parenting

Like Parents, Like Children

1 Mins read

Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya, bukan berarti peran ayah harus dikesampingkan. Kebanyakan orang sering mengucapkan like father like son. Tapi, saya kurang setuju dengan pernyataan tersebut. Kenapa? Karena anak laki-laki tidak akan hanya mencontoh ayahnya, begitupun anak perempuan tidak akan hanya mencontoh ibunya.
Anak adalah peniru ulung, apalagi terhadap perilaku dan kebiasaan orang tuanya. Sebagai orang tua, kita mempunyai peran yang harus seimbang untuk mendidik anak-anak kita. Ayah dan ibu harus pandai berkolaborasi dalam mendidik dan mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi generasi yang terbaik, tidak hanya di dunia tapi juga akhirat. Misalnya, ketika kita menyuruh anak untuk solat, sedangkan kita tidak solat. Ketika kita menyuruh anak mengaji tapi kita tidak mengaji. Nah dari sini saja kita akan tahu jawabannya, hasilnya adalah zonk (tidak ada).

Nah dari sedikit contoh diatas, maka bisa kita tarik sedikit kesimpulan bahwa anak adalah peniru ulung. Disini dituntut betul peran kita sebagai orang tua. Ketika kita ingin anak kita jadi hafizh Qur’an, maka kita biasakan anak untuk muraja’ah bersama. Ketika kita ingin anak kita rajin sholat, maka kita biasakan mengajaknya sholat bersama, bukan hanya menyuruh tapi mengajak.
Ada perbedaan antara menyuruh dan mengajarkan ya? Kalau kita biasakan menyuruh anak maka anak akan merasa terpaksa, kenapa? kalau tidak disuruh maka tidak akan dilakukan. Ketika kita membiasakan mengajak, justru anak akan merasa diperhatikan, alhasil anak akan terbiasa dengan hal tersebut dan akhirnya merasa terbiasa tanpa dipaksa. Nah yang paling penting gunakan kata-kata yang positif dan baik saat mengajak anak saat akan melakukan sesuatu. Contohnya, “ayo anak pintar kita sholat dulu, biar Allah sayang dan semakin dekat sama kita.”
Maka, yang terpenting dari pola pendidikan anak dirumah adalah memaksimalkan peran kita sebagai orang tua. Keseimbangan antara peran ayah dan ibu adalah kunci keberhasilan dalam pendidikan dan pengasuhan anak.

Writer: ammy yola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *