FLASCHO ke XIII, 1500 Siswa Tingkat SLTP dan SLTA Berkompetisi Disekolah SMA N2 Payakumbuh

Sekolah SMA N2 Payakumbuh adakan acara FLASCHO. Kegiatan ini merupakan agenda tiap tahun yang selalu diadakan oleh sekolah. Acara FLASCHO tahun 2020 ini merupakan agenda yang XIII . Kegiatan acara berlangsung dilingkungan sekolah SMA N2 selama 3 hari, mulai dari 31 Januari hingga 2 Februari mendatang. Kegiatan acara dibuka oleh Wakil Walikota payakumbuh Erwin Yunaz.

Kepala sekolah SMA N2 Payakumbuh Irma Takarina saat dihubungi mengatakan, acara FLASCHO ini merupakan agenda tiap tahun diadakan oleh sekolah. Adapun kegiatan yang diadakn, berbagai macam perlombaan, diantaranya loba mipa, ,tahfidz,tari , lagu serta beberapa perlombaan lainnya.

Untuk pesertanya Irma jelaskan untuk tingkat SLTP diikuti sekolah SMP se Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sedangkan untuk tingkat SLTA diikuti oleh sekolah SMA se Sumatra Barat.

Adapun sasaran dan tujuan dari perlombaan ini adalah untuk mengasah serta menguji kemampuan siswa dimasing-masing perlombaan, sekaligus untuk mecari siswa yang berbakad untuk bergabung disekolah SMA N2.

Dari perlombaan ini Kepala Sekolah sampaikan, siswa akan memperebutkan medali dan tabanas serta piala bergilir Wakil Walikota. Dari semua macam perlombaan yang diadakan oleh sekolah, Irma Takarina jelaskan siswa yang mengikuti kompetisi ini ada sekitar kurang lebih 1500 siswa dari SLTP dan SLTA.

Berikut komentar Irma Takarina

Dikunjungi KPN Kemenag Dhamasraya,Ramza Husmen,KPN Syariah Al-Ikhlas Limapuluhkota Siap Berbagi Ilmu

Koperasi Syariah belakangan ini telah menjadi suatu tuntutan oleh masyarakat banyak dalam bertransaksi simpan pinjam. Keinginan tersebut untuk menghindari dari perbuatan yang bisa menjerumuskan kedalam perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama (islam).

Agar tidak terjerumus keperbuatan yang dilarang oleh ajaran agama, Kemenag Limapuluhkota Ramza Husmen serta semua pegawai sepakat, untuk merubah koperasi di Kantor Kemenag dari konvesional jadi koperasi syariah. Alhamdulillah dari keinginan tersebut dan mempelajari pengelolaannya dari koperasi syariah yang lain, kini Koperasi Al-Ikhlas Kemenag Limapuluhkota telah jadi Koperasi Syariah, dan telah berjalan 2 tahun.

Dari kesuksesan pengelolaan Koperasi Syariah ini, sejumlah koperasi di Kementrian Agama telah ada berkunjung dan studi tiru ke Koperasi Syariah Al-Ikhlas. Ramza Husmen sampaikan salahsatunya KPN Kemenag Dhamasraya.

Adapun yang membedakan dari Konvesional dengan Syariah adanya ijab kabul dan akadnya serta beberapa ketentuan yang lain. Dari kunjungan KPN Dhamasraya tersebut Ramza Husmen jelaskan, kita akan berikan dan berbagi ilmu dengan mereka, karna ini adalah untuk kebaikan jadi tidak ada yang perlu ditutupi.

Berikut komentar Ramza Husmen Kakan Kemenag Limapuluhkota

Pengurus Koperasi Kemenag Dhamasraya Kunjungi Koperasi Syariah Al-Ikhlas Kemenag Limapuluhkota

Sebanyak delapan orang pengurus koperasi Dhamasraya serta Kepala Kantor Kemenag Dhamasraya, berkunjung ke Koperasi Syariah Al- Ikhlas Kemenag Limapuluhkota. Kunjungan berlangsung siang Jum’at 31 Januari 2020.

Adapun tujuan dari kunjungan tersebut, disamping meningkatkan hubungan silaturrahim antara pengurus koperasi sekaligus juga untuk saling bertukar informasi terkait pengelolaan koperasi.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota Ramza Husmen, kepada media jelaskan dirinya ucapkan terimakasih kepada pengurus Koperasi Dhamasraya serta Kakan Kemenag Dhamasraya yang telah berkunjung ke Koperasi Kemenag Limapuluhkota. Ramza Husmen sampaikan dirinya serta pengurus koperasi siap membantu dan berbagi ilmu dengan pengurus Koperasi Dhamasraya.

Sementara Kepala Kantor Kementrian Agama Dhamasraya Abdel Haq disela kunjungan menyampaikan, kunjungan ini sengaja dilakukan untuk melihat lebih dekat bagaimana pengelolaan yang dilakukan oleh Koperasi Syariah Al- Ikhlas Kemenag Limapuluhkota. Dari kunjungan ini nantik, Abdel Haq jelaskan, dirinya akan mengembangkan dan akan mensosialisasikan di Dhamasraya pengelolalan koperasi syariah ini.

Berikut komentar Kemenag Dhamasraya Abdel Haq

Marta Minanda, MCK Plus di ICBS Satu-Satunya Ada di Sumbar

Sekolah Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh dapat bantuan bangunan MCK plus dari Pemerintah Kota. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Payakumbuh. Bantuan ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu prasarana dalam menunjang proses belajar mengajar disekolah.

Peresmian penggunaan MCK plus tersebut telah berlangsung Selasa kemaren, dihadiri Walikota Payakumbuh,anggota DPRD,Dinas Perkim,Dinas Pendidikan,Camat serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Payakumbuh, Marta Minanda dihadapan semua tamu undangan menjelaskan, dimana bantuan ini merupakan menu baru dari pusat, dan belum ada sebelumnya. Bantuan dan bangunan ini untuk Sumatra Barat, MCK plus di ICBS merupakan satu-satunya baru ada.

Marta sampaikan bangunan MCK ini menghabiskan dana sebesar 600 juta rupiah, untuk dua banguanan ditambah swadaya dari sekolah. Sedangkan proses lama pengerjaan berjalan selama lebih kurang 5 bulan. Untuk sekolah yang bisa mendapatkan bantuan ini usai acara peresmian Marta sampaikan, salah satunya sekolah boarding school atau siswa ada yang tinggal diasrama sekolah. Disamping itu jumlah muridnya ada sekitar 300 siswa serta beberapa persaratan lainnya.

Dari beberapa sekolah yang ada Marta Minanda jelaskan ICBS lebih dahulu siap dan memenuhi persaratan yang ada. Melalui bantuan ini Kepala Dinas Perkim berharap sekolah bisa termotifasi untuk bisa lebih giat dan meningkatkan kualitas sekolahnya. MCK plus ini memiliki ada sekitar 12 toilet serta kamar mandi dan tempat cuci, di waktu bersamaan Marta sampaikan ada banyak siswa yang bisa menggunkannya.

Berikut komentar Marta Minanda

Walikota Payakumbuh Resmikan MCK Plus ICBS

Walikota Payakumbuh Riza Falepi resmikan MCK plus sekolah ICBS Payakumbuh. Peresmian berlangsung disekolah ICBS Padang Kaduduak, Selasa 28 Januari 2020. Hadir dalam peresmian anggota DPRD Kota Payakumbuh Mustafa , Kepala Dinas Perkim Marta Minanda , Kepala Dinas Pendidikan Agustion,Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni, serta tamu undangan lainnya.

Ketua panitia acara Eddi Rusydi Arrasyidi dalam sambutannya menyampaikan dimana MCK plus ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Bantuan MCK ini ada sebanyak 2 buah, satu diskolah ICBS Putra di Padang Kaduduak dan satu lagi diskolah ICBS Putri Lamposi.

Ketua Yayasan Insan Cendekia Payakumbuh Roni Patihan dihadapan Walikota serta tamu undangan menyampaikan, dirinya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota, yang telah memberikan bantuan MCK ini, tidak hanya MCK sebelumnya Pemerintah Kota juga telah memberikan bantuan gedung pustaka. Roni jelaskan ini menunjukkan Pemerintah Kota serius dalam mendorong dan memotifasi untuk pendidikan yang berkualitas.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi sampaikan kenapa ICBS yang dapat bantuan, karna ICBS yang memenuhi persaratan. Walikota jelaskan bukan yang lain tidak boleh, tapi saat ini bantuan itu harus ada persaratannya yang harus dipenuhi. Melalui bantuan ini Walikota sampaikan semoga bantuan ini bisa dimamfaatkan oleh skolah ICBS dengan baik.

Riza Falepi berharap agar dalam menjaga dan membersihkannya tidak hanya orang lain, tapi juga melibatkan santri dalam membersihkannya. Karna hal tersebut bagian dari kehidupannya, untuk selalu terbiasa dengan kebersihan sekaligus membentuk karakter bagi anak didik.

Berikut komentar Walikota Payakumbuh Riza Falepi

Dikwatirkan Berbahaya, Roni Yang Mengalami Gangguan Jiwa Diamankan Pol PP

Dikwatirkan mengganggu masyarakat, Roni 39 tahun warga kelurahan Padang Tangah Payobadar Kecamaatan Payakumbuh Timur, diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Payakumbuh.

Roni yang mengalami gangguan jiwa tersebut (ODGJ) terpaksa di beri obat penenang oleh dokter di RSUD Adnan WD karena mengamuk sekira pukul 23.30, Senin Malam.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat setempat dan babinsa kepada Satpol PP Kota Payakumbuh, ada warga ODGJ di Kelurahan Padang Tangah Payobadar Payakumbuh Timur yang lepas kendali atau sedang kumat.

Dari laporan tersebut Kasat Pol PP Devitra saat dihubungi, Selasa Pagi 28 Januari menyampaikan, satuan penegak perda meluncur ke lokasi, dan kita juga dibantu masyarakat mengamankan ODGJ yang bernama Roni tersebut. Guna mengantisipasi terjadi hal yang tak diinginkan setelah dilakukan pengobatan dirumah sakit Pol PP berjaga-jaga dirumah Roni hingga paginya.

Sesuai kesepakatan bersama keluarga, Devitra jelaskan Roni akhirnya dibawa berobat kembali ke Padang. Saat ini pihak puskesmas serta keluarga dalam perjalanan ke Padang, mengantarkan Roni yang diketahui sudah 6 tahun mengalami gangguan jiwa tersebut.

Terkait ODGJ ini Devitra sampaikan dirinya bersama dinas terkait yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial saat ini mengunjungi pihak rumah sakit jiwa tersebut, untuk membicarakan langkah kedepan dalam menangani ODGJ ini, serta beberapa hal lainnya.

Berikut komentar Devitra

Sedang Minum Miras, 6 Remaja Luar Kota Payakumbuh Diamankan Pol PP

Tim Satuan Penegak Peraturan Daerah kota Payakumbuh (Pol PP) mengamankan 6 orang remaja di Taman Ontel by pass Pakan Sinayan yang sedang asyik menenggak miras.

Pengangkapan 6 orang remaja tersebut saat melakukan razia dan patroli dilapangan, Selasa 28 Januari 2020 sekira pukul 02.30 dini hari. Razia tersebut guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, tak hanya merespon laporan masyarakat namun juga hampir aktif 24 jam sesuai dengan Instruksi Wali Kota Riza Falepi.

Enam remaja yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan tersebut diamankan oleh Kabid Penegak Perda, Syafrizal bersama Kasi Penyidik Ricky Zaindra serta komandan regu David Hendri.

Kepada petugas, mereka mengaku pada pukul 01.30 WIB jalan dari pasar habis beli minuman jenis tuak, pada pukul 02.30 WIB mereka tertangkap Tim Penegak Perda Kota Payakumbuh sedang mengkonsumsi minuman tersebut. Dan ini melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang pencegahan dan penindakan pekat dan maksiat.

Kasat Pol PP Kota Payakumbuh Devitra saat dihubungi menyampaikan, dari introgasi yang dilakukan ternyata bukan warga Kota Payakumbuh. 2 orang perempuan berasal dari Suliki yang biasa tinggal di Pekanbaru, sedangkan yang laki-laki 2 orang asal Piobang, 1 orang asal Medan dan 1 orang lagi dari Bangkinang, namun mereka mengaku bahwa orang tuanya juga asal suliki 50 kota.

Kedepan Devitra sampaikan, jika memang terjadi pelanggaran masyarakat bisa melakukan penangkapan, dengan catatan jangan main hakim sendiri. Setelah diamankan, masyarakat menyampaikan dan menyerahkan kepada pihak yang berwenang.

Berikut komentar Devitra

Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat, Komisi A, Lakukan Turun Kelapangan

DPRD Kota Payakumbuh di Komisi A lakukan turun kelapangan. Hal ini sesuai dari permintaan masyarakat terkait berbagai permasalahan serta keluhan yang dilalui masyarakat. Kamis,27 Januari 2020 Komisi A lakukan turun kelapangan ke Kelurahan Koto Panjang Payobasuang di Kecamatan Payakumbuh Timur serta beberap lokasi lainnya.

Dalam kunjungan ini Komisi A hadir lengkap mulai dari ketua komisi hingga anggota nya , selain itu ketua DPRD selaku pendampin Komisi A juga tampak hadir dalam kunjungan tersebut.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus saat dihubungi menyampaikan, pada hari ini, Kamis 27 Januari Anggota DPRD di Komisi A dan C melakukan turun kelapangan. Kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti dari permi ntaan masyarakat yang masuk ke DPRD Kota Payakumbuh.

Dalam kunjungan kelapangan ini Komisi A mengunjungi Kelurahan Koto Panjang Payobasuang serta Kantor Kelurahan Labuah Basilang . Hamdi Agus jelaskan dimana masyarakat setempat meminta ke DPRD untuk pembangunan kantor lurah yang baru, pengadaan dikantor lurah serta beberapa masukan lainnya

Menyikapi hal tersebut DPRD Kota Payakumbuh di Komisi A akan menindak lanjuti keinginan masyarakat setempat dan akan dimasukkan kepada anggaran 2021 nantiknya.

Berikut komentar Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus

Peduli Warga, Melalui Jum’at Empati, Irwan Suwandi Akan Bantu Meringankan Beban Keluarga Lastri Ramadhani

Selama kurang lebih 4 bulan Lastri Ramadhani warga Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur alami penyakit yang langka dan misterius. Dari penyakitnya tersebut Lastri mengalami penyusutan otot -otot tubuhnya, sehingga saat ini lastri tinggal kulit pembungkus tulangnya.

Dari keluhan tersebut masyarakat menyampaikan kepada anggota DPRD setempat. Dalam kunjungan Komisi A kebeberapa kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Timur didampingi Camat Irwan Suwandi, Komisi A dan Ketua DPRD sekaligus mengunjungi rumah Lastri, untuk melihat kondisinya.

Dari kunjungan tersebut Camat Kecamatan Payakumbuh Timur Irwan Suawandi saat dihubungi menyampaikan, secara spontan rombongan lakukan sumbangan kepada Lastri untuk biaya pengobatan, yang akan dirujuk kerumah sakit di Kota Padang.

Menyikapi derita Lastri anak dari pasangan Ruswan dan Netti tersebut Irwan Suwandi jelaskan dirinya melalui gerakan Jum’at Empati yang dilakukan di Kecamatan akan mengumpulkan dana untuk meringankan beban warga yang membutuhkan. Kepada para donatur yang ingin memberikan sumbangan Irwan sampaikan donatur bisa juga menyalurkan ke Kantor Kecamatan Payakumbuh Timur.

Berikut komentar Camat Irwan Suawandi

Izin Keramaian, Kapolres Payakumbuh, Masyarakat Tak Perlu Antarkan Surat Cukup Gunakan Aplikasi Polisiku

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan,Kamis 23 Januari 2020 launching Aplikasi Polisiku. Aplikasi Polisiku tersebut berguna untuk memudahkan masyarkat dalam pengurusan berbagai keperluan di Polres Payakumbuh.

Aplikasi tersebut dapat didownload melalui play store. Dengan mendaftarkan diri dan mengisi biodata yang lengkap, masyarakat telah bisa menggunakan Aplikasi Polisiku. Berbagai kemudahan dan keuntungan dapat dinikmati oleh masyarakat banyak, melalui aplikasi tersebut. Diantaranya masyarakat bisa melakukan pengisian data dari rumah sesuai urusan yang dituju, selanjutnya bisa mengurangi biaya pengadaan beli kertas dan hemat waktu.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan dalam sambutannya dihadapan Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi dan Wakil Walikota Erwin Yunaz, serta tamu undangan menyampaikan, dalam aplikasi tersebut terdapat fitur Panik untuk pelaporan masyarakat terkait peristiwa kejadian kecelakaan dan yang lainnya. Selanjutnya fitur pelayanan SIM, pengaduan,pengawalan,ijin keramaian,surat hilang,SKBN,SPDP,SP2HP dan cek kendaraan hilang.

Dalam launching Aplikasi Polisiku ini Doni Setiawan jelaskan Polres Payakumbuh sekaligus resmikan penggunaan Front Office. Ditempat ini semua tamu melapor, dan akan dilayani sebaik mungkin, serta diantarkan kemana tujuannya oleh petugas yang telah disiapkan. Setelah Front Office selanjuta meresmikan Pylon Sign, disini masyarakat bisa melihat apa saja jenis pelayanan yang ada di Polres Payakumbuh.

Terkait Aplikasi Polisiku Kapolres sampaikan aplikasi ini intinya memangkas birokrasi, mempersingkat waktu pelayanan serta mempercepat total waktu pelayanan kemasyarakat. Salah satu pelayanan yakni pembuatan surat izin keramaian dan pengawalan, selama ini masyarakat mengantarkan surat permohonan ke Polres, sekarang tidak perlu lagi, tinggal akses di Polisiku selanjutnya masyarakat tinggal jeput izinnya lagi.

Berikut komentar AKBP Dony Setiawan Kapolres Payakumbuh