Hati-hati, 10,46 Persen Kosmetik Berpewarna Dilarang

Hasil uji kosmetik tahun 2010 oleh Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan ditemukan 10,46 persen produk kosmetik tidak memenuhi syarat karena mengandung pewarna yang dilarang.

Dari 478 sample produk kosmetik yang diuji, kategori lipstik dan krim pemulih yang paling banyak mengandung pewarna yang sangat tidak dianjurkan itu.

“Satu kosmetik mengandung pewarna Rhodamin B yaitu jenis terlarang karena bersifat karsinogenik pada lipstik,” kata Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Medan, Sacramento Tarigan, di Medan, Jumat.

Sementara kasus kosmetik ilegal atau tidak terdaftar/tercatat sebanyak 5.598 kemasan pada 19 sarana. “Produk ilegal tersebut dimusnahkan dan 5 kasus sudah pro justisia,” katanya.

Produk kosmetik ilegal yang ditemukan sebagian besar merk luar negeri diantaranya dari China. Di Sumatara Utara sendiri terdapat 15 UKM dan 6 pabrik kosmetik yang besar.

“Tapi di Sumut belum ada ditemukan bahan-bahan yang berbahaya dan tidak termasuk yang parah,” katanya.

Ia berharap masyarakat atau konsumen berhati-hati dalam membeli dan memilih kosmetik terutama menghindari krem pemutih yang efeknya instan karena dicurigai ada kimiawi berbahaya seperti merkuri.

“Hindari kosmetik yang bereaksi sensitivasi seperti gatal, perih, kulit kemerahan seperti udang rebus dan reaksi negatif lainnya,” katanya.

Menurut dia, ciri-ciri kosmetik yang aman antara lain tidak mengandung reaksi negatif seperti ciri-ciri tersebut diatas. Berasa netral di kulit seperti sejuknya air dan klaim manfaatnya alami seperti membersihkan, membuat lebih cerah bukan memutihkan.

“Karena warna kulit yang sehat cantik adalah kulit bersih berwarna seperti aslinya dan tidak berpenyakit. Biasanya krim yang mengandung merkuri adalah yang ilegal dan sumbernya tidak jelas,” katanya.

Pada Januari tahun 2011 ini, lanjutnya, sistem penamaan untuk produk kosmetik tidak lagi seperti tahun sebelumnya dengan memakai kode CD untuk produk dalam negeri dan kode CL untuk produk luar negeri.

Namun memakai sistem notifikasi ASEAN yang tidak mengenal pendaftaran produk sebelum beredar. Pencatatan dengan menyiapkan dokumen Informasi produk sebagai dokumen tentang jaminan mutu dan keamanan produk tersebut yang akan diedarkan di Indonesia.

“Hal ini juga berlaku dengan produk dalam negeri. Ini merupakan tantangan dalam pengawasan. Perusahaan harus memiliki penanggungjawab teknis dan penilai keamanan kosmetik yang ahli dan berpengalaman di bidang kosmetik,” katanya. *

Waspada! Cacingan Membuat Kecerdasan Anak Turun

Pakar Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Saleha Sungkar, mengatakan, penyakit cacingan yang biasa ditemui di wilayah tropis termasuk Indonesia, ternyata mampu menurunkan kualitas kecerdasan otak jika tidak segera ditangani dengan serius.

“Ancaman penyakit cacingan pada generasi penerus perlu ditangani secara serius, konsisten dan berkesinambungan sebab cacingan menyebabkan anak kekurangan gizi, anemia dan kecerdasan mereka menurun,” kata Saleha di Jakarta, Senin.

Menurut Saleha di wilayah tropis seperti Indonesia cacing usus yang sering ditemukan adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris Trichiuria) serta cacing tambang (Necator Americanus dan Ancylostoma Duodenale).

“Cacing menyebabkan diare, menyerap gizi, vitamin, serta darah si anak dan dapat menimbulkan pendarahan usus sehingga anak akan mengalami hambatan perkembangan fisik dan kecerdasan,” kata Saleha.

Oleh karena itu, menurut dia, pengendalian cacing merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan kualitas SDM di negara-negara berkembang seperti Indonesia dengan memulai meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut.

Laporan: Jumlah Muslim Dunia akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun

Sebuah laporan terbaru memperkirakan bahwa jumlah umat Islam di seluruh dunia akan tumbuh 35 persen selama 20 tahun ke depan dua kali lipat dari jumlah non-Muslim, tetapi bahwa tingkat pertumbuhan yang cepat itu akan cepat mati.

Dengan lebih banyak muslim wanita yang mendapatkan pendidikan dan pekerjaan, orang-orang bermigrasi ke kota-kota dan meningkatkan standar hidup mereka, laporan itu mengatakan, angka kelahiran di negara-negara mayoritas Muslim akan hadir lebih dekat menyerupai pola di negara-negara lain.

Namun prediksi bahwa Eropa akan menjadi mayoritas Muslim “Eurabia” tidak berdasar, menurut laporan oleh Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life, kelompok riset non-partisan. Muslim di Eropa terdiri hanya 6 persen penduduk pada tahun 2010 dan akan tumbuh 8 persen pada 2030, kata laporan itu.

Di AS, laporan ditemukan sekitar 2,6 juta Muslim di tahun 2010, jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 6,2 juta dalam 20 tahun ke depan. (Angka 2,6 juta jauh lebih rendah daripada angka yang diklaim oleh beberapa kelompok Muslim Amerika tetapi tidak keluar dari jalur dengan beberapa studi sebelumnya.)

Laporan ini juga menemukan bahwa Muslim pemuda lebih menonjol – tingginya persentase umat Islam di seluruh dunia pada usia remaja dan usia 20-an – telah mencapai puncaknya. Tren Itu bisa mempengaruhi politik di negara-negara dengan populasi muda bergolak.

Secara global, umat Islam kini mencapai 23,4 persen dari populasi, dan jika kecenderungan ini terus berlangsung, akan ada 26,4 persen pada 2030 dari total penduduk dunia yang diproyeksikan sebesar 8,3 miliar pada tahun 2030, naik dari 23,4% dari populasi dunia pada tahun 2010 dan diperkirakan akan berjumlah sebesar 6,9 miliar.

Pada tahun 2030, Pakistan akan memiliki penduduk Muslim terbesar, melebihi Indonesia, dan Nigeria serta akan melampaui Mesir.

Karakter Pendidikan Islam vs Pendidikan Barat

Pendidikan merupakan salah satu unsur yang sangat penting terhadap pembentukan karakter dan pembangun  peradaban suatu bangsa. Setidaknya ada tiga faktor pembentukan sebuah peradaban yaitu pandangan hidup (worldview), ilmu pengetahuan (science) dan salah satunya adalah pendidikan (education). Kaitan antara ketiga faktor tersebut merupakan vicious circle (lingkaran setan). Artinya pandangan hidup dapat lahir dan berkembang dari akumulasi ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendidikan.

Islam dan Barat memiliki pandangan berbeda mengenai pendidikan. Paham rasionalisme empirisme, humanisme, kapitalisme, eksistensialisme, relatifisme, atheisme, dan lainnya yang berkembang di Barat dijadikan dasar pijakan bagi konsep-konsep pendidikan Barat. Ini jauh berbeda dengan Islam yang memiliki al-Qur’an, Sunnah dan Ijtihad para ulama sebagai konsep pendidikannya. Hal inilah yang membedakan ciri pendidikan yang ada di Barat dengan pendidikan Islam. Masing-masing peradaban ini memiliki karakter yang berbeda sehingga out put yang ‘dihasilkan’ pun berbeda.

Tokoh pendidikan Barat, John Dewey mengatakan bahwa Pendidikan suatu bangsa dapat ditinjau dari dua segi; pertama, dari sudut pandang masyarakat (community perspective), dan kedua, dari segi pandangan individu (individual perspective). Dari segi pandangan masyarakat, pendidikan berarti pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar hidup masyarakat tetap berlanjutan. Sedangkan dari sudut pandang individu, pendidikan berarti pengembangan potensi-potensi yang terpendam dan tersembunyi.

Jadi, Pendidikan merupakan sebuah proses, bukan hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual semata atau hanya sebagai transfer pengetahuan dari satu orang ke orang lain saja, tapi juga sebagai proses transformasi nilai dan pembentukan karakter dalam segala aspeknya. Dengan kata lain, pendidikan juga ikut berperan dalam membangun peradaban dan membangun masa depan bangsa.

Pengertian Pendidikan Islam

Dr. Yusuf Qaradhawi memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai pendidikan manusia seutuhnya (whole human education); akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya; akhlak dan keterampilannya. Sedangkan Prof. Dr. Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

Islam yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad mengandung implikasi kependidikan yang bertujuan untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin. Di dalamnya terkandung suatu potensi yang mengacu kepada dua fenomena perkembangan , yaitu:

1.     Potensi psikologis yang mempengaruhi manusia untuk menjadi sosok pribadi yang berkualitas bijak dan menyandang derajat mulia melebihi makhluk-makhluk lainnya.

2.     Potensi perkembangan kehidupan manusia sebagai ‘khalifah’ di muka bumi yang dinamis dan kreatif serta responsif terhadap lingkungan sekitarnya, baik yang alamiah maupun yang ijtima\’iyah dimana Tuhan menjadi potensi sentral perkembangannya.

Dari pendapat dua tokoh Islam diatas dapat diambil kesimpulan  bahwa pendidikan Islam, bukan hanya mementingakan pembentukan pribadi untuk kebahagiaan dunia, tetapi juga untuk kebahagiaan di akhirat. Lebih dari itu, pendidikan Islam berusaha membentuk pribadi yang bernafaskan ajaran-ajaran Islam, sehingga pribadi-pribadi yang terbentuk itu tidak terlepas dari nilai-nilai agama. Hal ini mendorong perlunya mengetahui tujuan-tujuan pendidikan Islam secara jelas.
Adapun tujuan-tujuan pendidikan yang dimaksud adalah perubahan-perubahan pada tiga bidang asasi, yaitu :

a.    Tujuan-tujuan individual, seperti pertumbuhan yang diinginkan pada pribadi mereka, serta pada persiapan yang dimestikan kepada mereka pada kehidupan dunia dan akhirat.

b.    Tujuan sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan keseluruhan tingkah laku masyarakat umumnya.

c.    Tujuan-tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi dan sebagai suatu aktifitas di antara aktifitas-aktifitas masyarakat.

Meskipun demikian tujuan akhir sebuah pendidikan Islam tidak lepas dari tujuan hidup seseorang Muslim. Karena Pendidikan Islam itu hanyalah suatu sarana untuk mencapai tujuan hidup Muslim, bukan tujuan akhir. Dan tentunya tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai tentunya harus berangkat dari dasar-dasar pokok pendidikan dalam ajaran Islam, yaitu keutuhan (syumuliah), keterpaduan, kesinambungan, keaslian, bersifat praktikal, kesetiakawanan dan keterbukaan. Dan yang paling penting adalah tujuan pendidikan tersebut dapat diterjemahkan secara operasional ke dalam silabus dan mata pelajaran yang diajarkan di berbagai tingkat pendidikan, rendah, menengah dan perguruan tinggi, malah juga pada lembaga-lembag pendidikan non formal.

Menurut Prof. Dr. Azyumardi Azra, Pendidikan Islam mempunyai beberapa karakteristik yaitu pertama, Penguasaan Ilmu Pengetahuan. Ajaran dasar Islam mewajibkan mencari ilmu pengetahuan bagi setiap Muslim dan muslimat. Kedua, Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Ilmu yang telah dikuasai harus diberikan dan dikembangkan kepada orang lain. Ketiga, penekanan pada nilai-nilai akhlak dalam penguasaan dan pengembangan ilmu penetahuan. Keempat, penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, hanyalah untuk pengabdian kepada Allah dan kemaslahatan umum. Keempat, penyesuaian terhadap perkembangan jiwa, dan bakat anak. Kelima, pengembangan kepribadian serta penekaanan pada amal saleh dan tanggung jawab.

Dengan karakteristik-karakteristik pendidikan tersebut tampak jelas keunggulan pendidikan Islam dibanding dengan pendidikan lainnya. Karena, pendidikan dalam Islam mempunyai ikatan langsung dengan nilai-nilai dan ajaran Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupannya.

Pengertian Pendidikan Barat

Ilmu yang dikembangkan dalam pendidikan Barat dibentuk dari acuan pemikiran falsafah mereka yang dituangkan dalam pemikiran yang bercirikan materialisme, idealisme, sekularisme, dan rasionalisme. Pemikiran ini mempengaruhi konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri. René Descartes misalnya, tokoh filsafat Barat asal Prancis ini menjadikan rasio sebagai kriteria satu-satunya dalam mengukur kebenaran.

Selain itu para filosof lainnya seperti John Locke, Immanuel Kant, Martin Heidegger, Emillio Betti, Hans-Georg Gadammer, dan lainnya juga menekankan rasio dan panca indera sebagai sumber ilmu mereka, sehingga melahirkan berbagai macam faham dan pemikiran seperti empirisme, humanisme, kapitalisme, eksistensialisme, relatifisme, atheisme, dan lainnya, yang ikut mempengaruhi berbagai disiplin keilmuan, seperti dalam filsafat, sains, sosiologi, psikologi, politik, ekonomi, dan lainnya

Menurut Syed Naquib al-Attas, ilmu dalam peradaban Barat tidak dibangun di atas wahyu dan kepercayaan agama namun dibangun di atas tradisi budaya yang diperkuat dengan spekulasi filosofis yang terkait dengan kehidupan sekular yang memusatkan manusia sebagai makhluk rasional. Akibatnya, ilmu pengetahuan serta nilai-nilai etika dan moral, yang diatur oleh rasio manusia, terus menerus berubah . Sehingga dari cara pandang yang seperti inilah pada akhirnya akan melahirkan ilmu-ilmu sekular.

Masih menurut al-Attas, ada lima faktor yang menjiwai budaya dan peradaban Barat, pertama, menggunakan akal untuk membimbing kehidupan manusia; kedua, bersikap dualitas terhadap realitas dan kebenaran; ketiga, menegaskan aspek eksistensi yang memproyeksikan pandangan hidup sekular; empat, menggunakan doktrin humanisme; dan kelima, menjadikan drama dan tragedi sebagai unsur-unsur yang dominan dalam fitrah dan eksistensi kemanusiaan . Kelima faktor ini amat berpengaruh dalam pola pikir para ilmuwan Barat sehingga membentuk pola pendidikan yang ada di Barat.

Kesimpulan

Penjelasan tentang pendidikan Islam dan Barat di atas memperlihatkan adanya kesenjangan pola berfikir yang digunakan para ilmuwan mereka sehingga menghasilkan karakter yang berbeda. Jika sumber dan metodologi ilmu di Barat bergantung sepenuhnya kepada kaedah empiris, rasional dan cenderung materialistik serta mengabaikan dan memandang rendah cara memperoleh ilmu melalui wahyu dan kitab suci, maka metodologi dalam ilmu pengetahuan Islam bersumber dari kitab suci al-Qur’an yang diperoleh dari wahyu, Sunnah Rasulullah saw, serta ijtihad para ulama.

Jika Westernisasi ilmu hanya menghasilkan ilmu-ilmu sekular yang cenderung menjauhkan manusia dengan agamanya, maka Islamisasi ilmu justru mampu membangunkan pemikiran dan keseimbangan antara aspek rohani dan jasmani pribadi muslim yang akan menambahkan lagi keimanannya kepada Allah SWT. Wallahu a’lam bishawab

Salinan Alquran Terbesar 1901 versi Digital

Salah satu salinan Alquran terbesar di dunia telah didigitalkan oleh Perpustakaan John Rylands di Manchester, Inggris. Alquran itu ber-title ‘The Qansuh al-Ghuri Qur’an.

Kitab suci umat Islam itu menjadi pegangan Sultan Mamluk di Mesir saat dirinya bertugas di awal abad 16. Karena terlalu besar dan halus untuk ditampilkan di Perpustakaan, makanya pihak perpustakaan John Rylands mengambil kebijakan untuk menggandakannya dan menampilkannya dalam versi digital.

Upaya digitalisasi Alquran terbilang tidak mudah. Namun, upaya itu merupakan sebuah proses jangka pendek untuk melestarikan buku (baca: Alquran). Halaman demi halaman, staf perpusatakaan tersebut membuat Alquran versi online dari teks aslinya.

Alquran tersebut, sebelumnya dibeli oleh istri John Rylands, Enriqueta kisaran 1901. Melihat umur, serajah dan signifikansinya diharapkan para sarjana di seluruh dunia dapat mempelajarinya dalam segala kondisi, termasuk dalam kondisi rumit sekalipun.

Proses tersebut juga memungkinkan staf untuk meletakkan kembali halaman yang telah terhapus dari halaman Alquran di masa lalu. Karena memang, Alquran yang berusia tua itu terlalu lembut untuk bertahan.

Merokok Rusak Sel dalam Hitungan Menit

Beberapa hisapan pertama rokok dalam hitungan menit dapat menyebabkan kerusakan sel yang memicu kanker.

Dalam hasil penelitiannya, sekelompok ilmuwan AS mengatakan, “efeknya sangat cepat seperti menyuntikkan cairan langsung ke aliran darah.”

Penelitian yang mereka lakukan itu merupakan yang pertamakalinya melacak bagaimana zat yang terkandung dalam rokok bisa menyebabkan kerusakan DNA. Hasil penelitian ditampilkan dalam jurnal Chemical Research in Toxicology terbitan American Chemical Society.

Dengan meneliti 12 relawan perokok, para ilmuwan melacak polutan yang disebut PAHs (polycyclic aromatic hydrocarbons), yang terkandung dalam asap tembakau dan dapat ditemui di tanaman yang terbakar dan makanan yang dipanggang.

Mereka melacak satu jenis tertentu, yaitu phenanthrene yang ditemukan di dalam asap rokok, melalui darah. Ditemukan bahwa di dalam darah zat itu membentuk racun yang dapat merusak DNA sehingga mengalami mutasi dan menyebabkan kanker. Jumlah racun langsung terbentuk dalam jumlah banyak hanya 15-30 menit setelah rokok dihisap.

Kanker paru-paru membunuh sekitar 3.000 orang setiap harinya di dunia, 90% di antaranya terkait dengan kebiasaan merokok.

Menulis itu Ampuh Hilangkan Ketegangan, Mau Coba?

Setiap orang pasti pernah didera rasa panik. Ketik dalam kondisi panik, logika seseorang sering kali mampet. Alih-alih berpikir jernih yang muncul adalah sugesti dan prasanka. Mereka yang sudah terjebak sugesti tentu sulit untuk menyelesaikan masalah.

Tapi jangan khawatir. Peneliti AS berhasil menemukan cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa panik dan khawatir. Caranya cukup mudah yakni menulis.

Peneliti percaya menulis dapat membersihkan pikiran dan memungkinkan pikiran terfokus pada kegiatan menulis. Teknik ini memiliki manfaat yang cukup kuat. Faktanya, 20 persen siswa yang mengikuti teknik ini sebelum ujian mendapatkan nilai yang cukup baik.

“Orang-orang di zaman sekarang terjebak dalam situasi penuh tekanan dan mereka khawatir tentang hal itu berikut konsekuensinya,” kata Profesor Sian Beilock, peneliti University of Chicago seperti dikutip Telegraph, pekan lalu. Beilock juga mengatakan situasi penuh tekanan dapat menghabiskan bagian dari kekuatan pemrosesan otak yang dikenal sebagai memori kerja.

Dia menjelaskan memori kerja adalah bagian kecil dari otak yang bersarang di korteks prefrontal. Memori ini memungkinkan seorang  “bekerja” dengan informasi yang relevan. “Tetapi memori ini juga bisa diisi dengan kegelisahan – sehingga kehilangan kekuatan otak,” kata dia.

Untuk menguji teori ini, peneliti merekrut 20 mahasiswa dan memberi mereka dua tes matematika. Pada tes pertama, siswa diberi penugasan yang didesain membuat siswa mampu memberikan hasil terbai.

Lalu, pada tes kedua, peneliti menciptakan situasi tegang dengan mengatakan siswa yang memiliki kinerja yang baik akan menerima uang. Siswa juga diberitahu bahwa pekerjaan mereka akan direkam dan diawasi guru.

Setengah dari siswa diharuskan menulis ekspresif tentang perasaan mereka terkait tes selama 10 menit. Sisanya disuruh duduk dan diam. Hasilnya, kelompok menulis memperoleh nilai lebih baik daripada kelompok diam. “Mereka yang menulis memperoleh nilai 5 persen lebih baik daripada tes pertama. Sementara kelompok kedua justru turun 12 persen dari tes awal,” ungkapnya.

Prof Beilock menjelaskan menulis tentang kekhawatiran selama 10 menit sebelum ujian yang akan datang membuat kestabilan pikiran sedemikian rupa sehingga para siswa yang biasanya menghadapi kecemasan selama ujian mampu mengatasi ketakutan sehingga mampu menunjukan potensi terbaik,” kata Beilock.

Dia menambahkan ada kemungkinan teknik ini dapat dikembangkan untuk membantu individu menghadapi berbagai situasi penuh tekanan seperti presentasi kerja untuk klien, berpidato atau wawancara kerja.

Kiat Memilih Produk Kemasan Halal

Konsumen kini disuguhi banyak pilihan produk. Salah satunya adalah produk pangan dalam kemasan. Sejumlah langkah bisa ditempuh konsumen saat mempertimbangkan untuk mengonsumsi sebuah produk dalam kemasan. Langkah itu, misalnya, dengan memperhatikan label produk kemasan.

Ini untuk memastikan kelayakan produk dan status kehalalannya. Kehalalan dalam produk kemasan diketahui melalui label halal pada kemasannya. Pencantuman itu dapat dilakukan setelah produk mendapatkan sertifikat halal yang dikeluarkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia.

Menurut Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, harus diakui kepatuhan pengusaha soal pelabelan ini masih harus terus didorong. Data dari pemerintah, jelas dia, sebanyak 54 persen label halal tak memenuhi ketentuan. “Produk itu tak memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI,” katanya di Jakarta, Senin (10/1) lalu.

Apa saja yang harus dicermati saat pembeli produk dalam kemasan selain labelnya? Berikut sarannya:

Lihat kemasannya
Biasanya, produk industri menengah dan besar dari dalam negeri pada kemasannya tercantum kode MD. Ini merupakan nomor pendaftaran produk bersangkutan di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pencantuman MD pada kemasan dilakukan setelah produk lolos pemeriksaan keamanan, mutu, dan persyaratan lainnya, seperti hal-hal yang boleh dicantumkan pada kemasan. Untuk produk impor, nomor pendaftaran dicantumkan dengan ML, sedangkan produk industri kecil nomor pendaftarannya adalah SP.

Nomor SP diberikan setelah produsen kecil mengikuti penyuluhan Kementerian Kesehatan dan produsen memperoleh sertifikat penyuluhan. Anton Apriyantono dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan, jika telah tercantum nomor MD, sebaiknya lihat pula apakah ada label halalnya. Bila sudah tertera dalam kemasan, produk itu telah terjamin kehalalannya.

Untuk produk impor: label halal dan nomor pendaftaran

Biasanya dengan kode ML yang diikuti serangkaian nomor, jelas dia, cermati pula soal label halal. “Jika tidak ada, lebih baik kita hindari,” katanya menegaskan.

Jangan asal logo halal
Perlu kehati-hatian terhadap produk yang berlabel halal, tetapi diproduksi di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Tanyakan keabsahan label halalnya kepada LPPOM MUI.

Waspadai produk dari industri kecil

Produk dari industri kecil dengan nomor pendaftaran SP biasanya masih harus lebih diteliti lebih lanjut. Sebab, tak jarang tercantum label halal dalam kemasan produk walaupun produsen belum mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI.

Seperti Ponsel, ATM Sama Kotornya dengan Toilet

Berhati-hatilah menjaga kesehatan Anda. Para peneliti menemukan, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sama kotornya dengan toilet umum. Karena, di mesin transaksi perbankan itu juga tak ubahnya sarang bakteri. Demikian hasil penelitian para peneliti BioCote di London, Inggris, baru-baru ini.

Seperti dilansir Zee News, para peneliti juga memaparkan bakteri-bakteri yang berkembang di mesin ATM yang sama banyaknya dengan bakteri di toilet umum. Bahkan, para peneliti memboyong keypad atau papan tombol input sebuah mesin ATM untuk diteliti di bawah mikroskop dan membandingkannya dengan dudukan toilet sebuah toilet umum setempat.

“Kami sangat terkejut dengan hasil penelitian ini. Sebab mesin ATM ternyata menjadi sarang dari begitu banyak bakteri layaknya toilet umum yang dapat menjadi momok bagi kesehatan manusia,” kata Richard Hastings, pakar mikrobiologi dari BioCote. “Di kedua objek tersebut ditemukan bakteri pseudomonad dan basil yang memicu penularan diare dan penyakit lain.”

Dalam sebuah jajak pendapat pada konsumen terungkap, toilet menempati peringkat pertama sebagai tempat paling jorok, sedangkan ATM menempati peringkat ke-10. Tempat lainnya yang dinilai sebagai sarang berkembangnya bakteri adalah boks telepon umum, serta tempat duduk bis dan kereta.

Sebelum ini, Joanna Verran, profesor mikrobiologi dari Manchester Metropolitan University mengungkapkan, telepon seluler (ponsel) anda dihuni lebih banyak bakteri daripada dudukan toilet, sol sepatu atau pegangan pintu.

“Kombinasi dari perawatan dan panas dan panas yang ditimbulkan oleh telepon menciptakan sarang utama bagi semua jenis bakteri yang biasanya ditemukan dalam kulit kita,” kata Joanna.

Bakteri itu termasuk “staphylococcus aureus,” yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat sampai bisul, pneumonia hingga meningitis.

Cina Bangun Jembatan di Atas Air Terpanjang di Dunia

BEIJING–Cina berhasil menambah koleksi jembatan terpanjang di dunianya dengan selesainya proyek Jembatan Qingdao Haiwan yang memiliki panjang 26,4 mil atau 42,46 kilometer.

Jembatan Qingdao Haiwan mengalahkan rekor jembatan terpanjang sebelumnya yang dipegang oleh Jembatan Danau Pontchartrain Causway di Lousiana, Amerika Serikat.

Saking panjangnya, jembatan dibangun dengan dana 5,5 miliar dolar AS ini bisa untuk menyeberangi Selat Inggris.

Di Cina, Jembatan Qingdao menghubungkan daerah Shandong dengan Huangdao dengan hanya 30 menit berkendara. Sebelumnya, masyarakat harus menaiki ferri untuk bepergian ke Huangdao.

Jembatan ini juga dianggap menjadi salah satu capaian tertinggi dari insinyur Cina. Jembatan Qingdao memiliki enam jalur jalan. Ia ditopang oleh 5.200 kolom. Sebanyak 10 ribu pekerja banting tulang membangun megaproyek ini.

Mereka menggunakan 450 ribu ton baja. Jumlah itu bisa membangun 65 Menara Eiffel. Konstruksi jembatan juga menggunakan 2,3 juta kubik meter beton atau jumlah setara bisa digunakan untuk mengisi 3.800 kolam renang ukuran Olimpiade.

Pemerintah Cina mengklaim, jembatan ini sanggup bertahan dari goyangan gempa berkekuatan 8 skala richter. Saat ini di Cina ada tujuh dari 10 jembatan terpanjang di dunia. Yang terpanjang adalah Jembatan Danyang-Kunshan sepanjang 102 mil atau 164 kilometer.