Jepang akan Bantu Arab Saudi Bangun Pabrik Tenaga Nuklir

Jepang dan Arab Saudi, sepakat untuk bekerja sama dalam membangun faslitas-fasilitas tenaga nuklir. Kesepakatan itu dinyatakan oleh sejumlah pejabat Jepang (9/1).

Perjanjian itu terjadi dalam satu pertemuan antara Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Akihiro Obata, dan Hashin bin Abdullah Yamani, kepala organisasi energi baru pemerintah Saudi, “Kota Energi Atom dan Energi terbarukan Raja Abdullah”di Riyadh, menurut laporan Kyodo News.

Arab Saudi berencana akan membangun pabrik-pabrik tenaga nuklir untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan kelistrikan akibat pertumbuhan penduduk dan mengkonservasi sumber-sumber minyak mentah. Obata menawarkan Riyadh bantuan dalam melatih tenaga-tenaga Saudi di bidang generasi teknologi tenaga nuklir dan mengompilasi peraturan-peraturan yang diperlukan

Menengok Kejayaan Islam di New York

Apa yang mereka buat, menarik,’’ ujar Marissa Campis. Gadis cilik berusia 8 tahun itu mengomentari temuan yang menjadi favoritnya, kamera obscura. Di kemudian hari, temuan itu menjadi cikal bakal bagi perkembangan fotografi modern. Marissa mendapati temuan itu dalam “1,001 Inventions: Discover the Muslim Heritage in Our World”.

Ini merupakan sebuah pameran yang menggambarkan penemuan para cendekiawan Muslim dari abad ketujuh hingga ke-17, yang digelar di New York Hall of Science, Queens, New York. Pameran tersebut diusung oleh the Foundation for Science, Technology and Civilisation (FSTC), sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Inggris.

Pameran di New York akan berlangsung hingga April mendatang. Dan New York, menjadi kota pertama untuk mengenalkan kejayaan Islam di Amerika Serikat (AS).Selanjutnya, pameran digelar di California Science Center, Los Angeles kemudian National Geographic Museum, Washington DC pada 2012.

Sebelum merambah ke AS, FSTC menyelenggarakan pameran di London, Inggris dan Istanbul Turki. Gelaran ini telah mampu menarik sebanyak 800 ribu pengunjung. Pameran sains ini, juga menarik minat Marissa Campis beserta teman sebayanya  serta keluarga dan orang-orang dewasa lainnya.

Sebab, di sana mereka mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana temuan-temuan saintifik itu bekerja. Menurut Marium Sattar, mahasiswa School of Journalism, Columbia University, dalam artikelnya yang dikutip Middle East Online, Rabu (5/1), langkah FSTC ini bisa menjadi bagian dari kampanye memupus citra jelek terhadap Islam dan Muslim.

Sebuah laporan yang dirilis Pew Research Center pada 2009, menyatakan, sebanyak 38 persen warga Amerika menilai Islam mendorong kekerasan dibandingkan keyakinan lainnya. Pamerin ini, menghadirkan fakta sebaliknya. Muslim mempunyai warisan budaya dan ilmu pengetahuan yang sangat kaya.

Pencapaian gemilang dalam ilmu pengetahuan oleh Muslim yang digambarkan melalui pameran ini, tentu membuat pengunjung tertegun. Sebab, selama ini mereka mungkin tak pernah tahu soal itu. Apalagi kemajuan Muslim di abad pertengahan tak pernah diajarkan di sekolah-sekolah di Barat.

Saat pengunjung melintasi aula yang bernuansa ungu dan emas, mereka mendapati sebuah replika jam air setinggi 20 kaki yang dibuat oleh cendekiawan Muslim, Al-Jazari. Di seberangnya, terlihat modal mesin terbang yang dirancang pada abad ke-9 oleh ilmuwan bernama  Abbas bin Firnas.

Banyak pihak yang memandang bahwa Abbas merupakan orang pertama yang berpikir secara ilmiah untuk menemukan cara untuk terbang. Fitur lain yang mengagumkan dalam pameran di New York itu adalah kapal yang digunakan Laksmana Cheng Ho atau dikenal pula dengan panggilan Zheng He dalam pelayaran pada abad ke-15.

Ukuran kapal  sang laksamana seperti luas lapangan sepak bola. Meski bertema temuan-temuan ilmuwan Muslim, pameran ini juga tak menafikkan penemuan cendekiawan non-Muslim. Terbukti, ada display Maimonides, ahli fisika abad ke-12 dari Kordoba, Spanyol, yang banyak bekerja sama dengan para filsuf Muslim.

Seorang Muslim Ditunjuk Sebagai Kepala Departemen Ilmuwan NASA

Lembaga riset aeronatika dan ruang angkasa AS, NASA menunjuk seorang ilmuwan muslim Waleed Abdalati sebagai kepala departemen ilmuwan NASA.

Pengumuman itu disampaikan oleh kepala administrator NASA Charles Bolden pada 13 Desember 2010. “Kami gembira Waleed bergabung kembali dengan NASA selama masa kritis periode transisi di NASA,” kata Bolden dalam pernyataannya.

“Pengalaman, pengetahuan yang luas di bidang ilmiah dan namanya yang sudah akrab di NASA, akan sangat menguntungkan bagi lembaga ini. Dia akan menjadi pendukung sejati bagi banyak program NASA di berbagai bidang keilmuan, riset dan eksplorasi,” tulis Bolden.

Abdalati efektif menjalankan jabatan barunya mulai tanggal 3 Januari 2011. Ia akan menjadi kepala penasehat bagi program-program ilmiah, perencanaan strategis dan investasi yang dilakukan NASA. Dalam melaksanakan tugasnya, Abdalati yang sekarang masih menjabat sebagai Direktur lembaga Earth Science and Observation Center di Universitas Colorado akan memastikan bahwa program-program ilmiah NASA sejalan dengan target Gedung Putih di bidang sains. Ia akan bersinergi dengan kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta kantor Anggaran dan Manajemen Gedung Putih.

Sebelumnya, Abdalati yang giat meneliti kondisi es di kawasan kutub pernah menjabat sejumlah posisi dii NASA antara tahun 1998-2008 dan pernah mengepalai Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland.

Al-Qaradhawi Senang Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Syaikh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan kepada para jamaah di Doha bahwa dirinya “dipenuhi sukacita” setelah pengurus sepak bola dunia FIFA hari Kamis lalu memilih Qatar dan bukannya Amerika Serikat atau tiga negara lain untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Pernyataan Syaikh al-Qaradhawi yang disampaikan pada khutbah Jumat (3/12) tersebut dikutip koran-koran Qatar hari Sabtu. Dia mengatakan, Qatar mengalahkan Amerika Serikat, yang menurutnya selalu berusaha mendominasi setiap urusan di dunia.
Sebagaimana dilansir AP (4/12), Presiden AS Barrack Obama mengatakan FIFA membuat “keputusan salah” dengan memilih Qatar. Namun para pemimpin Arab memandangnya sebagai gebrakan yang akan mengubah persepsi atas Timur Tengah.[di/ap/ hidayatullah.com]

Pidato Obama di PBB: Siapa Berani Ganggu Israel, AS akan Bertindak

Presiden AS Barack Obama menegaskan kembali dukungannya yang tak tergoyahkan pada Israel. Pidato Obama dalam sidang tahunan Dewan Umum PBB memperkuat keyakinan banyak pihak di Palestina, bahwa negosiasi baru Israel-Palestina lewat mediasi AS tidak akan menghasilkan apapun bagi rakyat Palestina dan hanya akan menguntungkan Israel.

Dalam pidatonya, Obama menyatakan bahwa setiap upaya yang ingin mendelegitimasi Israel akan menghadapi perlawanan keras dari AS. “Eksistensi Israel seharus tidak lagi menjadi perdebatan. Israel adalah negara yang berdaulat dan merupakan tanah air yang bersejarah bagi orang-orang Yahudi,” kata Obama.

“Hal ini selayaknya sudah jelas bahwa setiap upaya untuk menghancurkan legitimasi Israel hanya akan menghadapi perlawanan yang tak tergoyahkan dari AS,” sambungnya.

Obama juga mengancam Palestina dengan mengatakan, jika pembicaraan damai Israel-Palestina yang disponsori AS tidak mencapai kesepakatan, maka rakyat Palestina tidak akan pernah meraih kebanggaan dan martabat dengan terbentuknya negara Palestina. Di sisi lain, keamanan dan kedaulatan Israel juga terancam jika negara tetangganya tidak berkomitmen untuk hidup berdampingan dengan damai.

Presiden AS meminta agar negara-negara Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan menjembati konflik antara Israel dan Palestina.

Presiden Palestina Mahmud Abbas yang juga menghadiri sidang Dewan Umum PBB menilai positif pernyataan Obama. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan membuka diri secara penuh untuk bekerjasama dengan AS mencapai kesepakatan dan resolusi yang adil dalam konflik Israel-Palestina.

Qardhawi Siap Kawal Film Nabi SAW

DOHA–Film internasional tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sedang dirilis oleh perusahaan media di Qatar. Rencana pembuatan film ini terkait dengan upaya baru untuk menghapus stereotip yang beredar luas tentang Islam di Barat.

“Film ini akan menyoroti kehidupan Nabi sejak sebelum lahir sampai wafat beliau,” ungkap Ahmad Abdullah Al-Mustafa, ketua Alnoor Holdings, Al-Jazeera TV, seperti dikutip Islamonline, Ahad (1/11).

Alnoor Holdings didirikan tahun ini untuk memanfaatkan peluang ekonomi dalam industri hiburan, berfokus pada produksi film internasional, produksi arab, dan animasi.

Pembuatan film yang akan menghabiskan biaya sekitar $150 juta atau sekitar Rp1,5 triliun ini rencananya akan dimulai pada tahun 2011. “Film itu diperkirakan akan memakan waktu antara 25 sampai 30 bulan,” ujar Abdullah.

Perusahaan tersebut telah mengeluarkan dana film internasional sebesar $200 juta untuk berinvestasi dalam proyek film di tengah pembiayaan ketat karena krisis keuangan.

Menurut Abdullah, pihak Alnoor masih melakukan pembahasan dengan pihak studio, agen pencari bakat dan distributor di AS dan Inggris, untuk memilih pemain film.

“Film ini akan dibintangi oleh seorang Muslim yang bisa berbahasa Inggris,” ungkap Abdullah. Namun, tambah dia, sesuai dengan aturan dalam Islam, wajah Nabi Muhammad tidak akan ditampilkan.

Film yang bertujuan untuk menjembatani Muslim dan non-Muslim ini akan diproduseri oleh Barrie M. Osborne, seorang produser eksekutif Amerika yang tekenal sebagai pemenang Oscar lewat filmnya “Lord of the Rings: The Return of the King”, di mana ia menerima Academy Award untuk Best Picture.

Pemimpin persatuan ulama dunia, Syekh Yusuf Al-Qardhawi, juga telah bersedia untuk mengawasi konten film tersebut. “Kami telah sepakat dengan Syekh Qardhawi untuk membentuk sebuah komite yang bertugas mengawasi script, pemotretan, dan produksi film,” kata Abdullah.

Syekh Qardhawi, bahkan memuji rencana pembuatan film Nabi Muhammad itu. “Film ini bertujuan untuk melayani Islam,” kata Qardhawi.