kasi Pengembangan dan Keserasian Pemuda Disbudparpora Limapuluh Kota yang ikut mendampingi.

Ketika ditanya rute perjalanannya, Evi Sapaan Akrab Kasi Pengembangan dan Keserasian pemuda ini menjelaskan bahwa rute yang ditempuh yaitu dari Tanjung Pati langsung menuju Bandung – Tangkuban Perahu – Alun-Alun – Jakarta – TMII dan Nginap – Monas – Kota Tua – Istana Merdeka dan berakhir di Ancol. Dari Ancol rombongan langsung bersiap-siap untuk balik ke Sumatera Barat.

“Kami berangkat dengan menggunakan  1 (satu) Bus Pariwisata, dengan jumlah yang ikut sebanyak 47 orang yang terdiri dari anggota Paskibra, pelatih, pendamping, Pembina dan panitia dari Bidang Kepemudaan Dinas Budparpora Kabupaten Limapuluh Kota” jelasnya kepada Safasindo FM.

Kami berangkat pada hari Jum’at (4 September) yang lalu, dan Rabu Sore ini balik ke Sumbar dan diperkirakan hari Jum’at (11 September) nanti sudah kembali berada di Sumbar” tukuknya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya dan sudah menjadi agenda rutinanitas dalam proses latihan anggota Paskibra bahwa pada pagi hari, anggota Paskibra terpilih akan menjalani latihan fisik dan baris berbaris. Tapi pada malam hari akan ada materi yang diberikan oleh narasumber yang telah direkomendasikan oleh panitia yaiitu meliputi tentang kepemimpinan dan penyuluhan dan bimbingan rohani lainnya. Seperti yang juga telah diinformasikan sebelumnya bahwa Pengukuhan Paskibra dari Kabupaten Limapuluh Kota ini dilaksanankan pada tanggal 15 Agustus yang bertempat di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota. (Alt)

HIMBAUAN BUPATI LIMAPULUH KOTA

HIMBAUAN BUPATI LIMAPULUH KOTA

“WASPADA BAHAYA KABUT ASAP DI KABUPATEN LIMAPULUH KOTA”

 

Limapuluh Kota, Hingga Selasa, 8 September 2015 kondisi kabut asap di yang menyelimuti Kabupaten Limapuluh Kota masih parah. Kabut asap berkepanjangan ini tidak dapat dielakkan karena kondisi geografis Kabupaten Limapuluh Kota yang yang langsung berbatasan dengan Provinsi Riau, yang merupakan salah satu provinsi penyumbang kabut asap terbanyak di Sumatera.

Kabut asap memang sangat mengganggu. Dampaknya sangat merugikan kesehatan maupun kegiatan ekonomi. Menyikapi adanya kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan di Provinsi Riau dan beberapa titik di Provinsi Sumatera Barat yang intensitas kepekatannya semakin hari semakin meningkat, maka Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo mengeluarkan Himbauan dengan Nomor: 776/BLH/IX/2015 tertanggal 2 September 2015 Tentang Waspada Kabut Asap Di Kabupaten Limapuluh Kota. Berikut isi Himbauannya:

1. Tidak melakukan pembakaran semak dan belukar untuk pembukaan lahan baru bagi pertanian dan perkebunan

2. Tidak membakar sampah rumah tangga, jerami, serbuk sisa gergaji dll

3. Mengurangi kegiatan yang beraktifitas diluar ruangan

4. Dianjurkan untuk memakai masker apabila berada di luar ruangan

5. Untuk murid sekolah (TK, SD, SMP, dan SMA) agar mengurangi aktifitas di luar ruangan.

 

Berdasarkan Himbauan Bupati Limapuluh Kota tersebut, akhirnya Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota mengambil kebijakan dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 3 (tiga) hari yang dimulai hari ini (selasa) hingga kamis atau tanggal 8-10 September 2015.

Leli Hanafiah, kepala sekolah SMA N 2 Kecamatan Harau mengaku informasi tentang diliburkannya kegiatan belajar mengajar beberapa hari kedepan karena faktor kabut asap ini baru diperolehnya sore (senin/7 September) kemarin. “Kita mendukung kebijakan ini, karena kabut asap pekat yang memerihkan mata dan menyesakkan napas ini sangat mengganggu aktifitas kita, kita juga kasihan melihat kondisi anak-anak yang mulai menampakkan menurunya kondisi kesehatannya” tambahnya.

Sementara itu Susi (29) salah seorang guru SD di Sarilamak mengatakan bahwa murid-murid SD lebih merasakan dampak dari kabut asap ini, mengingat kondisi tubuh dan kesehatannya yang masih labil. “Kami para majelis guru tetap bersekolah, karena yang libur hanya murid-murid sekolah, sementara gurunya tetap harus datang ke sekolah”  demikian tambahnya kepada Safasindo Fm.

Eva (33), salah seorang wali murid menyambut positif kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota ini. “ Kita dari masyarakat kecil berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan solutif untuk mengatasi masalah asap ini sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari” harapnya menambahkan.  (Alt)

 

“SERIBU MASKER UNTUK MASYARAKAT”

Forum Ar Rijal SAHARA, PKPU Payakumbuh, KAMMI dan Radio SAFASINDO FM:

“SERIBU MASKER UNTUK MASYARAKAT”

Limapuluh Kota, Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana kabut asap yang melanda Sumatera Barat khususnya Kabupaten Limapuluh Kota, puluhan pelajar SMA N 1 Kec. Harau yang   tergabung dalam Forum Ar Rijal dan PKS menggelar aksi sosial bagi-bagi ribuan masker gratis pada Senin (7 September 2015) untuk  masyarakat yang melintas di sepanjang jalan Raya Negara Km 7 Tanjung Pati.

Aksi sosial para pelajar yang dilakasanakan pada waktu jam istirahat sekolah ini juga didamping oleh Pak Taful S.Pd dan Fajri Ramadhan, A.Md selaku Pembina Forum Ar Rijal SMA N 1 Kec. Harau. Aksi bagi-bagi Masker gratis ini berlangsung sangat singkat yaitu hanya satu jam yang dimulai pukul 11.00 WIB dan difokuskan hanya pada satu titik yaitu tepat di depan simpang masuk gerbang sekolah SMA N 1 Kec. Harau.

“Ini sebagai bukti bahwa masyarakat kita butuh masker untuk menjaga kesehatannya dari pengaruh kabut asap yang semakin parah hingga hari ini” kata Yansel Putra salah seorang mahasiswa dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang ikut membagikan masker tersebut kepada Radio Safasindo FM.

Selanjutnya Taful S.Pd menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aksi pembakaran dalam bentuk apapun, sehingga kabut asap tidak bertambah menyelimuti daerah ini. “Kita juga mengucapkan terima kasih kepada donatur dan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Payakumbuh yang telah menyumbangkan bantuannya berupa masker yang sedang kita bagikan disiang ini” demikian kata Taful, S.Pd disela-sela pembagian masker gratis ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ridho (Wakil Ketua Forum Ar Rijal) yang didampingi oleh pengurus lainnya. “Kita juga mengajak masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, dan seandainya jika ada kegiatan diluar, kita harapkan untuk menggunakan masker, sehingga dapat meminimalisir penyakit yang disebabkan oleh kabut asap ini” katanya menambahkan.

Pembagian masker gratis ini tidak hanya untuk pengguna jalan yang melintasi lokasi pembagian masker tersebut, tetapi juga dibagikan oleh para peserta kepada masyarakat di kedai-kedai dan kantor yang berada di sepanjang jalan Raya Negara KM 7 Tanjung Pati.

Aksi sosial pembagian masker gratis yang diliput dan disiarkan langsung oleh Radio Safasindo 98,2 Fm ini dilaksanakan bekerjasama antara SMA N 1 Kec. Harau, PKPU Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh, KAMMI Komsat Kabupaten Limapuluh Kota dan Radio Safasindo. Hadir dalam kegiatan bagi-bagi masker tersebut crew safasindo yaitu Dian Safa, Ramadhan Safa dan Altoy.

Syaiful Herman (28), salah seorang penerima masker gratis ini mengucapkan terima kasih dan berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan solutif untuk mengatasi masalah asap ini sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Setelah kegiatan usai dan masker habis dibagi-bagikan para peserta yang terdiri dari pelajar kembali melanjutkan proses belajarnya di sekolah, sementara itu Mahasiswa dan Crew safasindo membubarkan diri secara tertib dan kembali melanjutkan kegiatan yang lainnya. (Alt)      Bagi-Bagi Maske Gratis Untuk Masyarakat

Kemurahan Hati Negara Turki pada Pengungsi

Pada saat banyak negara berusaha untuk mendirikan dinding baru dan mematikan perbatasan untuk mereka yang mencari bantuan, Turki menerapkan Open Door Policy terhadap Suriah, Irak dan Afghanistan. “Ini adalah contoh yang harus diikuti,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres.

Turki menaungi jumlah terbesar dari pengungsi di dunia, tapi menerima sangat sedikit dukungan dari negara lain, kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres pada konferensi pers di Istanbul.

Guterres mengatakan, di tengah krisis yang sedang berlangsung di perbatasan selatan negara itu, akibat pertempuran dengan pasukan Kurdi Suriah dan ISIS ekstremis, ribuan warga sipil telah mengungsi ke Turki untuk mencari keselamatan.

“Kami memperkirakan lebih dari 2 juta pengungsi ke Turki sampai hari ini. Turki sangat bermurah hati membuka perbatasannya untuk pengungsi Suriah, Irak dan Afghanistan,” kata Guterres saat peluncuran laporan badan pengungsi PBB, Tren Global 2014.

Gutteres mengatakan, “Turki pada tahun 2014 telah menerima 11 persen dari seluruh pengungsi di dunia. Ini punya arti khusus bagi dunia yang sebagian besarnya tengah menutup atau membatasi perbatasan atau membangun dinding baru bagi pengungsi.”

Dia mengatakan kepada wartawan, bahwa dunia memiliki tanggung jawab universal untuk melindungi orang-orang yang melarikan diri negara mereka.

“Sangat penting bagi Uni Eropa, juga negara-negara Teluk, serta negara bagian lain dari dunia, untuk juga membuka perbatasan bagi mereka,” katanya.

Dia mengatakan kemurahan hati Turki harus dapat memaksa negara lain mengikuti contoh yang telah diterapkan Turki dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala UNHCR juga senada dengan pernyataan Guterres ini

“Ini harus dapat memaksa semua orang untuk mengikuti contoh ini,” katanya. “Hal ini tidak hanya [tanggung jawab] dari Turki, Lebanon atau Jordan,” katanya, “Ini adalah tanggung jawab global.”

Turki telah membuat kebijakan pintu terbuka, melalui kemauan keras Presiden Recep Tayyip Erdogan, meski Ankara harus mengalami problem turunan dengan meningkatnya ketegangan sosial.

Turki, yang berbatasan 900-kilometer dengan Suriah, memiliki 1.772.535 juta pengungsi Suriah, menurut UNHCR, akan lebih banyak lagi orang datang karena pertumpahan darah di negara tersebut masih berlangsung.

Puluhan ribu  pengungsi Suriah yang melarikan diri karena bentrokan di kota Suriah, Tal Abyad, memasuki provinsi Şanliurfa Turki melalui perbatasan Akçakale.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Suriah adalah “produsen terbesar dunia dari kedua pengungsi (7,6 juta) dan pengungsi (3,88 juta) pada akhir 2014.”

Badan itu mengatakan bahwa setelah Suriah, Afghanistan dengan 2.590.000 dan Somalia dengan 1,1 juta adalah negara penghasil terbesar pengungsi berikutnya.

Laporan UNHCR juga menunjukkan perpindahan seluruh dunia dari perang, konflik dan penganiayaan itu adalah pada tingkat tertinggi, mencapai 59.500.000 orang pada akhir 2014.

Ada 51.200.000 orang pengungsi tahun sebelumnya dan 37,5 juta satu dekade lalu.

Badan itu mengatakan alasan utama untuk peningkatan dramatis ini adalah perang sipil Suriah. “Pada tahun 2014, rata-rata 42.500 orang menjadi pengungsi, pencari suaka atau pengungsi internal-setiap hari,” kata lembaga itu, menambahkan: “Andai populasi pengungsi Suriah menjadi suatu negara, ia akan menjadi negara terbesar ke-24 di dunia.”

Ini laporan Global Trends baru mengungkapkan bahwa 13,9 juta orang menjadi pengungsi pada tahun 2014 saja: “Mengkhawatirkan, lebih dari setengah pengungsi di dunia adalah anak-anak,” itu disorot.

Guterres menekankan bahwa organisasi kemanusiaan dunia tidak lagi mampu mengatasi. “Kami tidak lagi memiliki sumber daya untuk merespon seperti peningkatan dramatis dalam kebutuhan kemanusiaan di dunia karena konflik baru muncul setiap bulan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya menghadapi anggaran berkurang, sehingga lebih sulit untuk mengatasi krisis. Dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini, pengungsi biasanya mencoba untuk melarikan diri ke negara-negara di mana mereka melihat berjanji untuk kehidupan yang lebih baik.

Banyak dugaan bahwa pengungsi dari negara-negara Afrika atau Timur Tengah melarikan diri ke negara maju, Guterres mengungkapkan faktanya bahwa 86 persen dari pengungsi adalah di negara berkembang.

“Kita menduga pengungsi bergerak dalam jumlah besar ke bagian yang lebih kaya dari dunia, padahal realitas global yang kita hadapi bukan demikian. Sebagian besar orang-orang yang melarikan diri ke negara-negara yang memiliki pendapatan rendah atau menengah,” kata Guterres.

Puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad

 Jakarta.  Komite Etik KPK memutuskan Ketua KPK Abraham Samad terbukti melakukan pelanggaran tingkat sedang terhadap kode etik terkait kasus kebocoran konsep sprindik kasus Anas Urbaningrum. Sanksinya, teguran tertulis.

Berikut puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad yang kami ambil dari PKSpiyungan.org

Puisi ini dikirim 31 Januari 2012 namun dianggap masih relevan. Berikut selengkapnya:

Apa pengertianmu tentang mendung abraham? Pernahkah kau berjalan dalam gelap? Atau diantara hujan dan angin puting beliung? 

Atau pernahkah kau mendekati pusaran arus yang berputar? Atau menerjang gelombang pasang? 

Pernahkah kau seperti berada pada ketinggian yang semakin tinggi? Lalu kau terlepas seperti layang-layang. 

Dunia ini sepi kawan, itu yg aku ingin berbagi. Kita ini sendiri di hadapan apapun. 

Apa pengertianmu tentang hingar bingar dan tepuk tangan? Bagiku itulah puncak kesepian. 

Jika kau berada di atas pentas dan semua orang bergemuruh berdecak kagum kepadamu. Pergilah kepada dirimu.

Jika kau terkucil dalam gelap, pergilah kepada Tuhan mu, dia akan menghiburmu.

Yang gemuruh dan yang sepi adalah fatamorgana. Sementara dirimu adalah fana.

Jadikanlah kubur sebagai tempat tidurmu sebab kesanalah kau akan kembali dan bakarlah amarah mu dalam peti mati. 

Selamat jalan kawan, setiap orang bertanggungjawab sendiri. 
Jangan takut gelap. Aku tahu kau tak takut ombak.(*) (dd/trb)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Tolak Tukar Kaus dengan Israel, Ronaldo: “Saya Berada di Bumi Palestina”

Di akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F antara Portugal dan Israel, Cristiano Ronaldo menolak bertukar kostum dengan pemain Israel. http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=V-sSwLNqd-g

Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, “Saya berada di bumi Palestina.”

Di akhir pertandingan, pemain Israel mendekati Ronaldo untuk bertukar kostum, namun ia tidak mengindahkan pemain Israel tersebut.

Seperti diberitakan, Portugal bertanding melawan Israel pada hari Jumat (22/3) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F. Seperti diberitakan oleh Antara, Portugal bangkit dari ketertertinggalan 1-3 untuk menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu saat melawan Israel, pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F Jumat, hasil yang membuat kedua tim memiliki peluang sama untuk lolos. (Endah Hapsari/ROL)

Hari Menutup Aurat Melawan Valentine Day

Islamedia – Para mahasiswi di Bandung, Jambi dan beberapa tempat di Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dawah Kampus (FSLDK) mengadakan acara menolak Valentine Day atau Hari kasih Sayang. Mereka membawa poster dan spanduk berisi ajakan untuk menutup aurat kepada muslimah.

Di Bandung, acara ini dilangsungkan di depan Gedung Sate Bandung. Ketua FSLDK Bandung Bara Agus Mulyana menuturkan, Hari Tutup Aurat Internasional pertama kali digagas dua tahun lalu oleh sebagian umat Muslim di Indonesia termasuk di Malaysia dan Hongkong.

Adapun tujuan dari Hari Tutup Aurat Internasional, kata dia, ialah untuk menolak perayaan hari Valentine.

“Maka Hari Tutup Aurat ini diperingati bersamaan dengan hari Valentine, yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari,” kata dia sebagaimana dilansir Antara.

Menurut dia, FSLDK sendiri sudah memeringati hari tutup aurat sejak tiga tahun lalu dan biasanya dengan aksi damai menebar jilbab atau kerudung dan cendramata kepada masyarakat.

“Kita merayakan ini tanggal 14 Februari karena ingin menandingi Valentine yang biasanya dirayakan oleh para remaja. Bagi kita sebagai Muslim, Valentine lebih banyak negatifnya daripada positifnya,” katanya.

Dikatakannya, Hari Kasih Sayang tidak seharusnya dirayakan oleh umat Muslim karena tradisi dari barat ini dinilai sebagai momen maksiat.

“Perlu kami tegaskan di sini bahwa Valentine biasanya dirayakan remaja untuk memberikan kasih sayang, padahal belum terjadi ikatan nikah. Itu bisa terjadi maksiat hingga seks bebas,” ujarnya.

Walaupun Valentine hanya dirayakan sekedar memberikan sebuah coklat atau bunga, kata Agus, hal tersebut tetap saja tidak boleh.

“Justru dengan begitu juga sudah mendekati hal yang dibenci oleh Allah, mendekati zina dan menghamburkan uang,” kata dia.

Dalam aksinya para mahasiswi membawa poster “Hijabmu Aktivitasmu”, “Tutup Aurat Allahu Akbar”, “Hey Cantik, Tutup Auratmu,”

Selain itu, para mahasiswi juga meneriakkan seruan sebagai berikut “Tutup tutup tutup aurat, tutup aurat sekarang juga”.

Dua Tahun Menjabat Irwan Prayotno Berhasil Tekan Kemiskinan Sumbar

Kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim berhasil menekan angka kemiskinan di Sumbar. Selain itu, program gerakan pensejahteraan petani (GPP) juga dinilai berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Sumbar turun dari 8,99 persen pada September 2011 menjadi 8,19 persen pada Maret 2012. Sawahlunto paling sedikit orang miskin, hanya sebanyak 2,48 persen dan Mentawai paling banyak dengan jumlah 19,77 persen.
”Kita bersyukur akhirnya dapat menekan angka kemiskinan di Sumbar. Artinya berbagai program kemiskinan di Sumbar berjalan cukup dengan baik,” sebut Gubernur Irwan Prayitno didampingi Asisten II Setprov Sumbar, Syafrial.
Penurunan tersebut sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Sumbar tahun 2006-2012 sebanyak 0,6 pertahun. Untuk itu, pada RPJM Sumbar 2010-2015 percepatan penurunan tingkat kemiskinan menjadi salah satu target utama.
Berdasarkan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, pada tahun 2012, tingkat kemiskinan makro di Sumbar sebesar 9,50 persen, mengalami penurunan pada kondisi Maret 2011 menjadi 9,04 persen.
Kemudian pada bulan September 2011 turun lagi menjadi 8,99 persen. Dan pada Maret 2012 tingkat kemiskinan sudah mencapai 8,18 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 404,736 jiwa.
Penurunan tingkat kemiskinan pada 2010-2012 ini juga diikuti dengan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat yang dapat diukur dari peningkatan index garis kemiskinan. Jika sebelumnya sebesar Rp230.000/kapita/bulan menjadi Rp.277.784/kapita/bulan.
Dampaknya, indeks kedalaman kemiskinan juga ikut turun, dari angka 1,49 persen di tahun 2010 turun menjadi 1,12 pada Maret 2012. Bahkan, indeks keparahan kemiskinan juga dapat ditekan dari angka 0,39 persen pada 2012 turun menjadi 0,29 pada Maret 2012.
Selain itu, angka penurunan juga turun. Jika tahun 2012 sebesar 6,95 persen turun menjadi 6,25 persen pada kondisi Februari 2012.
Sementara tingkat penurunan angka kemiskinan di kabupaten dan kota di Sumbar lebih cepat lagi. Sebanyak 12 kabupaten dan kota mampu menekan angka kemiskinan di atas rata-rata provinsi dan nasional. Sedangkan 7 kabupaten/kota lainnya capaian penurunan angka kemiskinannya berada di bawah rata-rata nasional yang berada pada posisi 11,96 persen.
Secara umum, penurunan kemiskinan di Sumbar berada pada track, sebanyak 0,6 persen pertahun. Dari periode 2006 sampai 2010 secara makro penurunan kemiskinan sudah mencapai sebesar 12,51 persen dengan pengurangan penduduk miskin dari sebanyak 550.251 jiwa menjadi sebanyak 430.024 jiwa. ”Jika kita perhatikan kemiskinan itu lebih banyak di kabupaten dan terendah di kota,” ujarnya Syahrial.
Menurutnya, saat ini masih ada kendala dalam menanggulangi kemiskinan, seperti terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kebutuhan dasar. Pemberdayaan masyarakat miskin dan lebih rendahnya tingkat daya beli masyarakat.
Sementara itu, keberhasilan diraih satuan perangkat kerja daerah dalam merealisasikan program Irwan Prayitno dan Muslim Kasim terlihat pada Satpol PP Sumbar.
Seperti, melaksanakan operasi gabungan dalam penertiban penyakit masyarakat (Pekat), melakukan pengamanan dan pengawasan perkantoran dan asset Pemprov Sumbar, pengawasan dan pengamanan pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Selain  itu, penertiban depot dan peredaran air minum isi ulang dan pengawasan bea cukai ilegal di Sumbar.
Terkait dengan pengawasan, Inspektorat Provinsi Sumbar seperti, keberhasilan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang bertujuan memberikan pelayanan optimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di lingkungan inspektorat.
Membentuk Forum Bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (Forbes-Apip) se-Sumbar periode 2012-2015 yang bertujuan mengoptimalisasikan peran aparat intern pemerintah serta meningkatkan sinergitas institusi pengawasan intern pemerintah se-Sumbar.
Sedangkan Dinas Energi Sumbar Daya Mineral (ESDM) juga berhasil melaksanakan, meningkatkan jumlah rumah tangga yang mendapat layanan listrik.
Jumlah rumah tangga di wilayah pedesaan yang teraliri listrik mampu terealisasi 145 rumah tangga. Jorong yang terlayani jaringan listrik mencapai tiga jorong dan terbentuknya unit pengelolaan listrik di pedesaan (nagari) mandiri sebanyak tiga unit.
Keberhasilan yang telah diraih oleh Dinas Koperasi dan UKM adalah meraih berbagai penghargaan tingkat nasional.
Pada tahun 2011, terdapat lima penghargaan, yakni penghargaan terhadap Gubernur berupa Satyalancana Pembangunan dan empat penghargaan Bakti Koperasi dan UKM.
Pada tahun 2012, juga berhasil meraih penghargaan Satyalancana Pembangunan, Satyalancana Wira Karya dan enam penghargaan Bakti Koperasi dan UKM.
Sedangkan pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), keberhasilan yang telah diraih adalah terlaksananya program pengembangan, pengelolaan jaringan irirgasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya.
Pada tahun 2012, sudah melaksanakan perbaikan jaringan irigasi pada 87 daerah irigasi seluas 45.403 hektare, pemeliharaan jaringan irigasi dalam upaya mempertahankan fungsi jaringan pada 30 daerah irigasi dengan luas mencapai 35.541 hektare. Perbaikan jaringan irigasi pasca bencana gempa sebanyak 35 daerah irigasi seluas 20.000 hektare.
Sedangkan pada tahun 2012, juga sudah melaksanakan pemenuhan kebutuhan air bagi pertanian dengan prioritas utama kebutuhan pokok masyarakat dan pertanian rakyat. Dari target 3 kilometer (37.412 hektare), tahun 2011 mencapai 9,35 kilometer dengan luas area terairi seluas 50.736 hektare. Kemudian, pembangunan irigasi mampu membangun satu unit bendungan seluas 3.000 hektare.
Pada Dinas Kelautan dan Perikanan, capaian program kegiatan tahun 2012 di antaranya, peningkatan produksi perikanan. Tahun 2012 sebesar 211.971,30 ton, tahun 2011 (337.011,68 ton), terjadi peningkatan sebesar 58,99 persen. Sedangkan pencapaian produksi pada semester 1 tahun 2012 sebesar 182.164,27 ton.
Termasuk peningkatan produksi benih pada BB. Tahun 2012, sebesar 21.380.325 ekor. Tahun 2011 sebesar 47.538.705 ekor, terjadi peningkatan 122,25 persen.
Ekspor Komoditas Perikanan tahun 2010 sebesar 1.122.900 kilogram. Tahun 2011 sebesar 1.578.991,70 kilogram, meningkat sebesar 40,62 persen.
Sedangkan, capaian PAD tahun 2011 sebesar 337.809.515 meningkat sebesar 94,23 persen. Program yang telah berhasil dilaksanakan, pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap.
Kegiatan strategis, pengembangan sentra tuna wilayah barat. Tahun 2010, jumlah ekspor tuna mencapai 481.425 kilogram. Sementara, tahun 2012 jumlah ekspor 450.337 kilogram. Jumlah kapal penangkap ikan tuna tahun 2011 mencapai 104 unit kapal.
Sedangkan jumlah nelayan tradisional yang telah dilatih teknik pengangkapan tuna sistem long-line tahun 2012 mencapai 30 orang. Jumlah industri pengelolaan tuna sebanyak tiga unit. Jika tahun 2011 produksi tuna mencapai 4.000,6 ton, maka hingga Juni 2012 mampu mencapai 15.203,4 ton, melebihi capaian target 2012 sebesar 945 ton.
Untuk, pengembangan perikanan budidaya. Adanya pelaksanaan, pengembangan budi daya bandeng sebagai umpan tuna. Peningkatan mutu UPA melalaui pengadaan induk unggul pengembangan budidaya system keramba jaring apung (KJA). Pengembangan kawasan sentra produksi agropolitan.[pksumbar]

Kampus Filipina Larang Pemakaian Jilbab

 Kebijakan Pilar College yang melarang mahasiswi mengenakan jilbab mengundang amarah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan komunitas Muslim Filipina.

“Kami meminta mereka untuk mematuhi hukum yang ada, karena kebijakan itu melanggar aturan,” ujar S Alih Aiyub, Sekjen Konferensi Nasional Ulama Filipina (NCMF) di Mindanao Barat, seperti dikutip onislam.net, Rabu (1/8).
Merespons protes komunitas muslim, Dewan Kota sendiri telah mempertanyakan kebijakan itu. Namun, universitas Katolik tertua di Mindanao ini tetap menolak untuk mencabut larangan itu.
Dalam surat balasan kepada Walikota Celso Lobregat tertanggal 9 Juli, Suster Maria Nina Balbar, Presiden Pilar College, mengatakan pihaknya tetap akan melaksanakan aturan itu. “Sumber dari aturan yang kami buat berdasarkan kepercayaan Katolik Roma. Kami tidak akan menyimpang dari sumber itu,” kata Balbar.
Ia menjelaskan pihaknya menerima mahasiswa dari berbagai agama. Sebelum itu, terlebih dahulu mereka menjalani sesi wawancara dan menyetujui aturan berupa tidak diperbolehkannya menggenakan jilbab atau cadar.
Pakar hukum NCMF, Edilwasif Baddiri, mengkritik kebijakan itu. Ia mengatakan apa yang diterapkan oleh Pilar College melanggar klausul kebebasan beragama konstitusi Filipina tahun 1987 dan Pasal 32 UU Republik No. 9710 Magna Carta. “Setiap hak Muslim dijamin kedua payung itu,” tegasnya.
Dalam kasus tertentu, kata dia, sebuah sekolah Muslim diperkenankan untuk menetapkan aturan berupa kewajiban mengenakan jilbab kepada siswi atau mahasiswi.
Sekjen Aliansi Advokat HAM Filipina (PAHRA), Rosemarie R Trajano, menilai kebijakan institusi jangan sampai melanggar kebebasan beragama. Hak untuk menjalankan kebebasan beragama harus diperlakukan sebagai sebuah prinsip terpenting. [ROL]

SAFASINDO GELAR MTQ UDARA

Dalam rangka menghidupkan malam ramadhan 1433 H, safasindo bekerjasama dengan beberapa sponsor menggelar acara MTQ Udara Tingkat SLTP se Kota dan Kabupaten 50 Kota.

Pimpinan Safasindo HJ Harni Famil mengatakan bahwa even ini digelar untuk menambah minat baca dan memasyarkatkan Al Qur’an khususnya untuk anak remaja, karena sekarang kecendrungan untuk membaca alQur’an agak menurun.

Acara ini disponsori oleh beberapa mitra kerja safasindo seperti YT Bersama Perabot, Indosat, PKPU payakumbuh, Perumahan Sicincin Permai, Hargia PS,  Rapi Perabot dll

Acara yang digelar pada jumat malam dan sabtu malam tanggal 27 dan 28 Juli 2012, diikuti oleh puluhan pelajar dari SMP dan MTsN yang ada dikota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, menurut rencana panitia akan dibuka oleh Calon Walikota Payakumbuh Bapak Drs Suwandel MM